
#17
Sementara orang yang mendengar letusan berwarna kuning dibalik Awan yang hitam pun bergegas keluar dari Ruangan mereka dan menyaksikan Dua insan yang tengah menikmati malam eh ralat menjadikan malam ini seperti malam kiamat yang penuh ketegangan.
"Hah itu bukan urusan ku". Ungkap syahwa sambil menghindari serangan yang dilancarkan oleh Sea yang sudah membabi buta
"Ya Ampun! Tuh anak kok kayak psikopat ya?". Ucap Elin teman Ghea dengan suara lucunya
"Ehmm, iya yah aku gak pernah lihat dia kayak gitu". Sambung Sakia
"Kayaknya ada yang Salah". Lanjut Ghea
"Apaan?". Tanya Elin
"Lihat itu! Dia pegang pisau, kita bantuin gak?". Tunjuk ghea sedikit melunak melihat syahwa yang kesulitan tapi sebenarnya pura pura kesulitan
"Yakin lo? Bukannya lo gak suka sama tuh anak ya?". Tanya sakia
"Ahk entahlah biarin aja kalau gitu, nanti biar para petinggi yang melerai tapi kelamaan bisa jadi dia mati duluan kasian kan? Niat ingin capai cita cita disini malah terbunuh disini tanpa sebab". Ucapnya panjang lebar
"Wuahh, ternyata hati mu masih ada terkesan nuraninya ya". Puji Sakia walau sebenarnya mengejek dan elin dia hanya diam menatap kearah Syahwa dan Sea.
"Sialan!". Decak ghea memukul Punggung sakia yang meringis menahan sakit yang dilakukan olehnya
*
"Vio, itu sea kenapa jadi psikopat gitu?". Tanya Yuria dengan menggidikkan bahunya merinding
"Aku gak tau bahkan kali ini aku melihatnya seperti itu, kenapa dia jadi seperti itupun aku tak tau". Ucap Vio sambil memperhatikan Syahwa dan sea bertarung
"Kamu gak bantuin?"
"Gila ya? Dia udah jadi musuh kita gak sudi kali mau balikan sama dia".
"Mantan kali ngajak balikan"
"Diam, lihat sana sepertinya sea memiliki niat membunuh dengan si Gadis lugu itu".
"Ih serem, apa mereka punya dendam pribadi?"
"Yuria! Mana aku tau keluarga aja bukan, apalagi cuma teman partner lagian tuh anak pendiam dan tidak suka cerita hidupnya terbagi, you know?
__ADS_1
Yuria pun menghela nafas panjang, mengingat Sea yang selalu marah ketika dia tanya tentang privasinya.
"Oke, aku tidak akan bertanya lagi".
***
"Sea, kamu sadar dengan siapa melawan?". Tanya Syahwa dengan tersenyum tersungging
"Cih, siapapun kau kau lebih menjijikkan dariku".
"Kau lupa, siapa yang membangkitkan perusahaan Sanjaya group itu, Aku bisa menghancurkannya dalam sekejap". Gertak syahwa walau dengan suara pelan tapi mampu didengar oleh sea
"Heh, Seorang mafia terkenal Ferasatya Djiningrat kau pikir akau tak tau orang itu? Dia pamanku". Ujarnya dengan nada sombong
"Cih, aku tidak pernah mendengar dari papaku tentang kerabatnya yang bernama Wira sanjaya, melainkan bawahan yang mengemis ngemis karena dahulu pernah menjadi musuh dan akhirnya diberi kesempatan sekali lagi, dan kau sebagai anaknya ingin menghancurkan karir ayahmu lagi dengan menyentuh. Putrinya?"
"APAA! TIDAK MUNGKIN". Teriaknya sehingga memancing manusia yang tadi hendak pergi menatapnya kembali
"Hey, pelan pelanlah bicara, mereka akan mendengarnya, kau bongkar identitas diriku, kau dan seluruh keluargamu mati dalam tanganku". Ucap syahwa dengan geram sambil memasang tatapan mengerikan membuat Sea tersungkur jatuh dengan permainannya
~Pantas saja dia pandai bermain senjata manapun, dia anak Mafia, bahkan pisauku yang kubuat ini tidak melukai tubuhnya sedikit saja, aku tidak mungkin membuat keluargaku hancur berantakan aku juga membencinya
"Cih, kalau mengaku ngaku saja aku bisa, kau bukan anaknya, kabarnya dia mempunyai anak saudara kembar yang kejam tidak sepertimu yang lemah, kau hanya sendiri mana kembaranmu". Cemooh Sea yang bangkit kembali berdiri
"Asumsi? Itu Menurut mu tanpa memperhatikan dan Mengambil langkah untuk menyelidiki".
"Heh, kalau begitu tunjukkan saudara kembarmu jika kau benar".
Lemparan dua lembar foto menghinggapi wajahnya, dia tertegun foto tersebut berisikan Foto syahwa dan syahna, kembar tak seiras, sorot mata tajam syahna dan sorot mata tajam Syahwa membuktikan bahwa mereka itu kembar, hanya saja tampilan baju mereka berbeda, Syahwa dengan gaya lucunya dan Syahna dengan gaya elegantnya.
"Bagaimana? Kau masih tidak percaya?". Ejek Syahwa melihat Sea yang langsung terduduk menatap foto sikembar
"Bisa saja ini diedit". Sangkal sea membuat Syahwa semakin geram, diapun melempar satu foto lagi dimana Mereka berdua Foto bersama dan tersenyum kearah kamera.
"Maa.. Af.. Maafkan sa...ya.. Saya". Ucapnya terbata bata
"Kau tau kesalahanmu?". Tanya syahwa dengan seringaian dingin, sementara Sea mengangguk
Para junior dan senior yang melihat adegan tersebut hanya ternganga dengan tingkah sea yang seperti itu kedua kalinya, mereka tidak mendengar percakapan antara kedua insan itu karena suara yang sengaja dipelankan ditambah cahaya remang remang ditengah malam yang gelap gulita dan mereka tidak mampu melihat pergerakan mulut antara kedua insan itu, yang mereka tau keduanya sedang bertarung
"Aku siap menerima hukumanku". Jelas Sea sambil berdiri
__ADS_1
"Nah bagus, begitu kau jadi penurut juga akhirnya". Ucap syahwa tersenyum lebar.
Terbit senyum devil milik syahwa, Sea yang melihat senyuman yang samar samar jelas tak terlihat itu merinding ketakutan
~Apa yang akan dia lakukan untukku?
"Bunuh dirimu dengan pisau itu, atau aku yang akan meyayatnya pelan pelan sehingga kau merasakan penderitaannya,". Ucapnya
Dengan segera Sea menusuk badannya dengan pisaunya, dan apa yang terjadi?
"Oh tidak! Hei kalian kenapa berdiri disitu bantu aku dia menusuk tubuhnya sendiri aku tidak bisa melawannya dia ingin membunuhku". Pekik syahwa histeris
Semua orang yang mendengarnya berkata histeris pun segera berlari kelantai bawah, Katakan saja dia memang ahli dalam segala bidang, bersandiwara saja dia mampu apalagi hanya bermain senjata, itu hal biasa baginya, yang tak biasa itu mencintai lawan jenisnya, hahaha.
"Ada apa dengannya? Kenapa dia menusuk badannya sendiri?". Tanya Rainan yang terlihat khawatir sekali
"Aku tidak tau, tadi saat aku berada didalam kamar dia datang kepadaku membawa pisau itu, dan aku takut dia melukaiku ingin mengunci pintu rasanya aku tidak bisa karena dia berlari kearahku membabi buta dan akupun berlari kesini agar aku leluasa untuk menghindari serangannya, aa... Ku.. Ttt.. Aakk.. Ut". ujarnya sambil mengeluarkan Air mata deras sambil terduduk menekuk kedua lututnya seperti orang yang trauma.
"Ya ampun kasian sekali dia, baru masuk sudah dikasih seperti ini, lihatlah dia seoertinya trauma". Ucap salah satu anggota yang terbawa suasana sandiwara Syahwa
"Aku tidak percaya, kau pasti melakukan sesuatu padanya kan! JAWAB AKU!". Teriak Rainan sambil menarik baju syahwa, athar yang melihat itupun segera meleraikan
"Eh Nan, sadar woi, dia cewek lo gak malu apa?". Kata Athar
"Aakuu tidak apa apain dia, kalau kau tidak percaya padaku silahkan cek cctv yang ada diruangan manapun tempat aku berlari sekalian cctv diruanganku". Ucapnya dengan nada bergetar
~Damn it! berani sekali menyentuh bajuku awas saja kau, sialan!
Apa yang dikatakan Syahwa memang benar adanya, Yang duluan datang ke ruangan siapa dulu? Crosscheck dululah setelah itu tinggal dapat bukti maka dia pelakunya.
"Cepat panggil para petinggi Apakah kalian tega melihat mayat ini dibiarkan begitu saja hah". Teriak Rainan lagi, dengan segera Azmin pergi, tapi ketika hendak pergi sang petinggi sudah datang sambil membubarkan para Mahasiswa yang ada agar segera beristirahat dikarenakan kegiatan diesok hari.
***
"Kau yakin dia bunuh diri?". Tanya Rainan kepada Athar
"Pasalnya emang gitu Nan, kita lihat saja besok hasil tes dari para petinggi semoga Saja tidak melibatkan siapapun". Ucap Athar
>>Bersambung
Jgn lupa mampir di novel satuu ya "MENGEJAR HIDAYAH". terimakasih :v
__ADS_1