
Hari hari berlalu begitu saja. Hari yang dinanti pun tiba, hari dimana mereka dikumpulkan dan dibentuk dalam sebuah kelompok. Sama seperti pada game sebelumnya hanya saja masing masing regu beranggotakan 10 orang.
Regu yang mencapai ribuan kelompok itu segera dikerahkan menggunakan helikopter. Perasaan masing masing individu tak menentu, Ada yang menyambut hari itu sebagai hari menyenangkan demikian sebaliknya ada yang mengatakan hari yang menyeramkan
Terlebih syahwa yang merasa terganggu dengan sesuatu, firasatnya mengatakan bahwa akan ada suatu masalah besar didepan sana menanti
Namun prasangkaan itu pupus setelah tepukan dipundaknya, Rainan. Ya, mereka sekelompok entah keberuntungan apa yang telah ditakdirkan untuknya hari ini satu regu bersama orang orang yang dekat dengannya. Rainan, Azmin, farhad, Athar, Sabrina, semi, putra, bagas, william dan dirinya.
Syahwa merasa canggung setelah kejadian satu hari yang lalu mereka bertengkar, tapi dilihatnya pria itu seakan tidak terjadi apa apa.
Pria itu mendekatinya, syahwa semakin tidak enak
"Apa yang kemarin terjadi lakukan seolah olah tidak pernah terjadi. Aku tau kau membenciku, aku berubah dan tidak seperti yang dulu. Aku harap kita menjadi teman diregu ini kesampingkan masalah yang kemarin, Hilangkan ego dahulu setelah ujian ini terserah kau mau melakukan apa, aku akan pergi. Aku minta maaf". Pria itu mengucapkannya dengan sungguh sungguh, hingga syahwapun menelan ludah bersusah payah
Dia tidak menjawab, melainkan diam saja. Pria itupun merasa tidak butuh jawaban. Perlakuan hari ini begitu berbeda menurut syahwa, pria itu seakan jauh darinya. Padahal tadi dia mengatakan ingin berteman
Syahwa menerima dengan lapang dada, dan ia sadar diri dengan dinginnya sifat rainan
~Seharusnya seperti ini, aku tidak boleh menarik ulur dia bukan benang layangan. Walaupun aku selalu membutuhkannya, maafkan aku kak Rai. Cinta tidak bisa dipaksakan. Ungkapnya dalam hati
Ditatapnya punggung lelaki itu yang menghampiri rekannya, syahwa pun berpaling menatap sabrina yang sedang dimabuk cinta. Tidak jauh dari itu terlihat athar yang juga daritadi tersenyum senyum menatap sabrina
Syahwa tidak ingin mengganggu tapi dalam hati ia meledek keduanya
"Cinta benar benar membuat orang waras menjadi gila".
Mereka semua menunggu helikopter yang akan memberangkatkan mereka dihutan adat. Setelah 30 menit lamanya menunggu angin kencang datang disertai deru sirin alat transportasi udara itu. Ya akhirnya yang ditunggu datang juga
Semua naik tanpa terkecuali, ratusan jumlah helikopter mendarat dilapangan terbuka membawa semua murid.
Didalamnya syahwa terlibat dengan pikirannya yang sedang berkeliaran dan saling membalas. Entah pikiran apa yang diciptakannya tapi itu terlihat seru, karena beberapa kali sabrina memanggilnya dirinya tidak menjawab dan sibuk sendiri
"Anak ini, harus kuapakan biar sadar kembali". Ujat sabrina hilang sudah kesabarannya
Diambilnya sebuah kayu plastik lalu melemparkan kewajah gadis itu, sontak saja membuat syahwa terkejut dan mencari sumber pelaku. Syahwa melihat sabrina yang menatapnya dengan konyol tak lama ia menyadari gadis itu yang mengerjainya
"Kau kenapa sih?".
"Sabrina, apa kau memiliki masalah denganku? Katakan! Kau mau tubuhmu kucincang cincang?". Mata tajamnya menatap sabrina horor
__ADS_1
"Lagian orang panggil kau tidak menyahut, apa kau sedang memikirkan mantan pacarmu hah?. Hey ayolah hentikan itu, lihat pemandangan diluar sangat indah".
"Cih, kata siapa aku memikirkan dia, aku memikirkan yang lain. menjauh dariku". Sambil mengusir sabrina yang tadinya begitu dekat dengannya
"Yaudah maaf".
~Dirinya tidak berubah, sama seperti dulu syahwa gadis kecilku yang manis. Seru Rainan dalam hati
* * *
"Hari yang kunanti telah tiba, tapi sepertinya rencanaku aku ubah sedikit. Terlalu dini bila membalasnya dengan cepat. Aku ingin dia melewati ujian ini hingga diakhir aku akan melakukannya. Untuk saat ini aku hanya akan membuat kejutan kejutan kecil tapi sangat berarti untuknya". Senyuman devil mematikan muncul disudut bibir sosok itu
Sudah lama menanti hari ini, demi dendam kesumatnya, dendam yang tertanam sejak lama akan ia balas satu persatu. Rasa kehilangan, rasa cemburu, amarah yang kini semakin memuncak memenuhi dadanya.
Ambisi untuk membunuh syahwa adalah keinginan terbesarnya. Demi menyenangkan hatinya yang telah lama dibalut dengan cairan kotor. Dengan cara apapun ia lakukan, agar gadis itu mati dalam keadaan penasaran dan penyesalan atau mungkin mati dalam keadaan tidak percaya.
Raut terkejut yang sangat dinantikan sosok itu, juga satu persatu rahasia yang akan ia bongkar dihadapan gadis itu sebelum mengirimnya kealam baka
Ia benar benar memikirkan rencana ini dengan matang. Tidak ada yang bisa menghalanginya untuk menuntaskan dendamnya. Jiwa yang dahulu dihiasi kasih sayang dan cinta ia buang jauh jauh menjadi jiwa yang dingin tak kenal ampun.
Ia hanya butuh kesabaran sedikit saja, membiarkan syahwa sementara menjalani hari hari terakhirnya penuh penderitaan
* * *
Syahna entah bagaimana kabarnya, syahwa sama sekali tidak tau. Kali ini ia merindukan adik tercinta, namun sayangnya ikatan persaudaraan itu putus sejak syahwa mengetahui kematian sang papa.
Syahwa merasakan bahwa hari hari kedepannya tidak berjalan dengan baik. Ingin rasanya gadis itu mengetik sesuatu di ponselnya yang sedari tadi digenggam. Walaupun nama syahna tertera diponsel itu ia merasa lebih baik tidak mengganggunya
Sudah beberapa bulan mereka tidak berkomunikasi, sekedar menyapa pun tidak pernah. Sepertinya syahna benar benar melupakan saudara kembarnya
Akhirnya tidak berani juga.
Helikopter mendarat dengan sempurna dilapangan luas sejauh mata memandang. Riuh pikuk berbunyi, semua orang terlihat senang dimata syahwa.
Syahwa menangkap satu sosok yang dikenalnya, namun terlihat samar. Berkali kali ia mengecek matanya
"Mataku tidak mungkin salah lihat". Ujarnya mencari sosok yang dikenalnya
Sangat mirip
__ADS_1
Suara sabrina membuyarkan lamunannya
"Kau kenapa sih dari tadi menghayal". Tegurnya
"Aku tidak apa apa". Jawabnya
"Sungguh?".
"Hmm".
Syahwa baru sadar melihat sekitarnya dikelilingi pepohonan, tumbuhan yang menyegarkan mata, sangat asri bahkan dalam penelitian matanya menunjukkan bahwa tempat ini belum terkena polusi udara
Sangat nyaman dan asri dipandang. Namun tidak ada yang tau bahwa dalam hutan itu tersimpan banyak misteri dan sekte sesat, bahkan geng mafia disana didirikan. Mereka memiliki wilayah masing masing.
Dengan segala kemungkinan besar akan terjadi sesuatu yang seru disana nantinya. Ini dunia petualangan bagi syahwa walaupun membunuh adalah hal yang biasa baginya tapi tidak dengan dihutan
Dirinya bisa merasakan tantangan besar menyambutnya didepan sana, bersiap menyerangnya kapan saja dan ini adalah hal yang ditunggunya bertemu dengan musuh yang sepadan, semoga saja begitu.
Karena biasanya musuh musuhnya hanya pendekar kelas teri. Dan dirinya berharap mendapat lawan yang sepadan dengannya.
Iblis penasaran bukanlah lawan tangguh, pria yang terbakar itupun bukan lawan yang tangguh, Zisea, Gheanly dan sejenisnya bukanlah lawan yang syahwa inginkan. Syahwa tau mana lawan yang pantas bersanding dengan dirinya
"Tadi aku melihatnya"
"Melihat siapa?"
"Aku.. ah mungkin salah lihat saja".
"Apa sih gak jelas"
"Sorry".
Tak lama suara bariton dan lonceng besar mengejutkan semua orang
"BERKUMPUL!!!"
Semua dengan siapa siaga segera mengambil posisi masing masing, mengatur jarak dengan rapi
* * *
__ADS_1
Next