
Merindukan papa...
Papa adalah cinta pertamaku, Papa juga adalah patah hati pertamaku. Pah, anakmu telah dewasa namun aku masih saja susah menahan tangis ketika aku mengingatmu. Aku masih seperti dulu pah, masih saja cengeng. Aku masih anak papa yang ketika terjatuh dan kesakitan aku menangis kencang menahan perih.
Kau membiarkanku berlari dan terjatuh namun dibalik itu ada sebuah pelajaran penting bagiku agar kutahu ketika terjatuh bagaimana caranya bisa bangkit. Pah syahwa rindu..Ingin ku kembali merasakan bagaimana kasih sayang mu saat kukecil kau memangkuku dipangkuanmu
~Syahwa
______________________
"Oh ternyata kalian sahabat sejak kecil".
" Makanya jangan suudzon". Cibir syahwa
"Nama kontaknya_"
"Aku terlalu hebat untuk dimiliki seseorang". Tukasnya dengan nada angkuh
>>Sebelumnya<<
Tring
"Pesan dari Hiro? Siapa Hiro ini?". Tukasnya membaca nama yang tertera dilayar ponsel milik syahwa, Gadis itu tersenyum penuh makna
Sementara syahwa mandi gadis itu mengambil kontak Rainan, mengira bahwa Hiro adalah salah satu orang special lebih dari teman
Sabrina menelfon kontak itu lewat ponsel Syahwa karena ponsel gadis itu tidak diberi password apapun. Telephone bersambung Rainan mengangkatnya dengan cepat, Gadis itu memastikan bahwa dirinya tidak salah sambung karena dia mengenal pemilik suara itu
Dengan ragu gadis itu menjawabnya walaupun dengan terbata bata, Rainan yang mendapatkan telfon Syahwa berbeda dengan suara orang yang mengangkatnya pun memarahinya
Alhasil gadis itu pun meminta maaf dan mengatakan yang sebenarnya, Setelah sambungan telfon tersebut terputus bersamaan dengan selesainya syahwa dengan Ritual mandinya
Sabrina menceritakan semuanya dengan hati yang dongkol dan kesal, Hal itu membuat syahwa tertawa dan meledeknya habis habisan
>>Selesai<<
"Tingkat kepedeanmu patut diwaspadai ya".
"Aku gak pede cuma bicara sesuai REALITA you know?"
"Oh ****! Hampir saja aku mengumpat"
"Heh otak loading, Gak sadar? Itukan mengumpat"
__ADS_1
"Mengapa kau begitu menyebalkan"
"kau sendiri yang merasa kesal"
"Tidak, kau yang membuatku kesal"
"Kau sendiri yang menciptakan kesalmu itu"
"Mengapa kau selalu membalasku ketika berbicara"
"Kan kau yang berbicara maka kujawab balik, kalau kau mau perkataan mu tidak dibalas berbicaralah dengan tembok dia akan mendengarkan dirimu walaupun mulutmu sampai berbusa busa pun dia akan diam".
"Aku ingin manusia bukan benda mati"
"Selagi bisa kujawab mengapa harus diam, wleee". Balas syahwa menjulurkan lidahnya kearah sabrina
"Ya ya ya kau menang"
"Oh itu harus". Tanggapnya dengan senyuman
"Jadi kau tidak bersedih lagi"
"Jangan mengingatkanku"
Jadi sekarang kau harus belajar move on dari lelaki itu agar saat bertemu kau tak seperti orang yang terkejut setengah mati".
"Emang kau yakin dia masih hidup?". Tanya syahwa
"Tentu, sesuatu yang belum ditemukan memiliki dua kemungkinan menghilang atau tersembunyi disuatu tempat. Hingga ditemukannya hal itu maka baru bisa divonis dia benar menghilang atau tersembunyi sama seperti Reyhan. Aku ngerasa dia belum mati, mungkin saja saat ini dia berada disuatu tempat
Tempat yang terpencil dimana tidak ada teknologi canggih disana, Dan seperti yang kukatakan tadi kemungkinan besar dia amnesia jadi..."
"Aku tau terimakasih"
"Mmm, Belajarlah untuk melupakannya mungkin saja dia kembali sudah membawa kekasih lain yang mungkin menolongnya dan akhirnya ia jatuh cinta". Ucapan itu begitu menohok ada rasa cemburu sekaligus marah disana namun gadis itu mencoba menahannya agar tidak lepas kendali, Untungnya dia bisa menyembunyikan api kemarahan itu
* * *
Satu bulan berlalu, Reyhan juga masih belum ditemukan. Alhasil pencarian pun dihentikan. Syahwa hanya bisa diam tak mengambil sikap. Rasa itu belum hilang, sepenuhnya masih ada. Nama itu masih terukir indah dihatinya, Tidak pernah terbetik dalam hatinya untuk melupakan pria tampan itu meskipun ia telah tiada
Hubungan Syahwa dengan Sabrina semakin dekat juga, Terkadang gadis itu menasihatinya tentang Reyhan namun tak pernah digubris oleh Syahwa, yang dikatakan selalu ucapan yang sama
Dia orang yang pertama membuatku merasakan apa itu jatuh cinta, orang yang pernah mengisi waktuku, hal itu tidak mungkin kulupakan dan tidak mudah untuk dilupakan
__ADS_1
Kata kata itu membuat sabrina kesal alhasil dirinya tidak ingin lagi membahasnya, biarlah gadis itu sendiri yang menentukan pilihannya, capek juga bicara panjang lebar tapi responnya tidak sesuai yang diinginkannya
* * *
Pagi ini Syahwa dan Sabrina berkumpul di perpustakaan untuk menyelidiki sesuatu. Syahwa pernah berniat untuk kasus itu dimana saat itu dirinya mencurigai markas besar ini
~Mungkin saja ada kaitannya dengan sosok hacker yang mencoba untuk mengambil data perusahaan papa.
Tapi bagaimana mungkin? Pasalnya markas dan perusahaan papanya tidak menjalin hubungan bisnis apapun, walaupun terkenal sebagai mafia didunia pernovelan, Perusahaan sang papa yang sedang berjalan ini merupakan bisnis legal pertambangan.
Bila didunia gelap itu maka bisnis ilegal, Syahwa dan Syahna pernah memasuki dunia itu. Dunia yang kejam! Yang kuat menginjak yang lemah begitulah sebutannya. Penjualan budak dimana mana merupakan cabang dari klan mafia yang menjadi musuh papanya.
Bandar narkoba tidak luput juga didunia gelap itu. Yang dilakukan oleh para Anggota mafia Feras adalah membeli para budak lalu dijadikan sebagai anak buah atau dibebaskan apabila budak itu tidak ingin bergabung dengan mereka itulah pilihannya dengan syarat merahasiakan identitas tapi jaminan yang diberikan feras untuk anggota yang direkrut juga begitu menggiurkan, membuat air liur seseorang akan menetes bila mendengarnya
Tidak hanya itu mereka juga akan menyerang klan mafia yang lain apabila berani macam macam dengan klan mereka. Menumpasnya hingga akar akarnya. Disana juga klan mereka menjual produk berupa senjata yang dirancang dengan sebaik mungkin namun itu senjata yang biasa biasa saja dengan kualitas rendah berbeda untuk senjata khusus yang dirancang hanya untuk Keluarga besar Ferasatya Wijaya djiningrat dan anggota anggotanya.
Pembunuhan sering terjadi namun itu sudah hal yang biasa bagi mereka yang menjalani hidup didunia gelap itu. Melihat mereka yang membunuh setiap saat itu merupakan tontonan sehari hari. Maka hanya dua cara yang membuatmu tidak berani diusik disana memiliki kekayaan dan jago bela diri mengandalkan seni pedang dan memegang senjata api lainnya.
Syahwa dan Sabrina mencari berkas yang mungkin terselip atau telah diarsipkan atau bisa jadi sebuah buku untuk mengetahui asal usul markas itu, mungkin saja ada sesuatu yang tersembunyi.
"Kau berjagalah bi, Bila ada seseorang yang datang segera beritahu aku". Ujarnya, sabrina juga setuju mengingat ruangan ini terlarang untuk dimasuki tidak bisa dipastikan keamanannya
Perpustakan dimarkas ini ada dua yang satu perpustakaan lama yang satu lagi perpustakaan baru dan tentunya perpustakaan yang lama ini sudah tidak terpakai lagi
Sabrina memberitahukannya saat Syahwa berbicara dengannya mengenai markas itu, Mendengar itu sabrina juga begitu curiga dan ingin ikut bersamanya memecahkan misteri markas militer ini
Sabrina juga menceritakan tentang pengetahuannya kepada Syahwa, Dia sedikit mengetahui lorong lorong dan letak keberadaan ruangan termasuk perpustakaan lama yang tak terpakai
Perpustakan ini terletak didalam gedung rumah hantu, Yah pernah dimasuki syahwa dan kedua pria yang sama sama mencintainya sebesar biji sawi eh Sebesar cintaku padamu :v eh salah lagi sebesar dan seluas langit dan bumi Ealah bucin lagi wkwkwk
"Darimana kau temukan kunci ini". Ujar syahwa saat menerima kunci yang diulurkan kepadanya dari sabrina
"Aku mencurinya".
"Kau mencurinya? Kau_"
"Kau gila? Kau mau aku memintanya kepada satpam yang berjaga itu lalu menanyakanku untuk apa lalu akhirnya kita ketahuan duluan sebelum bertindak....kau pikir dia manusia tak punya otak dan langsung memberiku begitu saja Hah? Hentikan ocehan yang tidak masuk akalmu itu
"Aku hanya bercanda, Tidak usah terlalu serius".
* * *
Next..
__ADS_1