CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
14 Fourteen


__ADS_3

#14


"Perasaanku gak enak". Papar syahwa dengan pikiran pikirannya


"Ada apa?". Tanya sea


"Entah, aku tiba tiba kepikiran Papaku, sepertinya telah terjadi sesuatu". Ucapnya dengan nada yang gelisah


"Heem, tenanglah semoga gak ada apa apa, ini hanya firasat kamu kok, atau kamu lagi gak enak badan?". Kata Sea menenangkan


"Mungkin aja Wa, kamu kan juga belum terbiasa dengan angin malam, mungkin kamu masuk angin yaudah yuk kita balik aja". Tutur Yuria yang ditanggapi Vio dengan anggukkan


Memang ada benarnya ucapan yuria, tapi kali ini insting nya berkata lain, sesuatu telah terjadi tapi dia tidak tau itu apa, Kala itu dia hanya mengingat papanya. Segera dia menutupi kecemasannya dengan raut wajah yang tenang


Mereka pun kembali keasrama mereka, sebelumnya mereka bertemu dengan senior yang sangat dikagumi dua wanita itu (Vio dan Yuria) mereka bahkan histeris dan memperbaiki penampilannya memang wanita kalau sudah melihat yang tampan pasti centilnya gak main deh, sementara Sea biasa biasa saja dengan senior itu, entahlah Sea seperti Syahna tertutup dan misterius.


"Yaudah aku nginap bareng kamu aja Wa". Ucap Sea dengan nada pengertiannya, seolah tau apa yang dirasakan oleh syahwa


"Kalau aku pulang ya, soalnya lagi ada tugas belum dikerjain takut dihukum sama senior ganteng". Ucap vio dengan nada manjanya


"Akupun tapi nginap diruangan aku ya Vi, biasa". Tutur yuria sambilkan mengedipkan sebelah matanya, vio yang melihat itu tak kalah centilnya


Ruangan Yuria diasrama yang sama hanya saja dia dinomor 89, berbelok kearah kanan dibagian depan paling ujung kedua itulah ruangannya. Sedangkan sea diruangan nomor 90 dekat dengan Yuria ujung bagian pertama.


"Cih, bilang saja mau ceritain Senior itu kan?".Cibir Sea


"Hehe, sea tau aja, yaudah kita pergi dulu ya, bye mama jutek bye Wa sehat sehat ya". Ucap vio dan sea sambil melambaikan tangannya kepada gadis yang menatapnya dengan tatapan dingin


"Yaudah yuk!". Ajak Syahwa sambil mengambil kunci yang yadi diselipkan di tempat tertentunya, keduanya pun masuk kedalam bilik milik syahwa


***

__ADS_1


"Putri muda, apakah hal ini perlu di beritahukan kepada nona muda?". Tanya inisial A yang merupakan Anton partner Sikembar ketika membunuh si Cakra, selingkuhan mamanya


Syahna pun berpikir sejenak, diapun menggeleng


"Jangan! Kakakku sangat cengeng dan nekat, kalian tau maksudku kan?". Kata Syahna dengan Cemas


"Baik, kami paham kami akan merahasiakan ini, tapi_".


"Aku tau, inilah yang kupikirkan tadi, kembalilah beristirahat aku akan memutuskan apa yang harus dilakukan besok". Ucapnya seraya meninggalkan Anton yang ikut cemas melihatnya


Syahna ada diindonesia? Yes. Setelah dia bermondar mandir didalam biliknya, ketenangan tidak ada padanya dan dia sadar akan hal itu. Kegelisahan dan kecemasan menghantuinya ditambah kecurigaannya yang semakin membuncah memenuhi otaknya walaupun sesering mungkin ditepisnya tapi tetap saja dia tidak bisa berdiam diri, menurutnya sesuatu yang besar akan terjadi.


Ketika dia berhasil menyelinap pergi tanpa sepengetahuan penjaga dan pasha, Syahna menyamar dan menaiki Helikopter milik seseorang yang kala itu tempat tujuannya adalah sama dengan syahna, segala bujuk rayunya pun berhasil membuat sang pemilik Helikopter merasa kasihan dan sedih dengannya, apa yang dilakukannya? Aku tidak tau hanya dia dan pemilik helikopter itu yang tau apa yang dilakukannya.


Perjalanan sangat cepat dan mereka sampai dalam tempo yang singkat, bahkan perkiraan syahna akan sampai esok hari namun dugaannya salah, malah helikopter ini lebih cepat dari pesawat yang ditumpanginya lusa yang lalu dan berakhir dihari esoknya.


Terbukti benar bahwa firasatnya tidak baik baik saja saat ini, dilihatnya mansion yang sepi tanpa berpenghuni hanya bi marni yang ada disana yang sudah siap di introgasi oleh syahna.


Bi marni yang melihat kedatangan Syahna yang tiba tiba itu terlonjak kekagetan, dengan segera syahna memberinya isyarat untuk mendekat, bi marni pun paham dan segera mendekat dengan segera syahna membawanya kedalam bilik Rahasia


Syahwa yang menyimak cerita dari bi marni semakin gelisah dan cemas, Firasatnya semakin menjadi jadi tak karuan. Setelah bi marni menceritakannya diapun segera mempersiapkan hasil lab nya di minggu lalu saat sedang melakukan pengujian membuat Racun dan racun yang dibuatnya dijadikan serbuk agar tidak tumpah dan botol yang dijadikannya penawar adalah botol yang ditemukannya diruangan lab.


Lengkaplah sudah, Kali ini buatan tangannya membuahkan hasil. Melihat buatannya berhasil melukai lawannya dia bersorak dalam hati dalam artian dia sukses membuat racikan yang tidak pernah orang racik.


Tapi.. Satu hal yang sangat membuatnya murka ketika dia telah sampai disana dia dihadapkan dengan kepala yang terlempar entah dari mana asalnya dia mengenal orang itu, terlemparnya kepala itu merupakan tamparan keras baginya


"PAPA". pekiknya dengan histeris melihat sang kepala yang hanya ada kepala tanpa anggota tubuh lainnya


Cukup lama menatap kepala tanpa tubuh itu menangis dan bahkan menyesal meninggalkan papanya, ocehan ocehan tidak jelas dikeluarkan dari mulutnya sampai disaat dia mendengar suara tertawa dari arah depan diapun mengelap air matanya.


Tatapan sedihnya kini berubah menjadi tatapan sangar dan mengerikan. Dia menatap tajam kesumber suara berjalan perlahan meninggalkan kepala tanpa anggota badan itu, Ya benar. Tak bisa dipungkiri Ferasatya Wijaya Djiningrat telah meninggal dunia.

__ADS_1


Sampai disana dia menatap Toy yang sedang tertawa terbahak bahak sampai syahna sendiri yang menghentikan tawa membahananya itu dengan tangannya sendiri, dengan serbuk racun Racikannya.


Pikirannya sedang kalut sekarang, dia ingin memberitahu kepada kakaknya, syahwa. Tapi dia juga takut kalau syahwa akan mengamuk bertindak seenaknya, bahkan tadi saja membuatnya murka dan langsung menyerang musuh begitu saja dengan pedangnya tanpa strategi dan pemanasan terlebih dahulu. Disisi lain kalau syahwa tidak diberitahu yang terjadi pasti perselisihan terjadi dan mereka akan bermusuhan dan ini yang tidak diinginkannya


Syahna merasa stress sendiri akhirnya. Dia kalang kabut dengan pikirannya mengenai syahwa, dan akhirnya pun dia hanya menghela nafas panjang karena sudah menemukan jalan keluarnya. Ya, dia tidak akan memberitahukan kepada kakaknya itu, biarlah waktu yang akan menjawab semuanya kalaupun nanti mereka bermusuhan tidak mengapa bagi syahna ini adalah petualangan baru, menjadi diri sendiri tanpa melibatkan orang lain.


Ditatapnya perban yang sudah diobati oleh Anton tadi. Iya, Syahna mendapat goresan luka saat Toy menyerangnya membabi buta walaupun itu satu sayatan.


Serangan itu mampu membuatnya sedikit kewalahan dan membuka celah bagi toy yang kala itu tampak didepan matanya dengan segera ditebasnya sedikit kulit putih itu, setidaknya dia tidak malu waktu itu bisa melukai seorang wanita. Ternyata pedang tumpul itu mampu memperdalam luka syahna dengan serius dengan segera diantisipasi oleh Anton.


***


-> Keesokan harinya


Syahna duduk diruang tamu, menunggu datangnya Anton, yang dipikirkannya saat ini adalah apakah dia kembali ke paris ataukah menetap disini, tapi sepertinya dia akan kembali keparis melihat pesan terakhir Rahimahullah ayahnya yang akan memindahkan dirinya kenegara itu.


"Putri muda, maaf saya terlambat". Ucap Anton dengan raut yang bersalah


"Tidak mengapa, duduklah". Pinta Syahna


"Aku sudah katakan sama seperti sebelumnya, kita tidak perlu memberitahukan kepadanya". Tuturnya


"Tapi putri muda_".


"I know, tidak perlu khawatir aku akan menanganinya nanti". Sela syahna dengan memandang jauh keatas


Anton pun mengangguk, ketika hendak pergi syahna menghentikannya


"Tunggu! Apakah jasad papaku sudah dimakamkan?". Tanya syahna


"Sudah putri muda, inilah alasan saya terlambat karena menghadiri pemakaman tuan besar". Jawabnya sedih sekali

__ADS_1


"Oke, terimakasih aku akan mengunjungi makamnya". Kata syahna sambil berdiri meninggalkan anton


>>Bersambung


__ADS_2