CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Syahwa dan Sabrina


__ADS_3

Mentari kini mulai menyinari bumi diufuk, Jam berdetak hingga lamanya. Beberapa penghuni markas masih terlelap dalam tidurnya, begadang semalam membuat mereka kurang istirahat.


Syahwa bangun dari tidurnya, menatap sinar matahari yang menembus lewat jendelanya. Matahari semakin meninggi, jam sudah menunjukkan jam 09.00 namun tidak ada satupun makhluk hidup yang ia lihat melalui balkonnya beraktivitas seperti biasanya


"Ada apa ya?".


Gadis itupun memutuskan untuk mandi, menyegarkan tubuhnya yang lengket. Syahwa tidak berniat jogging, hanya berdiri di balkonnya sambil meminum coklat panas kesukaannya yang sempat tadi ia seduh.


"Mmm nikmatnya.. ". Ucapnya dengan nikmat, ia memainkan gelasnya lalu meletakkan dimeja, lalu berdiri seperti sedang memikirkan sesuatu


"Wah dua minggu lagi ujian dimulai, seru banget Kayaknya deh". Tukasnya dengan nada senang


Dari balik itu, sosok misterius mengintipnya, mendengar ucapannya kemudian sosok itu tersenyum penuh makna


"Tentu seru, aku akan membuatnya semakin seru agar kau dapat mengerti keseruan seperti apa yang kuciptakan untuk dirimu, kau pasti menyukainya hahaha". Gumamnya sambil terkekeh pelan


* * *


Jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat, beberapa orang tampak mulai beraktivitas. Yuria juga sudah bangun tidur, kali ini ia akan menyelidiki identitas syahwa secara rahasia yang mungkin sedikit beresiko.


Hal ini sudah ia pikirkan matang matang pastinya, sejak malam ia berpikir keras memutar otaknya agar apa yang ia katakan benar adanya. Dia tidak akan membiarkan gadis itu bersenang senang sementara temannya hilang entah kemana.


Apalagi pencarian diberhentikan secara mutlak membuatnya marah. Bagaimanamungkin mereka menutup kasus ini secara resmi tanpa beban sementara temannya belum ditemukan bahkan tidak ada tanda tanda atau jejak apapun.


Pengumuman itu menghebohkan satu markas, kasus yang ditutup secara resmi tanpa alasan yang diberi membuat mereka menerka nerka dengan sangkaan mereka sendiri, rasa ingin tau mereka membuncah namun mereka lebih memilih untuk diam tak menanyakan apa yang sebenarnya terjadi


Entah anggapan mereka yang mungkin vio telah ditemukan atau anggapan lainnya


Pengumuman itulah yang membuat yuria marah bukan main saat tadi dia melihatnya dipapan mading. Kali ini ia bersumpah akan mencari pelaku sebenarnya walaupun banyak tantangan yang ia lewati nanti.


Sasarannya kali ini memang tepat namun sayang dirinya tidak bisa membuat gadis itu mengakui kesalahan yang diperbuatnya. Yuria sama sekali tidak menyangka bahwa tak semudah itu ia membuat seorang syahwa mengakui bahwa dia pelakunya.


Walaupun dia tidak memiliki bukti yang kuat, ucapan Vio yang sempat berencana untuk menghukum syahwa membuat firasatnya tidak salah sasaran, walaupun dia pernah bertanya kepada syahwa jawaban yang keluar dari mulut gadis itu seperti bualan belaka.


Yuria mengendap endap masuk diruangan perpustakaan, mencari sebuah dokumen yang telah diarsipkan disuatu tempat. Tepat sekali sesuai dugaannya ia mendapatkan apa yang ia cari.

__ADS_1


Isi biodata milik syahwa, tidak ada yang aneh. Biasa biasa saja. Biodata yang bertuliskan syahwa khairunnisa


"Tidak ada yang aneh, Nama ayah tidak disematkan disini. itu berarti dia tidak memiliki ayah?"


"Tidak mungkinkan, mana bisa dia jadi anak tanpa ayah. Aku yakin ada sesuatu yang tersembunyi dalam biodata ini. Semua terlihat biasa biasa saja, kurasa gadis itu bukan keluarga yang berada".


"Nama marganya saja tidak ada tapi identitas itukan bisa menipu, aku harus cari tau yang lain". Ucapnya, kemudian melangkah mencari dokumen yang perlu dibacanya tak lupa ia memotret dokumen itu walau tidak terlalu penting


Saat hendak menyelesaikan semuanya, ia dikejutkan dengan secarik kertas yang sudah berada dihadapannya tepat dibawah kakinya. Ia meraih kertas itu lalu membacanya


~Terlalu banyak tau, bisa saja mencelakaimu. berhati hatilah. isi surat itu, penanda surat hanya sebuah emotikon senyum


"Apakah ini dari syahwa?".


"Ini..


"Sebuah ancaman atau peringatan?".


* * *


Sabrina sedang berjalan jalan ditaman sendirian, dimarkas ini dia sama seperti syahwa tidak memiliki teman. Banyak yang tidak suka dengannya atau banyak yang menyukainya tidak peduli apapun.


Ada banyak hal yang tersimpan rapi disetiap orang, Rahasia yang mungkin hanya mereka yang tau. Sesuatu yang terlihat indah dipandang diluar namun justru yang sebenarnya terjadi sesuatu yang kelam, hanya saja mereka pandai menyembunyikannya.


Bukan apa, Sabrina osava memang terlahir dari keluarga yang kaya namun minim akan kasih sayang dari orang tua. Sejak kecil ia diabaikan walaupun sebagai anak tunggal, Ayah sibuk dengan perusahaan dan ibu sibuk dengan gadgetnya juga dunia sosialitanya.


Dia dibesarkan oleh seorang pembantu dirumahnya, Bi siti. Sejak kecil Bi sitilah yang mengurusi keperluan sabrina, mereka bermain bersama bahkan tidur pun bersama. Sedangkan orang tua sibuk dengan dunianya.


Tidak ada waktu sepercikpun untuk sang anak, sehingga sang anak yang tumbuh dewasa kini berada didikan pembantunya. Sabrina menyayangi kedua orangtuanya, walaupun hidup bagaikan kapal berlayar yang tidak memiliki tujuan arah.


Disetiap liburan pasti rumah kosong, walaupun ada orang tua semuanya sepi tersibukkan dan hingga akhirnya gadis itu terabaikan lagi.


Sedih? iya, Marah? iya. Tapi percuma, ia hanyalah seorang sampah yang tidak dibutuhkan. Bi siti juga sudah berhenti bekerja dan tentunya tidak ada yang akan menemaninya disana mau curhat entah itu semua tentang asramanya ataupun kisah kelamnya.


Sabrina melamun dibawah pohon yang rindang, aman untuk berteduh. Ia sangat sedih

__ADS_1


"Berpura pura sebagai anak manja didepan mereka itu sangat sulit, aku.."


"Aku tidak menyukai ini semua, aku ingin menjadi diriku sendiri". Lirihnya


"Tapi kenapa? Hanya karena.." Gadis itupun terisak terdengar pilu didengar


Tiba tiba seseorang memeluknya, ia adalah syahwa. Dibalkon ia melihat sabrina karena penasaran dengan gadis itu, yang katanya mirip dengannya. Ia mendengar semua ocehan gadis itu, sebelumnya juga ia meminta Anton menyelidiki kehidupan gadis itu.


Tak lama kemudian file itu terkirim, syahwa membacanya dengan serius, dan dia tau semuanya sekarang. Gadis itu... tidak sama sepertinya hanya sebagai topeng, dia korban kurangnya kasih sayang.


Syahwa salut sama gadis itu, tingkat kesabarannya patut ditiru.


"Siapa?". Tanya sabrina


"Aku syahwa, menangislah aku tau apa yang kamu rasakan.."


"Syahwa? kamu anak mafia itu?". Ucapnya, sedikit terkejut mendengarnya


"Kau tau aku?".


"Tentu, aku sudah menyelidikimu. Tenanglah, aku tidak akan membocorkannya. Ada banyak hal yang perlu aku lakukan".


"Sabrina aku.. ".


"Jangan mendekatiku kalau hanya mengasihani ku, aku tidak menyukainya".


"Aku.. "


"Aku tau, memang benar semua ini hanyalah sandiwara. Dan kau tidak perlu ikut campur dengan masalahku".


"Aku hanya.."


"Stop, Aku tidak ingin mendengar apapun". Tukasnya lalu meninggalkan syahwa yang masih menatapnya dalam diam


"Aku yakin...

__ADS_1


* * *


Next..


__ADS_2