CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
He's Guy?


__ADS_3

Tak lama kemudian, suara mesin mobil menderu mendekati bangunan tua dengan kecepatan yang normal (Agar tak menimbulkan kecurigaan), disana syahwa menunggu kedatangan mereka sambil bermain ponselnya


Semua datang dengan tepat waktu, membereskan dua penjaga yang berbadan kekar lalu membersihkan jejak jejak yang ada, mengetuk pintu dan melihat mantel syahwa yang sudah dipenuhi noda darah.


Mereka sedikit tercengang dengan aksi brutal gadis manis itu, Mayat yang mereka lihat tidaklah lagi utuh. Kulitnya terkelupas, mata satu hilang, sayatan disekujur tubuh sangat dalam, kakinya terpisah dari tubuhnya, dan yang lebih menyeramkan lagi isi perutnya sedikit terburai keluar


~Nona muda sepertinya sangat kesal hingga kuping gadis ini, iwhh dipotong. Batin Fani melempar pandang kearah Glenn yang kala itu bergidik ngeri melihat pemandangan dihadapannya


"Baiklah sedikit lagi, Bertahanlah". Gumam Glenn tak tahan untuk muntah, Pemandangan itu mengaduk aduk isi perutnya


Dia tidak pernah membunuh sesadis itu, Mungkin seperti Antony ya Antony tentunya mereka membunuh hanya dengan satu kali tarikan pelatuk atau satu tikaman dengan tenaga yang kuat atau satu gorokan dileher, itu saja. Mereka menyerang musuh dibagian vital agar mudah dibunuh. Glenn juga sempat mengambil beberapa foto untuk ia lihat lihat nanti.


Mereka tidak pernah melakukan yang seperti syahwa lakukan, Membuatnya seperti ah sudahlah dirinya tidak ingin berpikir macam macam lagi, takut isi perutnya akan keluar kan malu. Sungguh yang syahwa lakukan sangat membuatnya tertarik walaupun sedikit...


"Kak Glenn, Markas kalian dimana? Kok syahwa gak tau"


"Dekat saja nona muda, Bila nona ingin kesana silahkan beritahu saya". Jawab Glenn dengan sopan


"Oh gitu, Sebaiknya kak glenn pulang. Syahwa gak mau ketahuan sama para petinggi ataupun senior. Tetap lakukan seperti kalian datang tadi"


"Tentu nona, kami tidak akan membahayakan diri anda".


"Kak gak perlu terlalu formal, Aneh tau gak".


"Mana berani saya nona".


"Aihh, sama saja dengan kak Anton, sama sama menyebalkan". Dengan wajah cemberut ia meninggalkan semua orang yang berada disana, bahkan masih sempatnya ia meghentakkan kakinya seperti anak kecil, semua orang hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah gadis berusia 18 tahun itu.


"Nona muda menggemaskan sekali bukan?". Tutur fani


"Sangat menggemaskan, saking gemasnya pengen tak hiiiih". Balas Glenn tak kalah gemasnya dengan syahwa


"Lalu bagaimana dengan putri muda"


"Ah kalau itu aku tidak ingin. Sifatnya kaku dingin pula, gunung everest".


"Putri muda dan nona muda memiliki ciri khas sendiri. Mereka menjalani hidup dengan caranya sendiri dan menghiraukan yang tidak penting. Putri muda condong kesifat yang susah ketebak sedangkan nona muda selalu ramah tamah kepada siapapun, tapi aku rasa di markas ini nona muda sudah memiliki perubahan. Semenjak tuan besar telah tiada, dirinya sedikit kaku"


"Ia tapi tidak untuk keluarganya yang ia kenal, baiklah berhenti berbicara. Selesaikan semuanya dan segera pergi dari bangunan ini, aku takut ada seseorang yang memergoki keberadaan kita". Tukas Glenn yang sebenarnya masih merasakan mual, ia masih mengingat bayang bayang mayat yang mati dengan mengenaskan itu

__ADS_1


Ruangan itu bersih mengkilat, 3 orang terbunuh tanpa jejak, mayat mereka di hilangkan dengan cara mereka sendiri. Tidak ada bekas darah sepercikpun, ruangan diberi wewangian agar tidak bau amis dan semuanya selesai dengan baik.


* * *


Disisi lain, Yuria tengah mencari keberadaan Vio. Sikapnya semalam dengan pergi tanpa pamit membuatnya merasa bersalah, bagaimanapun mereka itu tetaplah sahabat. Dia harus minta maaf.


Tapi saat sampai diruangan milik Vio dia tidak melihat gadis itu dimanapun. Ia bahkan mencari disekeliling markas namun tak ia jumpai gadis cantik itu.


Ia menanyakan kepada semua orang namun jawaban yang didapatkan tetap sama, tidak pernah melihat gadis itu seharian. Ia kembali keruangan Vio, duduk disana dan memutar kembali kejadian semalam


Syahwa, Ya hanya syahwa yang belum ia temui hari ini. Mungkinkan Vio dan Syahwa sedang melakukan sesuatu? Mengingat rencana balas dendam yang akan vio lakukan. Ia keluar melirik pintu yang bersebelahan dengan pintu Vio.


Tok


Tok


Tok


"Siapa?,"


"Ini aku Yuria,"


Ceklek


~Ah, syukurlah aku sudah mengeringkan rambut, bisa berabe nanti kalau gadis itu tau aku habis keramas karena membunuh temannya. Sambil memainkan rambutnya


"Ada apa?".


"Emm, anuu apa kau lihat Viola hari ini?".


Syahwa diam sejenak lalu menggelengkan kepala


"Aku didalam ruangan seharian ini, karena kondisi badanku agak gak fit. Kemarin aku terlalu bersemangat dengan festival dan aku lelah. Jadi aku memutuskan untuk tidak keluar ruangan. Emang kenapa kau mencarinya? Aku tidak tau tentang kejadian apapun"


~Berarti, dia tidak bertemu vio hari ini, tapi bukankah vio ingin merencanakan sesuatu untuknya? kenapa gadis ini masih disini. Apakah Vio...


"Dia menghilang, aku tidak tau dia dimana seperti ditelan bumi. Ah sudahlah, sebaiknya aku pergi saja kau juga tidak tau bukan". Celetuknya sambil meninggalkan syahwa yang sekilas tersenyum tipis samar samar.


~Ya, pergilah. Kau mau mencari dari ujung dunia sampai lubang semutpun tak akan kau dapat. Aku membuat mayatnya tidak tertimbun tanah tapi membakarnya menjadi abu, lalu abunya ku larutkan dilautan.

__ADS_1


"Ah baiknya aku bersiap sebentar malam ada acara api unggun, pasti menyenangkan". Ucap syahwa sambil menutup pintu kemudian berlalu begitu saja


* * *


Tiga pria muda kini nongkrong diruangan milik Athar tak lain adalah Athar, Farhad dan Azmin hanya Rainan saja yang tidak ada.


"Rainan mana we". tanya Athar


"Mungkin lagi sibuk". Jawab Azmin


"Lah, biasanya gak tuh". Ucap Athar pria berparas tampan itu


"Ya mungkin sibuk thar atau mungkin masih tidur. lo tau sendirikan kemarin dia seharian terkurung di rumah hantu, ya pastinya lelah". Celetuk Farhad


"OMG ATHAR!". Pekik Azmin dengan histeris


"APAAN PE'A".


"Far, sini deh". Farhad pun mendekat, walau ia kesal dengan tingkah Azmin, Azmin berbisik membuat Farhad membulatkan matanya seketika, ia dan azmin menatap Athar dengan curiga juga menyelidik


Athar yang menyadari tatapan mata mereka itu bingung, Apa yang azmin bisikkan kepada farhad? apa dia melakukan sesuatu yang salah?


"Ada apa?". Tanyanya dengan heran


"Lo gay?". Bisik Farhad membuat Athar tersenyum kecut


"Ya ampun, serius? jadi benar yang mereka gosipin? Athar Gue gak percaya". Celetuk Farhad dengan nada terkejut


Pantas saja selama ini mereka berempat dijuluki Mr. Guy, Lah salah satu dari mereka penyuka sesama J*n*s. Athar Hanya terdiam sesekali menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia tau bahwa dirinya tidak normal.


Athar, memang dirinya selalu tidak suka dengan wanita. Entah sejak kapan ia merasakan penyakit bodoh itu, tapi dia tidak pernah melakukan sesuatu yang fatal dia hanya menyukai ya hanya sebatas menyukai tidak lebih dari itu, ia tau batasnya otaknya masih bisa dikendalikan masih jernih sejernih air jernih (Eh apa sih gak nyambung)


"Ceritakan, gue gak mau tau apapun. Gue mau penjelasan". Tukas Farhad, diam diam ia merencanakan sesuatu untuk pria itu.


Mau tak mau Athar menceritakannya juga disambut tatapan serius oleh kedua temannya


"Jadi gini..


kata author di next chapter, sudah sampai 1000 kata, hehehe bye". Ucapnya sambil berlalu meninggalkan kedua pasangan yang serius itu

__ADS_1


* * *


Next?....


__ADS_2