CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Sedih atau ketawa?....


__ADS_3

Hari hari berlalu begitu saja kini telah mencapai satu minggu, kabar tentang belum ditemukannya Reyhan membuat Syahwa lebih banyak menyendiri didalam kamarnya


Hal itu memunculkan banyak pertanyaan bagi penghuni markas, Apakah gadis itu memiliki hubungan dengan Pria yang kini menghilang itu?


Hari ini Sabrina berkunjung kekamarnya memastikan bahwa gadis itu baik baik saja.


Tok


Tok


Tok


Ketukkan pintu membuyarkan lamunan syahwa, Gadis itu dengan malas membuka kenop pintu


"Sabrina?"


Sabrina menanggapi dengan senyuman, hingga akhirnya iapun berkata,


"Aku dilarang masuk nih?". Cetus sabrina


Semenjak game 5 pos berlalu, Sabrina sadar akan dirinya dan merubah cara pandangannya kepada syahwa. Gadis itu bisa merasakan raut kekhawatiran yang tergambar jelas diwajah Syahwa saat ia terluka maupun saat pertama kali bertemu ditaman kala itu


Ia bisa merasakan bagaimana kasih sayang seorang teman bukan teman melainkan seperti saudara kandung, ia ingin hal itu walau bukan dari keluarganya, ia menyadari dirinya haus akan kasih sayang


"Ah iya silahkan masuk".


Ada banyak hal yang ingin sabrina ceritakan dan tanyakan, salah satunya sebab syahwa tak pernah muncul semenjak hilangnya Reyhan dia juga ingin tau apa hubungan keduanya.


Gadis itu pun masuk, Kamarnya tampak rapih semua baik baik saja menurutnya. Yang tidak baik baik saja adalah pemilik kamarnya, Gadis itu berdecak kagum melihat isi kamar syahwa yang sangat bersih dan tata cara menata ruangannya terbilang sederhana namun mewah


"Kamarmu keren banget". Pujinya, sedangkan syahwa membalasnya dengan senyuman


"Kau sakit?". Tanya sabrina


"Sakit?"


"Kau sakit apa?"


"Tidak ada sakit yang melebihi sakit ditinggalkan seseorang yang menyayangimu, itulah yang aku rasakan saat ini dan kau tau apa yang aku rasakan". Ucap gadis itu, tatapannya kosong mengisyaratkan dirinya terluka berat


"Apa yang membuatmu seperti ini?". Kata Sabrina pelan


Gadis itu perlahan menitikkan air matanya tidak berniat untuk mengelapnya


"Tidak ada". Ucapnya seraya memalingkan wajahnya kearah lain


"Ayolah cerita, setidaknya meringankan bebanmu". Tukas sabrina


"Aih, ingin kuceritakan takut air liurku mubazir". Ucap gadis itu


"Ck, bukan waktunya untuk main main, Serius!".


Syahwa menarik nafas panjang, Kemudian berkata


"Hah..Kamu pasti sudah tau kejadian seminggu yang lalu"


"Oh jadi itu, kau punya hubungan apa sama anak pak ketua itu". Tanyanya penasaran

__ADS_1


"Hubungan? Kami tidak menjalin hubungan apapun".


"APA? Gak punya hubungan? lalu mengapa kau seperti memiliki hubungan dengannya".


"Maksudmu?"


"Tidak, semua orang memperbincangkanmu mengatakan bahwa kau memiliki hubungan khusus dengannya terlebih saat kau menyusul kebandara dan kembali dalam keadaan mengenaskan"


"Mengenaskan ya, miris sekali aku waktu itu. Aku memang tidak memiliki hubungan khusus dengannya. Tapi kami saling mencintai tidak membangun hubungan apapun, kami berdua tidak berpacaran sama sekali. Dan dia menjanjikan sesuatu kepadaku bahwa ia akan menikahiku tapi semua diluar dugaan". Lirih gadis itu menciptakan suasana sedih saat air mata lolos kembali melalui matanya yang sembab


"Aku tau sekarang. Aku yakin kau pasti menemukan yang lebih baik darinya, Kau harus menemukannya entah itu Dia ataupun pangeran laiinnya asalkan ia menerimamu apa adanya". Tutur Sabrina,


Syahwa mengelap air matanya dengan tisu seraya berkata,


"Iya ngomongnya gampang tapi nemuin pria yang seperti dirinya tidak semudah itu, susah".


"Entah, antara mau tertawa atau sedih gue tengah tengahnya dah. Nanti Sedih setelah itu senang setelah itu menangis dan setelah itu tertawa lagi, nah deal". Ucapnya dengan penuh kemenangan


"Itu namanya kau mau masuk rumah sakit jiwa, Karena yang kau sebutkan ciri ciri orang gila". Ucap syahwa menahan tawa


"Sejak kapan kau menjadi orang yang menyebalkan"


"Ingin kuceritakan takut air liurku mubazir". Jawabnya membuat sabrina kesal


"Arrgghh". Teriaknya dengan gemas


Tawa pun menggema diruangan itu


"Boleh aku bertanya?". Tanya sabrina


"Kenapa kau tidak ingin berpacaran?"


Syahwa terdiam sejenak, gadis itupun menjawabnya


"Aku malas membuang buang waktuku untuk cinta yang palsu berujung kepahitan, Hidupku saja begitu sulit berpacaran akan membuat hidupku lebih melelahkan, Aku harus menelefonnya, kami akan bertengkar dan minta maaf setelahnya.


Aku juga tidak mau membuang tenaga demi hubungan bodoh itu, jika akhirnya putus setelah melakukan itu semua, kalian menjadi orang yang asing, bukankah itu buruk sekali?. Ucapnya


"E-eh benar juga, apa kau pernah menjalin hubungan itu? Kapan?"


"Aku tidak pernah berpacaran"


"Hah? Seriously?"


"Iya"


"Lalu darimana kau tau semua itu".


"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, bukan aku yang menjalaninya tapi orang lain. Yang aku dapatkan sesuatu yang berharga dari itu"


"Berharga?"


"Ya, Pelajaran yang penting dan kau sudah tau itu"


"Benar juga sih, masa kecilmu kan kau habiskan untuk membunuh musuh musuh bebuyutan papamu, No time for love"


"Aku punya cinta semasa kecilku"

__ADS_1


"Ah ya benarkah? siapa pangeran itu".


"Bukan itu, Cinta yang kumaksud adalah cinta yang Papa dan keluarga lainnya. Mereka semua menyayangiku". Ucapnya Dia tidak sadar kalau gadis disampingnya kurang akan kasih sayang, jangankan berpelukan melihatpun terlihat enggan


Sabrina menunduk


"Kau benar, banyak orang yang menyayangimu, Dan aku_"


"Bina, Jangan pernah bandingkan dirimu dengan orang lain. Semua punya proses masing masing. Ingatlah satu hal, Bulan dan matahari akan bercahaya saat waktu dari keduanya telah tiba.


Semua memiliki hal yang berbeda dari yang lain jika yang lain adalah Senja yang membuat orang lain terpukau dengan keindahannya, maka kamu harus menjadi sang fajar memang warnanya sama tapi tentu bersinar di waktu yang berbeda.


Kalau Kau sering selamat melewati hujan badai, mengapa harus menggigil melewati hujan gerimis? Suatu saat kau pasti merasakannya. Kau tau? keadaan itu seperti Roda yang berputar, adakalanya kau diatas ada kalanya kau dibawah. Aku merasakan itu semua, orang yang kusayangi pergi meninggalkanku dan aku kehilangan sebuah kebahagiaan dan terpenjara disangkar yang bernama kesendirian


Aku tau, kau pasti bisa membuat kedua orangtuamu meyanyangimu, tidak ada yang mustahil bagi sang pencipta selama kau bersungguh sungguh itu saja".


"Kenapa aku begitu banyak bicara". Gumamnya pelan


"Baiklah, aku mengerti. Terimakasih banyak Wa, kau membuatku terharu". Isak tangisnya memecahkan keheningan yang tercipta seisi ruangan


"Ish gak usah nangis jelek tau"


"Serius?"


"Hm"


"Yaudah aku gak nangis kalau gitu"


"Padahal aku mau kau tambah nangis, kayaknya aku salah ngomong"


"Ih Jahat!"


"Sudahlah"


"Hey, syahwa pergilah mandi".


"Mengapa kau menyuruhku mandi inikan tubuhku, jadi terserah aku mau apakan"


"Iya terserah dirimu, tapi kau tidak melihat wajahmu yang layak disebut zombie?"


"Ah benarkah?" Syahwa pun segera melihat wajahnya dikaca


"Masih cantik kok"


"Cantik matamu, sana mandi atau aku yang mandiin?". Ucap Sabrina tersenyum penuh arti


"Uwaa dasar mesum, aku masih normal kali!". Tukasnya melemparkan bantal kearah sabrina dan berlari kekamar mandi sebelumnya menyambar handuk yang bertengger di gantungan bajunya


Seketika itu pula sabrina tertawa terbahak menyaksikannya, setidaknya ia membuat syahwa tersenyum seperti sekarang tidak untuk saat pertama kali datang murung dengan tatapannya yang kosong


Tringg


"Pesan dari Hiro, Siapa Hiro ini?". Tukasnya membaca nama yang tertera dilayar ponsel milik syahwa, Gadis itu tersenyum penuh makna


* * *


Nextt...

__ADS_1


__ADS_2