
Syahwa masih menggenggam jarum itu belasan pertanyaan muncul berputar putar di pikirannya namun tak ada jawaban apapun.
"Apa itu..!". Seru Veny yang menyadari seseorang berdiri diujung lorong, seolah olah menunggu kedatangan mereka. Kedua temannya pun juga seketika memasang wajah waspada, bagaimanapun juga mereka tidak mengenal sosok asing itu
"Apa kau mengenal kami?". Namun sayangnya tak ada jawaban sama sekali, sosok itu memilih diam sambil menatap tajam kearah mereka
"Bagaimana ini?". Ketiganya saling pandang dan memilih untuk diam ditempat, sesaat kemudian sosok itu mengejar mereka dan alhasil mereka pun segera berlari menghindarinya
"Apa apaan itu?". masih terus berlari hingga mereka pun bersembunyi disuatu tempat yang gelap. Sosok itu mencari ketiganya, dapat dipastikan sosok itu bukanlah manusia melihat bentuk rupanya seperti setengah ular
"Tahan nafas kalian kalau tidak ingin mati". ujar syahwa pelan, Veny dan zan pun segera melakukannya, syahwa memberikan instruksi agar tetap diam ditempat sambil mengatur deru nafas yang naik turun akibat berlari tadi.
Syahwa melihat sosok itu datang ditempatnya segera memberitahukan kepada Veny dan Zan. Sosok itu mencoba mengendus keberadaan mereka
sssstttsaaaahhh ssstttsaaahh
~Makhluk ini bagaimana mungkin ada, bukankah hanya mitos saja? tapi melihatnya dihadapanku aku yakin ini nyata. Aku tidak mungkin salah lihat. Ini terlalu mengerikan.
"Tutup mata kalian jangan sampai melihat matanya". Ucap syahwa lagi sesaat makhluk itu tidak memperhatikan mereka, ini semua diluar dugaannya, ujian kali ini benar benar berbeda. Dipertemukan oleh dua alat legendaris dan sosok legendaris adalah sesuatu hal yang mengerikan.
"Emang kenapa?". Tanya zan
"Tidak ada waktu untuk membahasnya, jika kau pernah membaca buku sejarah maka kau akan mengetahui sosok itu".
Beberapa menit kemudian tak ada tanda tanda akan adanya makhluk berbadan ular tersebut, syahwa mencoba memahami sesuatu
"Apakah sudah aman?". Tanya Zan
"Sepertinya demikian". Tutur syahwa kemudian menghembuskan nafasnya secara kasar
"Tadi itu sesuatu yang mengerikan, aku tidak bisa berkata kata lagi". Kata veny yang ditanggapi anggukan oleh Zan
Zan pun terdiam mengambil nafas sama seperti syahwa yang kini nafas mereka stabil
"Boleh aku bertanya?". Tanya zan.
__ADS_1
Zan adalah sosok pria yang penasaran akan sesuatu apalagi terkait dengan hal hal yang baru, jadi tentunya hal tadi mengacu rasa penasarannya dan mencoba menanyakannya kepada syahwa
"Itu adalah sosok gorgon makhluk mitologi yang berasal dari Yunani, aku tidak tau bagaimana ia bisa terdampar didunia ini".
"Gorgon? makhluk mitologi yunani?".
"Hmm, Sebenarnya, Gorgon dalam setiap literatur berbeda-beda, tetapi yang paling umum mengacu pada tiga saudari dengan bersayap dan berambut ular serta mampu mengubah siapapun jadi batu ketika menatap matanya. Gorgon yang dimaksud adalah Medusa dan kedua saudaranya yang abadi, Stheno dan Euryale
Para Gorgon tinggal di Sarpedon, sebuah pulau berbatu. Stheno adalah Gorgon yang paling buas dan ganas sementara Euriale memiliki tangisan yang menakutkan.
Gorgon juga merupakan makhluk berjenis kel*am*n perempuan. Alasan Gorgon disebut makhluk mitologi yunani paling mengerikan adalah karena namanya yang berasal dari bahasa Yunani "gorgos" juga berarti "mengerikan".
Dalam mitologi, Gorgon adalah makhluk yang populer dan dipercaya memiliki pandangan mata yang ajaib sehingga sering dipasang pada benda atau bangunan dengan tujuan perlindungan".
"Jadi, sosok itu sebenarnya baik atau jahat?".
"Mana aku tau, lihat saja tadi mata yang berwarna merah itu. Aku rasa dia itu buatan manusia dengan diberi peran antagonis, sepertinya aku mulai mengerti tujuan kita berada disini adalah mencari cara agar keluar secepat mungkin dari rumah ini agar tidak menjadi santapan pertama untuknya".
"Jadi... ini terlalu menakutkan". Tutur veny
"Kita akan berusaha untuk menghindarinya dan bersembunyi ketika bertemu lagi, sampai kita menemukan pintu keluar rumah ini".
"Lebih baik mencoba ketimbang mati ditempat bagai pecundang". Sarkas syahwa
"Dia benar Veny, kemungkinan besar kita bisa selamat dari tempat ini. Kau tidak mungkin mau mati konyol kan hanya karena makhluk itu terlebih lagi ia buatan".
Veny pun terdiam mengikuti langkah kedua temannya dengan penuh hati hati mereka keluar dari tempat persembunyian
"Makhluk ini hanyalah sebuah mitos tapi kenapa sekarang?"
"Aku tidak tau, mungkin ada kaitannya dengan sosok pemilik dunia virtual ini".
~Atau mungkin berkaitan dengan diriku, siapa sosok itu? apa dia mengenal dekat denganku? Apakah aku musuhnya? bila benar inilah alasan yang tepat untuknya menciptakan dunia ini demi menghancurkan ku. Tapi ada yang membuatku tidak yakin..
"Mungkin saja, dan itu sangatlah tidak manusiawi. Dia menciptakan ini semua pasti ada maksud tertentu. Apakah mengincar salah satu diantara kita yang mungkin sosok itu benci dan pastinya sosok itu bukanlah lawan yang sekelas mafia kelas rendah, mungkin.. Pantas bersanding dengan mafia terbesar didunia ini Klan mafia Ferasatya Djiningrat". Ujar zan bergidik ngeri, syahwa yang mendengarnya sedikit tertarik dengan pria itu
__ADS_1
"Klan mafia ferasatya djiningrat?". Ulang syahwa seolah olah bertanya
"Hey hey, jangan bilang kau tidak tau tentang klan itu?". Syahwa hanya mengangguk
"Ya Ampun syahwa, aku shock loh". Ungkap zan, syahwa menatapnya diam
"Baiklah baiklah, Apa kau mengenal Perusahaan Djiningrat Group?. Syahwa mengangguk 'Kau hanya tau bisnis itu?' dan lagi syahwa hanya mengangguk akan dianggap anak kecil baru lahir dia kalau dia menggeleng, siapa coba yang tidak kenal dengan perusahaan papanya yang bergerak dibidang IT dan pertambangan
"Baik, selain memiliki dua bisnis yang berkembang pesat, Faktanya mereka juga membangun sebuah klan mafia, kamu tau sendirikan bagaimana sosok mafia? cara mereka yang jahat dan brutal kelompok kriminal yang patut diwaspadai.
Konon, klan ini dibangun oleh ayah ferasatya djiningrat yang bernama djiningrat. Aksi klan mereka itu sangat licin, cerdik dan licik sehingga bukti bukti kejahatan yang mereka buat seketika hilang mendadak dan terkadang detektif profesional pun tak bisa berkata apa apa dan memilih untuk angkat tangan
Mereka menyiksa korban mereka dengan sadis, dan juga katanya ferasatya ini memiliki kedua putri kembar yang tidak pernah terlihat menutup identitas mereka dengan serapat mungkin, katanya mereka juga sosok yang kejam ketika menyiksa target dari misi klan".
Mendengarnya syahwa ingin tertawa saja, segitu hebatnyakah klan mafia ayahnya sehingga semua orang takut kepadanya. Ia akui klan itu memang mendunia yang memiliki saingan saingan yang berat, tapi dalam hatinya masih ada yang lebih kuat dari itu
"Klan itu tidak tertandingi". Ujar zan yang bergidik
"Tidak tertandingi? Aku rasa kau terlalu melebih lebihkan". Kilah syahwa
"Hah? Kau? Bagaimana bisa? Itu adalah klan yang paling_"
"Ssstt, meskipun itu adalah klan yang paling kuat tidak bisa dipungkiri pasti akan memiliki musuh bebuyutan yang sama kuatnya". Ujar syahwa menutup mulut zan agar tidak berbicara lagi
...~Buktinya, hampir saja pada saat itu identitasku dan Syahna terbongkar akibat adik papa...
"Kau benar, aku saja yang tidak tau".
Fiuuhh
"Kalian bicara daritadi, aku yang bingung. Sepertinya kita hanya berputar putar ditempat ini". Ujar Veny yang sudah sangat kelelahan
"Kita istirahat dulu". Ujar syahwa, dan ketiganya pun beristirahat
ssstttsaahhh
__ADS_1
* * *
Bersambung..