CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Athar Al Atsary


__ADS_3

Athar Al Atsary. Sebuah nama yang indah dan menyenangkan. Namun siapa sangka bila ia adalah seorang g*y?. Namanya jauh dari perilakunya, ya bisa dikatakan begitu.


Athar bukanlah anak kandung dari sang ayah maupun bunda yang kini menjadi orang tuanya sampai sekarang , Ya Athar merupakan anak angkat.


Dirinya ditemukan pada beberapa tahun yang silam saat itu terjadi gempa yang mengguncang tempatnya dengan skala yang berkekuatan cukup besar (7,9 SR) dengan durasi 5 menit.


Guncangan itu meratakan semua bangunan yang ada dikota itu, bahkan pepohonan juga tumbang, jalan menjadi amblas takkaruan. Tanah retak dan sebagian menjadi lumpur menyebabkan longsor, menimbulkan banyak korban jiwa, juga kerugian yang dibebankan kepada negara


>>Sebelumnya<<


Saat itu Athar yang berusia 7 tahun bersama adik yang berusia 3 tahun dan kedua orangtuanya bersama sama saat sedang makan makan bersama. Suasana diiringi dengan canda tawa, kebahagian yang tiada tara.


Namun, kebahagian itu seketika hambar dan lenyap seketika saat gempa dengan berkekuatan besar menerpa kotanya. Ayahnya sangat panik begitupun dengan ibunya.


Mereka tidak memiliki waktu yang banyak, hanya memiliki dua pilihan mau selamat dengan mengorbankan kedua anak atau kedua anaknya selamat dengan mengorbankan nyawa mereka.


Waktu semakin sempit, tidak ada jalan untuk keluar. Keduanya sangat menyayangi buah hati mereka, hingga saat sesuatu dari atas terjatuh kedua orangtua itu dengan sigap melindungi anaknya mereka berlindung dibalik kasur.


Namun sayangnya, karena gempa begitu kuat mengharuskan kedua orangtua itu harus meregang nyawa ditempat. Sosok ayah dan ibu itu menaruh sang buah hati tepat dibawah mereka, memastikan bahwa anaknya baik baik saja.


Setelah gempa itu usai, Athar kecil berusaha untuk berdiri tak lupa juga dengan adiknya yang ia sayangi. Ia tau kedua orangtuanya sudah tidak bernyawa lagi, tidak menangis pada umumnya.


Anak itu hanya menatap jasad kedua orangtuanya yang tertusuk sebuah balok balok tadi. Tidak dalam namun terkena dibagian alat vital. Athar kecil menatap sekelilingnya yang sudah luluh lantah


Hanya ia yang dan adiknya berdiri dibalik puing reruntuhan, Ia mengajak adiknya untuk pergi segera karena dari jauh beberapa meter kedepan ia melihat tanah yang longsor.


Mereka berdua berlari sekuat tenaga, langkah kaki kecil mereka begitu cepat, beberapa meter kedepan disebelah perbatasan desa nampak warga yang memperhatikan keduanya, ada yang histeris ada juga yang tak segan segan berteriak kepada keduanya.


Masih ada harapan untuk hidup, Sambil menatap keatas. Ia berlari secepat mungkin namun diakhir saat mereka sudah sampai, kaki adiknya tersandung kayu dan jatuh, Adiknya menangis saat itu.


Waktu semakin mepet, retakkan tanah mulai menyebar bercabang cabang. Satu warga segera menarik athar kecil saat ia ingin menyelamatkan adiknya yang sudah terjatuh dalam kubangan lumpur.


Athar kecil sangat menyayangi adik, Saat warga menghela nafas lega karena berhasil menyelamatkan nyawanya namun baginya tidak, Sekarang ia sendirian keluarganya sudah tiada. Mereka meninggalkan Athar atas takdir Allah.


Seminggu lamanya ia hidup sendirian dikota sebelah, Hingga akhirnya seorang wanita paruh baya yang lumayan tersohor dikota itu mengadopsinya sebagai anak.

__ADS_1


Wanita itu sudah lama mengidamkan sebuah anak, namun sampai saat ini belum dikasih sama yang menciptakan. Saat itu ia mampir disebuah toko perhiasan ia melihat anak kecil yang terduduk disalah satu karton lalu tertidur disana, Batin wanita itu iba melihat pemandangan itu.


Ia menghampiri athar kecil yang tengah dilanda kelaparan, memegang perutnya yang sakit karena belum terisi makanan. Wanita paruh baya itu menawarkannya makanan jelas dibalas antusias oleh Athar kecil.


Wanita itu menanyai alamat tempat tinggal Athar kecil, namun sayangnya anak itu terdiam saja, Air matanya mengalir dari pelupuk mata


"Athar, gak punya keluarga. Ayah, ibu dan adik sudah meninggalkanku. Athar gak punya siapa siapa tante, Athar sendirian". Jawabnya sesenggukkan ia menatap wanita Itu dengan sedih mendalam


Athar kecil menceritakan semuanya hingga membuat wanita paruh baya itu ikut meneteskan air mata


~Anak kecil tidak pernah berbohong. Jika diizinkan bolehkah aku mengadopsinya sebagai anakku? Ya, meskipun bukan darah dagingku. Melihat dirimu yang seperti ini membuat hatiku sakit.


Wanita paruh baya itu mengajak Athar kecil untuk tinggal bersama dirinya, ia mengatakan bahwa dirinya akan menerima athar kecil sebagai anak dan tentunya athar memiliki keluarga baru.


Awalnya anak itu menolak, Ia ragu bila menerima tawaran yang menggiurkan itu. Namun berbagai bujuk rayu yang dilancarkan wanita yang bernama Erika membuatnya mengiyakan. Athar sendiri tidak tau harus tinggal dimana, karena biasanya dia akan tinggal dimana saja. Entah didepan toko, mesjid atau tempat lainnya.


Wanita itu membawanya pulang dengan bahagia, Ia terharu akhirnya memiliki anak dan memiliki penerus perusahaan nanti. Athar disambut dengan baik oleh Ayah barunya.


"Athar tidur disini, ini kamar athar yah. Baik baik sayang. Goodnight semoga mimpi indah". Ucap erika dan pahman bahagia, mengecup puncak kepala Athar.


Athar hanya tersenyum membalas, Lalu masuk kekamarnya dengan mengamati seisi kamar. Semuanya terasa keren dimatanya, dunianya secara mendadak berubah. Tapi keharmonisan keluarga itu tetap ada baik keluarga lama maupun keluarga barunya.


Cita cita Athar ingin menjadi Tentara, melindungi rakyat negaranya. Dirinya ingin menjadi tentara karena terdorong dari kasus masa lalunya.


Suatu hari sang ayah (Pahman) menanyakan tentang impiannya saat besar nanti, ia menjawabnya dengan antusias. Pria yang sudah berumur itu tersenyum,


"Kejarlah cita citamu dengan sehat mungkin. Berlarilah kedepan bila kau tak bisa berlari maka berjalanlah. Bila kau tak bisa berjalan maka merangkaklah. Athar kau sudah dewasa, sudah saatnya kau menggantikan ayah tapi cita citamu membuat ayah berubah pikiran, ayah akan mendukung apapun yang menurutmu baik".


Athar dimasukkan disalah satu fakultas akademik khusus tentara sampai sekarang. Saat masuk disana ia disambut dengan baik. Dirinya berteman dengan Rainansyah, Rainan. Dirinya terpaku saat melihat sosok itu pertama kalinya.


Ia masih normal saja saat diawal tahun masuk fakultas ini. Namun entah sejak kapan, dirinya mengenal sosok Rainan. Sosok Rainan yang merupakan sahabat terdekatnya dari dua lainnya (Farhad dan Azmin) mengingatkannya pada sosok sang adik yang telah pergi mendahuluinya.


Tak lama ia pun terobsesi dengan pria itu, hingga ia memulai kesalahannya dari situ, tapi sungguh ia tidak pernah melakukan perbuatan terlarang itu, dia hanya sebatas menyukai.


Dimarkas itu ia menjadi pria yang pendiam tapi cool. Ia hanya terbuka dengan rainan, Bahkan sangat over posesif dengannya. Kadang rainan juga suka risih, tapi lama kelamaan ia kebiasaan dengan sikap athar.

__ADS_1


Bahkan Athar pernah mengakui perasaannya kepada Rainan namun pria itu menertawakannya


"Mana mungkin kau menyukaiku, Hey sadarlah Bodoh. Gue laki ko laki masa terong ketemu terong sih". Sarkas Rainan sambil tertawa


>>Selesai<<


Penjelasan dari Athar membuat kedua pria dihadapannya tertawa terbahak bahak. Athar hanya mengabaikan dia tau hal yang ditertawakan karena dirinya yang tidak normal


"Lo mau gak, penyakit bodoh lo sembuh ". Tutur Azmin membuat Athar menatapnya dengan penuh arti


"Tenang, gue akan cari cara apapun itu. Bagaimanapun lo itu sahabat kita, harus waras semua yekan"


Pletakk


"Aduhh sakit pe'a"


"Makanya kalau ngomong itu difilter". Cetus Farhad


"Tapi kan gue benar"


"Tapi gak gitu juga"


"Hadeh, kalian terserah apa yang mau kalian lakukan, bagaimanapun caranya aku ikut saja, biar nanti aku gak maluin lagi". Tukasnya sambil meninggalkan pria yang berdebat itu


Perdebatan itu semakin memanas, hingga akhirnya mereka bosan sendiri


"Ah ad dasar anak muda"


"Emang lo anak apa?"


"Anak mama"


"Ck, anak mama"


"Ya Iyalah anak mama, emang kau lahir dari rahim mana? wanita kan masa laki...Oh atau jangan jangan terong makan terong..pffft haha".

__ADS_1


* * *


Next...


__ADS_2