CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Sosok misterius dan Markas militer yang misterius?


__ADS_3

"Kenapa bisa jadi begini?". Ucap syahwa melihat tangan sabrina yang melepuh


"Aku tidak sengaja menyentuhnya. Saat itu aku berpikir kalau sinar -X ini buatan sama seperti gunung lava ternyata ini benaran, Akkhh". Rintihnya menahan sakit yang luar biasa


Syahwa dengan cepat memberikan pertolongan pertama, ia mengingat selain membawa ponsel dan tas kecil ia membawa kotak P3K, Dan kotak itu dibutuhkan saat ini.


"Tidak sia sia aku bawa ini". Ujarnya


Iapun mengobati sabrina dengan telaten, walau perih sebisa mungkin gadis itu mencoba menahannya. Selesai sudah kegiatan mengobati tangan sabrina yang sudah terbungkus oleh perban.


Syahwa terdiam sejenak, Jebakan kali ini benar benar nyata bukan buatan lagi. Dia menatap sinar -X yang masih memancar itu


~Aku mungkin bisa melewati stage kali ini, tapi bagaimana dengan teman temanku? Kelompok lain? Apakah mereka benar benar ingin membunuh ribuan murid? Tapi apa alasannya..


Kali ini ia benar dibuat gamang, tatapannya tertuju pada sinar -X yang terakhir disana ia melihat tombol yang menonjol keluar. Mata tajamnya meneliti


~Sepertinya aku harus meninggalkan petunjuk lagi. Tidak masalah didiskualifikasi, ini menyangkut ribuan nyawa. Setelah game ini selesai, aku akan mencari akar masalahnya...


Menurutnya ada sesuatu yang disembunyikan oleh para petinggi militer. Dia juga tersadar, dimarkas itu jarang sekali para petinggi muncul. Mungkin saja mereka sibuk dengan urusannya tapi setidaknya sama seperti waktu ia dikota asalnya Para petinggilah yang melatih anak muridnya


Juga markas ini begitu penuh misteri. Selain tempatnya yang berada dipuncak dan besar. Ia menyimpan banyak misteri tidak ada yang tau seluk beluknya.


Rasa penasaran syahwa semakin memuncak, dirinya tidak akan tinggal diam melihat kejadian kejadian aneh itu terjadi. Ia akan menyelidiki markas itu


Ia menuliskan surat kembali. Memperingatkan juga cara melintasi sinar -X itu. Tidak lagi, dia berencana menghancurkan tombol itu, tapi apakah berhasil? Bisa saja gagal dan menimbulkan hal yang fatal


"Hati hati Wa". Ucap Sabrina saat melihat syahwa yang memutuskan untuk melangkah dahulu, Syahwa berbalik menatap mereka semua sambil melemparkan smirknya, senyuman yang misterius


Sabrina tau wanita itu adalah anak seorang mafia, Walaupun ia adalah seorang mafia tidak bisa dipungkiri akan selamat dari marabahaya.


Syahwa berjalan dengan penuh kehati hatian melewati sinar -X, Pergerakannya penuh dengan kejutan untuk mereka semua yang ada disana. Matanya fokus pada sinar itu, Sampai diujung dirinya segera menekan tombol merah otomatis sinar -X itupun berhenti sesuai dengan pemahamannya


Semua Anggota bersemangat melihat itu, mereka segera berjalan dengan cepat meninggalkan pancaran sinar yang kini telah menghilang. Diujung sana sudah disambut cahaya yang menghubungkan goa ini dengan alam liar


"Tersisa satu tingkatan lagi". Seru mereka semua


Syahwa berbalik menatap goa itu, Seketika ia meringis kesakitan. Tapi gadis itu menahannya, dia tidak ingin merepotkan teman temannya


Ya, Saat tadi ia tidak sadar kalau tangannya terkena pantulan sinar -X, Dengan segenap kemampuan mereka pun sampai ke pos 4 dengan selamat tanpa hambatan


Mereka pun beristirahat, Syahwa mengamati sekitarnya melirik kearah penjaga yang sedang fokus membagikan minuman dan cemilan untuk mereka.


"Kak tadi jebakan kenapa seperti itu? Bukankah ini hanya sebuah game? Kenapa stage keempat begitu sulit. Bahkan sinar itu begitu nyata, aku tidak pernah melihat sinar itu selama dimarkas". Ujar Nadine dengan kesal


"Kau kesal?". Seru Yuria, Nadine hanya menatapnya


"Kau begitu kesal, tapi nyatanya kau tidak sadar kalau kau selamat dari tempat itu". lanjut yuria


"Please, aku malas berdebat". Cetusnya

__ADS_1


"Lucu ya, ketika melihat orang yang merasa tersaingi, Padahal aku tidak pernah ada niat untuk menyaingi". Sindir yuria, Nadine yang mendengar pun tersulut emosi


Sabrina menengahi


"Sudahlah, kalian daritadi berdebat terus. Tidak lelah? Lebih baik kalian diam dan tidak usah banyak bicara. Ada tantangan yang lebih sulit dari tantangan yang tadi". Cetusnya


Para penjaga pos yang sebelumnya ditanya pun menjawab pertanyaan nadin


"Latihan itu untuk mengajarkan kalian tentang apa yang kalian ambil dari sana,, Lagian jebakan yang kami pasang itu perintah dari para pe_".


"Iya tapi tidak begitu juga, itu bisa saja merenggut nyawa ribuan murid, sadar tidak sih?".


* * *


"Guys, Aku menemukannya". Seru si mata jeli


"Lin, Kau tidak salah kan?


"Kau pernah melihatku melakukan sesuatu yang salah? ". Serunya dengan nada mengejek


"Ah maafkan aku, aku hanya terkejut tadi".


"Baiklah, aku memaafkanmu".


Lin menjelaskan semua yang diketahuinya, Mulai dari pertama ia tertarik dengan dinding ini dan menemukan puzzle segitiga disana. Bahkan, dengan segera ia menyuruh teman temannya mengumpulkan kepingan Puzzle yang tersisa.


Disisi lain kelompok dua semakin semangat untuk stage selanjutnya, Mereka sudah tau semuanya. Hingga akhirnya kelompok itu lenyap setelah pintu gerbang terbuka dan menyisakan abu disana


Mereka segera mendatangi pintu itu, Sungguh mereka benar benar bodoh. Pintu berwarna ini tak membuat pandangan mereka tertarik, dalam hati bahkan pikiran mereka untuk mengecek tidak sama sekali


Sekarang pun harus mengulangi game kembali, mengumpulkan puzzle puzzle yang hilang. Walaupun semangat mereka tadi meredup, tidak untuk sekarang sudah mendapatkan petunjuk bagi mereka itu lebih dari cukup


* * *


Nampak sosok yang sedang menunggu seseorang diruangan pribadinya. Sosok itu mengetuk ngetuk meja yang berada dihadapannya, Orang yang ditunggu pun belum datang juga, Hingga dirinya merasa bosan ketukan pintu membuyarkan lamunannya.


Dia menyuruh orang itu masuk keruangannya, tak mau berbasa basi ia pun berbicara


"Kau sudah menemukannya?".


"Belum, tapi kupastikan itu akan segera berada di tanganmu secepatnya".


Diapun tampak menghela nafas, kemudian berkata lagi,


"Kau banyak mengoceh, apakah aku harus turun tangan?"


"Bukan saatnya untuk itu, bukankah kamu merencanakannya setelah ujian yang beberapa hari lagi akan dilakukan oleh para petinggi itu?"


"Benar, untuk saat ini biarkan dia menikmati hidup nya dengan tenang. Selepas itu aku takkan membiarkannya bersuka ria. Aku mengoleksi sesuatu yang baru kubuat di ruangan lab ku, Kau mau bermain?"

__ADS_1


"Tidak untuk saat ini. Aku punya tugas yang berat untuk kulakukan".


"Cih, kau selalu saja begitu. Hanya sebuah pengambilan alih perusahaan dan Warisan kau begitu sulit? mau kuberitahu caranya?".


Pria itupun bingung sekaligus penasaran


"Bagaimana caranya?"


"Hanya dengan satu cara, bunuh orangnya". Ucap sosok itu sambil tersenyum misterius


"Ck, Dasar psikopat gila". Ujarnya, dia tidak habis pikir. Bukankah ada jalan lain? mengapa harus membunuh? Dia sadar sosok yang dihadapannya ini tidak suka dengan banyak percekcokan.


Bila sudah berkeinginan, tidak akan diganti lagi. Ambisinya yang ingin menguasai perusahaan milik Wijaya djiningrat membuatnya lupa dengan ribuan kebaikan yang selalu menerpanya


"Apa katamu?". Selorohnya menatap pria itu dengan nyalang, seakan akan ingin memakannya sekarang juga


"Tidak ada, Aku pergi dulu bye".


"Tunggu!". Ujar sang misterius, pria itu berbalik sambil berdecak kesal sembari dalam hati berkata


~Apa lagi.


"Aku belum mengatakan rencanaku padamu".


"Apapun yang kau putuskan aku tetap mendukungmu kau tau itu kan?"


"Benar juga, tapi kau harus tetap mendengarnya bodoh".


"Bodoh?".


"Iya Bodoh, selain mukamu jelek kau juga Bodoh dan berisik". Ujarnya tersenyum penuh kemenangan


"Kau selalu begitu"


"Kalau selalu begitu aku juga bisa begini". Lanjutnya sambil terkekeh


"Berdebat dengan dirimu tidak membawa keberuntungan kepadaku, baiklah kau menang".


"Ya seharusnya begitu". Tukasnya lalu mengusir pria yang bersamanya


Siapakah si misterius? Kenapa dirinya begitu membenci syahwa? Apakah merekka punya dendam pribadi? Entah itu semua masih menjadi teka teki


* * *


Next...


Oh ya, aku ingatkan sekali lagi untuk Readers, Pasti kalian Udah baca dari awal bukan? Aku cuma ingatkan kalau cerita ini sad Ending..


Makasih :)

__ADS_1


__ADS_2