
"Bagaimana keadaanmu?". Tanya Rainan kepada syahwa yang saat itu terbangun dari tidurnya
Wajahnya tidak sepucat tadi, Sudah sehat bugar. Bahkan dirinya sudah bisa bolak balik ke WC tanpa bantuan.
"Lebih baik". Jawabnya sambil melemparkan senyuman tipis kepada pria itu
Rainan mengangguk,
"Kamu ingin makan?"
"Mmm, nggak".
"Makan saja dulu, nanti kau sakit mau?".
"Akukan memang lagi sakit".
"Gak salah sih, Tapi gak gitu konsepnya juga. Kalau sakit perlu diobati, kalau kamu gak makan nanti makin sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati".
"Aku juga sudah capek buatin kamu bubur. Kamu gak ngerhargain apa yang aku buatkan? ". Tutur Rai dengan wajah sedih
"Baiklah, sini makanannya". Tukasnya, mengulurkan tangan dengan malas mengambil bubur ayam yang sudah dibuatkan oleh Rai
Rainan tersenyum gadis itu menurutinya, Aktingnya berhasil juga. kemudian ia berkata,
"Setelah itu jangan lupa minum obatnya".
"Iya iya". kata syahwa dengan nada kesal, gadis itu memakan buburnya dengan lahap, Rainan yang melihat itu tertawa kecil gadisnya ternyata kelaparan
"Kau kelaparan, Lihatlah kau menghabiskannya tak tersisa". Celoteh Rainan menunjuk mangkok yang bersih tak tersisa
Syahwa yang tak sadar merasa malu, Dia tau dirinya memang lapar tapi karena gengsi tidak berani untuk melakukan apapun.
"Oh ini, anu aku hanya tidak ingin mengecewakanmu jadi aku habiskan saja". Elaknya memalingkan mukanya kearah lain
"Kau berbohong".
"Mana ada". Kilahnya lagi
"Jelas terlihat dari raut wajahmu yang tidak bisa menyembunyikan apapun dariku, kau masih lapar. Tenanglah, aku membuatkanmu dalam porsi yang lumayan banyak". Ujar Rainan tersenyum jahil
Syahwa hanya bisa menelan salivanya, Pria itu secara tidak langsung menawarkannya makanan. Bubur buatan rainan mengunggah selera makannya. Dengan susah payah menahan diri akhirnya gadis itu menyerah
"Kak Rai, aku masih mau". Ujarnya malu malu
"Hahaha, Sudah kuduga. Baiklah, Tunggu sebentar yah aku ambilkan dulu". Kata pria itu tersenyum manis, perjuangannya membuat bubur untuk Gadis pujannya akhirnya berhasil
"Sekalian bawa semuanya aja kak". Teriak syahwa saat Rai sudah beberapa meter berjalan menjauh darinya, Usai berkata seperti itu, Syahwa segera menutup wajahnya
"Aaah memalukan". Gumam gadis itu
__ADS_1
* * *
Anton benar benar frustasi, Bagaimana tidak frustasi saat dirinya sedang disibukkkan dengan dokumen yang menumpuk dimeja kerjanya,
Secara tiba tiba notifikasi muncul di komputer miliknya yang berisikan bahwa seseorang yang sedang berusaha menerobos masuk lewat sistem keamanan milik perusahaan,
Beberapa kali pria itu memulihkan kembali sistem keamanan, namun hacker itu selalu berhasil menerobos, Jari jarinya telah lelah karena mengotak atik komputer dengan begitu cepat
Dan bisa dipastikan orang itu ingin menculik data perusahaan dan itu berhasil, data data perusahaan dicuri dalam sekejap dan raib hal itu membuat Anton menelfon Syahwa dengan keadaan lesu dan frustasi
"Perusahaan sedang krisis, aku tidak tau dimana letak kesalahan sistemnya. Beberapa virus yang muncul dengan ganas menyerang sistem keamanan". Tukas anton melalui sambungan telfon
"Apa! Bagaimana Mungkin? Bukankah sistem keamanan berlapis lapis, bagaimana bajingan itu mampu menerobos". Jawab Syahwa dengan kesal
"Saya tidak tau nona muda, saya juga heran bagaimana orang tersebut menerobos dengan mudah, bahkan mengirimkan virus yang membuat sistem menjadi eror".
Gadis itu berpikir sejenak, hingga sebuah pikiran terlintas dalam benaknya
~Apakah ada orang dalam yang menjadi dalangnya? Oh tentu pasti ada. Selama ini tidak pernah ada kejadian seperti ini, Bahkan kode keamanan hanya beberapa orang yang tau termasuk aku. Aku akan mencarimu berandal kecil beraninya bermain dengan perusahaan papaku. Batin syahwa mengamuk
"Apakah kau sudah mengecek data hacker itu?".
"Tidak bisa nona muda, dia terlalu pandai saat saya mencoba melihat data dirinya, orang itu menghapusnya dan memblokir alamat web saya"
"Baiklah kirim link perusahaan segera". Cetus syahwa sambil memutuskan sambungan telfon tersebut
"Siapa pengkhianat itu, Aku pasti menemukanmu". Ucapnya
"Ada apa?". Tanya Rainan yang kembali membawa sebuah panci yang berisikan bubur ayam
"Ada yang mengambil data perusahaan papa". Tukas syahwa dengan datar
Rainan yang mendengar pun terkejut,
"Bagaimana mungkin". Ujar pria itu
"Yah sudah mungkin, bahkan data perusahaan sudah diambil olehnya".
Tak selang berapa lama, pesan masuk melalui ponselnya. Gadis itu segera menyalinnya dilaptop, Segera mengkliknya dengan cepat dan melihat kondisi perusahaan yang anjlok. Gadis itu sangat serius dengan benda dihadapannya.
Ia memasukkan beberapa kode dengan cepat, lalu mencari yang diinginkannya. Setelah beberapa menit melakukan kegiatannya dirinya beralih Kesistem keamanan, gadis itu menambahkan 5 kode yang hanya dirinya yang tau lalu menambahkan tingkat keamanan lagi dengan berlapis lapis.
Setelah melakukan pemulihan sistem keamanan, Gadis itu beralih lagi kesistem satunya, Saat dahulu Gadis itu membuat sebuah aplikasi yang hanya bisa diunduh oleh dirinya sendiri. Aplikasi yang paling membuatnya selalu berhasil melakukan sesuatu yang terlihat sulit.
Saat melihat data data perusahaan dikomputer muncul satu persatu gadis itu segera mengirimkannya ditempat yang telah ia tentukan. Akhirnya dengan Kerja kerasnya selama 3 jam Gadis itu berhasil memulihkan keadaan perusahaan
Usai melakukan kegiatannya, Gadis itu memasuki aplikasi buatannya lalu mengklik websitenya yang hanya dia yang tau, mencari riwayat yang beberapa jam lalu mengusik perusahaan papanya
Dia berhasil mendapatkan alamat itu, Namun sayangnya alamat itu palsu yang membuatnya semakin geram
__ADS_1
"Dasar pecundang". Gumamnya dengan nada kesal
Gadis itu mencari sesuatu yang ada dalam pikirannya, Dia memasuki salah satu aplikasi lalu membuat postingan disana hanya untuk menjebak sang pelaku dan itu tidak berlaku untuk siapapun, triknya berhasil
"Baiklah, mari kita bermain". Serunya dengan terkekeh
Setelah terjebak diwebsite milik syahwa dengan terkuncinya pelaku tersebut,
"Kau menjebakku?". Isi pesan yang dikirim oleh pelaku
Syahwa tersenyum melihat itu,
"Kau yang memulai duluan, maka aku akan melayanimu". Setelah membalas pesan itu syahwa mengirimkan virus yang sama, Jari jari lentiknya cepat mengetik
Syahwa mengotak atik kembali laptopnya, Dan menemukan sesuatu yang baru disana
"Baiklah ini saatnya". Ucap Gadis itu sambil memunculkan smirknya
"Ini yang terakhir kalinya". Gumam syahwa mengirimkan virus terakhir yang lebih berbahaya dari yang pertama, virus yang pertama berjumlah ratusan virus dan yang terakhir ini hanya satu virus, yang membuat komputer bisa berasap atau rusak dan meledak
Klik
"Berhasil".
"Hahaha, rasakan. Maafkan aku membuat komputermu rusak ". Kekeh gadis itu
Sementara disisi lain
"Oh tidak, Komputerku"
"Ahh, Sialan". Umpatnya dengan kesal, melihat komputernya yang sekarang meledak dan mengeluarkan asap yang mengepul
"Sudah kukatan gunakan komputer lain, tapi kau bersihkeras keras akan menang dan sekarang..pffftt aku yakin data datamu pasti telah raib diambil oleh gadis itu, payah kau kalah dengan gadis lugu sepertinya? membuat dunia menertawakanmu, Percayalah".
"Diamlah, Sudah jelek kau juga berisik"
"Cih, Bilang aja kau marah kan?"
"Ya aku marah, begitu marah aku ingin memakanmu hidup hidup menjadikanmu sebagai daging giling"
"Kau selalu berperilaku buruk padaku"
"Yah, terinspirasi dari wajahmu" Balasnya sambil menampilkan smirknya
* * *
kena mental gak tuh... wkwkwwk
Nextt
__ADS_1