
#6
"Bangun kak, molor mulu entar telat kita dimarahin". Kata syahna dengan nada malasnya, kesal dia dari tadi membangunkan sang kakak ternyata masih aja mager dari tempatnya padahal dia sudah siap dengan pakaian pelayannya dengan rambut yang dibagi dua lalu diikat
"Hummm 5 menit lagi Na, aku baru merasakan empuknya kasur". Gumamnya pelan dengan mata terpejam
"Ck, jadi selama ini kakak tidur dimana dikasur kayu begitu?, sudahlah bangun cepat, kakak mau kita dipecat dihari pertama gara gara bangun telat?". Ucapnya berdecak kesal
Mendengar itu diapun segera bangun dari tidur panjangnya sambil mengusap kedua matanya yang terlihat masih ingin tidur, diapun memperhatikan syahna yang terlihat menatapnya dengan kesal
"Hmm ya ya aku mandi dulu, sana keluar". Ucapnya dengan nada serak khas bangun tidur seraya mengusir syahna keluar lalu iapun beranjak menuju kamar mandi, sementara syahna berlalu meninggalkannya
~Kalaupun nanti aku terlambat gak masalah aku bisa bersandiwara dengan wajah kasihan ini. Gumamnya berpikir karena memang jadwal yang dikerjakannya pagi jam tujuh tepat dan istirahat ketika semua tidur, sementara dia bangun tadi setengah tujuh dan sudah pasti dia akan terlambat
Ternyata Syahna ditugaskan hanya untuk membersihkan Ruangan pribadi milik keluarga wijaya
~Susah tidaknya itu bukan hal yang sulit untuk ku lalui, walaupun ini ruangan pribadi aku bisa menuduh balik bukti. Pikir syahna tersenyum devil
Syahwa terlambat, katakan saja itu salahnya yang telat bangun tidur beralasan baru menyentuh kasur empuk, Namun akhirnya dia termaafkan karena dikatakan masih baru dan belum dites kinerjanya, diapun tersenyum senang. Alasan yang tidak masuk akal
Syahwa ditugaskan untuk merawat nenek besar keluarga wijaya, diapun bersemangat sekali, sepertinya tanpa rencananya yang bodoh akan berhasil karena ini memang yang diinginkannya menjadi pelayan pribadi dari musuh
Tibalah saat syahna masuk keruangan milik Sang nenek dia tersenyum manis kearah sang nenek yang sedang menatapnya alih alih menatap kearah syahwa yang sedang duduk bersamanya bercerita entah sepertinya bercerita tentang masa lalunya
"Kalian kembar?". Tanya sang nenek yang tak lain pionara namanya
Syahwa mengangguk tersenyum kearah syahna yang sepertinya kesal dengan pekerjaannya, awalnya memang dia senang tapi melihat ruangan pribadi tidak hanya satu melainkan 5 dari 10 ruangan yang ada, dia kelelahan, dia tidak pernah melakukan pekerjaan bodoh ini diapun hanya bisa bersabar dan hanya bisa mengumpat dalam hati
__ADS_1
"Kami sepasang kakak beradik". Ujarnya sambil tersenyum palsu namun terlihat tulus
"Apa yang bisa membedakan antara kalian". Tanya nenek pionara
"Sepertinya gak ada nek kalau difisik, soal sifat kami berbeda adikku sedikit sulit untuk bicara, dia irit bicara, kurang senyum dan kata katanya menyebalkan dan suka menyakiti, jadi nenek hati hati saja dengannya dia seperti iblis tak punya hati berwajah malaikat". Bisiknya ke nenek pionara
"Kalian mirip seseorang yang aku kenal".Ucapnya menyelidik
Kedua gadis itupun saling pandang.
Takut, ya mereka takut Identitas mereka terbongkar, Tanpa sadar raut wajah keduanya berubah pias seketika
"Kalian mirip putri dari ferasatya djiningrat". Ucapnya sedih dengan nada bergetar
Kedua gadis itupun tak kalah terkejut, pasalnya mereka tak pernah membuka identitas entah darimana nenek pionara tau, keduanya bergetar hebat ditempat sementara nenek pionara menangkap perubahan raut wajah sikembar, Yah keduanya panik
"Ferasatya djiningrat, putraku". Tukasnya dengan nada sedih
"APA!". jerit keduanya, beruntunglah, siempunya kamar kedap suara kalau tidak pasti sekarang semua orang mendengarnya teriak, Mata sang nenek bergerak kearah kedua sikembar
"Kenapa berteriak seperti itu? jangan membuat yang tua ini mati mendadak". Tegurnya sebab diapun terkejut juga mendengar jeritan sikembar
"Eyang". Ucap syahna bergetar sambil menatap kearah pionara yang sepertinya terkejut dipanggil dengan sebutan eyang, sementara syahwa bingung
"Na, kamu gak salah ucapkan?". Sarkasnya
"Eyang, ini syahna dan syahwa cucu eyang putri papa feras". Kata syahna, mengabaikan perkataan syahwa, keduanya terkejut dengan perkataan syahna
__ADS_1
"Benarkah itu kalian?". Tanya Eyang pionara dengan terbata bata
Syahna mengangguk lalu mengeluarkan beberapa foto dan bukti lainnya, Eyang pionara menangis dia pun menatap kedua putri itu lalu merentangkan tangannya, keduanya mengerti arti itu lalu beranjak memeluk eyangnya
Satu pertanyaan besar memenuhi kepala Syahwa, jika itu eyangnya bagaimana mungkin bisa tinggal di rumah musuh papanya, penasaran dan semakin penasaran, ia pun tak bisa menahan lagi rasa penasarannya. pertanyaan itu menyeruak langsung kearah sang pemilik yang ingin ditanya
"SURPRISE!". Teriak semua yang ada dalam ruangan, ternyata ada ruangan rahasia milik eyang pionara, dan apa semua ini, kejutan? banyak orang termasuk para pelayan yang bekerja dirumah wijaya, ada pasha disana yang tersenyum dengan hormatnya, sepertinya sandiwaranya kali ini mampu membuatnya berbangga diri. Tak lama kemudian lampu menyala menandakan bahwa ada sang mama dan papa disana semuanya hidup, Syahna dan syahwa terlonjak terkejut dengan dilihatnya papa feras dan mama Viviani kok bisa berdiri dengan sehat didepan mereka sekarang
"MAMA, PAPA". Teriak keduanya terlonjak kaget, sampai sampai tak bisa memfokuskan diri dengan keadaan sekarang, keduanya pingsan sesaat mereka berkata
"Rencana bullshit". Ucap syahna sesekali pandangannya buram disusul syahwa yang terdiam
jika yang kemarin dikuburkan bukan sang mama lalu siapa? Sandiwara benarkah ini sandiwara? siapa sebenarnya yang dipermainkan? dan siapa keluarga wijaya sebenarnya? terus yang mereka bunuh kemarin siapa?
sepertinya banyak hal yang sikembar tidak ketahui tentang wijaya dan djiningrat
UntungIah saat itu mereka siaga dan akhirnya sikembar dibawah kekamar yang sudah disiapkan, sempat khawatir tapi sang eyang segera memberitahu bahwa sikembar butuh waktu dan memahami kondisi yang suIit dijeIaskan untuk sekarang
>>Bersambung
Gimana penasaran yah? next eps ok
jgn Iupa Iike dan tinggaIkan jejakmu di koIom komentar
SaIam author
Kak Awa🐾 Bye🐣
__ADS_1