
#23
~Hahaha, kena kau..semoga berhasil kali ini. Batin seseorang itu dengan senyum sarkastik
* * *
Syahwa menikmati malamnya dengan secangkir coklat panas di balkon kamar miliknya, di kediaman djiningrat diiringi bayang bayang masa lalunya bersama papa, sahabatnya vivi, mama, bahkan semuanya sudah tercampur aduk dalamnya hingga di akhir pikirannya tentang adiknya yang tiba tiba memutuskan silaturahim padanya dan akhirnya setetes air bening lolos begitu saja melalui pipinya.
>>Sebelumnya<<
"Haduh gimana yah, bagaimana ini kalau nona muda tau.. Tapi nona syahna bukannya memiliki solusi..Yaudah deh aku tanyakan saja kedia".
Drrrt drrrt
~Kak Anton, ada apa dengannya? Sepertinya penting. Batin syahna lalu mengangkat telfon yang masuk diponselnya
"Halo".
"Iya katakan ada apa?"
"Maafkan saya putri muda, sepertinya rahasia kita sudah diketahui oleh nona muda". Ujarnya gamang
~Oh rupanya dia sudah tau. Batinnya kemudian berpikir
"Halo putri muda?". Panggil anton dengan beberapa kali karena syahna tidak menyahut juga hingga akhirnya wanita itu berdehem tanda ia memerintahkan Pria itu melanjutkan ucapannya dan pria itu mengerti
"Putri muda, bagaimana ini saya sudah kelepasan bicara dengan nona muda". Ucapnya dengan khawatir
"Tenanglah, aku sudah memperhitungkan semuanya, seketat apapun kita menyembunyikan rahasia ini dari dirinya dia akan tau suatu saat nanti dan itu terungkap di hari esok". Ucap syahna dengan tenang
"Tapi putri_"
"Tenanglah Kak, aku akan mengurusnya". Ujarnya
"Baiklah, apa yang akan aku lakukan jika dia datang kesini?"
"Serahkan padaku, aku akan kembali malam ini".
"Baik putri". Ujar anton bernafas lega
Kemudian sambungan telfon terputus
"Hmm, sudah tiba waktunya ya". Ujar syahna
__ADS_1
* * *
Disisi lain syahwa yang tengah duduk dibangku taman milik markas itu berdecak kesal karena panggilan telfonnya diblokir oleh anton, Rasa penasaran menggebu gebu dalam dadanya
Siapa yang meninggal? Kenapa kak anton mengambil alih ponsel papaku?, apa yang yang terjadi dengannya? Apakah papaku meninggal? Itu tidak mungkin musuhnya telah mati...tapi... Dia tidak yakin juga dengan sangkaannya karena bagaimanapun seorang mafia pasti memiliki banyak musuh bukan hanya satu
Alih alih ia kesal juga karena dia tidak memiliki nomor telfon siapapun kecuali syahna, anton dan papanya. Dan hanya syahna harapan terakhirnya untuk mengetahui rasa penasarannya, sebelum dia menelfon syahna sebuah chat masuk lewat app Whatsapp nya
~Papa sudah mati kak, datanglah dikediaman besar bila kau ingin tau semuanya... Aku akan menjelaskan semuanya. Isi pesan syahna
"Apa! Itu tidak mungkin... ". Ujarnya dengan terkejut, isi pesan itu membuatnya terkejut hingga tanpa sadar ia menitikkan air matanya
Iapun memutuskan untuk minta izin kembali dikediaman besarnya. Esok hari iapun berangkat dan sampai alih alih langsung mencari keberadaan adiknya dan anton
>> off Closed<<
Syahna, gadis itu telah kembali ke negara luarnya. Entah kenapa gadis itu memutuskan hal seperti itu. Kemarahannya kepada syahwa membuatnya benci kepada kakak kembarnya itu. Padahal syahwa tidak salah apa apa, disini syahwa hanya sebagai korban dan bukan pelaku yang terbukti kejahatannya.
Dan memang benar, jika dilihat dari sini memang syahwa hanya dimanfaatkan tapi tidak ada salahnya syahna juga memberinya peringatan kala itu dan ucapannya memang benar adanya, jadi jangan salahkan syahna jika dia membenci kakaknya.
Dia benci syahwa karena sifat lugu dan polosnya sehingga kakaknya dijadikan bahan untuk meloloskan niat jahat sang penjahat. Pikiran yang membebaninya membuatnya semakin benci dengan sifat kakaknya itu.
"Aku lelah.. ". Gumam syahwa lalu beranjak dari balkon
* * *
"Jam sembilan, bisa bisanya aku terlambat bangun"
"Hah.. Ini semua karena aku banyak pikiran". Gumamnya lagi
~Aku ingin mengunjungi makam papa, ya seharusnya begitu. Pikir gadis itu lalu bersiap siap untuk mengunjungi makam sang papa, pahlawan yang paling terbaik untuk anak anaknya.
* * *
Usai berdandan ala dirinya gadis itu turun kelantai bawah, wanita itu sangat cantik dan membuat siapapun terpukau dengan kecantikannya. Baju berwarna hitam dan rok yang cingkrang berwarna hitam dipadukan kacamata hitam yang lumayan bagus dengan topi pelengkap membuat penampilannya hari ini sangat terbaik, yah walaupun dia hanya ingin menziarahi makam papanya, Feras.
"Dimana makamnya?". Ucap syahwa dengan dingin
"Disana nona". Tunjuk Anton kepusara yang sederhana itu hanya batu sebagai pelengkapnya dan tanah yang biasa biasa saja tanpa taburan bunga dan rata tidak ada cungkup disana dan itu jauh dari kata mewah.
Sedikit tertegun
"Kenapa makam papaku seperti ini? Kalian jangan bermain main dong". Ucapnya murka
__ADS_1
"Nona, ini semua perintah putri muda. Dia ingin makam ini dijadikan sebagai makam yang biasa biasa saja, seperti yang diharapkan Rahimahullah tuan besar".
"Bagaimana mungkin_"
"Ini sudah mungkin nona muda, saya pernah belajar tentang ilmu agama, namun sedikit yang saya tau, kuburan seperti ini adalah sesuai dengan syariat yang diterapkan dalam agama dari zaman Rasulullah hingga saat ini bagi mereka yang mengetahuinya". Tutur Anton dengan panjang lebar dan gadis itu hanya memilih untuk bungkam
Syahwa, gadis ini terduduk didepan makam sederhana itu. Dia mengusapnya lalu menitikkan air mata
"Pah, maafkan syahwa yang terlalu bodoh"
"Kedepannya nanti aku akan menjadi tidak bodoh lagi"
"Benar kata syahna, aku ini terlalu bodoh sehingga dapat dijadikan sarana untuk pemanfaatan niat jahat orang yang sangat kukenal baik"
"Aku sudah belajar, aku akan berusaha memperbaiki diri dan aku takkan mudah dibodohi lagi".
"Aku pamit dulu, bye my heroku". Ujarnya kemudian menghapus air matanya meninggalkan makam itu dan kembali di mansion besarnya.
* * *
~Apakah aku harus kembali meneruskan kuliahku? Aku lelah, tapi tidak seharusnya aku seperti ini. Aku harus bangkit dari keterpurukan ini. Aku harus menjadi kuat agar aku bisa membalaskan dendam kepada musuh musuhku nanti. Aku tidak ingin membuat orang sekitarku memanfaatkanku lagi akibat kebodohanku. Benar, sepertinya aku akan kembali meneruskan kuliahku apalagi beberapa bulan lagi akan ada uji kemampuan eh uji nyali sepertinya akan seru. Dan aku tidak mungkin ketinggalan ini petualangan yang seru...SEMANGAT SYAHWA!!!. Pikirnya dengan senyum yang mengembang
"Minggu depan aku akan balik kemarkas kampus ku". ucapnya dengan pelan
* * *
"Sudah berapa hari ini aku gak pernah lihat syahwa ya?". Ucap via
"Bener apa dia dikeluarkan dari sekolah?". tebak yuria
"Itu tidak mungkin Yu, dia kan selalu dijalan kebenaran".
"Ck, kayak apa aja kamu ngomong gitu, dijalan kebenaran? Jangan lihat dari covernya dong tapi lihat dari isinya, siapa tau bagus luar berduri didalam". paparnya
"Kedondong dong". jawabnya terkekeh
"Wkwkwk, iya".
"Kalian bicarain apa! fokuslah untuk memahami materi". ucap Reyhan dengan dingin
"Baik kak". kata kedua gadis itu
~Shit! kenapa aku harus tidak terima jika dia dijelekkan, apa benar benar aku menyukainya seperti yang dikatakan bagas? ah gak mungkin aku tidak mungkin menyukai gadis kecil itu. Gumam Reyhan pelan sambil mengelak semua bayang bayang syahwa yang muncul di pikirannya
__ADS_1
>>Bersambung