
Arwah itu berteriak histeris lalu perlahan berubah menjadi abu. Syahwa tercengang, nafasnya setengah setengah, baru kali ini ia membunuh arwah
Aneh menurutnya bahkan tertawa kecil sambil menatap belati itu
Tidak ada darahnya!
"Semoga selanjutnya tidak ada lagi sekte sesat seperti ini".
Tenaganya terkuras selama dua jam, bahkan perutnya kembali berbunyi tanda lapar tidak lama kemudian sabrina datang keruangan itu.
"Tolong berikan air". Ucapnya dengan nada kecil
Sabrina menyanggupi bahkan air yang diminta langsung diberikan kepada syahwa. Dia membawanya karena gadis itu terkadang haus
Esok hari.
Tidak ada lagi ritual ritual aneh, Kejayaan markas militer kembali pada saat itu, semua stabil. Hari ini adalah hari bahagia melepaskan kesedihan yang selama ini membelenggu, markas itu berjalan seperti markas militer pada umumnya
Pertanyaan yang syahwa simpan sudah terjawab bahwa inisial z merupakan zavien yang berarti mereka sekeluarga dari dulu hingga turun temurun
Semua orang berkumpul diaula menghadiri acara penyampaian yang akan disampaikan ayah Reyhan. Wajah sang pemimpin yang biasanya selalu dingin terlihat lebih ceria dari biasanya begitu berseri.
Syam memasuki pintu aula semua orang menyambutnya dengan hormat. Kemudian memberi isyarat agar menurunkan kembali tangannya.
Didalam gedung itu Syam menyampaikan pidatonya tidak lupa ia berterimakasih kepada Syahwa karena memusnahkan iblis yang selama ini membebaninya.
Ya, tebakannya benar pria itu tidak menginginkan ritual sesat. Syam memberikan kesempatan untuk para muridnya bersenang senang bersamanya hingga sore nanti.
* * *
Seminggu lagi ujian akan dimulai tentu semua orang sibuk mempelajari ilmu dan menyusun strategi untuk hari itu. Tidak ada yang berleha leha semua sibuk mempersiapkan diri
Uji kompetensi yang nyata dihutan adat, bahkan kawan pun bisa menjadi lawan.
Saat ini sosok misterius duduk berpangku tangan diruangannya. Dendam kesumat yang ia pendam akan segera ia laksanakan setelah hari itu tiba.
Apapun cara akan ia lakukan selama membuat gadis itu (Syahwa) menderita dan mati.
"Aku akan membuatnya terkejut, terkhianati, tersakiti, mati dan tidak ada jalan untuk kembali". Ucapnya dengan seringaian dingin
"Tuan kau terlalu kejam". seru bawahannya yang selalu senantiasa bersamanya
"Apa gunanya bersikap baik? orang orang hanya memujimu disaat ia membutuhkan sesuatu setelah itu dia mencelamu tatkala kau tak memberikan apa yang dia butuhkan"
"Tapi tuan, bukankah kebaikan itu ada balasannya ya?".
"Berapa jahitan lukamu?".
__ADS_1
"Maksudmu?".
"Tanganmu memiliki berapa jahitan".
"E-eh ini, 5 jahitan".
"Hmm, lima jahitan ya,Seharusnya mulutmu yang dijahit bukan tanganmu". Serunya membuat bawahannya itu merinding
Ceklek
Bawahan itu menoleh melihat siapa yang datang salah satu atasannya yang dekat dengan sosok misterius itu.
"Sepertinya aku datang bukan pada waktunya". Serunya, sementara itu bawahan yang tadi merinding segera pergi
Dalam hati ia bernafas lega
~Tidak tuan, kau datang tepat pada waktunya
"Huuffft, selamat"
Sosok misterius itu tidak menanggapi apapun ucapannya
"Ada apa?" tanyanya tanpa basa basi
"Aku membawa sebuah informasi tapii.. aku takut kau akan merasa terhina dan marah lalu merasa dilecehkan". Serunya dengan nada mengejek
"Ahaha baiklah maafkan aku"
"Jadi begini, dimarkas itu tengah terjadi sesuatu yang sangat keren. Kau tau? sangat keren itu syahwa membongkar markas yang berkedok markas militer itu. Ternyata selama ini adalah penganut aliran hitam, selainnya gadis itu menaklukkan iblisnya dan tak lupa pujian dan_"
"Diamlah aku sudah tau". Sahutnya dengan wajah yang merah berubah menjadi seram
"Kau menyeramkan". Sahutnya
"Mau mencobanya?". sambil melirik dengan tatapan yang horor, ia memainkan sebuah belati yang sedari tadi ia genggam
"Tentu tidak"
"Tenang saja, kalau mati tinggal kubur atau mau dibiarkan menjadi bangkai bisa".
"Enak saja, aku masih mau hidup".
"Banyak bicara memperpendek hidupmu".
"Yasudahlah aku pergi dulu". Sahutnya seraya pergi dari ruangan itu.
"Aargggghhh menyebalkan, kau pikir kau akan menang dariku? tunggu saja kekalahanmu dihari itu, bedebah sialan!". Pekiknya dengan marah melemparkan semua benda yang ada dihadapannya bahkan meja dihadapannya ia buat retak
__ADS_1
Tidak ada yang tau bahwa sebenarnya sosok misterius itu adalah..
* * *
Dimalam yang indah ini, rembulan bersinar terang menghiasi langit malam. Ditempat itu, dua insan yang tengah duduk bersama menikmati keindahannya disambut semilir angin yang menenangkan
"Kak Rai boleh aku minta sesuatu?". Tanya syahwa
"Katakan".
"Kak Rai cari yang lebih baik dariku bisakan?".
Lama ia berpikir dan berkata,
"Aku tidak bisa".
"Mengapa?".
"Kau tidak akan mengerti apa yang aku rasakan".
"Justru itu kak aku mengerti, aku tidak ingin kak Rai merasa sakit hati lagi. Aku tidak bisa melihat kak Rai yang tersakiti karena aku".
"Tidak Wa, aku tidak bisa. Aku sudah janji pada diriku sendiri untuk menjadikanmu sebagai satu satunya wanita yang hadir dihatiku, tidak ada wanita yang membuatku merasa tertarik selain dirimu, hanya kau. Aku mencintaimu bukan sebagai adik lagi tapi cinta kepada pria dan wanita. Dan aku ingin kita membangun hubungan".
"Membangun hubungan? Sebenarnya kak Rai itu maunya apa? Kak coba bayangin kita pacaran. setelah itu setahun, dua tahun kita bertengkar lalu kita putus setelah itu kita gak saling mengenal dan asing. itu yang kak Rai mau?"
"Dari awal kamu yang salah, kamu mengira kita bakalan putus. Padahal masih bisa dijalani dulu dan kita berusaha untuk mempertahankannya sampai kejenjang selanjutnya"
"Sebenarnya siapa yang salah? kamu atau aku? "
"Kak Rai dengerin aku, sekeras apapun kita berusaha untuk mempertahankan hubungan itu bakalan runtuh. Why? karena yang tertulis dilauhul mahfudz pemenangnya. Kamu islam aku islam dari awal memang salah kak, tuhan saja mengharamkan bagaimana bisa kita menentangnya? mau menabuh perang dengannya? kamu yang kalah. kamu siapa? jiwa dan ragamupun miliknya".
"Kak Rai, mengapa kamu berubah padahal kamu yang mengajarkanku?". Selesai berkata seperti itu syahwa segera pergi
Rainan tercenung dengan ucapan gadisnya, dia berubah? benarkah? . Dia merasa bersalah sekarang sudah memaksakan kehendaknya kepada gadisnya.
"Ya cinta bukan tentang memiliki tetapi cinta terkadang butuh pengorbanan. Baiklah, aku tidak akan memaksa lagi". Ucapnya dengan sendu menatap kepergian syahwa yang telah menghilang dari pandangannya
Ia sadar gadis itu tidak mencintainya, ia juga sadar bahwa gadis itu melihat perubahan dalam dirinya, Rainan yang dulu adalah sosok anak yang mengerti islam tapi berubah entah kenapa.
Dia sendiri yang memberitahukan kepada gadis itu akan bahayanya zina dan lainnya.
"Maafkan aku". Suara lirih keluar dari mulutnya
Hujan pun turun perlahan membasahi wajahnya dan lama kemudian hujan itu mengguyur seluruh kota dengan deras. Bersamaan hatinya yang sedang gundah dan lara.
* * *
__ADS_1
Next