CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Nineteen


__ADS_3

#19


"Jaga bicaramu, anak kecil! kau belum tau siapa aku, berani sekali berbicara seperti padaku, jika kau tidak melihat diriku melakukan hal menjijikkan itu jangan kau katakan, kau tidak tau kan? Kalau ibumu melakukan hal menjijikkan yang kau katakan itu, bahkan ayahmu tidak tau apa yang ibumu melakukan hal bejat tersebut". Sinis Syahwa dengan marah sekali


"Jangan kau tuduh ibuku seperti itu jalang".


Plak


Plak


Plak


"Sekali lagi kau katakan aku seperti itu, aku runtuhkan keluargamu kecuali om Sean sekretaris papaku". Ucapnya dengan nada dinginnya


"Om Sean? Jangan mengada ada apalagi mengaku ngaku kau Ferasatya djiningrat itu Saudara ayahku, kau mengaku anaknya? Cih bahkan aku tidak pernah melihat wajahmu disana ketika aku bertamu dirumahnya". Cibir Ghea


"Ck, Kau! kalau tidak percaya no problem okay, Selalu saja membuatku emosi, jika kau tidak percaya silahkan aku tidak mengapa, lagian untuk apa juga aku tau dirimu, hanya ingin berteman dengan kalangan berada dan melecehkan orang berada dibawahmu, cih kau pikir aku peduli denganmu? Tentu tidak, aku bersama orang orang yang jujur bukan munafik dan pembohong sepertimu". Ujar syahwa menatap Sohor kearah gheanly


~Shit! Kenapa dia mengerikan begini, dad aku takut tolong aku.


"Kenapa kau takut? Hahaha, ternyata kau anak penakut". Ucap syahwa dengan tersenyum jahil


"Ck, untuk apa aku takut dengan cewek manja sepertimu". Ujarnya dengan menantang


"Ah sudahlah, katakan saja raut wajahmu memberikan situasi yang kau alami jangan mengelak, Semakin kau mengelak semakin kebohonganmu terbongkar, Aku pergi dulu jam pelatihan akan dimulai setengah jam lagi, selamat bersenang senang ditoilet kumuh ini para gadis cantik, berusahalah untuk menemukan jalan keluar agar tidak terlambat kearea pelatihan karena kau akan mendapatkan hukuman dengan berlari 100x dilapangan luas dengan disambut cuaca yang bagus hari ini, hahaha". Sergah syahwa lalu meninggalkan ketiga gadis itu dan bersiap siap, sementara itu mereka memutar otak untuk menemukan jalan keluar


Pertama, mereka mencari sesuatu yang tajam agar dapat memotong tali yang tebal dan sangat kuat perlu extra sabar dalam memotongnya. 20 menit mereka habiskan waktu hanya karena memotong tali yang sangat tebal itu akhirnya terlepas juga dari jeratnya membuat mereka mendengus kesal


"Waktu kita tinggal 10 menit ayo bergegas, aku tidak ingin dihukum dengan hukuman konyol itu". Sergah Gheanly lalu berlari meninggalkan dua wanita yang menyusulnya.


"Fiuuhh, akhirnya sampai juga". Keluh ketiga gadis itu sambil mengelap keringat mereka dan bergegas bersiap siap


"AAAAKKHHHHH". pekik ghea melihat wajahnya yang dipenuhi luka


"Wajahku, tunggu saja kau Syahwa khairunnisa!". Gumam ghea dengan marah menatap wajahnya dan berusaha memperbaiki wajahnya dengan memoleskan bedak yang lumayan tebal


Sementara Elin menahan sakit dibagian pergelangan tangannya dan segera bersiap siap berbeda dengan sakia yang sepertinya tangannya bengkak dan tidak bisa mengikuti pelatihan disore ini.


* * *


10 menit berlalu begitu saja tanpa disadari oleh kedua gadis yang sedang menuju ke arah tempat pelatihan


"Ya ampun! Kita terlambat Ghe". Ujar Ellin melihat jam tangannya, menyadari mereka terlambat 5 menit 33 detik segera berlari dan disana mereka disambut dengan para junior daan senior mulai pelatihan membuat mereka deg degan


Senior pun melihat kedatangan kedua gadis itu dengan raut yang ketakutan bercampur deg degan


"Kalian terlambat 7 menit 27 detik". Ujar Bagas dengan cara nada dinginnya

__ADS_1


"maafkan kami kak". Celetuk Ghea sambil mengambil nafas dalam dalam lalu menghembuskannya dengan kasar


Ditatapnya syahwa yang terlihat santai melihat mereka membuat ghea semakin benci dengan gadis itu


"Berikan Alasan kenapa kalian terlambat". Ucap bagas dengan selidik


Dalam sekejap tatapan mata ghea elin mengarah ke syahwa yang terlihat membalas tatapan mereka disertai senyuman miring, ghea menatap sinis kearah gadis itu lalu berucap


"Karena dia kak! ". Tunjuk ghea kearah syahwa dengan tersenyum sinis


Semua anak mendengar penuturan ghea pun menatap kearah syahwa yang terlihat tenang dan tak ada raut gelisah ataupun takut disana, dia Syahwa bukan gadis sembarangan kalau ingin mencari lawan lihat dulu karakternya jangan sampai salah pilih lawan, jika salah pilih lawan bisa bisa galing lubang kubur sendiri


"Dia? Emang dia ngapain kamu? mana teman kalian yang satu bukannya kalian bertiga". Tanya Reyhan dengan nada terkejut


"Dia yang membuat kami terlambat kak, satu teman kami dihajarnya habis habisan padahal kami gak salah apa apa, dia bahkan menghancurkan wajah cantikku dan mengiris lengan tangan elin sedangkan temanku tidak ikut latihan dikarenakan tangannya bengkak akibat gadis itu". Seru ghea dengan nada sedih


"Benarkah demikian?". Tanya Reyhan tidak percaya


"Benar kak, ini buktinya". Ungkap elin kemudian menunjukkan sayatan yang dilakukan oleh syahwa tadi


Syahwa yang melihat itu tersenyum devil, diapun dipanggil maju kedepan dengan wajah yang tenang diapun maju, pelatihan dilanjutkan dengan dipimpin oleh Rainan dan teman temannya ketiga gadis yang dipanggil tidak mengikuti pelatihan melainkan mereka berada diruangan interogasi saat ini. Karena luka yang didapatkan ketiga gadis ini lumayan keras juga hingga memperkuat pernyataan ghea kepada dua senior itu dengan adanya sakia disana dengan tangan yang membengkak.


"Apa benar kau yang melakukannya?". Tanya Reyhan penasaran


"Mana ada maling mau ngaku kak". Ujar ghea dengan marah menatap syahwa


"Kamu! Jawab pertanyaanku". Seru Reyhan dengan tatapan dinginnya menelusuk


"Iya aku yang melakukannya". Cetusnya


Pengungkapan yang jelas membuat Reyhan percaya tidak percaya harus percaya, dilihatnya syahwa dengan intens


"Sekali lagi saya tanyakan_"


"Benar, aku yang melakukannya". Sebelum Reyhan melanjutkan syahwa lebih dahulu memberinya jawaban yang pasti


"Atas dasar apa?". Ujar bagas


"Simple, i don't like they".


"Why? ".


"Bullying". Ungkap syahwa, satu kata yang membuat ketiga gadis dihadapannya keringat dingin


"Bullying?". Ulang bagas tak mengerti


Syahwa mengangguk, menatap kearah gheanly yang menatapnya tajam tapi itu malah membuat syahwa merasa lucu

__ADS_1


"Mereka sering melakukan bullying di markas ini, apakah kalian para senior tidak mengetahui?". Ucap syahwa


Bagas menggeleng


"Tidak pernah, bahkan yang kami dengar tidak pernah terjadi kasus seperti ini". Ujarnya


Walaupun mereka jarang datang ketempat ini, tapi mereka selalu memahami situasi dan kondisi markas ini, dan informasi yang efektif baik itu dari Rainan maupun para petinggi, Namun kasus kali ini membuat mereka terkejut bukan main.


"Ck, bahkan setiap harinya mereka membully orang orang yang tidak bersalah". Cibir syahwa sambil melemparkan tatapan sinis ke arah tiga gadis dihadapannya


"Apakah itu benar?". Tanya Reyhan kepada ghea dan kawan kawannya


"Tidak! Dia berbohong senior, mana buktinya bila kami membully orang orang yang kau katakan". Ujar ghea


Syahwa tersenyum simpul


"Tentu aku punya buktinya, aku tidak akan menuduh bila tidak ada bukti yang aku pegang". Ungkap syahwa membuat ketiga gadis itu gemetar


"Silahkan dicek kak, semua sudah ada dalam video itu". Ujar syahwa memberikan ponselnya kepada Reyhan


Didalam video itu terdapat gheanly dan kedua sahabatnya sedang menganiaya seorang mahasiswa yang terlihat sangat lugu dan pendiam, Bullying yang mereka lakukan sangatlah fatal sehingga gadis yang mereka aniaya itu menjadi gila, mereka kira selama ini gadis itu depresi akibat keuangan tapi ternyata usaha pembullyan dari gheanly membuat gadis itu terpaksa dirawat di RSJ


Divideo kedua terdapat Gheanly juga melakukan bullying kepada seorang gadis yang cantik dan berprestasi, akibat bullying gadis yang bernama Wina itu depresi dan bunuh diri dengan menggantung diri.


Divideo ketiga terdapat Gheanly yang juga melakukan bullying dengan sangat tak senonoh kepada gadis yang bernama Amira, mereka menjual Amira kepada seorang madam di Club malam hingga akhirnya gadis itu tidak tahan dan akhirnya bunuh diri dengan menjatuhkan badannya dari lantai atas dan tewas di seketika.


"Kalian benar benar orang tak punya nurani, aku akan melaporkan ini kepada pihak petinggi agar kalian dikeluarkan dari sekolah ini". Tegas Reyhan membuat ketiga gadis dihadapannya bersimpuh dan memohon


"Jangan kak, kami akui kami melakukan hal tersebut, please jangan laporkan kami, kami janji tidak akan melakukan penganiayaan lagi, pleasee". Tukas Ghea dengan suara nada memohonnya


Syahwa yang melihat itu menatap sinis


"Apakah perbuatan kalian dapat menghidupkan mereka yang sudah meregang nyawa? Bahkan, kalian membuat seseorang gila karena tingkah laku kalian, kalian pantas membusuk dipenjara untuk selamanya". Cetus Syahwa


"Apa kalian berpikir, seorang yang kalian celakakan membuat mereka bahagia? Apakah kalian pikir keluarga mereka tinggal diam begitu saja? Kalian melakukan hal ini hanya karena kesenangan duniawi".


"Bahkan, kalian tidak pernah berpikir bagaimana dengan keluarga mereka yang sudah tua renta dan hanya bergantung kepada anak mereka, kalian ini hanya tikus tikus yang perlu dibasmi agar tidak menurunkan keturunan yang sama"


"Segeralah kalian para senior meringkusnya, sebelum mereka menjadi psikopat psikopat gila yang siap menyerang siapa saja dan waspadalah dengan yang berada ditangan mereka". Tutur syahwa panjang lebar


Semua terdiam mendengar ucapan gadis itu, tidak ada seorangpun yang berbicara sekarang. Sesaat hendak mendengar ucapan terakhir Syahwa muncullah tawa membahana bak psikopat milik elina sari, elin.


"Kau!".


>>Bersambung..


Salam Author

__ADS_1


Kak Awa


__ADS_2