
#25
Kedua gadis itu mengejar syahwa yang malas menanggapinya
"Hey tunggu!". Panggil vio
Dengan tatapan memelas syahwa balik menatap kedua gadis yang menyusulnya yang dipenuhi keringat, syahwa yang melihat tersenyum kecil samar samar.
"Hah hah hah, larinya kenceng banget weh, bisa pelan pelan gak sih".
"Ho'oh ini mah bukan jogging namanya tapi lomba maraton". Timpal vio dengan kesal
Syahwa hanya diam tanpa menjawab, baginya kedua gadis dihadapannya hanya angin saja. Ditatapnya kedua gadis itu dengan tatapan datar. Dia sengaja menghindari kedua gadis itu eh tapi malah dikejar balik, sebenarnya apa yang mereka inginkan? Batinnya bergumam seperti itu
"kau belum jawab pertanyaan ku, syahwa!".
"What?". Tanyanya singkat padat dan jelas
"Ish, semenjak kau gak ada kemarin enak aja tuh adem ayem gitu disini, tapi sekarang kau ada malah banyak masalah, kau pembawa sial ya". Seru Vio dengan kesal
Syahwa yang mendengar tersenyum sarkastik, dia tau kedua wanita dihadapannya ini sengaja memprovokasinya, okelah kalau begitu mereka jual Syahwa beli.
"Emang didunia ini ada orang yang terlahir sebagai pembawa sial?". Tanyanya dengan nada datar
"Tentu, dan itu kau". Jawab Vio ala kadarnya
"Wow, Sangat menyebalkan".
"Hmm, kalau aku memang pembawa sial, kenapa dekat dekat denganku, apa kau juga ingin menjadi manusia pembawa sial sepertiku?". Sinisnya
"Eh.. Itukan.. Anu".
"Ah sudahlah itu gak penting". Cetus syahwa sambil memakan Wafer tango kesukaannya
"Eh, kau makan jajan seperti itu? Dapat dimana? Jalanan? Kasian banget ya". Ledek Yuria
__ADS_1
"Iya murah meriah, wkwkwk". Sambung Vio
"Iya murah meriah kayak harga diri lu". Lanjut syahwa tersenyum lebar
Deg
Ucapan syahwa sangat menohok untuk kedua gadis itu, Raut kemarahan tergambar jelas di wajahnya yang memerah, dengan segera Vio melayangkan tangannya tapi sebelum tangan itu sampai kepermukaan pipi syahwa, gadis itu menangkisnya dan memelintir tangan gadis itu sambil menikmati kunyahan wafer yang dia makan
"Aarggh, lepaskan aku".
"Kenapa? Sakit ya? Yaudah sana kerumah sakit jiwa". Ucapnya lalu menendang tubuh itu hingga terdorong kedepan gadis itu terjerembab ketanah
Sedangkan vio gadis itu semakin murka karena ucapan syahwa, ucapan itu mengatakan bahwa dirinya gila dan tidak waras walaupun kalimatnya diganti dengan perkataan lain, sesaat ia ingin membalas tapi yuria lebih dahulu menghentikan tindakannya karena ia khawatir melihat kondisi tangan Vio yang sepertinya keseleo.
"Sst, sudahlah mending kita pergi lihat tanganmu sepertinya harus diurut biar tidak membengkak, yuk". Bisik Yuria, keduanya bergegas pergi meninggalkan syahwa
"Wait!". Panggil syahwa seketika kedua gadis itu diam ditempat saling melempar pandang dan berbalik kearah syahwa yang berjalan mendekat
Dengan senyuman tipis gadis itu menghampiri
"Oh ya". Serunya lalu menatap ke arah Vio dan Yuria, sepertinya dia lupa ucapan terakhir
"Kamu, Kalau ingin berhadapan denganku lihatlah dirimu dahulu menilai seseorang jangan dari sampulnya, And than jangan lupa kerumah sakit jiwa yaa". Provokasinya sambil terkekeh pelan meninggalkan kedua gadis itu yang mencebik kesal dengannya
Dari jauh Vio mengumpatnya dan bersumpah akan membalas perbuatannya
* * *
Bruggh
"Aduh". Ringis syahwa karena menabrak sesuatu dihadapannya, ya itu seorang pria yang berbadan kekar
"Kau tidak papa?". Tanya pria itu
"Nothing, i'm fine ok". Ucapnya sambil berdiri tegak lalu berjalan dan
__ADS_1
Brugghh
"Sepertinya aku ada apa apa, lihatlah ada burung terbang berkeliling dikepalaku". Ucapnya dan seketika itu badannya ambruk ditanah. Dengan segera pria itu mengangkat tubuhnya membawa keruangan UKS.
"Dasar gadis aneh". Gumamnya sambil terkekeh pelan memandang lekat wajah mulus yang mendengkur halus, sepertinya syahwa pingsan kebablasan tidur terlihat dari dengkuran halus keluar dari bibir mungilnya.
~Sepertinya gadis ini bakalan istirahat lama, yaudah deh aku tinggalin saja kalau begitu, sebentar lagi kelas materi akan dimulai. Batin pria itu meninggalkan syahwa
Tak lama setelah kepergian pria itu beberapa menit kemudian syahwa terbangun
"Oh tidak! Jam berapa sekarang". Ucapnya linglung mencari cari jam dinding
"Ruangan apa ini? Hah? UKS? oh ya Ampun, bagaimana ini bisa bisanya aku kebablasan tidur". Ucapnya lirih
"WHAT? JAM DELAPAN!".Pekiknya
Melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan membuatnya segera berlari keruangannya untuk mandi dan berganti pakaian
"Huh untunglah aku cepat bangun, pasti kurang tidur jadi kebablasan tidur deh, terlambat sedikit saja membuatku panik, hah betapa berharganya waktu ini". Celotehnya kemudian ia menuju keruangan materi dimana semua siswa sebagian sudah ada yang datang dan sebagian lagi masih menuju kekelas.
Sepertinya materi akan dilaksanakan dikelas, melihat semua murid menuju disana membuat syahwa menyimpulkan bahwa materi akan dilakukan dikelas, sepertinya kebosanan akan melanda dirinya nanti apalagi berhadapan dengan dinding yang ketika dichat gak pernah dibalas, eh salah konsep (Wkwkwk).
"Cantik beutt dah". Puji seorang junior 1 melihat syahwa yang pagi itu terlihat sangat keche
"Hemm, sepertinya primadona dikampus ini akan diserahkan padanya". Sambut junior lainnya, syahwa yang mendengar dirinya dipuji menanggapi hanya dengan senyuman ramah tamahnya
"Sepertinya itu gak akan terjadi, sekalipun jika itu memang terjadi, dia akan tetap dibagian terbawah karena diperingkat pertama harus memiliki latarbelakang yang kuat atau memiliki sebuah keluarga yang tersohor didunia". Lanjut junior lainnya, dan syahwa yang mendengar hanya tersenyum tipis
~Bagaimana jika mereka tau kalau aku adalah anak dari sang mafia? Yang memiliki segalanya bahkan bisa membeli markas besar ini, aku tau rahang mereka akan terjatuh oh atau tidak bola mata mereka akan terlepas, ah tapi itu tidak mungkin mana mungkin mau copot kalau tidak ada yang mencopot dan lagi aku tau kenapa identitas ku harus dirahasiakan. Batin syahwa
Sejenak menghentikan langkahnya menatap kearah junior lain yang membicarakannya, dia melemparkan senyum tipis kepada mereka dan berjalan mendekat sambil berkata
"Menjadi primadona dikampus ini bukan tujuanku, yang aku ingin hanya menjadi seorang yang mencapai impianku, jadi apapun yang kalian bicarakan tentangku itu tidak akan berpengaruh sama sekali denganku, tapi ingat! Jangan sampai memprovokasiku karena aku paling benci dengan orang yang seperti itu, berani berbuat harus berani bertanggung jawab, Understand?". Ucapnya sengaja memperbesar suara agar yang lain mendengar ucapannya
"And than, Jika benar harus memiliki latarbelakang yang kuat untuk menjadi primadona dikampus ini menurutku itu hal konyol dan murahan, menjadi primadona dikampus ini cukup menjadi dirinu sendiri gak perlu bantuan orang lain, oh ya, One more Jangan pernah menggangguku apalagi berbuat masalah denganku". tambahnya lagi
__ADS_1
>>Bersambung