
"Dih, Min lo gak salah orang kan?". Tanya farhad sambil menatap kearah sabrina
"Gak"
"Thar.. "
"Atur sajalah gue bosen, mau tidur". Ucapannya seraya melangkah menjauhi kedua insan yang masih melihat sabrina yang seperti anak kecil.
Memang anak kecil, penampilannya saja sudah aneh, jepitan menggantung dirambutnya, bajunya didepan bergambar boneka barbie tak luput pula boneka yang dipegangnya semua serba berwarna pink.
"Akhir akhir ini gue sering ketemu orang aneh, Lebih anehnya kok bisa jadi tentara. Ah sudahlah aku juga ingin beristirahat".
"Pilihan lo aneh.."
"Eitss, biar aneh tapi lo gak boleh nilai dari sampulnya gitu dong. Gue pernah jadi pembimbingnya, skill nya bukan main. Udah jago kayak syahwa, lo ingat kan waktu syahwa lo suruh nembak 3 apel dilapangan dengan niatmu yang bodoh itu. Gue sempat ngelirik kesabrina cewek itu, dia seperti tersenyum penuh arti, dan bisa gue pastikan tuh cewek sefrekuensi dah sama syahwa".
"Sefrekuensi?"
"Satu server lah, sama sama kekanakkan tapi kalau udah latihan seriusnya beneran, peace deh bukan main".
"Oh, benarkah? tapi menurut gue sih ada perbedaan jauh antara syahwa dengan sabrina". Cetus farhad
Pria itu terlihat diam berpikir sejenak, kemudian berkata
"Ya sabrina lebih kekanakkan, sedangkan syahwa hanya sedikit dan lebihnya syahwa terlalu misterius sedangkan sabrina lo udah tau kan dia sekaya gimana".
"Iya gue tau, tapi kok aneh.. "
"Aneh apanya? lo bicara aneh mulu daritadi"
"Ya aneh, kok Rainan kenal bahkan lebih dari itu semacam orang yang sudah lama kenalan"
"Ya mungkin rainan memang sudah kenal"
"Setidaknya kalau dia kenal, dia juga harus kenalin ke kita ya gak?"
"Ya sepertinya begitu, tanya saja dia kalau gak mau dijawab yaudah keroyok rame rame".
"Dih gila, lo mau harimau terbangun dari tidurnya?".
"Kalau dia harimau Yaudah gue singa"
"Nantangin lo? Lo berdua jadi harimau sama singa gue yang lebih kejam lagi. Dinasaurus, hahahah".
"Lo mau jadi dinasaurus? Dih, ngayal lo? Palingan cuma kecebong yang nanti jadi katak, klodok klodok Hahaha wkwkwk".
"Lo jadi semut".
"Wehehe jangan lupa semut itu kuat loh.. "
"Yaudah lo jadi kutu aja"
"Dih gak sekalian jadi amoeba? atau bakteri sekalian"
"Lo aja gue kagak minat"
"Gue juga kagak".
"Terus kalau gak mau kenapa mesti dibahas!". Seru keduanya berucap dengan serempak
__ADS_1
Keduanya pun saling menatap dengan selidik
"Ngikut lo"
"Lo yang ngikut"
"Lo"
"Lo"
"Lo"
"LO!"
"GILA! "
Tak lama jadilah adegan baku hantam antara Farhad dan Azmin serta beberapa penonton lainnya hingga lelah, adegan itupun terhentikan dengan sendirinya
* * *
Yuria masih standar by ditempatnya, perasaan cemas dan khawatir masih meliputinya. Dirinya begitu gelisah dengan hilangnya vio. Bahkan, ia terus menelfon temannya namun sayang ponsel milik vio tidak aktif lagi, syahwa menghancurkan semuanya.
Menghilangnya secara misterius tanpa kabar membuat seluruh penghuni markas histeris dan bergosip
"Syahwa, Ya aku hanya butuh berdua dengan syahwa setelah itu akan aku pastikan bahwa gadis itu yang melakukannya. Firasatku berkata demikian, bahwa syahwa pelakunya tapi aku tidak memiliki bukti apapun".
"Oh aku... "
Yuria pun beranjak dari tempatnya mencari syahwa yang kebetulan ingin kembali kekamarnya
"Syahwa!" Panggilnya, Gadis yang dipanggil namanya pun berbalik menatapnya
"Aku mau bicara"
"Bicara saja". Ucap syahwa,
"Tidak disini, aku mau bicara empat mata". Cetus Yuria
"Mataku dua bukan empat kamu juga tau itu"
"Polos banget sih, maksud gue empat mata itu dua matamu dan dua mataku, Understand?". Syahwa pun mengangguk
~Mencurigakan. Batin syahwa seraya mengikuti langkah Yuria menuju kekamarnya
Pintu pun terbuka, Yuria mempersilahkan syahwa masuk duluan, syahwa menyanggupi disusul Yuria yang sudah mengunci pintu kamarnya, sengaja agar tidak ada orang yang mengusik pembicaraan yang rahasia ini
"Ada apa?".
"Kau taukan tentang hilangnya vio? bahkan semua orang sudah mengetahuinya".
~Terlalu berbelit belit.
"Ya aku tau, lalu?".
Gadis itupun menatap tajam kearah syahwa, syahwa yang melihat tatapan itu bersikap tenang tanpa beban terlihat santai seakan tak tau apa apa
"Apa kau yang melakukannya?".
"Tidak".
__ADS_1
"Tapi aku yakin kau yang melakukannya". Cetus yuria
"Apa kau punya bukti?". Tanya syahwa
Gadis itu terdiam, lalu berkata,
"Tidak, aku tidak punya bukti tapi fillingku menyatakan kau yang melakukannya".
"Ck, kau ini lucu. Menggunakan filling untuk menuduh seseorang? Baru kali ini aku melihat orang sepertimu"
~Sangat merepotkan. Batin syahwa
"Menggunakan filling dalam mengambil sikap". Tukas syahwa
"Lucu katamu? Tau tidak jika kau tersesat cukup mengikuti filling kemana kau berjalan. Bukankah filing juga diperlukan dalam mengambil sikap? Sadarlah, kau kemarin mencari Rainan yang tersesat menggunakan filing mu kan?". Ucapnya menatap merendahkan
Syahwa menyadari akan itu
"Ya aku tau, tapi menuduh tanpa bukti itu sesuatu yang fatal. Jika kau punya bukti mungkin bisa dipertimbangkan namun bila tidak ada jangan serampangan.
Kau tau? memang kemarin aku menggunakan filingku ketika mencari kak Rai tapi kau tidak tau kan kalau aku juga punya sesuatu yang kuat sehingga yang kuat itu membenarkan semua firasatku". Ucap syahwa dengan nada tenang
Dia sedikit terkejut mendengar ucapan yuria yang tau akan hilangnya Rainan dirumah hantu, festival kemarin.
Yuria terdiam, berdebat dengan gadis dihadapannya tidak sesuai dengan harapannya. Padahal dia tadi sempat ingin merekam percakapan syahwa, Syahwa bukan newbie lagi dia ahlinya bukan seringkali ia dikurung dalam ruangan seperti ini lalu berbicara empat mata
Dia tau trik itu jadi dengan sengaja ia menghindari pertanyaan yang menjebak dengan jawaban yang menjebak pula.
"Kau! Bila tidak ada lagi yang kutanyakan aku pergi".
"Kau tidak bisa keluar, aku menguncinya".
~Takkan kubiarkan kau keluar sampai kau engah dan mengakuinya sendiri. Batin yuria
Syahwa mendengus kesal
~Ingin menjebakku? MIMPI!"
Brakk
Syahwa mendobrak pintu Yuria dengan satu kali tendangan, pintu itu terbuka sedikit retak. Aksinya yang keren itu mengundang keterkejutan yuria melalui ekspresinya yang tidak biasa.
"Bagaimana mungkin? Tenaganya..."
Syahwa meninggalkan ruangan itu dengan tatapan datar, ia menunju keruangannya karena malam semakin larut, waktunya sudah tidur besok pencarian akan dilanjutkan
~Sampai kapanpun kalian tidak akan menemukannya, hah aku lelah sekali. Api unggun tidak seindah yang kuimpikan, menyebalkan!.
Semua orang kini menghentikan aktivitas mencari gadis yang sudah tidak bernyawa, semua lelah memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Memanjakan tubuh dikasur yang lembut nan empuk
"Aku yakin, kau adalah pelakunya syahwa. Suatu saat aku pasti punya bukti. Kau memang misterius tapi aku akan mengungkap misteri yang ada pada dirimu".
* * *
"Syahwa, kau monster berbalutkan boneka. Aku benci! sampai matipun aku benci. Kau akan mendapatkan hadiah yang pantas dariku. Gadis malang". Ucap sosok misterius yang melihat syahwa dengan sinis dibalik malam yang diselimuti kegelapan
* * *
Next.....
__ADS_1