CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Fiveteen


__ADS_3

#15


"Aku benar benar tidak tenang". Ujar syahwa gelisah


"Tenanglah Wa, kita bentar lagi akan memulai materi. Ini hari pertama untukmuloh, Berdo'a saja semoga tidak ada apa apa dengan papamu yah". Seru Sea


"Aamiin, aku harap tidak terjadi apa apa".


Mereka sedang bersiap siap keluar dari bilik syahwa, Jam 09.00 pagi yang akan diberi materi oleh senior dan pelatihan akan dilakukan dijam 01.30 dan dilatih oleh senior yang memberi materi.


"Eh bdw yah, kira kira Nama papa kamu siapa?". Tanya Sea penasaran


Pertanyaan yang membuat Syahwa berpikir keras


"Mmm, Namanya? Satya". Jawabnya ragu ragu


"Satya? Hmm aku gak kenal".


"Oh ya?".


"Hu'um".


"Yaudah Yuk!". Ajaknya


Keduanya pun berjalan kearea Ruangan dimana diberikan materi sesuai dengan Nama Asrama, sebelumnya mereka telah bertemu dengan Vio dan Yuria yang saat itu juga bersiap siap ingin keruangannya


***


"Pah.. "


"Syahna minta maaf"


"Gara gara Syahna, papa seperti ini"


"Maafin pah". Ucapnya dengan perlahan mengalirkan air matanya


Gadis itu menangis dengan keadaan menunduk tidak berani mengangkat wajahnya. Setelah dirasa cukup menumpahkan segala beban yang ada dalam hatinya, Syahna pun meninggalkan pusara yang hanya berhiaskan batu dan tanah saja, memang hal inilah yang diajarkan Rasulullah tidak membangun kuburan dan tidak ada taburan bunga disana.


"Aku akan berjanji untuk kembali lagi membalaskan dendamku kepada semua orang yang kubenci".


Tampiknya dengan serius


Sepertinya dia akan menghilang dibeberapa part, berarti part selanjutnya mengisahkan tentang Syahwa yang berjuang mati matian mengikuti Uji coba dalam hal seperti games atau tantangan semacamnya yang mengakibatkan kisah ini akan sad ending ::(::


***


Senior dihadapan mereka menjelaskan materi secara rinci, mata tajamnya memperhatikan semua junior yang fokus dengan materi yang disampaikannya, terlihat syahwa yang sedang konsennya terpecah lama kelamaan diapun melamun. Senior yang melihatnya pun menegur


"Eh kamu!". Ucapnya sambil menunjuk kearah syahwa yang melamun


Semua junior melihatnya tak kunjung jua datang kesumber suara hanya bisa geleng geleng kepala


"Kamu! Anak baru sini". Pekiknya dengan nada tinggi hingga Syahwa pun berdiri dari tempatnya


"IYA PAPA!". Ucapnya tanpa sadar semua orang hanya tertawa kecil melihat tingkahnya yang lucu


Syahwa pun sadar akan kelakuannya, dia menatap kearah senior yang memandangnya dengan tatapan datar.


"Maa..aff". Ucapnya sambil menunduk


"Kamu ikut saya". Ucap senior tersebut sambil melangkahkan kakinya keluar yang diikuti oleh syahwa yang dilanda kegugupan


Sampai diruangan senior, diapun menunggu syahwa

__ADS_1


"Kamu tau apa kesalahanmu?". Ucapnya tanpa berbalik kearah syahwa yang baru saja datang


"Iya". Jawabnya


"Apa itu?"


"Tidak fokus dengan materi". Ujar syahwa lalu menundukkan kepalanya


Senior itupun tersenyum tipis dibalik sinarnya matahari yang menembus kaca ruangan miliknya


"Kamu siap menerima hukuman?".


"A.. Akk... Aku"


"Jawab dengan tegas anak baru!". Bentaknya


"Iya saya siap".


"Oke, lakukan hukumanmu dengan bermain senjata api itu!". Tunjuknya pada senjata yang dimana senjata itu adalah pistol.


Syahwa pun mengangguk kepada senior itu, lalu menuju kearah senjata api yang ditunjuk seniornya, dia mengambil dan mengoposisikan dengan jarak yang pas dan jelas


"Sudah lama aku tidak memainkanmu, sahabatku". Gumamnya sambil tertawa kecil


"Latihan pertamamu, lakukan ditengah lapangan itu".


"Bukannya pelatihan dilakukan disore hari?. Tanya syahwa


"Sudah tidak usah banyak tanya, Aku hanya mengetes kemampuan anak mama kayak kamu, apakah kamu bisa memainkannya atau tidak". Ejeknya, syahwa yang mendapat cemoohan itu hanya bisa membalas dengan senyuman penuh arti, dia tidak memperdulikan lagi yang dituturkan oleh senior sombong itu menurutnya


~Menyebalkan! Dia pikir aku anak mama, aku memang penampilannya seperti ini. Coba saja dia tau aku adalah seorang mafia mungkin dia tidak akan Percaya kecuali ada dalil dalil didepan matanya sendiri


"Oke". Ketus syahwa, diapun berjalan kearah lapangan dimana semua para anak asrama melihatnya bermain senjata Api itu, sebagian ada yang memberikan dukungan sebagian ada yang menjadi hatersnya, Syahwa gak peduli mau haters ataupun fans bukan urusannya, tugasnya disini menjalankan hukuman dan mempermalukan wajah milik senior yang sombong itu


"Iya tuh, kayaknya jadi mainan baru Ghe". Ucap Sakia tersenyum penuh arti


"Yaps, Mainan baru kita nih". Kekehnya sambil menatap kearah Syahwa yang kelihatan tegang


Syahwa ternyata pura pura tegang agar si haters semakin diatas awan, hah dasar anak ini memang kekanakkan beda dengan syahna. Diapun mengarahkan pistol itu kearah apel yang sudah siap menyambut peluru yang akan ditembakkannya dengan segala kesiapannya diapun mengambil ancang ancang


Dor


Arghh, dia sengaja mengelakkan peluru itu agar tak mengenai sasaran, semua orang tertawa melihatnya sebagian hanya diam melihat aksinya


"Haha, sudah kukatakan gadis sok cantik itu takkan bisa melumpuhkan apel apel itu". Sergahnya dengan tertawa terbahak bahak


"Hey kawan, kalau tidak bisa sini kuajarkan". Teriak Ghea dengan lantang hingga semua mata tertuju kearahnya dan akhirnya semua tertawa lepas dan menjelekkan syahwa yang tersenyum manis


Sang senior pun ikut tertawa diikuti yang lainnya sambil menggelengkan kepala


"Kau menghukumnya dengan begini Far, gila lo ya, udah tau itukan anak baru pindahan dari kampus umum bukan privat kayak gini". Ucap Azmin yang ikut tertawa melihat syahwa yang lucu menurutnya


"Udah lah sekali kali hiburan dong". Kekeh Farhad dengan senyuman mengejek yang ditujukam kearah syahwa


Dor


Lagi? Syahwa sengaja lagi melakukannya kali ini dia mengumpat eh ralat pura pura mengumpat


"DAMN IT".


Farhad pun tersenyum penuh kemenangan dan hendak berjalan kearah syahwa yang menatapnya dengan tatapan tajam. Diapun mengurungkan niatnya itu dan duduk kembali ketempatnya semula


"Kenapa lo duduk? Bukannya lo mau samperin tuh cewek ya?". Tanya Azmin

__ADS_1


"Nggak jadi, sudahlah tidak usah banyak bicara lihat saja dirinya kalau ketiga kalinya dia salah barulah kita membereskannya". Papar Farhad


Apel yang berjumlah 3 buah ditempat yang berbeda masih sangat utuh tak tersentuh. Syahwa pun melihat jam tangannya


"That's crazy! Apa yang dilakukannya?". Ucap Azmin yang melihat Syahwa yang sedang mengamati jamnya


Farhad. mengangkat bahu tanda tidak paham, dia juga dibuat penasaran dan bingung dengan sikap syahwa yang sepertinya membaca waktu


"Hey, cepatlah panas tau". Teriak Ghea dengan mengibaskan Tangannya kearah wajah cantiknya


"Oke. Disini aku kasih dua pilihan percaya atau tidak. Aku bisa menghancurkan apel apel itu dalam 5 detik".Teriak syahwa dengan lantang yang mengundang gelak tawa dari semua rakyat yang memandangnya dengan tatapan meremehkan termasuk farhad dan Azmin.


"Aku tidak percaya". Ucap semuanya serentak kecuali ketiga sahabatnya yang cemas membuat syahwa semakin mengembangkan senyumnya


"Kalian sahabatku, jangan ragu yah katakan saja".


"Aku percaya kok Wa". Ucap ketiganya dengan tulus, syahwa pun mengerlingkan matanya kearah mereka bertiga, semua pun hanya bisa menyimak apa yang dikatakan gadis itu


"Cih, aku tidak percaya, aku yakin kau tidak dapat melakukannya apalagi dengan waktu yang menggilakan 5 detik itu, mustahil!". Ucap Ghea dengan tatapan meremehkan


"No problem, itu bukan urusanku, dan seharusnya kamu tau tidak ada rumus yang mustahil bagi Syahwa Khairunnisa". Sambungnya dengan merendah


Lalu setelah itu dia mengarahkan pistolnya kearah apel apel utuh itu


Dor, dor, dor


3 detik tanpa kedipan mata membuat orang melongo kearahnya, dia tersenyum senang.


"Your lose!". Ucapnya dengan nada penuh kemenangan sambil mengacungkan jari jempolnya kearah bawah melempar pistol kesembarang arah lalu meninggalkan lapangan yang masih dipenuhi keterkejutan oleh semua orang yang melihatnya bermain hanya dalam waktu 3 detik.


"Amazing! Gue jadi malu sendiri meremehkan tuh cewe". Ujar Azmin


Sementara Farhad Diam tak berkutik. Dia Malu juga rupanya, Farhad memilih untuk menuju kekantin menyusul Rainan dan Athar yang enggan menonton pertunjukkan Hebat dari seorang syahwa Khairunnisa


Dan Ghea dengan dua sekawannya menatap sinis kearah syahwa yang sudah berlalu. Ghea marah karena merasa dilecehkan, karena dulunya dia tidak pernah dibeginikan oleh seorang pun, semua hanya memujinya dan menyukainya.


"Awas aja tuh anak! Gue akan Risak dia". Ucap ghea dengan penuh penekanan, menyusul kearah Kantin juga


***


"Aku gak nyangka loh kamu hebat Wa". Binaran dalam mata Yuria mampu memunculkam gelak tawa dari Syahwa


"Biasalah.. Orang kayak mereka itu perlu diberi pelajaran bukan terus menghina dan ngoceh ngoceh gak jelas kayak Alien". Balas syahwa


"Hiyak, bener tuh aku aja yah kalau dibully sama dia tuh pengen kutelen bulat bulat tuh wajah soknya". Sambung via dengan nada kesalnya


"Emang Bakso ditelen bulet mbulet". Lanjut Yuria disambut gelak tawa dari kami bertigai


"Eh, emang bener loh, kamu hebat banget, belajar darimana? Aku pegang pistol aja jedag jedug nih jiwa". Tanya vio tunjuknya kearah dadanya


"Jiwa? Hati bukan jantung". Timpal Yuria


"Ish, kalian stop dulu deh Candaannya". Kesal Sea, Akhirnya Vio dan yuria diam. Sementara Syahwa mencari alasan lain untuk pertanyaan vio, hah benerkan berani bertindak tapi lupa konsekuensinya


Ketiga orang menunggu jawaban dari syahwa yang sedang berpikir keras,


"Aku punya guru yang ngajar aku mainin benda benda semacam itu". Ungkapnya,


Tak sepenuhnya ia berbohong, karena sang Papa dan Antonlah yang menjadi guru bidang ini saat usia mereka mulai 6 tahun.


"Wah keren, siapa gurunya cowo? Cewe? ". Tanya Yuria


>>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2