CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Cerita cinta Athar dan sabrina (Kepolosan dua gadis)


__ADS_3

_Pov Athar


Aku Athar Al Atsary, Seorang yang memiliki penyakit aneh. Ia menyukai sesama jenis. Ceritanya bermulai saat aku bertemu dengan sosok yang mirip dengan adikku, Rainan ya dia. Hanya saja pria itu normal tidak sepertiku, aku menyukainya tapi dia tidak, hahaha seharusnya begitu.


Aku tidak pernah menyadari kalau diriku sudah salah jalan. Dan menyadarinya tatkala rasa itu.. Ah sudahlah ini benar benar menggilakan..Kau tau ini sangat menyiksaku memikirkan seseorang yang bahkan sahabatku sendiri dan dia lelaki..


Ya aku jatuh cinta kepada sesama lelaki, sangat menjijikkan bukan? Aku memiliki dua sahabat lainnnya walau tidak begitu dekat sifat mereka mudah akrab denganku, mereka awalnya adalah sahabat dari Rainan pria tampan itu dan kemudian menjadi temanku juga, teman sahabat berarti teman kita jugakan..


Dimarkas ini aku sudah terkenal seratus persen dengan julukan yang memang ada benarnya. Azmin dan Farhad kedua insan itu menawarkanku untuk menyembuhkan penyakit ini dengan mendekati seorang gadis kecil yang membuatku tidak tertarik sama sekali.


Awalnya sangat mustahil tapi aku tidak menyadari ada rasa suka untuk gadis itu. Sifatnya memang kekanak kanakkan, ceria, humoris tapi terkadang cuek tidak peduli. Entah, tapi sepertinya gadis itu tidak melirikku sedikitpun


Aku rasa ini awal dari segalanya bagiku untuk kembali kejalan yang benar. Aku merasakan getaran kecil disana ya direlung hati saat berpapasan dengannya terkadang membuatku gugup dan pipi merah merona.


"Apakah cara itu berhasil menyembuhkan penyakitku?. Gumamku pangling


Ah aku tidak tau, tapi begitulah yang kurasakan. Semoga saja aku benar benar sudah normal kembali.


Gadis cantik itu, benar benar membuatku berubah. Aku sudah memperhatikannya tingkah konyolnya, cerewet dan kadang kalem. Gadis itu ternyata bukan gadis pada umumnya, ia seorang gadis yang broken home, aku tau saat dibawah pohon dua gadis bertemu dengan perasaan yang sedih dan lelah dan sekarang menjadi sahabat


Entah bagaimana caranya mereka menjadi sahabat, padahal saat itu mereka bertengkar hebat.


Aku tidak tau apakah dia menyukaiku atau tidak tapi kalau dia tidak menyukaiku aku akan berusaha untuk membuatnya suka padaku, memang terkesan dipaksa tapi ia adalah wanita yang membuatku merasakan cinta untuk lawan jenis pertama kalinya. Bila ia sudah menyukaiku maka kubuat ia semakin suka padaku, hahaha


Ini awalnya aku akan merubah diriku, Ya Tuhan ridhai aku dalam setiap langkahku


"Aku pasti bisa!". Ucapku menyemangati diri


Pov selesai.


* * *


"Hey apa kau tau? Sepertinya akhir akhir ini jantungku tidak bisa bekerja dengan baik?". Kata sabrina sambil memegang dadanya seakan ia terkena serangan jantung


"Benarkah?".


Sabrina mengangguk menimpali


"Tapi itu terjadi ketika bertemu seseorang, denganmu tidak teman yang lainpun tidak".


"Hah? Penyakit seperti apa itu? Apa kau sudah mencari tentangnya? Penyebabnya apa". Timpal syahwa, nampak wajah polos kedua gadis itu terlihat serius kemudian mengetik kalimat yang membuat siapapun akan tertawa


Ya, kedua orang ini tidak tau bahwa yang sedang sabrina alami bukanlah suatu penyakit tetapi gadis itu sedang jatuh cinta. Syahwa tidak terlalu mengerti walaupun hatinya pernah merasakan indahnya cinta tapi itu berjalan tidak terlalu lama.


Sekarang tidak ada satupun yang didapatkan melaui web pencarian, wajah putus asa tergambar jelas dimuka mereka berdua, benar benar polos..


"Kita temui dokter saja untuk konsultasi tentang penyakitmu". Ucap syahwa

__ADS_1


"Ahh kau benar ayo temani aku". Serunya penuh semangat seraya menarik tangan syahwa menuju keruang uks


Diperjalanan


"Ngomong ngomong siapa seseorang yang membuat jantungmu tidak nyaman".


"Kak Athar, kau tau? Setiap bertemu dengannya jantungku berdetak sangat cepat". Serunya tidak sangka wajahnya berubah menjadi merah merona membuat syahwa panik


"Hah? Jangan jangan dia melakukan sesuatu padamu, wajahmu sampai merah begitu. Ayo cepat kita tanyakan pada kak dicky".


"Siapa dicky?".


"Seorang dokter dimarkas ini, masa dirimu tidak tau".


"Oh dokter itu ya, yaudah ayo takut penyakitku semakin buruk". Jawab sabrina


Sampai disana mereka segera memasuki ruangan itu namun yang dicari tidak nampak batang hidungnya. Mungkin diruangannya, syahwa berpikir.


Mereka pun berjalan kearah barat tempat dokter tampan itu tinggal. Dokter itu menyambut keduanya dengan senyuman manis yang membuat siapapun meleleh.


"Wah tumben datang kesini, sepertinya ada hal penting". Ucapnya


"Benar kak, sepertinya kita harus berbicara didalam". Dengan wajah serius sehingga membuat pria itu mengangguk cepat.


Setelah mempersilahkan mereka duduk, dicky pamit sebentar membuatkan minuman beberapa menit ia kembali membawa minuman disertai cemilan.


"Ada apa kalian datang kesini?". ia mulai menguasai dirinya dan bertanya tujuan kedua gadis itu datang dengan wajah yang serius


"Kak mungkin aku terkena suatu penyakit". Ujar sabrina dengan serius kali ini mereka bertiga memasang wajah serius


"Penyakit? penyakit apa?"


"Jantung". ucap syahwa dan sabrina serentak membuat pria tampan itu terkejut


"Bagaimana mungkin? Jelaskan secara rinci".


Sabrina mengangguk kemudian bercerita,


"Aku merasakannya saat bertemu dengan seseorang, tiba tiba jantungku berdetak sangat cepat tidak seperti biasanya, terus wajahku merona".


"Apa?_


Belum sempat berbicara syahwa segera menimpali


"Lalu dia rasakan saat bersama seorang lelaki tapi kenapa saat bersama aku dan teman lainnya tidak? Apakah laki laki itu melakukan sesuatu buruk untuknya kak?".


Kini dokter itu terdiam

__ADS_1


"Siapa lelaki itu?"


"Kak Athar"


"Athar? Athar Al Atsary?" tanyanya memastikan serentak gadis itu mengangguk


~Aaaa polosnya mereka, apa mereka tidak pernah merasakan jatuh cinta? heh tapi gadis ini pernah tapi mengapa? mengapa dia begitu menggemaskan.oh tuhan apa yang harus aku jelaskan pada mereka, aku ingin menangis sekarang.


"Huwaa, kalian ingin membuatku menangis yaa". Tutur dokter itu bersandiwara sambil menutup wajahnya


Kedua gadis yang tak mengerti apa apa terlihat panik terlebih lagi sabrina


"Apakah aku akan meninggal? tenang dokter selama belum distadium terakhir masih disembuhkan kok".


"Huwaaa aku tidak kuat!"


~Mengapa membicarakan hal yang tidak tidak sih? Reyhan, Athar dimana kau mendapatkan gadis seperti ini? Aku menginginkannya juga huhuhu.


"Tapi kalau tidak bisa disembuhkan bagaimana?". Timpal syahwa dengan sedih membuat dokter itu semakin gemas


"Kalau aku meninggal tolong sampaikan pada orang tuaku bahwa aku menyayangi mereka, dan jagalah dirimu syahwa_"


"Aaaahh cukup!". Ucap pria itu meninggikan suaranya refleks membuat drama singkat itu tamat


"Kalian bicara apa sih? Tidak ada yang akan meninggal dan tidak ada yang perlu divonis penyakit jantung".


"Lah terus kenapa kakak menangis?".


"Itu karena Kepolosan kalian, coba kalian cari di web tentang ciri ciri penyakit jantung dan setelah itu ciri ciri orang jatuh cinta".


Kata kata itu refleks membuat kedua gadis itu kaget


"Jangan jangan". Mereka pun saling pandang, seketika raut wajah sabrina dan syahwa menjadi pias


"Buahahahahaha". Tawa dokter pun tak terbendung lagi ia terbahak setelah tepat mendapati wajah yang menggemaskan dan lucu


"jangan menertawakanku". Ujar sabrina dan syahwa


"Aaa kalian lucu banget". Dengan nada gemasnya sambil menggoda sabrina yang kesal


"Ternyata kau jatuh cinta bukan terkena kanker jantung, aaa aku malu. Kak aku balik dulu yaaa daa".Sambil melambaikan tangannya gadis itu berlari sambil menutupi wajahnya karena malu meninggalkan sabrina yang menyusul dibelakangnya


"Adik adikku sangat menggemaskan hahaha, hari ini aku terhibur". Ucapnya sambil menggelengkan kepala mengingat kejadian seru tadi


* * *


NEXT..

__ADS_1


Hiiii :)


__ADS_2