
Belum ritual tersebut dimulai beberapa murid mulai kembali kesadarannya. Seperti yang diharapkan syahwa rencana tanpa pikirnya yang lama berhasil. Walaupun rencana pertama gagal.
Saat ini semua murid kembali kesadarannya, banyak yang heran, ada juga yang bingung ditempat. Sang ketua yang melihat itu terlihat panik.
Patung iblis belum diperbaiki, sementara itu para murid telah waras kembali. Beberapa dari mereka sepenuhnya menatap kearah pemimpin itu meminta penjelasan apalagi saat melihat simbol aneh dihadapan mereka yang dikelilingi orang orang bersenjata
"Apakah ini saatnya? membongkar kesesatan mereka?".
"Tidak! jangan dulu aku ingin tau konsekuensi selanjutnya akibat gagalnya ritual ini. Aku ingin tau apa reaksi yang ditunjukkan iblis itu". Gumamnya sambil memasang raut datar
Tak selang berapa lama, tiba tiba reaksi tak terduga berasal dari sang ketua ya ayah Reyhan, dia..
Kesurupan
"Oh apakah iblis itu mulai mengamuk?". Masih dengan raut datarnya padahal dalam hati penasaran setengah mati.
Raut wajah itu berubah seram, beberapa anggotanya mulai menjauh walalupun tidak tau sesuatu apa yang akan terjadi nanti. Ritual ini baru pertama kalinya gagal selama ini tidak pernah
"Arrggghh". Pekiknya
"Apa yang pemimpin lakukan?". Seru anggota melihat mata itu memerah
Ayah Reyhan yang kini telah dikendalikan oleh iblis itu menatap nyalang mereka satu persatu bersiap siap untuk mengamuk
"Siapa yang berani menggagalkan ritual suci ku ini". Ucapnya dengan suara yang berat
Suara itu tidak ada yang berani menjawabnya, semua terdiam dengan ketakutan kecuali syahwa yang menatap iblis iitiu dengan datar
~Cih, suci apanya, sesat itu baru benar. Sangkal Syahwa dalam hatinya
"Jawab!". Bentaknya
Tetap saja tidak ada yang menjawabnya, semua diselimuti ketakutan, Aura pembunuh itu sangat kental dan begitu mengintimidasi
"Aku! kenapa hah?". Seru Syahwa, Alhasil semua tatapan beralih kepadanya menatapnya dengan ketakutan
"Oh kau manusia tidak tau diri, sudah dikasih air susu kalian balas dengan air tuba, cih".
"Cih berbicara saja sudah tidak benar apalagi perilakunya". Cetus syahwa mengejek
__ADS_1
"Berani sekali kau berbicara padaku, kau tidak tau siapa aku Hah? aku iblis sang penguasa kegelapan kau tau itu?".
Syahwa tertawa renyah
"Kau terlalu melebih lebihkan, kau itu hanya arwah penasaran berlagak iblis. Kau tidak terima dirimu mati tidak terhormat karena ledakan itu bukan? Kau sebenarnya benci dengan para manusia yang masih hidup, kau merasa hidupmu tidak adil maka dari itu kau membencinya dan memprovokasi mereka generasi selanjutmu agar menumbalkan mereka yang tidak bersalah".
"Mulutmu_"
"Kenapa? Apa perlu kuperjelas kepadamu? Kau sendiri yang tidak adil. Kau ingat? Tujuan markas ini dibangun untuk apa? dari awal kaulah yang salah ambisi mu, ya ambisimu itu benar benar membunuhmu".
"Terlalu banyak bicara memperpendek umurmu anak muda".
"Kau tidak terima tuan Gavin".
"Darimana kau tau aku"
"Tentunya membaca sejarahmu di buku misterius, Dari awal aku sudah membongkarnya mengapa tidak sadar? pffftt jangan jangan kau memang bodoh. Julukan iblis tidak pantas untukmu" sambil menampilkan smirk gadis itu tak lupa mengejeknya
Ucapan syahwa membuat arwah itu semakin menjadi jadi, dirinya mengamuk dikatai seperti itu. Selama ini tidak ada yang begitu kurang ajar padanya dia selalu mendapatkan pujian dan juga julukan pembunuh berdarah dingin
Aula pemujaan dibuatnya porak poranda, jendela retak dan pecah lampu juga pecah. Tidak ada yang berani meninggalkan altar pemujaan karena iblis itu mengancam akan membunuh mereka, tentu bagi syahwa ancaman seperti itu tidak mempan
"Apa begitu penting? Dimasa lalu kau sangat dihormati tapi sepertinya tidak untuk sekarang. Kau tidak pantas untuk dihormati kau pembunuh ya walaupun pembunuh kelas teri".
"Julukan iblis mungkin kau dapatkan tapi tidak bisa di pungkiri bahwa sebenarnya kau hanya arwah penasaran yang penuh dendam. Walaupun kau adalah raja iblis, ataupun ratu iblis penguasa apalah itu tetaplah kau dibawah kami. Karena memang sistemnya seperti itu, Manusia lebih tinggi derajatnya daripada iblis sombong sepertimu". dengan tatapan bangga gadis itu mendekati sang ketua yang terdiam mendengar kata katanya
Baru kali ini ia dipermalukan oleh seorang gadis cantik, dia akui gadis itu memang tak takut padanya dan justru malah menantang balik dirinya. Bersilat lidah dengan gadis itu mendapatkan akhir yang pahit, ya kekalahan jadi tidak ada gunanya. Mungkin beradu senjata dan jurus masih ada peluang untuk menang.
Belati kecil dilemparkannya hampir saja mengenai gadis itu namun sebelumnya dirinya dengan gesit menghindar. Belati kedua pun ikut mengincarnya, Syahwa meningkatkan kewaspadaannya takut apabila ada serangan yang tak terduga
Kali ini semua para murid maupun anggota sekte tersebut berlari keluar dari altar pemujaan dengan tunggang langgang dan tersisa hanya syahwa tidak mempedulikan ancaman sebelumnya, mereka tidak ingin ikut dalam pertempuran itu..
Iblis itu semakin melancarkan aksinya tak luput pula syahwa yang selalu menghindar dengan cepat. Raut tenang masih tergambar diwajahnya seakan akan ia menikmati pertarungan ini
Satu belati meluncur kearahnya namun syahwa segera menghindar tanpa diduga lawan menyerang kearah lain. Hampir saja tertusuk untungnya ia menyadari segera jadi yang terjadi hanyalah luka lecet saja
Syahwa menatap luka itu, Ini tidaklah seberapa sakitnya. Dia tidak ingin bertarung karena iblis itu memakai tubuh orang lain. Satu serangan bisa saja dilancarkannya saat melihat begitu banyak celah yang terbuka.
"Apakah kau bisa keluar dari tubuh itu?". Sergah syahwa masih menghindar
__ADS_1
"Untuk apa aku keluar".
"Tidak adil bila kau menggunakan tubuh orang lain untuk bertarung. Bukankah kau pemimpin? seharusnya kau tunjukkan jati dirimu bukan berlindung dibalik para anggotamu"
"Hmm kalau aku tidak mau?".
Syahwa masih menghindar dari serangan serangan yang iblis itu lakukan sambil berbicara bersama walalu terlihat saling mengejek
"Berarti kau adalah pecundang".
"Apa?". Pecundang adalah kalimat yang tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Gadis ini benar benar menganggapnya sebagai sampah bahkan menghinanya sampai seperti itu dia yang dijuluki sebagai pemimpin merasa harga dirinya terinjak injak.
"Oh tentu, seorang pemimpin itu seharusnya menjaga para bawahannya bukan bawahan yang menjaga pemimpinnya. Tugas seorang pemimpin itu bukan hanya sibuk dengan mengumpulkan kekuatan tapi untuk melindungi para anggotanya. Anda dipilih sebagai pemimpin ya pasti karena anda diyakini sebagai pemimpin yang dapat melindungi para rakyatnya".
"Ah kau barusan bicara apa? terlalu bertele tele aku tidak mengerti".
"Keluarlah dari tubuh itu".
"Baiklah".
Swusshh
Tubuh itu ambruk seketika, sekarang hanya bayangan hitam pekat dihadapannya. Entah gadis itu berpikir bagaimana melenyapkan arwah itu
"Apa kau takut dengan tubuh Asliku? hahaha kau tidak akan bisa menyentuhku".
"Oh benarkah". Gadis itu melemparkan belati yang ada disekitarnya mengarah ke arwah itu
"Hmm kena kan? tipu dayamu terlalu lemah".
"Arrgghh". Pekiknya kesakitan saat belati itu menancap di bahunya
Syahwa tersenyum kemudian bersiap untuk bertarung kembali, Kakinya bergerak lincah ayunan tangannya begitu gesit. Arwah itu akhirnya hanya bisa menangkis dan mundur
Dia akhirnya tersadar karena merasa dibodohi
"Kembalilah keneraka!". Seru syahwa menancapkan belati terakhir mencampurkannya dengan perasan jeruk
* * *
__ADS_1
Next