
"KAK RAINAN!".Teriak syahwa dengan keras
"Aduuhh, kupingku". Rintihnya pelan sambil menjauhkan ponsel dari jangkauan telinganya, teriakan syahwa membuat telinganya sakit
"Halo kak rai". Ucap syahwa terdengar khawatir membuat pria itu mengulum senyum
"Iya aku disini syahwa, kau dimana? Kirimkan lokasimu aku akan kesana". Tukas pria itu
"Iya nanti aku kirimkan, kak rai gak papakan? kak rai tadi kemana?". Tanya syahwa
"Nanti saja dibahas, lebih baik kau kirimkan segera. Kau mau aku ketemu sama hantu?".
"Ah iya, maaf. Tunggu aku kirim. Bye". Ucap syahwa seraya memutuskan sambungan telfonnya dengan Rainan
Tak lama sebuah pesan masuk lewat ponselnya yang menandakan tempat syahwa sekarang. Pria itu segera bergegas kesana. Berlama lama ditempat ini membuatnya tidak nyaman.
"Tidak jauh, baiklah tinggal belok kanan ada persimpangan lalu lurus lurus saja". Gumamnya pelan masih melangkahkan kakinya
* * *
Sambil menunggu Rainan kedua sosok itu berbincang bincang.
"Oh jadi Rainan itu sahabat kecilmu ya? pantas banget akrab sekali" Ucap pria itu dengan ditanggapi anggukkan oleh syahwa
Pria itu tak lain adalah Reyhan yang kemarin syahwa cari cari tapi tak ditemukan sama sekali. Ingin menanyakan kemana ia seharian tapi malu, ia masih canggung dengan pria itu.
~Lucu ya, ketika dicari hilang gak dicari muncul sendiri. Batin syahwa
Reyhan daritadi penasaran dengan Rainan yang membuat ia cemburu. Bagaimana cemburu, Rainan lebih dulu mengenal gadis pujaannya.
Jadi, bisa ia pastikan bahwasanya Rainan lebih banyak mengetahui syahwa dibanding dirinya apalagi nama panggilan mereka berdua membuatnya semakin cemburu walaupun itu terkesan lebay dimatanya tapi tidak dengan hatinya, Rupanya ia juga menginginkannya tapi tak ia ucapkan ia juga sama malunya dengan syahwa.
"Kak Rey, Kok bisa ya ada dibangunan ini. Tadi aku tidak melihat kak Rey masuk". Ucap syahwa
Pria itu tersenyum menawan membuat syahwa terpesona aku terpesona memandang memandang senyumnya yang manis, lah kok nyanyi? Bernada thor wkwkwk
"Tadi aku tertarik dengan bangunan tua ini jadi aku beli tiket untuk masuk". Tukasnya pelan
"Oh, berarti Kak Rey tidak pernah masuk dibangunan tua ini? padahal bangunan ini cukup mencolok jika dilihat apalagi tidak pernah dicat".
"Iya aku tidak pernah masuk"
__ADS_1
"Sama ya berarti dengan kak Rai". Tutur syahwa membuat pria itu berdecak kesal
~Rainan lagi rainan lagi. aku kapan?.
"Iya".
Keduanya pun sama sama diam, kadang saling melirik dan tak lama rainan pun datang dengan nafas terengah engah ia berlari. Syahwa yang melihatnya khawatir.
"Kenapa berlari kak Rai? bukannya aku sudah kirim lokasi jadi santai saja jalannya". Tanya syahwa
"Hah hah hah"
"Tarik nafas, hembuskan. lakukan sampai nafas kak Rai tidak tersengal sengal lagi". Rainan mengikuti yang syahwa katakan padanya, tak lama nafasnya pun stabil
"Tadi aku dikejar hantu". Ucapnya membuat syahwa menyadari sesuatu, ya pria itu phobia dengan horor
>>Sebelumnya<<
Rainan berjalan lancar tak ada halangan, namun saat ingin berbelok ia mendapati kuntilanak buatan yang sedang cekikikan menakut nakutinya. Entah kenapa ketakutan tiba tiba tergambar diraut wajahnya, padahal tadi dengan PD nya ia berjalan seakan semuanya baik baik saja.
Ia terdiam kaku dan menahan nafasnya, mau buatan ataupun nyata itu sama saja, sama sama menyeramkan. Yang semakin membuatnya semakin bergidik ngeri adalah kuntilanak itu seperti menggendong bayi
Pikirannya teralihkan dengan yang dikatakan oleh sosok yang tadi menculiknya, Wajahnya tiba tiba berubah menjadi pias dan tak lama dari itu ia merasakan sebuah hembusan nafas menerpa dibagian lehernya membuatnya merinding disko.
"Huaaaaa, aku tidak mau menjadi suamimu. Dasar kuntilanak laknat". Teriaknya sambil menonjok kuat kuntilanak itu membuatnya langsung pingsan, tak menyia nyiakan kesempatan itu diapun langsung berlari sekuat tenaga berlainan arah
"Kenapa harus ada makhluk semenakutkan begitu sih". Gerutunya kesal, tapi kesalnya hanya sedikit dibanding takutnya. Ia gemetar ditempat persembunyiannya. Kayaknya...
"Huaaa salah tempat kenapa di ruangan mayat". Teriaknya saat menyadari dirinya bersembunyi didalam ruangan itu
Untung teriakkannya tidak terlalu besar. Diapun memutuskan untuk keluar dengan menyelinap. Tapi tak lama ada sesuatu yang berdiri ditempat tidurnya, Ya itu ma..yat
Sebenarnya hantu hantu itu manusia yang sengaja dijadikan sebagai penghuni dibangunan ini disetiap festival tahunan. Bagaimana tidak takut, mereka benar benar seperti nyata dengan riasan yang dibuat dengan sebaik mungkin.
Manusia manusia yang menjadi hantu itupun dalam hati tertawa melihat mangsanya yang ketakutan. Merasa tidak aman Rainan dengan segera berlari menuju pintu walaupun gemetar tak karuan.
Saat hendak mencapai gagangnya sebuah tangan menghalanginya. Lagi? Ia semakin frustasi saking takutnya ia tak sengaja melukai hantu hantu itu dan terpaksa mendobrak pintu dan akhirnya rusak.
"Akhhh, Dasar hantu hantu merepotkan". Tukasnya sambil berlari kembali ketempat kuntilanak yang masih pingsan
Ia meneliti ternyata yang digendongan kuntilanak itu boneka, tak lama dari itu muncul beberapa hantu mengejarnya dengan brutal iapun dengan segera berlari kencang menghindari mereka hingga sampai ketempat syahwa yang sedang menunggu dirinya.
__ADS_1
>>Selesai<<
"Buahhhaha, kak rai itukan cuma manusia kenapa harus takut?". Tutur syahwa tertawa membuat kedua pria dihadapannya menatap parasnya yang cantik
Merasa diperhatikan gadis itupun menghentikan tawanya, Ia menatap pria itu bukan bukan dia menatap para hantu yang berlarian kearah mereka.
"Ada apa?". Tanya Reyhan kepada syahwa yang seakan menatapnya sama dengan Rainan
"Kenapa kau menatapku?". Tanya Rainan
"Tidak dia menatapku". Tutur Reyhan
"Dia menatapku bodoh lihat saja manik matanya mengarah kepadaku"
"Apa katamu? Bodoh?".
"Iya emang kenapa". Sambil melemparkan pandangan sinis, keduanya sama sama menatap dengan tatapan permusuhan
Tak lama perdebatan itu semakin panas, hingga syahwa tersadar dengan kondisi, iapun segera menengahi.
"Kata siapa aku menatap kalian berdua?". Tanyanya penuh sinis sambil berkacak pinggang
"Kan kau menatap kearah kami".Ucap keduanya membuat syahwa tersenyum penuh makna
"Kalian berdua yang Bodoh, coba tengok kebelakang". Tukasnya, keduanya pun berbalik dan saling menatap
"Apa apaan itu". Ucap Reyhan, sedangkan rainan menatap kearah mereka tidak asing sangat familiar dan akhirnya...
"Huaaaa, haaa... annnt.. hantu itu!". Pekiknya lalu menarik tangan syahwa mengajaknya untuk berlari tidak memperdulikan reyhan yang masih bingung
Reyhan pun tak mau kalah mereka semua berlari tak karuan tidak terpisah namun ada mendahului seakan mengukur kecepatan
Sementara disisi lain, mereka yang ditugaskan untuk menjadi hantu tertawa terbahak bahak
"Mereka lucu ya, Mungkin kita dikira zombie yang kejar kejar lalu kita makan". Ucap salah satu diantaranya yang perannya sebagai sundal bolong
Lalu semuanya tertawa.
Sementara disisi lain terjadi aksi tarik menarik antara Reyhan dan Rainan sedangkan yang dijadikan bahan rebutan adalah syahwa
"KALIAN!". Bentak syahwa yang tidak tahan lagi
__ADS_1
* * *
Next..