CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Syahwa terluka (level tertinggi)


__ADS_3

Level terakhir begitu sulit. Perangkap bukan hanya satu tapi diberbagai tempat. Syahwa dan teman temannya dibuat kelimpungan mau jalan maju ranjau dimana mana. Maju kena mundur kena, begitulah sebutannya


Ranjau begitu tajam, Didepan ranjau mereka disambut dengan kawah besar, perkiraan mereka kawah yang menyambut mereka tidak lain didalamnya berupa lahar dan sulfur dalam gunung (Koreksi bila salah:) ya)


Didepan kawah mereka disambut dengan sinar -X yang berjalan tiada henti tidak seperti dalam gua tadi yang hanya terdiam memancarkan cahaya mematikannya.


Kini mereka hanya menatap perangkap tersebut, tidak berniat untuk melanjutkan perjalanan. Menurut mereka game ini sama dengan menantang maut, menyerahkan nyawa secara paksa dan bila ingin selamat harus terpaksa pula karena terpaksanya terlihat dari sisi bahayanya berbagai perangkap


Tidak ada yang berminat untuk melanjutkan perjalanan kembali, semua masih terdiam menatap keseluruh penjuru hutan. Mereka menatap dari kejauhan perangkap perangkap baru itu walaupun tadi sama dengan yang mereka temukan tapi sangat jauh berbeda


Bila yang tadi hanyalah sebuah buatan maka yang kali ini menyambut mereka adalah Alami, Walalupun sinar -X adalah buatan tangan dia hanyalah alat sinarnya terpancar dari gas dan percikkan api yang mampu menghanguskan tubuh mereka


Syahwa memperhitungkan segala resiko, bila semua ikut kali ini maka nyawa mereka benar benar menjadi taruhannya. Untuk menghentikan sinar -X itu maka ia perlu menutup celah dari satu arah yang menyebabkan kemunculan sinar itu


Perangkap lain tidak begitu sulit baginya, menurutnya sinar itu yang paling membahayakan. Tidak hanya itu, pancaran sinar itu tidak main main seperti tadi dalam gua, satu saja anggota badanmu terkena hangus sudah


Syahwa menimbang bimbang, sabrina berjalan kearahnya


"Kau jangan pergi"


"Eh?"


"Aku tau niatmu syahwa, kau tidak perlu sejauh itu untuk melakukannya. Kita bisa menyerah. Level ini benar benar membuatku terkejut". Tuturnya dengan nada serius


"Apa peduliku?". seketika berubah menjadi dingin, perkiraan syahwa benar. Bila perangkap tadi nyata maka kali ini akan lebih kejam lagi.


"Kau, jangan coba coba melakukannya, atau identitas mu aku bongkar". Ancam sabrina


Syahwa tersungging


"Kau ingin membongkar identitasku? Kau juga mau identitas dirimu sendiri sebagai mafia anggota bawahan antony aku bongkar? Jangan bodoh, bila kau memberitahu maka aku lebih dulu memberitahukannya kepada para petinggi militer yang bodoh itu". Gumamnya pelan


Sabrina tentu terkejut


" Darimana kau tau aku..."


"Tentu aku tau, Antony adalah anak buah papaku. Tujuanmu mengikuti dunia gelap itu untuk membalas dendammu kepada seseorang yang kau niatkan, Orang itu telah ku dekam dalam penjara bawa tanah. Dan kau tau itu"

__ADS_1


"APA!". pekiknya sehingga membuat yang ada disana menoleh kearahnya, syahwa segera membungkam mulut wanita itu sambil tersenyum palsu


"Kalian kenapa?". Tanya Putra


"Gak ada". Jawab syahwa cepat


"kalian masih saja bercanda, kita disituasi yang sulit cobalah untuk berpikir. Lupakan bersenda gurau kalian, pikirkan bagaimana kita melewati medan ini".


Benar mereka benar benar disituasi yang sulit, Disatu sisi mereka dihadapkan dengan perangkap yang sangat berbahaya dan disatu sisi lainnya mereka akan bertemu dengan kelompok lain, dan itu sesuatu yang bukan baik alias sesuatu yang buruk.


"Maaf".Ucap syahwa dan Sabrina bersamaan


"Jadi kak Antony adalah anggota papamu? Bukankah tuan besar telah.. ". Ucapan sabrina berhenti seketika saat gadis itu (Syahwa) Menatap tajam kearahnya seolah mengartikan tatapan "Jangan membahas itu"


"Baiklah, maafkan aku". Ujarnya


Syahwa melakukan sesuatu yang membuat mereka semua penasaran, ia melepas semua ranjau yang berada dibelakang mereka yang tujuannya tadi adalah pos ke 4.


"Apa yang kau lakukan?". Tanya nadine penasaran


"Bantu aku melepaskan ranjau ini". Ujarnya


Tidak mau banyak bertanya mereka segera melakukannya, ranjau itu telah habis dilepaskan, mereka menatap syahwa dengan rasa penasaran. Syahwa yang diminta dengan tatapan penjelasan pun memberitahukan rencananya


"Apakah tidak apa apa?". Tukas Fendi


"Ini terlalu berisiko". Tambah lainnya


"Biarlah tapi setidaknya ada usaha, lagian kalau kalian semua ikut nyawalah taruhannya. Bila aku sendiri tidak papa aku lebih lega bila sendiri. Aku akan mencoba menghentikan sinar sialan itu".


"Benar juga, Lalu apa yang akan kami lakukan disini? mengingat masih ada kelompok lain".


Syahwa dengan tenang berkata,


"Sekarang aku memerintahkan kalian semua memberi peringatan kepada kelompok lain".


"Hah? Kau mau kita dieliminasi?". Seru Yuria

__ADS_1


"Kau mau kita kalah?". Tambah nadin


"Kawan, Dalam permainan itu bukan soal menang atau kalah. Tapi bagaimana dirimu bisa menikmatinya. Game tetaplah game, kalah menang bukan masalah yang dibutuhkan adalah kecerdasan dan kelicikanmu dalam bermain. Kau tidak butuh kalah atau menang tapi bagaimana caranya dirimu menikmati game ini selama berlangsung, bagaimana caranya dirimu bisa bertahan sampai akhir maka itulah disebut kemenangan yang hakiki".


"Dan karena game ini terlalu berbahaya bagi semua nyawa. Aku tugaskan kepada kalian memberi tahu kelompok lain, membocorkan kemungkinan yang barusan kita lihat. Menyelamatkan ribuan nyawa dengan diharuskan kalah itu lebih bagus daripada mendapatkan kemenangan tapi mengorbankan ribuan nyawa, akibat kedengkian hati".


Setelah berucap seperti itu, ia menatap semua temannya sambil tersenyum dan berkata


"Aku berjanji akan kembali, Bila aku belum kembali dalam 3 jam kedepan jangan mencariku".


"Aku pergi, aku serahkan semuanya pada kalian disini apapun yang terjadi. Kalaupun nanti kalian dihukum katakan saja namaku kalau akulah yang memerintahkan kalian. Aku bersedia menerima hukuman". Usai berkata seperti itu syahwa segera beranjak pergi


Terbesit dalam hati mereka tentang perkataan syahwa tadi, mereka mengerti apa yang dimaksud gadis itu, bahkan Yuria pun mulai mengagumi sosok itu


"Dia terlalu banyak melakukan sesuatu untuk kita, bahkan distage awal selalu dia yang mencoba untuk pertama melindungi kita, aku baru menyadarinya. Semoga gadis itu baik baik saja".


Mereka benar benar dibuat terkagum kagum dengan sifat syahwa, Tiada henti mereka memuji sosok itu juga bersedih karena membiarkan gadis itu pergi melindungi mereka semua. Dengan senang hati, mereka menjalankan tugas yang diberi gadis itu


Disisi lain syahwa membalut lukanya yang tadi ia tahan, Darah benar benar mengucur dibalik kemejanya. Sinar -X benar benar mengiris kulit putihnya, dia berada dikawah gunung merapi.


Rintihan kecil berhasil menerobos keluar mulutnya, selesai memperban lukanya, gadis itu melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda


"Setidaknya ini menahan sementara agar tidak terlalu banyak keluar". Ujarnya menatap tangannya yang diperban


mengeluarkan banyak darah


Dengan langkah cepat ia sampai ditempat itu, ia menatap sinar kemerah merahan itu benar benar mengerikan. Semburannya membuat syahwa bergidik, dibalik itu ia mencari sesuatu yang tersembunyi. Celah yang dia maksud


Setengah jam dia berkeliling dihutan itu namun belum ditemukannya tombol atau apapun itu. Tenaganya terkuras, ia kehausan untungnya dia mengambil sebotol air tadi saat dipos. Ia segera menegurnya secara kasar dan habis


Tenaganya kembali sedia kala, Ia mencari kembali yang ia maksud. 1 jam sudah berlalu sedikit lagi subuh menanti, pukul 2 pagi dini.


Syahwa tidak menemukan apapun, disisi lain para kelompok yang diberi peringatan kembali kemarkas utama semuanya juga lelah dan memutuskan untuk beristirahat bahkan kelompoknya juga kembali dengan kekhawatiran yang nyata.


Dua jam lamanya akhirnya gadis itu menemukan sebuah tuas, ia segera menarik tuas itu sekuat tenaga dan berhasil sinar itu hilang dengan hilangnya kesadaran dirinya


"Syahwa!".

__ADS_1


* * *


Next...


__ADS_2