
Siang ini Reyhan bersiap siap untuk pergi kebandara sebab dirinya diperintahkan untuk kembali kemarkas cabang menyelesaikan sesuatu masalah disana
Pria itu menuju keruangan syahwa berniat untuk berpamitan kepada gadisnya, Entah mengapa perasaannya tidak begitu enak saat ini. Diruangan itu Reyhan segera masuk mendapati Syahwa yang tengah berbicara dengan Rainan
Pembicaraan itu berhenti tatkala kedua insan itu menyadari kehadiran sosoknya yang sudah berpakaian lengkap, Dengan tersenyum pria itu melangkahkan kakinya mendekat
"Kak Reyhan".
"Rey?".
"Kenapa? Apakah aku mengganggu kalian berdua?". Ujarnya dengan sedikit cemburu
"Tidak ada, kami hanya membahas sedikit pekerjaan dan game kemarin". Ucap syahwa tak sepenuhnya berbohong
Pria itu mengangguk menanggapi, Syahwa merasa heran
"Kenapa menatapku seperti itu?". Ujar Rey lagi menatap kegadisnya penuh cinta
"E-eh Anu nggak. Nggak, aku cuma heran saja. Sepertinya kak Rey mau pergi". Ucapnya gugup
"Aku keluar bentar mau cari toilet soalnya kebelet". Ujar Rainan lalu pergi meninggalkan kedua insan yang saling menatap itu, keduanya sempat menoleh Namun kembali terdiam
Setelah Rainan pergi suasana terasa canggung, terlebih lagi Reyhan yang terdiam lama seakan ingin menyatakan sesuatu namun terasa berat diucapkan melalui lisan. Pria itu menghela nafas panjang dan menghempaskannya dengan kasar, meraih tangan Syahwa yang menyatu dipangkuannya
Ia memegang erat tangan itu, merasakan lembutnya kulit syahwa.
"Aku akan pergi". Ucapnya dengan lirih
"Mau kemana?".
"Aku hanya sebentar kok, selesai ini aku akan kembali".
"Yang jelas kak Rey". Ujar gadis itu tak sadar air matanya menetes
"Hey Kenapa menangis? Aku cuma menyelesaikan satu masalah dimarkas cabang dan kembali lagi kesini, Hanya saja.."
"Hanya saja? Kamu gelisah akan sesuatu?". Tukas syahwa
"Kamu benar, Perasaanku tidak baik baik saja. Aku khawatir akan jauh darimu, aku merasa kamu akan meninggalkan ku". Cetus Reyhan membuat syahwa takut
"Tidak, Aku yakin kau baik baik saja. Aku juga tidak akan meninggalkan mu, aku akan menunggumu disini". Jawab syahwa
Pria itu tersenyum, Kemudian mengeluarkan sesuatu dari bajunya. Sebuah gelang yang ukirannya sangat indah, Tertulis nama Reyhan dan Syahwa digelang itu. ia memakaikan gelang itu ketangan syahwa
Mata syahwa berlinang air mata, Sekarang perasaanya tidak begitu baik
__ADS_1
"Aku pergi dulu, Jaga dirimu baik baik". Ujar Reyhan juga ikut menitikkan air matanya
Reyhan mencium puncak kepala syahwa dengan lembut Dan tenang, sedangkan gadis itu masih menitikkan air matanya merasakan bibir itu menyentuh dahinya dengan kasih sayang
Setelah itu Reyhan pergi sambil mengulum senyum kearah syahwa, gadis itu membalas.
"KAK REY". Teriaknya membuat langkah Reyhan berhenti dan berbalik
"Cepatlah kembali, Aku mencintaimu". Ujarnya seketika itu pula Reyhan memancarkan senyumannya dengan tulus
"I love you too".
~Bukan aku yang meninggalkanmu, Kurasa kau yang akan meninggalkanku langkah kakimu yang menjauh membuat perasaanku tidak baik baik saja. Aku rasa bukan hanya sementara tapi selamanya. Semoga firasatku benar benar salah. Batinnya sedih melihat langkah kaki Reyhan yang semakin lama semakin menjauh dari pandangan matanya
* * *
"Jaga dia baik baik".
"Kayak mau mati aja lo bilang kayak gitu ke gue". Cetus Rainan
"Gue serius, perasaan gue benar benar kacau. Gue ngerasa.."
"Percayalah, semua baik baik saja. Gue akan jaga wanita lo sampai lo balik gue pastiin dia baik baik aja, Asal lo gak lama aja".
"Ok, Thanks bro. Gue jalan dulu". Kata Reyhan lalu pergi lagi
Mobil melaju dengan cepat, tak terasa 30 menit lamanya duduk didalam mobil akhirnya mereka sampai juga. Pria itu mengambil tasnya menuju tempat pengambilan tiket pesawat dan sebelum 10 menit pengumuman untuk penumpang pesawat xxxxx segera menuju kelokasi dimana disana pesawat telah stand by dan bersiap untuk berangkat
Hati pria itu was was, Ini bukanlah pertama kalinya ia naik pesawat bahkan berkali kali tapi hatinya semakin tidak enak. Disela sela tangga yang ia injak ia berbalik menatap lapangan luas itu
"Cuaca sangat buruk". Gumam seorang pramugari menatap awan yang mendung, Ucapannya sempat didengar oleh Reyhan. Batinnya berkecamuk
* * *
"Kamu gak papakan Wa?
"Iya gak papa".
"Makanlah".
"Aku kenyang"
"Wa, Kau harus makan".
"Aku kenyang kak Rai"
__ADS_1
"Kau merindukannya?".
Gadis itu bungkam
"Dia baik baik saja kan?.
"Iya dia baik baik saja"
"**-tappi kenapa dia tidak membalas pesanku? Cuaca buruk hari ini, sedikit lagi hujan. Info Bmkg mengatakan akan terjadi badai hujan dan petir. Kak Rai aku tidak tenang". Ujar syahwa gelisah hatinya tidak tenang, Ada perasaan khawatir yang mengerubutinya. Padahal tadi dia masih tertawa saat berhasil mengerjai hacker itu
"Tenanglah syahwa".
"Aku_".
*Selamat siang para pemirsa, Kembali bersama saya... Kali ini saya akan menyampaikan sebuah berita yang baru baru ini terjadi. Sebuah kecelakaan pesawat inisial xxxxx dengan jumlah penumpang 143 dengan jadwal maskapai penerbangan kota X-H terjatuh dan meledak diperairan dekat kota H, Evakuasi telah dilakukan oleh Tim SAR. Selama ini sudah ditemukan 13 korban Jiwa dan dua lainnya mengalami luka luka, berikut ini daftar nama penumpang yang belum ditemukan....Baiklah sekian dari saya, sampai bertemu lagi diberita selanjutnya, GTC6 melaporkan...*
"Itu.. "
Bak disambar petir disiang bolong, berita jatuhnya pesawat tersebut menghebohkan sekaligus mengejutkan satu markas. Pesawat itu adalah yang ditumpangi Reyhan semua menonton berita itu dengan hati yang teriris, terlebih syahwa yang terlihat sangat shock,
Apalagi Saat melihat daftar daftar nama penumpang yang belum ditemukan tertulis nama Reyhan Syamsurya disana. Dirinya memastikan nama itu tidak salah dan dia benar tidak salah lihat.
Dirinya histeris saat melihat foto para penumpang yang dimunculkan satu persatu, terlihat reyhan yang tersenyum manis disana sama dengan pakaian terakhir kalinya yang syahwa lihat
Ia berlari mengambil sebuah kunci mobil yang menggantung dipos security, lalu memakai mobil yang entah milik siapa, ia segera menuju bandara.
Sesampainya disana bandara telah ditutup karena kasus tersebut, Syahwa tidak kehabisan ide diapun menelfon antony untuk mengirimkan jet pribadinya secepat mungkin
Penampilan gadis itu terlihat acak acakkan, Baju panjang dan rok selutut rambutnya diikat asal
"Arrghh, Kenapa lama sekali". Pekik Gadis itu tidak sabaran, Tak sadar air matanya mengalir deras namun ia abaikan
"Kak Rey, kau berjanji padaku kau akan kembali".
~Kau berbohong, aku membencimu.
"Kak Rey, Aku yakin kau masih hidup. Kau tidak mungkin mengingkari janjimu".
Tak lama sebuah mobil menyusulnya, didalam mobil itu ada ketua Syam dua jenderal, Bagas, Rainan dan Azmin. Rainan segera menghampirinya dengan keadaan yang khawatir
"Syahwa"
"Kak Rai, Dia berbohong. Dia berjanji akan kembali namun nyatanya dia pergi meninggalkanku aku membencinya". Ucap syahwa menangis dipelukan Rainan, memukul mukul dada bidang Rainan yang terlihat pasrah, ingin bicara tapi Dia tidak tau malu bicara apa.
Dirinya juga masih shock dengan berita itu
__ADS_1
* * *
Next...