CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
13 Thirteen


__ADS_3

#13


Pertarungan hebat telah terjadi, sayatan demi sayatan melukai sang pemimpin sekte, sedangkan sayatan pedang yang dilayangkannya hanya menyentuh udara tidak melukai lawannya sedikitpun


"Oh ternyata ilmu bela dirimu lumayan". Ucap sang pemimpin sekte yang bernama Toy dalam pertarungan tersebut


Sang lawan tidak menanggapi dia hanya fokus menebaskan pedang kesayangannya kearah musuh


"Ck, berani sekali mengabaikanku". Marahnya dengan segera dia mengambil sisa Racun yang tadi ditaburi dipedang tumpulnya, dengan segera ia melempar serbuk tersebut tapi dengan segera sang lawan menendang kembali dengan cepat serbuk itu lalu mengenai seluruh tubuhnya


"Serangan balik". Ucap Orang itu dengan pancaran sinar kemenangan, diapun mengambil sesuatu dari balik jaketnya dan melemparkan lagi kearah sang pemimpin sekte yang sudah mati kutu


"Arrrgh gatal.. Gataall, a.. Ppa.. Yang kkau berrikkan paddaku hah". Teriaknya sambil menggaruk semua badannya yang gatal


"Serbuk berwarna ungu muda". Paparnya dengan tersenyum penuh makna


"Arrghh, Racun apa itu sialan! Aku akan membunuhmu kalau aku sudah tidak tersiksa lagi". Ujarnya yang masih menggaruk badannya, sementara semua orang yang menyaksikan reaksi serbuk itu ternganga, bahkan baru kali ini mereka mendengar nama racun itu dan mereka tidak tau racun itu terbuat dari apa.


"Ck, terlalu banyak bicara". Cibirnya lalu membiarkan Toy menikmati musibahnya


Dia tau racun itu semakin lama akan semakin meningkat kegatalannya apalagi penawarnya tidak diminum segera, membutuhkan waktu beberapa jam untuk membunuh sang lawan.


Sang alkemis yang bernama Nia saja tidak mengetahui jenis racun itu dan untuk mengetahuinya dia harus mencari informasi dan menempuh perjalanan itu tidaklah mudah, walaupun teknologi semakin canggih tetap saja mbah google tidak tau apa jenis racun itu, racikannya saja dari orang itu langsung pastilah dia sendiri yang memiliki penawarnya.

__ADS_1


Dan untuk saat ini dia hanya diam mematung melihat Toy semakin lama semakin parah bahkan badannya kini sudah berdarah darah karena terus menerus menggaruk.


"Bunuh saja aku! Hey kalian bunuh aku". Teriaknya sambil menunjuk kearah para muridnya


Saat hendak ingin maju dengan segera, orang itu memberi tanda peringatan


"Berani kalian membunuhnya, kalian dapat akibatnya". Kata Orang itu dengan tatapan membunuh, mereka yang sempat ingin maju pun mengurungkan niatnya


"Dia hanya menggertak, hey jangan membuatku tersiksa disini, ini sangat menyakitkan dan Arrghh gatal sekali".Pintanya lagi


"Kapan aku menggertak pak tua aku tidak pernah main main dengan kata kataku, maju saja kalian jika memang ingin mendapatkan hasil pemberontakan kalian". Ucapnya dengan nada yang santai tapi mengerikan bagi mereka yang melihatnya


"Kau hanya seorang jala*g". Makinya


Ya seseorang itu memanglah wanita, wanita hebat yang dengan segala strategi licik dan cerdasnya mampu membuat suasana berbanding terbalik sekarang.


"Membusuklah kau, aku memberimu serbuk itu sebagai bentuk pelajaran untuk kalian para murid pria hina ini, dan aku beritahukan fungsi dari serbuk itu jika kalian menyentuhnya kalian akan sama seperti dirinya". Ucapnya sambil menunjuk kearah toy dengan melemparkan pandangan yang menjijikkan yang dimana badannya mengeluarkan bau busuk dan mereka yang disana pun menutup hidungnya dengan sangat kuat akibat bau pekat itu


"Dan untuk penawarnya". Sambungnya,


Diapun mengeluarkan dua botol dari balik jaketnya yang isinya adalah penawar dari racun yang dilemparkannya tadi berwarna hijau muda dan ungu tua, diapun menghancurkan dan menumpahkan isi dari penawar itu. Mereka yang melihat itu hanya bisa meringis


"Yang meracik aku dan penawarnya ada padaku, dan penawar itu hanya satu dan tidak ada lagi. Jadi, selamat bersenang senang pak tua, kau buruk sekali dengan keadaan seperti ini". Ucapnya sambil memandang mengejek lalu menatap kearah bangunan sekte aliran hitam itu

__ADS_1


Dia pun menjentikkan jarinya


BOOM.. BOOM.. BOOM


Bangunan mereka runtuh seketika, mereka yang ada dalam bangunan itu mati semua, bahkan yang ada diluar terlempar menabrak pohon dan hancur. Tapi tidak dengan anggota bigbos mereka jauh dari tempat itu.


Murid murid sekte itupun marah dan ingin menyerang


"Yakin kau mau menerima konsekuensinya anak muda? Kau seharusnya bukan ditempat ini, ada keluarga mu yang harus kau hidupi diluar sana, pergilah aku mengampuni kalian, tapi jangan sampai aku mendengar kalian membangkitkan lagi sekte seperti ini, ingat! Orang orang ku banyak berkeliaran diluar sana memantau pergerakan kalian". Ucapnya


Akhirnya mereka pun mengurungkan niatnya, dan melesat pergi meninggalkan para rombongan yang masih tetap disana, mereka bersyukur ternyata masih diampuni dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan itu lagi


"Kenapa masih tetap disini". Tanya orang itu yang melihat beberapa murid tetap tinggal ditempatnya


"Kami tidak mempunyai keluarga, dan diantara dari kami tidak mengetahui wajah orang tuanya dikarenakan mereka terbuang dari kecil, jadi izinkan kami ikut bersamamu". Ucap salah satu murid yang bernama Wira dengan nada sedihnya


Setelah mempertimbangkan, orang itupun menerima mereka sebagai anggota dari bigbos


Sebelum beranjak pergi diapun berpesan kepada semua orang yang disana


"Kurung dia dipenjara bawa tanah, gembok dirinya dengan gembok besar dan setelah itu jangan lupa kuncinya berikan padaku, jangan membiarkan dia lolos karena jika dia lolos, kalian tau kan akibatnya". Tuturnya panjang lebar


"Oh ya, jangan lupa jasad papaku kalian makamkan dengan baik, jangan ada nama disana dan taburan bunga, cukup batu dan tanah saja". Ucapnya lagi lalu meninggalkan tempat itu

__ADS_1


Mereka pun mengambil mayat sang bigbos yang telah mati, kesedihan mendalam sangat menyeruak kediri mereka. Penyesalan pasti ada bahkan sebagian merutuki dirinya karena tidak melindungi sang tuan tadi, tapi apalah daya takdir berkata lain dan mereka mau tidak mau harus ikhlas.


Nextt


__ADS_2