CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Twenty Six


__ADS_3

#26


Pelatihan dimulai, suasana tenang para junior fokus dengan arahan dari para senior. Seperti biasa mereka dibimbing untuk melakukan suatu hal yang dikaji dari materi dipagi tadi.


Materi tadi pagi adalah materi tentang teknik bela diri, hal ini membuat semua para kandidat siswa/i bersemangat sekali untuk mempelajarinya, berbeda dengan syahwa gadis ini sepertinya bosan dan malas untuk berlatih, ia sudah belajar dari kecil sampai dibanting segala.


"Eh kamu, kenapa tidak semangat sih?". Tanya Even, salah satu junior dari ruangan garuda di bagian nomor 25


"Hah? Anu..aku bosan". Jawabnya dengan menampilkan senyum kikuknya, pasalnya dia tidak mengenal pria itu


"What the hell? are you bored? hey come on baby this is fun." Kilahnya dengan nada serius


"Ssst dahlah. aku punya rahasia, apa kau mau tau?". Tanya syahwa


"What?". Tanya even balik


"Oh ya kenalin aku syahwa khairunnnisa, Call me syahwa. And you?


"My name's Even Alvaro, you can't call me Even or Varo. Up to you". Ujarnya dengan santai sambil mengikuti senior yang dihadapan mereka


"Awesome, i will call you varo how about you agree?".Tanya syahwa sambil mengikuti teknik gaya yang berada dihadapannya


"What ever, syahwa". Ucapnya gusar


"Ohmm, okay". Jawabnya seada


"Wait, bukannya kamu punya rahasia? Katakan, tadi kamu berjanji mengatakannya padaku". Ucap Even


"Oh itu ya, aku juga sudah lupa rahasia apa itu". Celetuknya karena memang dia lupa rahasia apa yang ingin dikatakannya tadi


"Ya ampun, baru aja tadi loh udah lupa aja, gak pikun kan?". Ledek even


"Nggak, orang aku masih muda gini loh, kau kali yang udah tua, eh bdw kamu tinggal diruangan mana?". Tanyanya

__ADS_1


"Tidak perlu tau". Jawab even dengan malas


"Heeh, dingin amat cuy, yaudah lah gak penting juga". Celoteh syahwa dengan kesal


~Nggak gitu neng, gue takut lo kenal gue nanti". Batinnya bergumam


Dari kejauhan Seorang pria menahan kesal diwajahnya, dia cemburu, iya benar cemburu. Ia memperhatikan kedua orang tersebut berbincang dengan akrab membuat otaknya mendidih dan hatinya tertusuk tusuk.


Dengan segenap kemampuan ia mencoba untuk menghindar di tempat ini, namun sebelum hal itu terjadi bagas terlebih dahulu menepuk pundaknya, sepertinya pria ini mengetahui apa yang dirasakan sahabatnya itu.


"Gak usah berlagak ya Rey, lo pikir gue gak tau ekspresi lo saat lihat mereka berdua sok akrab gitu, padahal baru aja kenal".


"Lah kok lu tau?".


"Ehmm. Iitt... ttu aa.. Nnn.. Uuu anu".


"Apaan anu anu?".


"Garing gas, gue nanya maksud lo apaan jawabnya bukan pake definisi anu. Gak lucu gas gak lucu!" decaknya kesal


"Dih Alay lo rey soryy, sengaja gue". Ceplosnya


"Sengaja? Maksud lo apaan sih gas? Lo gak bikin rencana ke gue kan?". Tanyanya dengan penuh selidik


~Waduh, keceplosan gue gimana nih bisa dipenggal pala gue kalau kek gini. Ayo otak cari alasan


~Ish, ko ngeblank sih, yaudah deh kayaknya gue jujur aja dah, daripada ribet. Batinnya bergumam


"Gue cuma mau mastiin sesuatu aja kok". Jawabnya dengan mantap


"Okay, gue paham dan sekarang pun lo udah tau kan".


"Ya gitu, sekarang gue gak butuh pengakuan dari lo". Jawabnya tersenyum lebar sambil bernafas lega

__ADS_1


"Kesal gue". Tuturnya sambil berdecih


"Bodo".


* * *


Malam pun tiba, matahari telah tenggelam bergantikan cahaya rembulan yang bersinar terang benderang menerangi bumi yang diliputi kegelapan. Secarik kertas menarik perhatian seorang misterius yang sedang menerawang


Dibukanya kertas itu, didalam kertas tertulis sebuah tulisan yang membuat si misterius marah.


~Berkali kali aku diginikan tidakkah mereka mengerti aku juga butuh mereka, disakiti bukan berarti aku diam saja, sungguh aku membencinya. Batinnya marah


"Ada kalanya yang disakiti akan tersakiti, yang mencintai akan dicintai, yang disayangi akan menyayangi, yang dibenci akan membenci, yang dibunuh akan membunuh. Terakhir sebelum aku yang dibunuh sebaiknya aku yang membunuh". Ucapnya dengan nada datar sambil mengepalkan tangannya tanpa sadar. Mengingat semua kejadian yang membuatnya harus mengambil apa yang harus ia ambil termasuk surat yang berada digenggamannya yang sudah disobeknya tadi,


"Mungkin dulu aku menyukaimu tapi tidak dengan sekarang, semuanya kau rebut bahkan itu dari dulu sampai saat ini. Mulai dari sekarang aku tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi lagi, beberapa bulan lagi rupanya"


"Wait for the play date, dear". Lanjutnya dengan senyuman sinis


* * *


Sedangkan disisi lain Syahwa memainkan ponselnya. Entah apa yang dia lakukan, hingga beberapa saat kemudian ia beranjak dari tempatnya. Tibalah ia dibalikin kamarnya, samar samar ia menangkap seseorang yang sepertinya menyusup membuka gerbang dengan paksa tapi hasilnya nihil.


Gadis itu memperhatikan semua gerak gerik orang itu. terlihat penyusup itu membawa sesuatu, oh itu adalah sebuah Genk entah apa isinya. dia mencium bau bau mencurigakan dari orang itu. Setelah beberapa menit mencoba untuk mencari jalan lain, penyusup itu akhirnya memutuskan untuk memanjat dipagar dan berhasil, orang itu berhasil masuk.


Syahwa dengan segera mengambil tindakan, melihat sepertinya orang itu memang tidak memiliki niat baik melainkan niat jahat. Dia mengambil jaket yang tergantung tak lupa dengan cincin pisaunya, lalu mengendap keluar dari kamarnya agar segera menyergap penyusup itu, dari awal ia memang menyimpulkan bahwa orang itu bukan orang baik.


"Aku harus cepat, aku tidak boleh ceroboh". Gumamnya pelan


Dorr


"Astagfirullah".


>>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2