
#24
Hari berlalu begitu cepat tanpa sadar sudah seminggu lamanya gadis itu menetap dikediamannya. Pagi ini ia disambut dengan pagi yang indah, cuaca yang cerah dan kicauan burung membangunkan dirinya dipagi hari, sang mentari nampak bersinar dengan hangat membuat gadis itu menampilkan senyum menawannya.
Walaupun nampak kesedihan dihari hari yang lalu, tapi sekarang tidak gadis itu sudah mengikhlaskan semuanya, dia yakin itu adalah takdir yang sudah digarisi oleh sang pencipta.
"Indahnya, lebih lezat lagi bila aku bubuhkan dengan coklat panas kesukaanku". Gumamnya sambil tersenyum manis
* * *
"Selamat pagi, nona muda". Sapa Anton dengan tersenyum, sedangkan syahwa membalasnya dengan senyuman saja
"Nona muda mau apa? Biarkan kepala pelayan yang menyiapkan". Ucap anton lagi
"Tidak perlu, aku bisa membuatnya, lagian ini hanya secangkir coklat panas". Balasnya dengan ramah
"Oh baiklah, Saya pamit dulu". Kata pria itu langsung meninggalkan syahwa yang hanya mengangguk
Usai membuat yang dia inginkan, gadis itu masuk kekamarnya menuju kebalkon. Dilihatnya orang orang yang mulai beraktivitas dipagi ini dengan jogging. Ya, joging adalah hal yang rutinitas dilakukan oleh orang orang di hari Ahad.
Hari Ahad adalah hari yang dinanti bagi para pekerja keras, dimana mereka mengistirahatkan sejenak anggota badan dan pikiran mereka dari kerasnya kehidupan didunia ini.
Gadis itu menyeruput coklatnya dengan elegan, sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan sudah pukul setengah delapan. Hari ini ia memutuskan untuk kembali ke markas militernya, Jetnya akan berangkat di jam 10 nanti, itu artinya dia masih punya waktu untuk bersantai.
"Toy, apakah suami vivi itu masih hidup?". Gumamnya tiba tiba
~Aku harus mengetahuinya, kemarin syahna tidak mengatakan kalau suaminya sudah mati atau belum. Ah nanti aku tanyakan saja pada kak Anton. Batinnya
Sebenarnya dia sudah malas untuk berhubungan dengan hal itu, tapi untuk memastikan saja dia ingin benar benar mengetahui wajah yang membunuh papa kesayangannya itu, dia juga tidak ingin mebiarkan manusia itu hidup enak setelah membunuh seseorang yang paling dibanggakannya.
Gadis itu memutuskan untuk bersiap siap saja, menurutnya disini sangat suntuk dan membosankan. Dengan helaan nafas diapun berjalan kekamar mandi untuk mandi menyegarkan badan yang lengket.
* * *
"Kak! " panggil syahwa kepada anton yang sedang bersantai itu
"Iya ada apa nona muda?".
__ADS_1
"Antarkan aku menemui Toy"
Seketika itu juga pria yang berada dihadapannya membulatkan matanya dengan sempurna
~Untuk apa nona menemuinya?. Tanyanya dalam hati
"Tenanglah, aku tidak apa apakan dia, aku hanya ingin melihatnya boleh kan?". Ujarnya sambil memasang puppy eyesnya, kalau sudah begini pria itu tidak tega menolaknya
"Baik nona". Ujarnya dengan kecut
Anton/tony adalah sekretaris mafia sekaligus seorang yang paling handal. Anton/tony dekat dengan saudara kembar itu. Ia bekerja sudah beberapa tahun lamanya di mansion ini sehingga sikembar sudah menganggapnya sebagai kakak kandungnya sendiri, walau terkadang Anton mengingatkan bahwa mereka hanya antara atasan dan bawahan keduanya tidak peduli, mereka tetap menganggap dirinya sebagai kakak kandungnya.
Pria yang berusia 32 tahun itu belum menikah alias jones, ia sangat tampan dan kekar, bulu matanya melentik dengan kulit yang layaknya berwarna sawo matang, matanya berwarna hijau gelap dengan bibir yang tipis berwarna merah muda disertai tingginya yang lumayan wah dimata kaum hawa.
Tidak ada yang berani mendekatinya kecuali sikembar saja dan beberapa anak buahnya. Karakteristik yang dingin tapi penyayang itu berhasil membuat semua orang terpukau dengannya. Ah, nikmat yang tiada duanya.
* * *
"Ini ruangannya Nona muda". Ujar pria kharismatik itu
~Bau sekali, ada apa ya?.
~Oh, jadi dia yang membunuh papa. Pikirnya menatap lurus kearah pria yang berada di penjara bawa tanah dirantai dengan bau busuk yang menyeruak, kondisi yang sangat memprihatinkan.
Ternyata Racun yang digunakan syahna tidak membuatnya meninggal tetapi bertahan hidup dengan penyakit yang menyakitkan, syahwa yang melihat itu meringis dan terasa perutnya diaduk aduk dan akhirnya diapun mengeluarkan isi perutnya akibat tidak tahan dengan bau itu.
"Apa yang adikku lakukan padanya, sehingga dia begitu busuk dan jorok sekali". Ujar syahwa dengan raut masam
"Racun nona_"
"Racun? Racun jenis apa yang dia beli sampai dia seperti itu, aku baru mengetahui ada jenis racun seperti itu". Cetusnya pelan
"Dia tidak membeli nona tapi putri muda membuatnya". Tukas Anton
"APA!". Kagetnya dengan tidak percaya
"itu benar nona".
__ADS_1
"Tapi bagaimana mungkin?".
"Itu mungkin, karena saya sendiri melihat saat dia melemparkan serbuk racun itu kepada pria itu dan itu benar buatan putri muda penawarnya juga hanya ada padanya jika di search digoogle racun tersebut tidak ditemukan, dan satu hal lagi putri muda juga punya ruangan lab Rahasia sendiri".
lagi? gadis itu ternganga dengan pernyataan dari Anton. Syahna adiknya ternyata memiliki talenta terbaik. Menurutnya adiknya itu akan menjadi Ahli meracik, mungkin dahulu namanya adalah Alkemis tapi kalau dizaman sekarang Ilmuwan.
"Dimana ruangan itu?". tanyanya
"Saya tidak tau nona, bisa saja ruangan itu ada di mansion ini atau ruangan itu bisa saja diluar mansion karena putri muda tidak pernah memberitahukan kepada siapapun, dan saya anggap ini adalah masalah privasinya". ujar pria itu lagi
Benar. tak semua rahasia perlu diumbarkan? Mungkin ada beberapa rahasia yang sepele tapi jika seseorang itu tidak ingin memberitahukan ya kita gak perlu maksa, karena bagaimanapun yang namanya Rahasia ya rahasia hanya orang tertentu yang bisa mengetahuinya atau hanya orang itu saja tau. Jangan sampai kita membencinya hanya karena suatu rahasia hingga akhirnya hubungan persahabatan atau hubungan silaturahmi merenggang.
"Hmm, baiklah antarkan aku kebandara, aku ingin berangkat kembali ke markas militer ku" Cetusnya
"Baik nona, mari saya antarkan". Ucap Anton mempersilahkan gadis itu mendahuluinya menuju kemobil yang telah dipersiapkan.
* * *
Usai menempuh perjalanan beberapa jam, Syahwa beristirahat didalam ruangannya dengan tenang. Kembalinya ia tidak ada yang mengetahui hanya para senior dan para petinggi saja.
Pagi harinya, Suara ayam berkokok membangunkan dirinya dipagi hari. Jam 04.25 adalah jam yang harus diterapkan kepada semua junior. Syahwa membuka jendela kamarnya, lalu bergegas bersiap siap ia ingin jogging pagi ini, Sedangkan materi akan dilaksanakan dijam biasa (08.30)
"Huaaa sejuknya". lirihnya
"Eh vio, bukannya itu Syahwa ya?". Tunjuknya kearah syahwa yang telah bersiap
Seketika muncul ide jahil yuria untuk mengerjai gadis itu.
"Dorrr". celetuk yuria mengagetkan syahwa, syahwa yang tidak siap karena memang cahaya diluar tidak terlalu terang membuatnya sport jantung seketika. Kedua gadis itupun tertawa terbahak bahak melihat ekspresi syahwa yang linglung
"Kalian Kenapa sih suka banget jahil". Sahut syahwa dengan geram
"Eh sorry gak sengaja, ternyata masih hidup juga kau kemarin menghilang kemana aja". Tanya Yuria basa basi
"Cih, kepo". Cetusnya lalu meninggalkan gadis itu yang ternganga melihatnya
>>Bersambung..
__ADS_1