
#20
"Ada apa? Bukankah kalian ingin melihat psikopat gila sepertiku?". Ujar Elin seakan hilang kewarasannya
Syahwa yang mendengar itu tersenyum lebar
~Ternyata satu psikopat itu dirimu Elina sari adik dari Zisea klau
"Kalian pergilah biar aku yang mengurus psikopat gila satu ini, dan jangan lupa ringkus kedua gadis itu agar membusuk di penjara". Tukas Syahwa yang membuat Reyhan dan bagas ternganga
"Mana mungkin aku membiarkanmu sendiri disini sedangkan dia seorang psikopat berandal yang seharusnya sudah terbunuh akibat membunuh puluhan orang di 3 bulan yang lalu, aku akan memanggil Rainan dan keempat temannya dan aku akan menemanimu disini". tutur Reyhan, syahwa yang mendengar hanya bisa pasrah
* * *
"Ternyata kalian orang orang tak bermoral". Ujar Syamsurya ayah Reyhan dengan nada dingin dan bijak
"Maaf pak kkk.. Aa.. Kam.. Kami_"
"Diam! Aku akan menelfon orang tua kalian agar mengetahui perilaku jahat anaknya, dan mengizinkan aku untuk memberikan hukuman yang pantas untuk kalian". Hardik syam ayah Reyhan
~Jika sudah begini, papa akan marah padaku dan mengusirku, oh tidak! Aku tidak ingin ini terjadi.
~No! Ayah gak boleh tau, aku tidak ingin di hukum. Gumam Ghea sambil memikirkan cara agar terbebas dari hukumannya dan peraduan kepada orang tuanya
"Sungguh kalian benar benar membuat nama Kampus ini menjadi busuk akibat ulah kalian". Hardik Syam lagi
"Kalian benar benar terhalang dari kebaikan karena kejahatan kalian sudah tidak bisa terampuni, aku akan menjatuhkan hukuman mati kepada kalian"
"Tidak! Jangan pak, kami janji tidak akan melakukan hal itu lagi, berikan kami kesempatan ". Ucap Ghea dengan bersimpuh di kaki milik syam
Akan tetapi lelaki itu tidak menghiraukan ucapan mahasiswanya, dia dengan segera membawa kedua gadis itu ketahanan sel dan menunggu waktu untuk melakukan hukuman mati
"Keluarga kalian sudah datang, sudah saat aku menemui mereka dan memberi tahukan kelakuan kalian". Ucapnya lalu meninggalkam kedua gadis itu yang hanya bisa pasrah dengan hal yang akan menyambutnya entah itu kabar baik ataupun kabar buruk mereka pun hanya bisa berharap semoga orang tua mereka memberikan solusi ataupun mereka memberikan uang sogok agar mereka terbebas dari masalah itu.
Sungguh picik Pemikiran mereka, sudah melakukan hal yang sangat fatal tapi tidak ingin mendapatkan yang setimpal, maka rasakanlah apa yang akan diperbuat Ketua Syam kepada mereka sehingga mereka tak bisa melakukan apapun kecuali mengikuti apa yang dilakukan ketua itu.
"Saya tidak bisa membebaskan mereka, hal yang mereka lakukan ini sudah sangat cukup fatal dan sangat fatal sekali, korban yang mereka targetkan bahkan sampai bunuh dari akibat ulah mereka, maka hukuman yang mereka dapat haruslah setimpal, bukan hanya itu mereka juga melakukan pelanggaran dalam aturan UU mengenai kasus Bullying yang ditetapkan oleh negara". ujar Syam dengan tegas
Akhirnya tidak ada jalan lagi bagi orang tua mereka, Semuanya hanya bisa Pasrah dengan hukuman yang akan diberikan oleh ketua itu dengan anaknya
Wira dan Sean sendiri pun menyetujui apa yang diusulkan oleh pria itu, walaupun mereka terkejut pertama kalinya mendengar kalau anak mereka melakukan hal yang fatal dan berakibat fatal juga membuat mereka marah juga dengan anak gadis mereka.
"Aku bahkan tidak percaya Ghea seperti itu". Gumam Sean sambil memegang kepalanya mengingat beberapa video yang tadi dipusatkan oleh bagas dihadapan mereka
__ADS_1
"Biarlah anak itu bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya, aku benar benar gagal menjadi ayah yang baik untuknya". lanjutnya dengan sedih
lalu untuk apa mereka diminta datang ke tempat markas TNI? ketua syam meminta persetujuan dan tanda tangan Dari orang tua mereka untuk melakukan hukuman yang akan dijalani oleh kedua gadis itu, bahkan elin? anak dari wira sanjaya ayahnya tidak peduli kalau anak itu mati.
* * *
"Kalian tidak akan bisa melawanku, hahahha". Pekik Elin melainkan dengan tawa ala Psikopatnya
"Adik dan kakak sama saja yakan".
"Maksudmu?"
"Kau adik Zisea Klau kan?". Tanya Syahwa
>>Sebelumnya<<
Syahwa terus membaca laporan yang dikirimkan oleh Antony/tony. Dia mendapat suatu hal yang penting dan hal yang membuatnya terkejut
"Oh ternyata kakak beradik dan psikopat, memang buah tak jauh jatuh dari pohonnya". Gumam syahwa dengan pelan
"Zisea klau dan Elina sari, ternyata mereka kakak beradik yang memiliki perbedaan kasta, emm berarti inilah sebab elin dan zisea merahasiakan identitas mereka, kasihan sekali". Lanjut gadis itu
>>Off closed<<
Sementara Reyhan yang melihat itu segera melindungi syahwa, syahwapun hanya bisa memelas melihat Reyhan melakukan hal itu. Dia tidak suka seperti ini, oleh karenanya dia tadi memerintahkan pria itu keluar dari ruangan ini, karena dia tau akibat yang akan terjadi melihat Psikopat gila elin yang ternyata adik dari psikopat gila Sea anak dari wira sanjaya.
Reyhan terluka akibat ulah elin, Sayatan belatinya menggores kulit lelaki itu.
"Sudah kukatakan lebih baik kau pergi, aku bisa mengatasinya". ujarnya dengan khawatir
"Tapi_"
"Lihatlah kau terluka, cepatlah pergi sebelum dia berkoar disini". desak syahwa membuat lelaki itu bimbang
"Tapi"
"Gak ada tapi tapian, sana cepat antisipasi lukamu dan jangan kesini biar aku yang meringkus Psikopat ini". serunya sambil mendorong pemuda itu keluar
Usai mendorong Reyhan, Tak lupa dia mengunci ruangan itu Syahwa pun tersenyum sinis kearah Elin yang menatapnya dengan tatapan tajam
"Jangan menatapku seperti itu". Sarkas elin
"Ck, kau yang seharusnya tidak menatapku seperti itu, menyebalkan!". balas syahwa ketus
__ADS_1
"Siapa kau, emang aku peduli? tidak akan".
"Cih, Apa kau lupa? atau sengaja lupa? Aku syahwa Khairunnisa semua orang bahkan mengetahui namaku".
"Yayaya, aku tau". Balasnya dengan Angkuh
"Dasar wanita Angkuh". Provokasi Syahwa
"Apa katamu?". teriaknya dengan murka
"Hey, pelan pelan dong suaramu sayang, aku bisa saja Membunuhmu kalau kau berteriak aku tidak tuli, jangan membuat ku murka juga".
"Cih, gadis manja sepertimu mana mungkin bisa membunuhku". cibirnya
"Elina sari Wira sanjaya, Anak dari wira sanjaya, aku tau kehidupanmu yang dicampakkan oleh keluarga sendiri, aku turut prihatin akibat mereka mengabaikanmu, menganiaya dirimu, membuatmu jadi berandal kecil seperti ini".
"Arrrrghh, kau tau dari mana Hah?". pekiknya
Syahwa pun berjalan kearahnya
Plak
Plak
Plak
3 Tamparan mendarat mulus dipipi gadis itu
"Sudah ku katakan jangan berteriak, kau mau aku Membunuhmu dengan cara menyakitkan". ucap syahwa menatap kearah elin yang meringis akibat tamparan darinya
"Dasar Bodoh, kau pikir kau bisa Membunuhku? kau taukan aku sudah Pro dalam hal bunuh membunuh". seringai tipis muncul dari bibir gadis itu
Syahwa dengan Sigap waspada dengan Melihat gadis dihadapannya mengeluarkan berupa pisau kecil
~Pisau itu, bagaimana mungkin?
"Pasti kau terkejut melihat pisau ini ada ditanganku bukan?". Seringai tipis muncul dibalik bibir Elin melihat Raut syahwa yang berubah
>>Bersambung...
Salam Author
Kak Awa
__ADS_1