CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Hatiku tergerak untuk menjadi Cleaning servis sekarang!


__ADS_3

"Bagaimana kau sudah ada solusi?"


"Hem, aku sudah mengingatnya. Sepertinya kita harus kembali keperpustakaan baru".


"Apa kau melihat ada bukunya ada di dalam sana".


Gadis itu menggeleng, dia tidak bisa memastikan apa apa tapi ada satu hal yang diingatnya mengenai perpustakaan baru itu, Ya gedung yang bertingkat lima itu bagian puncaknya tersimpan buku buku yang tak pernah terjamah oleh rekan rekannya mungkin hanya segelintir jarang ada yang kesana


Selain tempatnya yang begitu tinggi, Buku bukunya terlihat membosankan seakan hanya diperuntukkan kepada orang orang yang tertarik dengan sejarah dimasa lampau.


"Aku tidak bisa memastikan buku itu ada atau tidak, tapi tidak salahnya kita untuk mencoba. Aku ingat dibagian puncak gedung pencakar langit itu tersimpan buku buku sejarah disana".


"Yasudah tunggu apa lagi ayo pergi"


"Tapi masalahnya kita harus naik tangga, aku tidak sanggup".


"Yah itu untuk melatih kekuatan otot kakimu, Jangan terlalu memanjakannya uji kompetensi dua minggu lagi akan dilaksanakan sudah saatnya berolahraga agar saat ujian itu datang kau tidak seperti orang yang gugup ketakutan, game kemarin saja begitu membahayakan apalagi ujian kali ini"


"Tapi_"


"Kalau kau tidak mau biarkan aku saja yang kesana, kau sebagai anggota kak Anton benar benar memalukan! Aku tidak sangka ternyata dia menerima anggota yang fisiknya lemah sepertimu, sepertinya aku harus menerapkan peraturan terbaru untuk tidak sembarangan menyeleksi anggota baru nanti, Cih menjijikkan!". Sarkasnya dengan nada dingin, Sabrina yang mendengar ucapannya merasa sakit hati sekaligus malu


Gunung es ini benar benar tak punya hati!!! Ucapannya bagai pisau tajam yang siap mengoyak tubuhnya mengeluarkan semua isinya


Dia hampir lupa, Selain sikapnya yang menyebalkan, dingin dia juga mafia! Menyebalkan sekali!


Taklama ia kesal


"Baiklah aku ikut". Jawabnya dengan nada datar


Entah mungkin tidak sadar, Dirinya juga memiliki sifat yang sama dengan syahwa, sama sama menyebalkan!!!


Keduanya segera pergi dari sana, Sampai disana syahwa mengembalikan buku nya tidak berniat untuk mengembalikan minggu depan. Dirinya dan sabrina menaiki tangga yang jumlahnya puluhan untuk mencapai lantai kedua, lalu melanjutkan kembali langkah kerangka selanjutnya


Nafas sabrina terengah engah oleh tangga tangga itu, Seakan hilang separuh nyawanya, ia berhenti sejenak menatap syahwa yang begitu tenang


Bagaimana bisa wanita itu begitu tenang? Ah dia lupa gadis ini sudah biasa dengan olahraga seperti ini, naik turun tangga bukanlah masalah yang serius untuknya


Tapi berbeda lagi jika menyangkut dengan dirinya, Urusan kecil seperti ini? Tidak pernah diajarkan di markas ini. Hanya seni bela diri, teknik bermain senjata itupun bila pemanasan mungkin lari 50X keliling lapangan


Dan lagi, Markas ini tak ubahnya seperti sekte sekte aliran hitam tapi tak bisa dipungkiri markas ini merupakan markas militer tempat para orang yang ingin menjadi tentara melindungi segenap negara tercintanya

__ADS_1


Yang membuatnya seperti aliran hitam itu adalah ingatan tentang game kemarin, Game yang mengambil ribuan nyawa, masihkah pantas disebut sebagai markas militer? Bahkan markas militer ini begitu tertutup dengan dunia luar


Terhubungnya dengan dunia luar pun hanya setahun sekali itupun diacara festival,


"Hey, Kau sudah lelah? Hanya 50 tangga kau sudah seperti orang yang setengah mati". Ya benar, jumlah tangga disetiap lantai 25 buah


"Hanya katamu? Hanya? Ingin sekali kusumpal mulutmu dengan sandalku" Geramnya


Jangan bandingkan aku dengan dirimu kisanak!


"Coba saja kalau berani".


"Ck, kau benar benar"


"Sebaiknya kau simpan emosimu dulu, Masih banyak tangga tangga yang menanti disana. Saat sampai dipuncak kau boleh meluapkan emosimu tapi jangan kepadaku atau kau kembali dalam keadaan mayat yang tercincang cincang".


Bergidik ngeri? Itulah yang dirasakan sabrina ingin rasanya ia pergi saat itu juga tapi kakinya tak mengizinkannya untuk pergi, ingin menghilang tidak tau caranya dia bukan penganut ilmu hitam


Alhasil dia hanya diam membungkam mulutnya untuk tidak berkata tidak tidak, Sepertinya gadis ini sedang stress akan sesuatu, terbukti saat dirinya mengajak untuk bercanda sedikit saja itu ditanggapi dengan serius olehnya


Syahwa sedang tidak ingin main main! pikirnya


Syahwa membuka pintu, Pintu terlihat masih kokoh hanya suaranya yang melengking begitu berisik ditelinga, mengganggu syahwa.


Syahwa memasuki ruangan itu disusul sabrina spontan mereka berdua terbatuk karena debu yang tebalnya kian tak main main


"Berapa lama tempat ini tak dikunjungi?"


"Aku tidak tau".


"Ah kotor sekali, menyebalkan! seharusnya ada seseorang setidaknya setiap minggu sekali datang membersihkan ruangan ini, dibiarkan begini saja tentu orang lain tidak mau datang ketempat ini. Dari awalnya memang sudah salah". Celetuknya, bahkan lantai yang diinjaknya seperti pasar dipantai


Sabrina menanggapi ucapannya dengan diam saja, dia hanya menatap ruangan itu


"Sebaiknya kita cari buku itu, aku benar benar tidak nyaman ditempat ini". Sambung sabrina


Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk mencari buku yang dimaksud, 10 menit berjalan mencari buku mystery book jilid dua tak ditemukan, mungkin terselip dikumpulkan buku buku yang menjulang tinggi tersebut


Ya benar, Buku buku yang ada diruangan itu tidak dipedulikan, dibiarkan bertumpuk tumpuk tidak ditata di rak yang telah disiapkan


Hati Syahwa berkata, miris!

__ADS_1


"Bagaimanamungkin mereka membiarkan buku buku ini seperti terbuang begitu saja, Apakah ilmu sejarah ini begitu tidak penting? Bukankah ilmu itu didapat melalui buku buku ini? mereka benar benar terhalang dari pintu ilmu kalau begitu". Gumamnya menatap tumpukan buku dihadapannya


"Aku berniat membersihkan ruangan ini".


"Hem akupun, mengingat ucapanmu yang tadi membuat hatiku tergerak untuk menjadi cleaning servis sekarang".


Akhirnya mereka membersihkan ruangan itu, 2 ½ Jam lamanya mereka menjadi cleaning servis akhirnya selesai juga. Ruangan yang berdebu itu menjadi mengkilat, buku buku tersusun rapi diraknya masing masing


Jendela mereka buka, Hawa sejuk masuk melaluinya kali ini rasa penat yang menghampiri mereka berdua, haus dan lapar sayangnya hanya air minum disana untuk menghilangkan dahaganya


Buku yang mereka cari tidak ada diruangan itu, tapi tiba tiba sudut matanya menyipit melihat sebuah kotak yang berada dibawah meja yang telah lapuk


Syahwa mengambil kotak itu meletakkannya di pangkuan, Terkunci sepertinya kotak ini berharga


"Apa kau membawa peniti atau jepit rambut?". Tanya syahwa


"Tidak ada".


"Emm, baiklah tunggulah sebentar aku akan kelantai empat mengambil sesuatu".


"Jadi aku sendiri?".


"Iya, hanya sebentar gak usah takut"


"Cih, siapa yang takut sana kau ambil barang yang kau butuhkan"


Syahwa tersenyum diapun pergi segera, dilantai empat tadi dirinya melihat kumpulan zat zat kimia yang belum dicampurkan


Dirinya kembali membawa cairan berwarna merah, Sabrina menunggunya


"Apa itu?"


"Entah aku menemukannya dibawah, sepertinya berguna membuka gembok berkarat itu".


Ia menuangkan cairan itu dan berhasil gembok itu terbuka, mereka membersihkan kembali cairan yang tumpah lalu membuka kotak


"Ini_"


* * *


Next...

__ADS_1


__ADS_2