
"Manusia sampah..!!". Ujar pemimpin musuh dia menatap dengan sinis lautan manusia yang siap memusnahkan sektenya
Lawannya adalah syahna namun bila dilihat secara detail pemimpin wanita masih unggul dibandingkan dengan syahna. Wanita itu terlihat lihai memainkan pedangnya bergerak dengan pelan namun diam diam mencari celah untuk menusuk
Hampir berkali kali syahna tertipu oleh pedangnya, kali ini syahna hanya bisa menahan dan menangkis serangannya sambil mencari celah lawan
"Hanya seperti ini kekuatan kalian..! Cuihh". Ujarnya
Syahna terdiam. Selang beberapa menit merasa ocehannya tak ditanggapi wanita itu mulai menunjukkan kemarahannya, kini terlihatlah apa yang diinginkan syahna, wanita dihadapannya ini memiliki kesabaran yang sangat tipis
"Pantas saja". Gumamnya pelan
Wanita itu menggencarkan serangan kearah titik titik vital dan berbahaya ketubuh syahna, tujuannya untuk mengunci dan mempersempit pergerakannya. Mendapatkan serangan seperti itu syahna segera menghindar, menginjak salah satu lawan yang tak jauh disampingnya, terbit senyuman smirk diwajahnya walau hanya sebentar
"Menarik".
Bunyi senjata pun saling beradu kembali, kini mereka sama sama unggul. Syahna menemukan satu celah dengan cepat ia melukai wanita itu sebelum wanita itu menyadari dan segera menutup celahnya.
Darah menyembur dibalik pakaian wanita itu, terlihat luka yang dibuat syahna cukup dalam sehingga wanita itu meringis menahan sakit, tapi belum ada titik terang bahwa wanita itu kalah, ia cukup kuat
"Sialan kau wanita bedebahh!" Ujar wanita itu
Disisi lain pertarungan semakin hebat, mereka sama sama kuatnya namun apabila dilihat dari segi kekuatan sekte pemuja kekuatan menang tipis dari pasukan TNI. Tapi TNI pun terlihat lebih unggul dengan cara bertahan, terlebih lagi mereka hidup diera modern yang teknologinya lebih maju dari zaman dahulu
Detik demi detik berlalu begitu cepat, pemimpin mereka yaitu pasukan TNI menginstruksikan agar para anggotanya mengambil tempat yang cukup aman, dengan strategi mengumpulkan para wanita itu ditengah tengah medan tersebut dan pada akhirnya sebuah meriam melesat tepat kearah tujuannya
Ledakkan terjadi, angin bertiup kencang ikut menerbangkan debu yang tercipta dari sana, dengan strategi disana beberapa dari mereka akhirnya mati ditempat.
Syahna menghela nafas panjang walaupun wanita dihadapannya melihat kejadian yang membunuh para anggotanya tak habis habis ia malah semakin ganas. Ia merasa bodoh sekarang.
Namun untuk menyerah itu tidak mungkin syahna punya rencana yang lebih besar dari ini, Menghancurkan kakaknya syahwa. Setidaknya ia tidak boleh kalah disini
Pikirannya mengelana mencari ide cerdik, tangannya tetap memainkan pedangnya. Sejenak ia menghindar dan menyerang wanita dihadapannya. Wanita itu tersenyum
__ADS_1
"Kau pikir aku sebodoh itu?". Ujarnya dengan nada angkuh menyombongkan diri
Namun siapa sangka kesombongan itu berakhir dengan satu sayatan yang mengenai bahunya dilain sisi serangan pertama sebagai pengecoh untuknya, syahna tersenyum tipis kembali mulai menggencarkan serangan demi serangan hingga wanita itu terpojok
"Kesombongan menghancurkanmu". Cetus syahna
Wanita itu memelas, namun sedetiknya syahna lengah ia segera mengambil kesempatan untuk menyerang balik
"Keparat..!". Umpatnya saat dirinya ikutan terluka
"Waktu itu berharga, jangan kau siakan sedetik saja kau siakan ada seseorang yang siap mengambilnya". Ujar wanita itu
"Aku tidak butuh omong kosong darimu..!"
"KAU..
Syahna tak peduli ia segera membalas sayatan itu kembali saat lawannya tengah berbicara
"Bukankah waktu itu berharga? Mengapa kau membiarkan waktu sedetikmu itu sebagai celah. Kau benar jika disiakan maka seseorang akan memanfaatkan bukan mengambilnya..!".
"Menjilat ludah sendiri!". Cetus syahna dengan senang hingga akhirnya wanita itu merasa malu dan memutuskan untuk tidak main main. Ia mengeluarkan sesuatu dari lengannya
Syahna melihat itu menampilkan smirk sebentar
"Mencoba bermain senjata yang merupakan keahlianku? Kau salah orang..!"
Syahna menghindar saat sesuatu yang dibungkus melesat cepat kearahnya, mana mungkin dia melupakan senjata yang merupakan salah satu keahliannya bahkan dirumah utama dia mendesain khusus ruangan untuk menguji bahan bahan kimianya
Serbuk yang dibungkus itu meledak, sama seperti meriam namun meriam itu sendiri lebih unggul dari pembungkus yang wanita itu lemparkan, syahna tertawa sinis dia mengetahui bahan bahan itu terbuat dari kotoran hewan dan minyak kelapa mereka dicampur menjadi satu hingga menjadi bubuk. Namun itu hal yang tak perlu dikhawatirkan, bila dizaman dulu pasti ini dianggap sebagai sesuatu yang istimewa.
Syahna memperhatikan debu yang beterbangan itu, sesuatu yang besar tiba tiba muncul dari dalam diri wanita itu. Kekuatan yang membludak
"Mungkinkah itu kekuatan yang tersembunyi?". Bisik teman temannya
__ADS_1
Syahna mengiyakan, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. sesuai dengan informasi yang mereka dapatkan bahwa sekte itu memiliki kekuatan spiritual, kemungkinan mengalahkan mereka tidak mudah.
Wanita itu tertawa terbahak bahak. Syahna tertipu, ternyata bubuk bom yang dilemparkan kepadanya hanyalah sebuah pengalihan untuk mengaktifkan kekuatan besar sekte itu
"Aku tidak mudah kalah bocah, aku akan bertahan sampai akhir". Tubuh wanita itu berubah dengan setengah badan hewan dan setengah lagi manusia.
"Mereka benar benar hidup?".
"Setelah melihat pemandangan ini, aku yakin bahwa Atlantis benar adanya. Bukankah itu medusa gadis berbadan ular, matanya berbahaya"
Suasana seketika ramai dengan suara teriakan, gadis itu menggunakan kekuatannya menatap nyalang musuh musuhnya kemudian melemparkan Racun bisanya di udara sehingga beberapa orang reflek menutup hidungnya dan beberapa lagi yang lambat menyadari itu mati ditempat.
Ternyata 'Kekuatan spiritual' yang dimiliki sekte pemuja kekuatan adalah medusa itu sendiri. Dan orang orang yang bergabung dengan sekte ini adalah pemuja Medusa itu sendiri
"Benar benar diluar nalar".
Karena saking takutnya melihat rupa wanita itu, tidak ada yang berani melawannya. kaki mereka gemetar melihat ratusan nyawa melayang. Namun karena wanita itu kesenangan melihat musuh musuhnya takut dengannya, dia lupa menutupi celahnya sendiri.
Zam lelaki itu mengetahui cara membunuh wanita ular itu dengan sedikit keberanian nya menebas kepala wanita ular itu tanpa sadar darah terciprat depan mata syahna wanita yang menjadi lawannya kini mati terpenggal, kepalanya menggelinding tepat didepannya dengan mata yang melotot tak menyangka dia akan mati dengan cara yang tak terduga.
Wajah syahna memerah beberapa waktu lalu dia tertegun tak bisa bergerak karena melihat wanita ular itu berubah. Dia bahkan mengetahui cara membunuhnya hanya saja ia terlalu lama memperhatikan sehingga tidak menyadari kelemahan wanita itu ada pada lehernya
"Siapa yang berani membunuhnya!!?" Ia berkata penuh dengan nada tekanan, matanya menoleh ketempat wanita itu mati dan menatap tajam ke arah pria yang menjadi pelaku utama yang membunuh lawannya
Semua tatapan mata tiba tiba mengarah padanya, tatapan bingung dan heran, mengapa? Bukankah dia sudah mati? kenapa dia marah? diakan lawan..!?
Syahna mengabaikannya, sambil berjalan kearahnya dia berkata
"Lain kali bila kau melihatku sedang bertarung dengan lawanku tidak perlu membantu apalagi hanya seorang sampah seperti dia, aku tidak butuh bantuan. Tindakan pengecut...!"
Syahna meninggalkan mereka semua dan kembali ke tendanya. Dan pada akhirnya semuanya bubar dan kembali beristirahat, 2 hari mereka memegang senjata tanpa istirahat cukup menguras tenaga yang banyak, seperti yang diharapkan mereka menang.
Melihat pemimpin mereka telah mati, para anggota sekte tersebut berniat melarikan diri namun pada akhirnya semua mati setelah aksi pengejaran diperintahkan oleh panitia TNI.
__ADS_1
Syahna mengobati lukanya yang sempat dilakukan oleh wanita yang telah mati itu. Syahna meringis menahan sakitnya karena lukanya cukup dalam, karena perang itu terjadi selama dua hari barulah saat ini ia menyadari tubuhnya sangat kelelahan dan syahna pun memutuskan untuk tidur memejamkan matanya menuju alam mimpi
...----------------...