
#11
Mereka berjalan menuju kearah lapangan dimana para murid sedang latihan, untuk sementara syahwa diberikan istirahat sehari dikarenakan perjalanan panjang yang tadi ditempuhnya memakan waktu sangat lama dan tentunya pasti ada kelelahan. Besok barulah dia mengikuti kegiatan pelatihan, dan tadi sudah berbicara dan ternyata dia ditempatkan diasrama Garuda 1z dimana ada vio disana.
Sambil memasuki ruangan kamar yang telah disediakan, diapun mengemas beberapa baju yang telah dibawanya satu koper. Setelah itu, dari jendela dia melihat semua murid tengah melakukan pelatihan, membuat syahwa antusias melihatnya.
Syahwa mendapat Ruangan Emas garuda nomor 99 dimana dia dekat dengan vio karena vio diruangan yang sama emas garuda no 100. Setiap Nama asrama berisikan 100 Ruangan, sementara ruangan ruangan besar tersendiri untuk para petinggi, Luas ruangan Syahwa bahkan seperti 1 rumah hanya saja semua menyatu didalamnya. Jadi kalau tanya tentang besar markasnya seperti apa jangan heran besar Markasnya seperti apa, hal itu saja membuat Syahwa berbinar dan hampir menjatuhkan rahangnya kebawah.
Setelah dirasa selesai semua aktivitasnya diapun menuju Ranjangnya tertidur pulas.
***
"Kita langsung kemansion?". Tanya syahna kepada pasha
Pasha mengangguk membuat syahna menghela nafas panjang
"Sama saja aku gak bebas huu". Keluhnya sambil mengoceh yang tidak jelas, pasha yang tidak mendengar suara syahna saking kecilnya dia merasa nonanya berbicara bahasa alien dan memang dia gak paham dan mengerti.
"Ada apa nona?". Tanya Pasha
"Tidak ada". Jawabnya sekilas kemudian menutup matanya untuk menghilangkan kebimbangan yang ada dalam dirinya
~Aku tidak bisa bebas, terus kenapa papa suruh kesini sama saja terkurung dalam sangkar emas. Pikirnya
Tak lama kemudian pikirannya berjalan dengan sangat kilat menangkap sesuatu yang sangat berbahaya
"Aku benar benar curiga, papa mengirimku kesini walaupun alasanku bukan itu tapi pasti aku akan ditetapkan bertugas disini, lalu memindahkan Kak Syahwa ke tempat lain dengan alasan ingin menanti impian padahal dijakarta ada tempat seperti itu, sepertinya papa Menyembunyikan sesuatu tapi apa? Ayolah otak cepat berpikir". Gumamnya sambil mengutuk dirinya yang lelet akan sesuatu
Seharusnya syahna gak disini, dia perlu mencari informasi apa yang disembunyikan oleh papanya, seharusnya dia menyadari akan hal itu, tapi disini dia juga yang salah pergi tanpa minta sebab dari papa feras karena apa tanpa bertanya, hah benar dia merutuki kebodohannya, ingin kembali tapi akses jalannya pasti diblokir oleh papa, kali ini dia benar benar tak bisa berpikir jernih.
Sampailah keduanya didepan mansion yang terkesan sangat elegan bernuansa klasik tidak terlalu besar tapi sangat enak dipandang, Syahna pun turun dari mobil meninggalkan pasha yang memandangnya, hal biasa yang Syahna lakukan masuk kedalam kamar mengabaikan sapaan dari para pelayan
Sesampai dikamar diapun berjalan mondar mandir memikirkan Papanya, sampai saat dia pun memutuskan untuk mandi dan tidur, dia juga kelelahan rupanya, dalam tidurnya ia bermimpi sangat buruk.
***
__ADS_1
Terlihat seorang lelaki dengan wajah yang menyeramkan menatap dirinya dicermin dinding yang ukurannya besar diruangan kamarnya, Tatapan yang menusuk seolah olah menghidupkan Hati dan jiwa yang beku disana, tak ada tanda kemunduran melainkan rasa keberanian dan pantang menyerah.
Lelaki itu mempersiapkan semuanya mulai dari pistol, belati yang terbuat dari cincin yang biasa digunakan ketika darurat, pisau yang melekat beberapa bubuk merah telah disiapkan, sepertinya dia akan turun tangan untuk membantai musuh besarnya.
Setelah mempersiapkan semua yang diperlukannya, lelaki itu turun dari ruangannya menuju kearah berlawanan depan rumah melihat beberapa bodyguardnya dengan badan yang kekar dan beringas yang sedang menunggunya untuk menyerang kemedan tempur.
"Orang itu tidak diikutkan?". Tanya bodyguard satu berinisial A pada sang tuan
"Tidak! orang itu masih labil". Jawab sang tuan
"Tapi, bukankah orang itu_"
"Iya aku tau mereka pandai, tapi masih belum bisa mengerti Alur". Tegasnya
"Baiklah, tapi kali ini belum tentu nyawa kita terselamatkan, tuan". Ucapnya dengan sedikit kesal
"Kenapa?"
"Mereka terlalu cerdas, musuh kita tidak seperti dahulu mereka sudah bangkit". Ujarnya
"Cih, mereka aliran hitam! Tidak mengapa yang penting sekte itu harus dimusnahkan daripada selalu berbuat ulah". Kilahnya sambil mengepalkan tangannya dengan wajah yang sudah memerah
***
Tok
Tok
Tok
"Iya, sebentar". Teriak syahwa
Ceklek.
"Eh vio, yuk masuk". Ucap syahwa dengan senyum renyah
__ADS_1
Vio pun masuk diikuti dua teman lainnya Sea dan Yuria
"Wah jadi ini anak barunya, cantik". Puji salah satu diantara mereka
Syahwa pun merona sambil tersenyum manis
"Kenalin dia Syahwa khairunnisa, panggil saja Syahwa". Ucap vio dengan ceria
"Nama yang bagus, aku Zisea Klau, panggil sea aja". Ucap sea mengulurkan uluran tangannya kepada syahwa pun menyambutnya sambil mengucapkan nama panggilannya
"Kalau aku Fransiska Yuria, panggil Yuria saja". Sambung Yuria sambil tersenyum manis juga, hal yang sama dilakukan syahwa kepada sea.
"Best friend dong". Ucap Vio sambil megulurkan jari kelingkingnya yang disambut oleh Syahwa, Sea dan Yuria dengan nada Antusias
"Eh jalan yuk!". Seru Yuri
"Ayo, cari angin malam". Timpal Vio dengan senyum jahil
"Yaelah, bilang aja kan mau cuci mata".Cibir Sea dengan memelas
"Cuci mata itu apa?". Tanya Syahwa polos, sementara ketiga orang yang dihadapannya saling pandang dan tertawa seketika membuat syahwa semakin heran
"Emang salah yah pertanyaan ku?". Kilahnya lagi
Lagi? Mereka tertawa terbahak bahak sampai syahwa pun hanya diam saja, pasalnya dia memang tidak mengerti
Polos. Iya syahwa dan Syahna memang polos, Mereka menghabiskan umurnya dengan hal hal kejam karena dilahirkan dari keluarga mafia. No time for love, apalagi membahas hal itu.
Mereka tidak tau apa itu cinta, bahkan merasakan getarannya mereka tidak paham dan tidak menyadari, mungkin hanya rasa kagum saja yang disadari. Padahal, hal itu tak bisa dipungkiri.
"Udah selesai ketawanya?". Tanya Sea yang kala itu tawanya mereda
"Ehm, udah kok udah, maaf ya Wa". Ucap vio dengan nada bersalah
Syahwa hanya bisa diam sambil membalasnya dengan anggukkan dibubuhi senyuman manisnya, sangat cantik.
__ADS_1
"Yaudah yuk". Ajak Yuria, semua pun mengangguk dan berjalan keluar tak lupa syahwa mengunci biliknya dan menyimpan ditempat yang tidak diketahui siapapun
>>Bersambung