CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Dalangnya adalah Aku!


__ADS_3

Rainan mengajak syahwa ketempat yang sepi, Ia curiga bila syahwa yang menjadi sebab dibalik hilangnya vio, mengingat dirinya tadi menangkap senyuman tipis dan lirikkan matanya kepada Yuria. Tapi untuk apa bila ia melakukannya? Hal ini patut dicari, pikirnya


"Kenapa kak Rai?". Tanya syahwa


"Jawab dengan jujur, janji?".


"Hah? Emm iya janji".


"Apa kau yang melakukannya?".


"Melakukan apa? Jangan berbelit belit langsung saja".


"Kau apakan vio?". Syahwa yang mendengar pun terkejut


~Dari mana ia tau? akukan tadi sudah memastikan bahwa keadaan aman dan terkendali.


"Maksud kak Rai apa?". Tanyanya pura pura heran, sandiwara yang bagus tapi tidak akan berguna buat rainan. Ia tau seluk beluk gadis dihadapannya


"Wa, jangan berpura pura lagi, aku tau selama ini kamu melakukan apa. Mulai dari Zisea bahkan ketiga gadis yang sudah mati itu".


"Kau dalangnya kan? Pasti kali ini kau yang menjadi sebab hilangnya gadis itu. Kali ini kau apakan dia? Aku tau kau seorang jagoan dari kalangan mafia. Tapi, tindakanmu ini, bisa saja memancing kecurigaan dari para petinggi. Kusarankan agar kau tidak perlu terlalu peduli dengan orang orang yang mengganggu".


"Aku tidak bisa menjamin identitasmu, lambat laun pasti terbongkar, berhati hatilah".


Memang ada benarnya yang dikatakan oleh Rainan, tapi bukankah syahwa melakukan itu karena ada Alasan?


"Ya, Dalangnya adalah aku. Tapi aku punya alasan untuk melakukannya. Kak Rai aku paling tidak suka bila ada orang yang mengusikku".


"Tapi kau harusnya bisa mengendalikan emosimu bukan?".


"Ya aku bahkan menahan diri untuk tidak memberikan hadiah berharga untuknya mulai dari saat ia menghianatiku bahkan saat ia menculikku tadi, Tapi lama kelamaan ia semakin tidak tau diri dan semakin menjadi jadi. Ia mencoba menguji kesabaranku? Ck, sekalian kukuliti saja dia eh..."


"APA!". Pekik Rainan dengan sigap syahwa segera membungkam mulut pria itu menggunakan tangannya. Dengan tatapan memelas ia berkata


"Kak Rai pelankan suara, nanti ada yang mendengar".


~Sial, keceplosan lagi.


"Ya ya ya, tattt ttaapi kenapa kau mengulitinya? Mengatakannya lagi kau membuatku memikirkan hal hal yang tidak sepatutnya dipikirkan?". Ucapnya dengan ketakutan


"Ah iya maaf, Aku juga spontan ko gak Mikir mikir dulu hehe". Ucapnya sambil menyengir tanpa dosa


"Menyebalkan". Ucapnya, sebenarnya tidak sebal tapi tersenyum sambil mengacak acak rambut milik syahwa, mereka pun tertawa bersama.


Dari jauh satu sosok menyaksikan kebersamaan itu dengan tajam dan sinis,


"Aku pastikan tawa bodohmu tidak akan bergema lagi, Syahwa kau tunggu saja, cih". Tuturnya dengan penuh dendam


* * *

__ADS_1


"Kak Rai, kemana tempat yang kau maksud?".


"Ah itu ya, Mmmm aku..."


"Kak Rai bohong ya?". Paras wajahnya berubah menjadi kesal tapi tak lama kemudia ia tersenyum "Tidak apa apa aku tau kak Rai daritadi mengawasikukan? Haha kak Rai pikir aku tidak melihat?"


"Rupanya kau sudah tau ya, Yasudah biarkan saja". Cetusnya


"Mmm kak Rai!" Pria itu pun lantas menatapnya lagi


"Kenapa harus syahwa? Bukankah ada Syahna?". Ucapnya dengan serius, tidak bercanda kan?


Tapi pria itu hanya melempar senyumannya tanpa minat menjawab pertanyaan tersebut, sengaja ingin membuat syahwa penasaran


* * *


"Rey, Lo udah dapat info murid yang hilang itu belum?". Tanya bagas yang matanya mengelana keseluruh penjuru markas. Pria itu menggeleng memasang raut pias


"Dia menghilang tanpa jejak, Bahkan tidak ada yang melihatnya, terakhir kali ia bertemu dengan temannya sendiri Yuria". Bagas pun tampak mencerna ucapannya


"Viola Handayani yah, Bukankah dia ini yang suka merundung ya?". Tanya bagas ia memikirkan sesuatu


"Pantas saja banyak yang tidak menyukainya, diakan segeng dengan 3 wanita yang sudah mati. Bahkan hilangnya dia semua orang terlihat biasa biasa saja kecuali temannya yang satu itu, Yuria".


"Gadis itu yang terakhir kali bersamanya, Tapi dia yang melaporkan bukankah itu aneh rey? Loh rey Kau dimana? Reyhan!".


"Ya ampun mana lagi tuh anak". Kesal pria itu


"Sial!"


"Jadi apa?".


"Yuria adalah orang terakhir kali bersamanya menurut pengakuannya sendiri, itu terjadi dimalam harinya tapi gadis itu menghilang di pagi hari. Yuria bahkan sampai melapor sendiri, bukankah ini aneh rey?"


"Iya juga ya"


"Nah, menurut gue. Gak mungkin sipelaku melaporkan kejadiannya kan karena takut akan terbongkar kejahatannya".


"Ya ampun, analisis mu hebat juga tapi perlu gue beri tau yah. Sipelaku itu bisa saja pandai dalam memainkan drama bisa jadi ia memutarbalikkan fakta dan akhirnya orang yang tidak bersalah dipersalahkan".


"Iya lo benar dah tapi lo perlu tau, Emangnya sipelaku punya nyali segitunya? Daritadi gue merhatikan tuh cewe gelisah banget tulus banget gue lihat. Bahkan ia menelfon vio, gue lihat dengan mata kepala gue saat dia sedang sendirian ditempat sepi. Jadi kemungkinan besar ada pelaku ketiga atau pelaku yang sesungguhnya"


"Iya atau mungkin gadis itu sengaja menghilangkan diri atau mungkin dia sedang melakukan misi rahasia?".


"Tidak mungkin Rey, Lo salah tadi gue sudah tanya sama petinggi bahkan bokap lo tapi mereka menjawab bahwa gadis itu tidak mengambil misi atau apapun. Lagian mana mungkin bila ia mengambil misi, itu suatu yang mustahil. Lo taukan sebulan lagi acara dihutan adat dimulai bukan waktunya untuk berleha leha.


"Mereka harus memikirkan strategi menghadapi sekte sekte sesat dan belajar dengan giat, jadi kemungkinan seperti yang gue ucapin". Tuturnya


"Lo bawel banget ya".

__ADS_1


"Ck, gue bicara sesuai dengan faktanya rey. Begini begini gue jagonya". ucapnya menyombongkan diri


Pletakkk


"Aduhh". Rintihnya


"Sombong amat". Tukas Reyhan lalu berlalu meninggalkan bagas


Ia berjalan mencari keberadaan syahwa, pencarian masih dilakukan dilarut malam ini. Cuaca semakin dingin, api unggun pun sudah mati karena kayu bakarnya telah habis dilahapnya. Ia mendapati sosok syahwa dan Rainan tengah berbincang santai sambil tertawa bersama.


Ia cemburu. Melihat syahwa yang tengah bahagia itu ia tidak berniat mengganggunya kemudian kembali lagi ketempatnya


"Menyebalkan".


"Kenapa lo? kirain tadi pergi kok balik lagi?".


"Diem lo".


"Dih, sensi amat jadi cowok"


"Bodo!".


* * *


"Thar, lo beneran kan mau hilangin penyakit lo?". Tanya azmin berkacak pinggang


Athar tak menjawab hanya menatap datar kearah azmin yang sedang menggodanya


Pletakk


"Aduuhh"


"Lo kalau bercanda lihat situasi dulu lagi serius apa gak, Bodoh!". Seloroh Farhad menatap nyalang kearah azmin


"Ye ye maap".


"Jadi gini, gue akan kenalin lo sama cewek yang cantik banget kalau lo mau sih". ucapnya sambil garuk kepala yang tidak gatal


Pletak


"Aduh, Far lo hobi banget ya".


"Bodo amat, langsung to the point saja gak usah berbelit belit".


"Namanya sabrina Osava, gadis cantik berkelas, kekanakkan mungkin sih ya, tapi dia juaranya. Gue jamin deh lu bakakan jatuh cinta sama tuh cewek"


"Kayaknya gue kenal, cewek hits itukan yang diasrama Elang hitam. Bener kan gue?"


"Mmm sepertinya lo"

__ADS_1


* * *


NEXT


__ADS_2