CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Seven


__ADS_3

#7


"Na_". Tukas syahwa melihat syahna yang sepertinya sudah melihatnya dengan tatapan tak dipahami olehnya


"mm". gumamnya menjawab


"Mau dengar penjelasan dari mereka?". Tanya Syahwa


Syahwa menggelengkan kepala. Pertanda dia gak mau dengerin apapun sekarang, terlalu lelah dengan sikap liku liku dan Cerita konyol yang nantinya akan didengar.


Syahwa tak seperti Syahna, mereka memang kembar tapi berbeda pemikiran masing masing punya sifat berbeda. Syahwa itu kekanakkan dan terlalu polos dan manja itu yang ada dalam pikiran Syahna, sedangkan Syahwa berpikir Syahna terlalu Naif dan terlalu canggung bukan gak canggung sih, seperti lebih masuk ke kategori malas berdebat dan mengikuti orang orang yang tidak penting.


Syahna benci dengan sebuah penipuan (pengkhianatan), dia gak suka kebohongan, dia lebih suka kejujuran. Dan untuk saat ini dia tau kalau pasti jika meminta kejelasan akan membuat nya emosi, makanya dia menghindari permasalahan konyol yang paling omong kosong menurutnya


Sementara Syahwa, dia lebih suka mendengar penjelasan terlebih dahulu, dengan penjelasan dan kejelasan semua Alur yang tak dipahami akan dimengerti olehnya dan setelah itu barulah memutuskan Solusi selanjutnya, menurutnya setiap kebohongan pasti ada Alasan terjadinya hal tersebut, hal itu patut di ketahui. Namun, tak ada ampun bagi orang yang menyakiti orang orang terdekatnya.


Syahwa Keluar tak mengatakan apa apa lagi, Dia tau memaksa Syahna hanya akan membuat api yang padam akan menyala kembali lebih membesar dari sebelumnya.


***


"Sayang, kamu sudah bangun Dimana Na? ". sarkas mama


"Dikamar Mah". Jawab syahwa seraya tersenyum masam


Vivi tau sifat Putri bungsunya, diapun hanya bisa memberikan raut bersalah nya dan diam


"Maafkan mama".Ucapnya dengan sedih


Syahwa hanya mengangguk lalu tersenyum manis kearah mamanya. Lalu kemudian menatap kearah Sang papa yang menatapnya dalam diam. Mereka bertiga dalam ruangan yang kedap suara bernuansa mewah seperti biasa.


"Sayang, sini". Panggil Feras sang papa


Syahwa pun duduk diantara kedua orang tuanya, Lalu kedua Sang papa dan mama pun memeluknya, Syahwa tersenyum manis sekali sepertinya dia sudah memaafkan dengan tulus Dengan orang tuanya. Syahwa sangat suka dipeluk hal sederhana yang membuatnya mampu meredam emosi yang tadi memasukinya.


Di balik kehangatan itu, ada seseorang yang memandang ketiganya dengan tatapan Sakit hati, benci Dia gak suka pemandangan ini, dia benci!. Dengan terpaksa diapun menjauh dan pergi dari tempat ia melihat ketiga orang tersebut.

__ADS_1


***


Setelah berbincang sedikit dengan orang tuanya, Syahwa pun menanyakan hal yang memang ingin diketahuinya,


"Pah, mah Apa hubungan Wijaya dan djiningrat?, terus yang beberapa hari yang lalu kami bunuh itu siapa?, terus mama kenapa bisa hidup kembali? bukannya kemarin itu mama meninggal?, Terus papa kok bisa ada disini? papa bukannya sakit ya? terus_". Tanya syahwa


"Eh eh wa, pelan pelan dong sayang pertanyaan mu membuat mama dan papa pusing, satu satu ya? ". Ucap Vivi dengan nada selembut mungkin sambil menampilkan senyum kecilnya


Syahwa pun Memberi raut cemberut tanda dia merajuk, hihi seperti anak kecil saja, dari sisi inilah Syahna menangkap pola pikir dan sifat syahna, luar biasa.


"Wijaya dan djiningrat Adalah keluarga besar". Timpal sang papa yang membuat maya syahwa membulat seketika


keluarga? jika keluarga orang yang kemarin mereka bunuh? bukan robot kan? jelas jelas ada darahnya dan itu manusia. pikir Syahwa masih diam selagi menunggu ucapan selanjutnya dari papa feras


"Orang yang kemarin kalian bunuh itu orang yang benar musuh bebuyutan papa, cakra merupakan Pamanmu dan dia saudaraku adikku, Wijaya dan djiningrat merupakan Keluarga dari moyang kalian Wijaya djiningrat itu namanya, Cakra yang membuat keluarga ini terpisah menjadi dua kubu akibat kecemburuannya pada ku yang sukses di dunia ini. Cakra memprovokasi semua orang disini hingga membenciku Tapi malah mendapat respon kurang baik dari yang lain, Akhirnya dia pergi dari rumah dan berjanji akan menghancurkan keturunanku djiningrat, sedangkan wijaya tidak dia hancurkan, itulah alasan mengapa papa menyembunyikan identitas kalian karena Takut akan suatu saat cakra datang dan membunuh kalian sebelum dewasa". Lanjut papa


"Hal yang membuatku murka dengannya adalah saat dia mengambil orang orangku dan menghancurkan perusahaan milikku yang dahulunya susah payah aku dirikan dengan ibumu, dan itu pantas didapatkannya". Ucapnya selesai menjelaskan tanda feras tidak minat lagi berbicara


Menyeramkan! ada tanda gejolak kemarahan dan emosi disana, sepertinya Papanya menyembunyikan satu hal tapi dapat dimengerti oleh Syahwa dari tatapan milik papa menunjukkan ada sesuatu yang disembunyikan, sangatkah Rahasia? sehingga tidak diberitahukan, hingga akhirnya syahwa hanya bisa diam dan menunggu penjelasan sang mama selanjutnya.


"Soal mama meninggal dan papa sakit itu hanya provokasian dari kami untuk kalian berdua dan kejutan dari kami karena telah berhasil melumpuhkan musuh Papa kamu, selama ini cakra dan keluarganya juga terlalu jahat kepada Keluarga wijaya, Dia iblis yang selalu berambisi ingin lebih dari papamu, menghancurkan mereka membuat dia kubu yang tadi terpisah kini bersatu kembali karena sikembar, dan orang yang kalian kubur kemarin itu hanya boneka manekin yang dibuat sedemikian rupa mirip mama agar kalian terkecoh dengan nya sehingga sangat mirip manusia, ini kejutan". ucap sang mama dengan panjang berceloteh


***


"Na_". Ucap syahwa melihat Syahna yang sedang duduk di jendela memainkan ponselnya


Syahna berbalik menatap kearah Syahwa, yang ditatap pun berjalan kearah yang menatapnya


"Aku sudah tau". Lanjutnya lagi, sementara Syahna hanya diam saja, Lidahnya kelu dan tidak ingin bicara.


"Kamu mau dengar gak? ". tanyanya lagi


~Ck, menyebalkan dia pikir aku tidak tau, kau kira aku mirip denganmu dasar bodoh. pikirnya sambil berdecak kesal sambil berdiri dan meninggalkan syahwa yang diam saja menatapnya


"No Need too tell, i'm lazy to hear it, ok". Jawabnya sambil mengambil selimut dan menutup seluruh badannya

__ADS_1


"Ya". ujar syahwa


***


"Maafin mama pah". Kata Vivian dengan berlinang Air mata


Rupanya, mereka masih ada diruangan tersebut.


"kau tau kesalahan mu? ". tanyanya dengan nada dingin dan tidak suka


Vivian mengangguk tanda dia tau letak kesalahannya


"Maafkan aku". Jawabnya dengan tertunduk


"Oke, tapi kita gak akan seperti dulu lagi, maaf". Ucapnya dengan seringaian tak dimengerti


Sreek


Bunyi terlepasnya kepala dari tubuh milik vivian, siapa yang melakukannya? tentu feras. kenapa feras melakukan nya? Vivian dan cakra melakukan aksi perencanaan pembunuhan terhadap putri kesayangan feras, makanya dia marah besar dan murka dengan istrinya, pasalnya selain mengetahui kebusukan lain dari vivian dia juga menjalin cinta kasih dengan Cakra adiknya.


>>Bersambung


____


Note :


Syahna : Syahnas chellyan haura djiningrat (17 thn)


Syahwa :Syahwa khairunnisa djiningrat (18 thn)


kenapa bisa kembar? biasanya anak kembar lahir disaat bersamaan nggak beda tahun


gak gitu konsep nya yah, buktinya ada keponakan aku yang lahirnya beda banget tahunnya tapi mukanya mirip bangettt.


jangan lupa like, komen dan tinggalkan jejakmu dikolom komentar

__ADS_1


salam author 🐣


Bye🐾


__ADS_2