CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Aku mengenalmu, gadis kecil


__ADS_3

Malam tiba, kini saatnya untuk membumihanguskan seluruh sekte tersebut tentunya dengan ribuan murid yang kini bersembunyi dibalik hutan menyaksikan ribuan orang yang kini berkumpul dibawah sana. Sesuai dengan ciri khasnya dengan penutup kepala berbentuk kerucut dan diberi lubang dibagian mata, ribuan orang juga menatap mereka dengan ekspresi yang berbeda beda.


Ribuan VS Ribuan, hal yang belum dapat dipastikan bahwa pertempuran ini akan dimenangkan oleh siapa. The klan juga memiliki ribuan anggota begitupun sebaliknya, mereka menunggu perintah dari pemimpin kapan akan menyerang namun sepertinya belum ada aba aba mereka hanya terdiam dalam kegelapan menatap orang orang aneh tersebut


Sampai pada saat seseorang dari the klan muncul dengan ditandu oleh beberapa orang sambil membawa papan salib yang sepertinya memang sudah disiapkan entah untuk apa tapi sepertinya itu adalah ritual yang dimaksud syahwa


Sosok tersebut diduga sebagai pemimpin sekte sesat, terlihat mereka semua bersujud hormat setelah sosok tersebut datang. Sosok itu berbicara kepada kaumnya entah berbahasa apa namun sepertinya sangatlah penting


Dibalik topeng yang menutupi wajahnya, sosok itu menatap ribuan orang yang kini telah menjadi pengikutnya, setelahnya dia berbicara lagi kemudian seseorang mengangkat tangan menuju kearah salib dimana ada dua penjaga disana yang ditugaskan entah untuk apa


Semuanya tidak luput dari pandangan anggota TNI yang hadir menyaksikan pemandangan ini hingga akhirnya saat orang yang tadi maju kini disalibkan dilumuri dengan minyak yang diduga sebagai bahan bakar


Menit berikutnya orang tersebut dibakar hingga hangus dengan disaksikan ribuan mata. Sepi, tidak ada yang berani bicara hanya terdengar suara angin malam dan hewan liar saat ini


Sementara disisi lain syahwa menyaksikan itu dengan ekspresi yang tidak biasa, dia mengira bahwa ritual itu hanyalah membakar salib satu fakta yang dia ketahui bahwa ritual tersebut menyertakan manusia didalamnya


"So, Semacam tumbal?". Kata syahwa yang beradu dengan pikirannya, sebab ritual ini seperti ritual penumbalan, ia melihat semua aksi itu dimana tadi orang yang dibakar seketika dikelilingi dengan obor sampai orang tersebut hangus


Sampai kemudian pemimpin mereka memberi peringatan kemudian tanpa aba aba segera memerintahkan mereka menyerang, beberapa orang dari the klan berlari sejauh mungkin namun dilain sisi tentara tentara itu tidak membiarkannya


Kini yang terdengar suara dentingan pedang yang beradu, panah panah yang melesat ke berbagai arah, bunyi tembakan pistol dan senapan tentunya semua itu milik pasukan militer. Dilain sisi juga the klan tak kalah jauh dari pasukan militer itu sebab kekuatan mereka lumayan dapat dikatakan sepadan, Mereka juga mahir dalam ilmu pedang dan menangkis panah panah yang menghujam ke arahnya.


Syahwa melawan beberapa dari mereka hingga terbunuh, dia mencari seseorang namun terhalangi oleh sesuatu.


"Jarum itu lagi". Gumamnya melihat senjata rahasia itu digunakan oleh orang asing


"Jangan lengah syahwa". Sarkas sosok pria yang sedang melawan salah satu anggota the klan dengan santainya ia menghunus pedang kelawannya hingga darahnya terciprat kemana mana bahkan mengenai wajahnya, namun pria itu menampilkan senyum menawan

__ADS_1


"Kak Bagas!!!". Ujar syahwa dengan nada terkejut, pasalnya selama ini ia tahu kalau lelaki itu dipindah tugaskan ke negara lain bahkan sebelum kejadian tragedi pesawat reyhan


"Kau baik baik saja kan?". Tanyanya


"I..iya".


"Aku tahu..maafin kakak yah yang sudah ngenalin kamu sama dia seharusnya saat itu aku gak perlu kekanak-kanakan hanya karena_"


"Gak ada waktu bicarain itu kak, sekarang kita harus membunuh mereka semua". Ujarnya mengalihkan pandangannya keseluruh penjuru arah


Bagas mengangguk setuju, keduanya pun kembali fokus dengan lawannya.


Syahwa dan dirinya memakai pedang untuk bertarung, terlihat begitu lihai bahkan serangan bertubi tubi dilancarkan hingga musuh kewalahan menghadapi situasi tersebut


Syahwa tak kalah hebatnya dirinya bagai pedang iblis yang siap mencabut nyawa, ditangannya sudah ratusan yang terbunuh entah itu dengan cara terpenggal, tertusuk, ataupun tersayat. Aksinya menjadi sorotan publik terlebih cipratan darah darah musuh memenuhi tubuhnya


Syahwa tak memedulikan itu semua, dia tak mungkin lengah saat ini musuh begitu banyak dan dirinya mencari sosok lain yakni pemimpin sekte tersebut ada hal yang begitu ingin ia pastikan. Matanya mencari cari dan menemukan bahwa pemimpin sekte the klan mengawasi pertempuran tanpa minat ikut bergabung


"Bagaimana aku bisa berbicara dengannya, dia tidak mengerti bahasaku akupun sama". Gumamnya berpikir beberapa saat


Tanpa diduga kini pemimpin sekte berada tepat dihadapannya dengan mengalungkan pedangnya dileher syahwa


"****!!! Bagaimana mungkin aku ceroboh, Bodoh!!!". Gerutu syahwa kesal


Sosok itu menyuruh syahwa untuk menuruti keinginannya, tidak ingin mati konyol syahwa pun mengiyakan, satu hal yang ia sadari sosok itu mengerti apa yang ia katakan. Tersenyum penuh arti syahwa akhirnya memiliki rencana, namun sebelumnya ia tidak tahu akan dibawa kemana sebab saat ini ia seperti di culik


Beberapa saat kemudian kini tujuannya adalah sebuah tanah yang mengotak tempat salib tadi ditancapkan, sosok tersebut berteriak dengan lantang syahwa hanya bisa pasrah saat ini pedang tersebut begitu dekat dengan lehernya, ditekan sedikit pasti lehernya berdarah. Bisa saja ia membalikkan serangan namun ada satu hal yang menghalanginya dan tidak mungkin ia beberkan

__ADS_1


"Dengar! Aku adalah tuan ditempat ini. Kalian adalah sampah yang entah datang darimana. Berhenti menyerang atau gadis ini aku bunuh"


"Ck, sampah katamu? Siapa yang lebih sampah dari sampah?.


"Cih, manusia seperti kalian itu hanya paham aturan negara dan taat kepadanya. Kalian datang ketempat yang salah karena kami tidak mengikuti keduanya, kutekankan sekali lagi berhenti atau gadis ini kubunuh". Ujar sosok tersebut meremehkan


"Bunuh saja, dia juga tidak ada gunanya". Ujar beberapa orang yang tidak suka kepada syahwa


"Hmm banyak juga yang membenciku". Batin syahwa


"Rupanya mereka tidak memedulikan dirimu". Ujar sosok itu kepada syahwa


Syahwa tak menanggapi matanya melirik sosok pria yang menatapnya khawatir. Reyhan, ada apa dengan pria itu?


Hatinya berdebar kencang, mengapa tatapan itu menyiratkan kekhawatiran. Dia ingin melupakan pria itu, namun tatapan itu mengingatkan dirinya dimasa lalu membuat hatinya ragu, keputusan untuk menutup hati apakah sudah tepat?


Lama ia berperang batin, iapun tersadar dan matanya menatap sekeliling masih dalam kondisi yang sama


"Kau lihat kan, bahkan tidak ada yang peduli tentangku, ngapain repot-repot melakukan ini semua?". Ujar syahwa dengan nada datar


"Hahaha yah begitulah... but aku gak bodoh gadis kecil". Timpalnya menampilkan senyum penuh arti


"What happened?".


"Kamu mirip seseorang yang aku kenal".


Tentu saja hal itu membuat syahwa terkejut dan penasaran. Apakah ini ada hubungannya dengan jarum akupuntur? Mungkin saja, sebab Jarum itu tidak serampangan diperjualbelikan terlebih hanya diperuntukkan keluarga wijaya djiningrat dan anggota kelas elit

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2