CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Golden green


__ADS_3

Sraakk


Syahwa menoleh kesumber suara, matanya seketika berbinar seperti mendapatkan sesuatu


"Hmm itu dia, ternyata sekecil ini pohonnya". Ucapnya sambil berjalan menghampiri pohon golden green yang memancarkan cahaya kemilaunya


"Ahh sepertinya cukup memetik saja atau ada jebakan lain? Sebaiknya mencoba terlebih dahulu"


Syahwa melempar batu didekat pohon itu dan tidak memberi reaksi apapun


"Berarti aman". Ucapnya


Kemudian berjalan mendekati pohon itu, dia dibuat takjub dengan pohon tersebut. Belum pernah ia melihat sebelumnya sampai sampai ia tersadar dari lamunanya dan mengingat waktu sekitar setengah jam lagi ujian melawan monster selesai


Swusshh


Pohon itu menjadi keong biasa setelah dipisahkan dari inti utamanya yakni daun golden green.


Syahwa mengabaikan perubahan tak biasa itu dan memfokuskan diri melihat daun yang seketika memanjang dan melebar memunculkan cara yang dikatakan pemilik dunia virtual beberapa menit sebelumnya


"Hmmm"


"Sepadan bukan?".


Syahwa mengerutkan kening, merasa yang dia lakukan beberapa menit yang lalu adalah sebuah tindakan yang konyol dan memalukan


"Kau...!"


"Hahaha, hahaha, hahaha". Seketika tawa itu terdengar lantang diseluruh penjuru dunia virtual


"Kau yang terbaik hahaha hahaha hahaha". Serunya membuat syahwa semakin kesal


"Berhenti membuatku menjadi bahan lelucon, cepat katakan dimana yang sepadan menurut katamu?". Dengus syahwa dengan nada kesal, mata tajamnya menampilkan sorot yang cenderung menyeramkan bagi siapapun melihatnya


"Wah mata yang indah, membuatku iri saja".


Syahwa tak menanggapi apapun dia malas berdebat sekarang, tak lama kemudian orang itu menjelaskan fungsi dari daun yang disebut golden green tersebut melalui transmisi suara


Syahwa mengangguk puas


"Lumayan, setidaknya membantuku dibeberapa game hahahaha hahahaha". Serunya kemudian pergi meninggalkan tempat menuju dimana sang monster berada


* * *


Swusshh

__ADS_1


Swusshh


Slaassshh


Boom


"Ah kurasa tenagaku mau habis, bagaimana ini". Ucap satu orang yang sudah cemas daritadi, melawan monster yang sebegitu kuatnya membuat dirinya pangling dan khawatir bersamaan padahal item yang ia ambil cukup membuat tubuh monster itu hancur tapi nyatanya tidak


Gada sebesar itu belum mampu membunuh monster ganas yang sekarang melancarkan satu serangan untuknya. Gadis ini hanya bisa menahan dan menangkis amukan monster yang sedang murka itu


"Ah melihat tidak ada kemajuan dari kalian semua aku memutuskan untuk mengambil jalan pintas, kalian boleh bersama sama menaklukkan monster itu kedepannya bakalan sama. Silahkan mengambil tempat untuk kelompok kalian masing masing. Sekitar dua puluh lima menit lagi tantangan selesai dan jika kelompok kalian belum membunuh monster itu maka satu dari kalian harus terbunuh". Seru suara dari langit dunia virtual


"Seharusnya kau katakan sebelum game ini dimulai, benar benar menyebalkan". Seru satu orang yang bergerak mencari kelompok yang ingin ia tempati


Semua orang setuju dengan perkataan gadis itu, kata terlambat itu membuat orang masing masing mendengus kesal dengan pemilik dunia virtual. Bahkan sebagian dari mereka ketika keluar dari dunia ini ingin memberi pelajaran kepada sosok itu


Niat yang akan membuat sosok itu pastinya tertawa terbahak bahak, mereka bukan lawan yang tangguh hanya satu kali serangan mungkin menghancurkan tulang belulangnya


Sosok itu tak terprovokasi sama sekali, didunia nyata ia sangat tenang dan sesekali tersenyum manis di balik kain hitam yang menutupi wajahnya


"Melihat para badut badut ini terpancing benar benar membuatku terhibur, Hahaha lihatlah wajah mereka sangat menyenangkan dipandang". Ujarnya terkikik


Mereka semua bekerja sama membunuh monster itu, dari kejauhan syahwa melihat sambil memasang raut datarnya, disana ia melihat teman temannya rainan, dan lainnya


"Hey apakah kau tidak akan membantu?". Tegur salah satunya saat melihat syahwa dengan santai menatap kearah mereka.


"Kurasa dia akan meminta bantuan kita dan bergabung dikelompok kita, lihatlah begitu tidak tau malunya dia, kita yang berusaha ia malah santai, aku tidak ingin memasukkannya dalam kelompok kita" Timpal lainnya


"Ya benar, aku juga tidak mau".


"Ya itu benar, mengingat tadi dia mengolok olok kita".


Syahwa yang mendengar itupun bukannya tersinggung tapi masih mempertahankan sikap santainya


~Sekumpulan badut menari. Batinnya


"Pergilah kau, kami tidak sudi berkelompok dengan mu". Seru yang lain dengan tatapan benci


"Hmm? Aku benci kau menatapku seperti itu". Provokasi syahwa


"Aku yang lebih benci denganmu, dasar bedebah sialan".


~Mudah sekali terprovokasi, hahaha badut konyol.


Disisi lain Rainan, athar, azmin terlihat iba tak bisa melakukan apa apa karena bagaimanapun saat ini mereka adalah kelompok besar, melihatnya hanya pendapat kebanyakan oranglah yang terpilih. Berbeda dengan farhad hanya tersenyum jahat ketika melihat syahwa diperlakukan seperti itu, syahwa tau pria itu sedang mengejeknya, masih sama saja sikapnya menyebalkan buat syahwa

__ADS_1


"Ah pemikiran yang kerdil, kalian pikir aku mau begitu bergabung dengan kelompokmu? Sekalipun kalian menawariku aku akan menolak". Ujar syahwa kemudian berjalan kearah mereka


Syahwa berjalan dengan anggun, kemudian dalam keadaan seperti itu ia mengambil sesuatu lalu melihat monster yang kini tampak mengerti situasi


"Monster yang malang, maafkan aku".


Syahwa melemparkan golden green yang ia sobek sedikit kemulutnya, seketika saja monster itu menjerit kesakitan dan tak lama kemudian ia mati mengenaskan mengeluarkan asap yang mengepul


Semua yang melihat itu seketika tertegun ditempat,


"Bagaimana mungkin?". Ujar satu lainnnya


"Hmm jadi seperti itu cara kerjanya". Gumam syahwa mengabaikan tatapan takjub semua orang bahkan ada yang terdiam ditempatnya seakan tak percaya


"Lebih singkat, ah aku ingin bertanya bolehkah?". Seraya menatap keatas


"Oh tentu saja". Jawab sosok yang ditanya


"Berapa banyak monster yang harus kubunuh, aku ingin seorang diri". Seru syahwa tak peduli dengan sekitar


"Sekitar lima saja, tapi kalau kau mau membantu_"


"Oke terimakasih".


"Hahahah, kau yang terbaik".


"Hmmm". Syahwa pun memutuskan untuk pergi meninggalkan semua orang yang masih menatapnya takjub dan lainnya yang tertampar keras dengan kejadian barusan


"Wah itu sepertinya golden green, sangat menakjubkan".


"Bagaimana mungkin ia mendapatkan daun itu dalam waktu yang singkat? Aku benar benar tertampar keras dengan adegan tadi". Seru seseorang yang kesal sekaligus kagum dengan sosok syahwa


"Hahaha hahahaha, karena monster tadi dibunuh oleh wanita itu tentu ia mendapatkan bagiannya dengan skor satu tersisa empat monster lagi, namun melihat kalian tadi membantu dengan lumayan maka skornya sama, dalam artian lain sekarang skor kalian tidak ada bedanya. Lanjutkan kembali karena kalian perlu membunuh para monster monster itu dengan tenaga yang cukup banyak".


"Ah menyebalkan, aku lelah". Keluh satu anggota lainnya


"Hmmm, tidak ada yang instan disini segera lakukan, karena setelah kalian memenangkan game ini tentu ada hadiah menarik yang telah aku siapkan".


Mendengar kata hadiah ditambah menarik merekapun kembali antusias dan segera melanjutkan game ini stage to stage.


"Hmmm, satu jam lagi senja muncul kuharap kalian segera selesaikan, waktu satu jam yang kupinta tadi dihapuskan. aku memutuskan untuk memberi kalian sedikit penambahan waktu sampai tenggelamnya matahari. Setelah itu aku tidak menoleransi apapun". Ucapnya dengan dingin suaranya pun kembali hilang


Semua peserta terlihat gembira walaupun sedikit lelah, setidaknya penambahan waktu membuat mereka bisa membunuh sisa sisa monster yang masih bertahan hidup.


* * *

__ADS_1


Next


__ADS_2