CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Twelve


__ADS_3

#12


Angin berhembus menerpa rambut panjang keempat gadis yang tengah menikmati malam itu, masing masing bergelayut manja dengan pikiran pikirannya. Malam yang dingin membuat mereka memakai switer yang sengaja memang dibawa dikarenakan mereka sudah memprediksi akan hawa dingin ketika malam dan hal itu tentu wajar, karena markas mereka diarea puncak dan hawa dingin pasti menelusuk setiap malamnya


"Syahwa sayang, polos banget sih gemes tau". Tutur Yuria dengan nada konyolnya membuat Vio tertawa sedangkan sea hanya menanggapi dengan santai


"Kamu tau definisi cinta?". Tanya Vio yang tangannya kala itu disenggol oleh Sea seakan menandakan "Jangan lakukan itu, bodoh". Disertai dengan tatapan tajamnya tapi Vio hanya mengabaikannya


"Cinta? I don't know to love". Paparnya dengan nada santai dan senyuman kecil


"Kamu tidak tau soal cinta? Seriously? , Semua orang bahkan gila dan bunuh diri karena cinta". Celetuk Vio yang membuat Sea semakin menatapnya tajam sementara Yuria hanya diam dan menyimak


"They are very crazy? Untuk apa bunuh diri karena cinta? For me, No time for love okay? Dunia ini kejam aku tak ada waktu untuk membahas hal itu, aku kecil diajarkan untuk_". Sadar akan ucapannya diapun memilih bungkam. Dia tidak ingin teman temannya menjauhi hanya karena ia seorang mafia yang berdarah dingin.


"Diajarkan apa?". Tanya Sea seakan tertarik sementara vio hanya menimpal sea dengan senyuman mengejek


"Hmm, bermainlah masa membunuh". Tuturnya sambil menahan gelak tawanya


Pletak


"Awh sakit tau". Ringis Syahwa yang mendapat jitakan dari Vio, sementara pelaku hanya bisa cengengesan


***


"Markas Musuh!". Gumam sang tuan/bos


"Mereka menyambut kita didepan sana!". Decak inisial A sambil mengarahkan jarinya kepasukan musuh yang sudah menyambutnya dengan seringaian sombong


"Tidak ada cara lain lagi rencana gagal, kita harus tetap menghadapi mereka kau tau kita tidak mungkin kembali, melihat akses sudah ditutup dengan sangat kuat oleh mereka, baik ayo kita serang!. Ucap sang bigbos


Tanpa aba aba mereka pun menyerang


"Lihatlah! Bodoh sekali mereka datang kepasukan musuh mau menyerahkan diri dibunuh mereka pikir akan menang gitu haha tak mungkin". Ucap salah satu anak murid sekte Aliran sesat yang menjaga pintu masuk markasnya


"Ck, sombong sekali anda". Tegur seseorang dibalik tabir hitamnya yang sudah siap memotong lehernya


Rupanya dia tidak menyadari kehadiran sosok misterius yang merupakan aliansi dari sang bigbos untuk membantunya ketika membantai musuh

__ADS_1


Sreet


"Argh, bajingan!". Geramnya, melihat darah yang menyembur dilehernya sambil menatap pembunuh dengan mata yang melotot


"Rasakan!". Gumamnya pelan, lalu berlari meninggalkan sang mayat yang melotot


Sementara dilain tempat


Sang bigbos sedang memainkan Alat tempurnya dengan pemilik sekte sesat, bunyi pedang menyatu sangat membuat ngilu digigi tapi tidak untuk mereka yang sudah terbiasa


Mereka pun saling berbalas serangan, serangan demi serangan mampu meyayat kulit dari lawan dan lawan, sesekali meringis karena koyakan dari pedang tapi jiwa pemberaninya membuatnya selalu optimis dan pantang mundur


"Ck, hanya ini kekuatanmu? Aku yakin pasti dapat mengalahkanmu". Ucap sang pemimpin sekte dengan nada sombongnya dan tatapan meremehkan, sementara bigbos memberi tatapan sinisnya dalam sekejap seringaian dingin dan senyuman misterius muncul disudut kedua bibirnya dalam bentuk samaran


Srrrt


"Ah panas! Apa yang kau berikan padaku bajingan". Teriak sang pemimpin sekte sambil memegang kedua matanya yang sudah mengeluarkan air mata darah.


"Biasa, bubuk merica yang kucampur dengan bubuk racun tikus bagaimana? Apakah rasanya enak dan lezat?". Ucap sang bigbos sambil memegang bahunya yang tadinya sempat dilukai oleh pemimpin sekte


"Hey gak ada yang curang disini, ini trik cerdas okay? Kau saja yang tidak paham". Ujarnya dengan nada yang sedikit gemetar


~Sakit sekali, apa yang dipakai di pedang tumpulnya itu. Gumam bigbos memegang pundak yang terkena sayatan pedang milik pemimpin sekte


Muncul seringaian dingin dibalik sudut bibir pemimpin sekte


"Oh ya, bagaimana dengan kau apakah baik baik saja?". Ucapnya sambil memegang sebuah serbuk yang membuat semua orang kalah itu terkejut sementara sang bigbos mengumpat dalam hati


"Racun iblis!". Teriak salah satu anggota sekte dengan nada girangnya


"Hahaha, kena kau! Jadi kalian bisa tentukan siapa yang cerdas dan siapa yang bodoh bukan?". Ucap sang pemimpin sekte dengan nada mengejek


Melihat itu sang bigbos memutar otaknya


"Dia sangat lincah, bajingan ini awas saja kau!". Geramnya sambil mengepalkan kedua tangannya


Keadaan tak berimbang sekarang, anggota bigbos banyak yang tewas dan terluka parah sementara dipasukan musuh tak banyak juga banyak yang tewas dan melihat yang sudah terluka parah membuat orang dari bigbos segera membunuh agar generasi sesat mereka tidak berkembang, hal itu membuat sang pemimpin sekte murka dan marah.

__ADS_1


Ya ternyata masih bisa melihat dia, dikarenakan bantuan dari anggotanya yang memang seorang Alkemis pandai meracik penawar racun, bahkan sekarang dia menghabisi lawan dengan cara yang mudah


"Tuan, pergilah jangan membuat anda terbunuh disini kasian orang itu yang masih membutuhkan anda". Tutur inisial A dengan gemetar, dia sangat terluka saat ini tidak ada yang sehat bugar


"Tidak! Aku tidak akan membiarkan kalian disini, aku_".


"Tuan! Ayolah jangan membuat kami bersalah karena masalah ini dan tidak memberitahukan kepada mereka". Ucapnya dengan memohon


Walaupun tetap bersihkeras untuk tidak kembali tapi akhirnya dia hanya bisa mengikuti yang diinginkan oleh para Anggotanya yang lain


"Hey! Jangan lari kau pak tua". Teriak sang pemimpin sekte dengan geram yang menyadari gerak gerik bigbos yang ingin kembali sambil menarik tangan milik bigbos yang kala itu sudah tak bisa berbuat apa apa.


"Kau mau kemana hah?". Geramnya sambil mencengkeram baju milik bigbos yang sudah tak bisa apa apa hanya bisa menghela nafas dan menyerahkan diri


Sreet


"Tuan!". Teriak para anak buah bigbos histeris yang melihat tuannya yang dihunuskan pedang dilehernya membuat dirinya telah mati seketika, mereka tak bisa berbuat apa apa keadaan yang sangat kritis tidak memungkinkan untuk melindungi sang bigbos mereka hanya bisa menggeram dan mengepalkan tangan.


Sementara, sang pemimpin sekte tertawa senang dan bahkan terbahak bahak, sambil mengambil kepala milik bigbos dan dia melemparkannya didepan gerbang sekte, mereka yang tersisa hanya bisa menangis


"Hahaha, kalian kalah tuan kalian yang bodoh itu sudah kubunuh sekarang giliran kalian". ucapnya sambil memegang kedua pisau yang sudah dipenuhi darah lalu berjalan kearah mereka


"Tidak semudah itu Ferguso!". Teriak seseorang disana dengan memegang pedang


"DIA!". Ujar semua anggota sang bigbos dengan keringat dingin, pasalnya mereka mengenali orang itu


"Hahaha, selamat datang disekte ini, dengan senang hati akan melayani anda sampai nyawa melayang". Ucap sang pemimpin sekte dengan nada sombong dan mengejeknya


"Ck, anda sombong sekali! Ingat, anda itu seperti iblis yang terusir dari surga hanya karena kata 'Aku lebih baik darinya', oh atau jangan jangan anda memang iblisnya kasian sekali bahkan dikutuk oleh penciptanya sendiri sekaligus plus dapat Jahannamnya". Balasnya dengan tatapan mengejek, sedangkan sang pemimpin murka dengan hal itu


"Haha, jika aku memang Adalah iblisnya, maka kau dan kalian semua ikutlah bersamaku dijahannam itu". Pekiknya dengan gembira bahkan langsung menyerang orang yang mengejeknya tadi membabi buta


Sementara orang itu menyambutnya dengan seringaian dingin dan tatapan membunuhnya, mereka yang melihat itu keringat dingin dan tegang


~Inilah iblis yang sesungguhnya. Gumam inisial A dengan tersenyum penuh arti yang tatapannya mengarah yang ditujunya


>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2