CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
The Saw dan Intestinal Crank


__ADS_3

Masih dalam posisi berdiri, tiba tiba sebuah rumah kusam muncul dihadapan mereka memberikan kesan menyeramkan bagi yang melihatnya. Mereka masih terdiam ditempat menatap satu arah


"Tunggu apa lagi? masuk kedalam rumah itu". Seru sosok pemilik dunia virtual itu


Tanpa menunda lagi ribuan murid itu segera memasukinya, sebuah tragedi keanehan pun terjadi. Rumah kecil memenuhi ribuan murid namun anehnya setelah memasukinya mereka terbagi dalam satu kelompok kecil seakan akan mereka sengaja dipisahkan dari ruangan lain. Mungkin rumah ini memiliki sebuah hubungan dengan sesuatu yang tidak baik


"Ah ini". Gumam syahwa yang sedikit terkejut dengan kejadian ini


Kelompok syahwa terdiri dari Veny, Rainan, Farhad dan dua anggota baru lainnya dikenal dengan nama zen dan zan dua saudara kembar. Mengingatkan syahwa kepada adiknya, Syahna mereka kembar hanya terpaut beberapa tahun.


"Suasana yang begitu menyeramkan". Tukas Veny menatap sekitarannya.


Kurangnya penerangan cahaya di tempat itu membuat penglihatan mereka terbatas. Didepan mereka saat itu terbentang sebuah lorong sempit. Mereka memutuskan menelusuri lorong tersebut.


Sampai diujung lorong mereka menemukan lorong yang bercabang. Sekarang mereka bingung akan mengikuti arah mana


"Akankah kita berpencar?". Tanya Zan memecah keheningan yang tercipta sebelumnya


"Sepertinya begitu, kita harus berpencar sangat sulit menentukan arah bila menemukan pertigaan seperti ini". Timpal Zen


"Tidak, jangan sampai berpencar aku memiliki firasat buruk". Tukas syahwa


"Ah benarkah, mungkin hanya firasat mu, sebaiknya kita berpencar agar dapat mempersingkat waktu, aku sudah lelah disini tapi perjalanan kembali kedunia nyata masih panjang ". Veny pun ikut berbicara


Setelah lama berdebat akhirnya syahwa harus menerima pilihan teman temannya tiga dari mereka kelorong kanan dan tiga dari mereka kelorong kiri. Syahwa berada dilorong kiri dengan Veny dan Zan sementara sisi kanan Zen, Rainan dan Farhad.


Setelah masuk cukup dalam kini mereka menemukan sebuah hal yang mengerikan, Tempat penyiksaan yang persis milik syahwa didunia nyata namun hanya sekilas karena yang disini lebih mendominasi. Bau amis seketika menyeruak ditempat itu membuat mereka bertiga susah menarik nafas. Bahkan untuk menelan ludah harus bersusah payah dulu.


Tempat yang menyeramkan dengan bau amis itu mendukung kengerian tempatnya. Ada beberapa alat yang tidak mereka ketahui salah satunya adalah The Saw salah satu alat yang ada dizaman dahulu. The Saw alias gergaji bukanlah gergaji mesin yang ada seperti sekarang, tapi gergaji manual biasa. Orang yang terpilih untuk disiksa dengan menggunakan gergaji ini pastinya adalah orang yang melakukan kesalahan besar.


Kematian yang diperoleh akan sangat lama dan menyakitkan. Pertama, korban akan digantung secara terbalik dengan kaki direntangkan dan tangan diikat. Ini membuat seluruh aliran darah akan mengalir ke kepala dan membuat korban tetap sadar selama disiksa.


Yang diberi tugaspun akan menyiksa dimulai menggergaji korban dari atas sampai ke bagian perut. Hanya sampai perut ini bertujuan agar korban masih tetap hidup dan merasakan rasa sakit yang luar biasa.


Sementara disisi lain syahwa menemukan alat penyiksaan yang menarik dari The Saw, sama sama terbuat dari kayu hanya saja cara penyiksaannya berbeda, syahwa melihat alat ini seperti pengetahuan pengingatnya berfungsi bagaimana seseorang itu disiksa dengan cara yang menyeramkan

__ADS_1


"Intestinal crank".Gumamnya pelan, tiba tiba sensasi ngeri menghampiri membuatnya bergidik


"Ternyata seperti ini bentuknya" Gumamnya yang tidak pernah melihat kedua alat itu secara nyata


Orang yang yang bertugas dalam penyiksaan ini akan membuat sayatan di perut hingga bagian usus terlihat. Kemudian bagian ujung usus akan ditarik dan diikat pada sebuah engkol . Ketika engkol tersebut ditarik, maka usus juga akan ikut tertarik keluar.


Ketika siksaan ini dilakukan korban masih dalam keadaan hidup. Mereka  akan mati dengan durasi yang sangat lama dan menyakitkan.


"Orang orang zaman dahulu sangat menakutkan, bahkan lebih kejam dari para mafia dizaman ini". Ujarnya yang didengar oleh dua temannya


"Maksudmu alat alat penyiksaaan ini berada dizaman dahulu?". Tanya Zan yang seketika ikut penasaran, Syahwa hanya mengangguk


"Tapi hanya dua alat ini'. Sambil menunjuk Intestinal crank dan The saw.' Yang lainnya dapat kau temukan didunia nyata dizaman sekarang". Jawabnya singkat


"Dua alat ini memang kuno tapi kesan mengerikannya tidak hilang sama sekali, benar orang orang zaman dahulu sangat menakutkan. Pengetahuan mu sangat luas ya".


Syahwa tak menanggapi apapun melainkan melihat sekelilingnya, dan berjalan memeriksa satu persatu alat alat penyiksaan tersebut.


"Yang membuat tempat ini semakin mengerikan adalah keberadaan kedua alat kuno itu". Ujarnya lagi


"Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan, bukankah kalian ingin mempersingkat waktu?".


"Baiklah, lama kelamaan aku juga takut berada disini". Seru Veny wajahnya terlihat pucat tidak tahan melihat senjata itu memberi sensasi ngilu disekujur tubuhnya


Tanpa menjawab pun mereka bertiga kembali melangkahkan kaki menyusuri lorong angker tersebut,


"Tetap bersama sama, jangan sampai ada yang tertinggal". Syahwa memimpin jalan didepan menuntun kedua temannya, seperti dugaannya ada sesuatu yang menggelitik di belakang memerintahkan manik matanya segera mungkin menoleh


Swusshh


"Sebuah Jarum?". Seru Zan yang melihat syahwa menangkap jarum yang sebesar sapu lidi


"Siapa disana?". Teriak Veny memastikan


Syahwa menatap jarum akupuntur yang ia pegang, seperti familiar. Kalau dipikir pikir Jarum ini bukan sembarang jarum, syahwa meneliti lebih dalam dan menemukannya. Walaupun jarang terpakai tapi ia mengenal betul jarum ini

__ADS_1


~Bagaimanamungkin?. Apakah mungkin orang ini membelinya di pasar gelap klan? tapi bukankah mereka hanya menjual produk yang seperti biasanya tidak untuk senjata khusus ini. Mana mungkin seorang anggota klanku ada disini apakah ini ada kaitannya dengan pemilik dunia virtual?.


Didunia nyata satu sosok misterius itupun menunjukkan senyuman sarkastiknya. Setelah mendengar batin syahwa melalui ear box sebuah kotak yang diciptakannya agar dapat membaca pikiran seseorang dan mendengar kalimat yang tak terucapkan dilisan secara langsung


"Teruslah memikirkan tentang itu sampai kau pusing sendiri. Kau memang sosok yang tidak pernah mengecewakanku tentang pikiran cantikmu itu. Bermain denganmu benar benar membuatku terhibur. Sebaiknya aku bersiap siap.. "


"Bersiap untuk apa?". Tanya bawahannya yang mendengar ucapan


"Kau..! masuk tanpa mengetuk pintu. Kau mau aku kirimkan kepada tuhan?"


"Ahh tidak lagi tidak lagi, maafkan aku. Lagipula aku membawakan informasi terbaru mengenai musuhmu itu".


"Hmm kali ini kumaafkan, katakan informasi apa?"


"Kau belum menjawab pertanyaanku sebelumnya"


Sosok itupun menatap tajam kearahnya


"Kau sama seperti wanita saja ya, tentu aku akan bersiap siap untuk rencana selanjutnya bodoh".


"Ah itu, baiklah aku mengerti"


"Katakan informasi apa yang kau dapatkan? jangan sampai aku menanammu kembali diruang rahasiaku".


Bawahan itupun menceritakannya hingga selesai, sementara sosok itu mengangguk menahan amarahnya


"Kembalilah, aku sedang tidak ingin diganggu". Ujarnya menekankan setiap kalimat yang diucapkannya


Kemudian setelah kepergian bawahannya, sosok itupun meluapkan emosinya dengan meninju meja kaca yang berada dihadapannya hingga hancur tak tersisa


Sementara komputer yang tadi ia gunakan untuk mengakses dunia buatannya ia memang letakkan dimeja lain dengan tujuan menghindari hal yang seperti ini terjadi


"Sebegitu tidak pentingnya aku bagi mereka, tunggu setelah ini aku pun membalas kalian satu persatu". Serunya dengan sorot mata yang penuh kebencian


* * *

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2