CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Puzzle, Kecepatan dan insting (Level 3)


__ADS_3

"Puzzle?" Gumaman kecil berhasil keluar dari mulut syahwa, Ada tanda tanya besar dikepalanya.


Kepingan Puzzle yang ia dapat mungkin adalah sebuah petunjuk, tapi dimana yang lainnya? Mungkinkah bersembunyi ditempat lain?. Dia menatap keseluruh penjuru goa ini dan menyorotkan senternya.


Semua teman temannya sibuk dengan kerjaannya, syahwa memperhatikan dengan teliti setiap yang dilewatinya, kepingan puzzle pertama masih ia pegang. Ia terus berjalan menghiraukan teman temannya yang juga sibuk.


Dan..


Gadis itu menemukan sebuah dinding yang berbeda dari dinding lainnya. Dinding itu memiliki kotak segitiga yang bergaris garis, semacam kotak puzzle dia berhasil menebak, ada 10 puzzle yang menghilang dan sepertinya harus dicari


Ia meneliti kepingan pertama yang ia dapat, menempelkannya sesuai dengan perkiraannya. Dan benar saat itu cahaya menyilaukan keluar dari kepingan puzzle, ada gambar disana tapi entahlah itu gambar apa. Yang lebih jelasnya, Syahwa mengerti harus mengumpulkan puzzle yang menghilang dan memasangnya disana.


Semua temannya terpaku melihat cahaya yang dikeluarkan oleh kepingan Puzzle itu, mereka berlari kearah syahwa yang masih takjub itu, dia sedikit bingung juga


"Cahaya apa itu syahwa?"


"Eh anu itu.. Semacam puzzle".


"Puzzle?"


Syahwa mengangguk kemudian berkata,


"Ia aku sudah menemukan petunjuk sepertinya kita harus


mencari kepingan puzzle lainnya, mungkin saja ini adalah pintu agar kita masuk ke stage selanjutnya. Aku begitu terkejut saat melihatnya. Apa mungkin goa ini peninggalan orang dizaman dahulu?".


"Sepertinya benar, lihatlah aku menginjak satu kepingan puzzle". Celetuk nadin lalu memasang puzzle yang ia dapatkan dan berhasil puzzle itu kembali bercahaya.


Mereka semua takjub dengan cahaya itu yang berwarna keemasan tapi setelahnya cahaya itu kembali meredup. Dengan segera mereka mencari kepingan puzzle lainnya, 8 puzzle tersisa duanya telah terpasang.


Setelah selama beberapa menit mencari, tinggal satu kepingan puzzle lagi harus cari. Kelompok kedua telah menyusul mereka, Alhasil kedua rombongan itu bertemu di level ketiga ini.


"Kita bertemu dengan kelompok kedua". Seru nadine


"Mari bersembunyi". Ajak William, bagaimanapun aturan game adalah bersembunyi bila bertemu dengan rombongan lain. Mereka masuk kesebuah ruangan yang gelap cukup untuk mereka semua. Mereka diam saja mendengar pembicaraan mereka, tidak berniat untuk berbicara.


Syahwa juga sudah mendapatkan kepingan puzzle yang terakhir, namun akhirnya dia kesal karena rombongan itu tiba sebelum waktunya. Padahal dirinya sedikit lagi menempelkan puzzle itu, eh dengan sigap putra langsung menariknya dengan cepat dan bersembunyi.


Diluar kelompok yang barusan datang itu kebingungan, tidak ada jalan lain jadi harus kemana?


"Kita harus kemana?"


"Aku juga tidak tau"

__ADS_1


"Lihatlah aku menemukan jejak kaki". Seru temannya


"Sial". Cebik William kesal


"Itu berarti kelompok pertama juga sudah sampai disini, tapi dimana mereka? Apakah sudah mendapat petunjuk?"


"Sepertinya ada sesuatu yang tersembunyi dalam Goa ini.. Mari kita kita cari teman teman". Seru sang kapten


Untungnya ruangan yang kelompok syahwa tempati ditempat yang agak jauh. Dan pintu itu tersembunyi, syahwa mengintip dicelah memastikan bahwa kelompok itu tidak menuju kearah mereka. Hanya membutuhkan dua langkah saja ia perlu memasang puzzle itu


Ia mencoba memperhitungkan segala resikonya, Ia akhirnya tersenyum.


"Teman teman, aku akan memasang puzzle ini kalian tenanglah, aku akan berusaha untuk tidak ketahuan akku hanya butuh dua langkah."


"Tapi bukankah setelah itu puzzle yang menyatu akan bercahaya?".


"Benar juga"


Syahwa membenarkan, hingga akhirnya..


"Aku punya rencana.. Aku akan dahulu berjalan kesana setelah itu kalian menyusul. Jika sudah lengkap maka puzzle ini akan aku pasang dan kalian harus masuk dengan cepat.


Soal cahayanya, aku tau mereka akan menyadarinya, dengan itulah aku menyuruh kalian untuk berkumpul didepan pintu itu sebelumnya dan setelah apa yang terjadi kalian masuk dengan cepat. Aku yakin puzzle ini akan kembali seperti awal, menghilang dan mereka harus mencari nya lagi".


"Wah ide bagus, ayo kita lakukan. Matikan senter kalian".


Pintu itu berbunyi keras bergeser keatas semua kelompok pertama mendapati itu segera masuk. Alhasil sebelum kelompok dua sampai pintu itupun kembali tertutup dan seperti perkiraan syahwa puzzle itu kembali seperti semula


"Apa apaan itu? bukannya tadi cahaya aneh itu sumbernya dari sini? Kenapa menghilang?". Seru sang kapten


Mereka pun meneliti ruangan itu tapi tak terjadi apa apa. Mereka tidak menyadari pintu yang syahwa dapati. Hanya mata Jelly lah yang bisa mendapatkannya dan menebak


Disisi lain Kelompok satu akhirnya bernafas lega dan tidak didiskualifikasi karena bertemu dengan kelompok itu. Belum sejenak bersantai mereka dikejutkan dengan banyaknya kerangka manusia yang berserakan dimana mana


"Ya ampun kita gak salah tempat kan? Iiittt..uu.. itu kerangka manusia". Seru Nadine


"Lebay banget sih jadi cewe".Cibir yuria


"Apaan lo, Baru bicara aja songongnya Nyesel gue satu kelompok dengan lo".


"Sudah deh, jangan mulai lagi. Sekarang kita harus berpikir jebakan apa lagi selanjutnya yang kita lewati. Kita dikelilingi oleh kerangka manusia.". Sahut sabrina


Syahwa diam, otaknya sedang berkeliaran kemana mana, ia menatap setiap dinding dan melangkah maju ditengah tengah tengah kerangka itu.

__ADS_1


Saat dirinya berhenti, mata tajamnya menangkap sesuatu yang bahaya. Telinganya mendelik tajam, menangkap perangkap baru


Sebuah anak panas meleset kearahnya dengan kecepatan tinggi, dengan sigap ia menghindar. Belum juga menarik nafas satu kali saking terkejutnya, beberapa anak panah lainnya menyusul.


Mereka yang melihat syahwa pun terkejut bukan main, Syahwa akhirnya menerima tantangan itu


"Apa apaan itu".


"Ituuu.."


"Perangkap mematikan, Apakah aku akan melakukan hal yang sama?"


"Sepertinya begitu, kita semua akan merasakannya".


15 menit berlalu akhirnya syahwa berhenti dengan nafas tersengal sengal dia maju terus kemudian berkata


"Dengar!". Teriaknya


Semua pun menatapnya dengan takjub


"Dia berhasil". Seru Nadin senang


Syahwa tersenyum, kemudian iapun berkata


"Kalian semua akan merasakannya, Tujuannya untuk melatih kecepatan dan insting kalian".


"Kecepatan dan insting?"


"Benar! Dalam menghadapinya perlu konsentrasi yang penuh. Aku sarankan, jangan sampai terkecoh dengan apapun. Anak panah ini terbuat dari gabus, Jadi tidak mungkin kalian berdarah. Jalur keluarnya untuk stage selanjutnya ada didepan kita, Silahkan yang ingin mencobanya".


Sabrina maju sesuai dengan yang syahwa katakan tadi, Ia melompat, menunduk, menangkap anak panah lalu menjatuhkannya, berguling dan lain sebagainya. Olahraga ini membuatnya senang


"Yah mengandalkan kecepatan dan insting".Gumamnya


Tak lama kemudian ujiannya pun berhasil ia bertos ria dengan syahwa karena berhasilnya


"Thanks, Kamu yang terbaik". Tukasnya sambil melemparkannya senyuman manis


"No, We are the best"


Para lelaki pun tidak ingin kalah, Mereka segera mengikuti pelatihan itu. Keringat membasahi wajah dan tubuh mereka. Pelatihan ini membuat mereka senam jantung bukan main. Kecepatan anak panah membuat gerak tempo mereka kian semakin cepat


"Tersisa aku,,,,aku gak yakin". Ujar nadin

__ADS_1


* * *


Nextt..


__ADS_2