
#28
"Varo!". Kata syahwa dengan mata yang terbelalak kaget
"Kau! Siapa sebenarnya kau! aku bahkan tidak pernah melihatmu ada di sini dan tiba tiba pagi ini kau muncul tanpa pemberitahuan dari para petinggi di markas ini". Ucap Reyhan membuat syahwa menyadari bahwa dia memang tidak pernah mengenal orang dihadapannya yang tadi pagi mengaku sebagai Even Alvaro.
Dia tersungging Reyhan menyadari satu hal
"Bagas! apa bagas yang menyuruhmu". Ucapnya dengan tatapan menyelidik
"Cih, siapa dia aku tidak mengenalnya". Ucapnya berdecih
Fix, bagas berbohong dia cuma ambil kesempatan agar tau perasaan Reyhan, memalukan. Pikir pria itu
Buggh
Sebuah tendangan melesat cepat mengenai wajah pria itu
"Arrgh". Ringis pria yang bernama Varo
"Kau!".
"Jangan lengah! Musuhmu bisa mengambil waktu tepat untuk menghajarmu". Ucap syahwa tersenyum simpul
"Musuh? Bukankah kita teman? Kau tidak mengingatnya Syahwa khairunnisa!"
"Ck, Lupanya kau masih mengingatku. siapa yang sudi berteman dengan seorang pengkhianat sepertimu, cuih". Syahwa meludah kelantai dengan tatapan menjijikkan menelisik kearah pria itu yang tak lain ialah Even/varo.
"Pengkhianat?". Ulang Even dengan menekan kalimat yang dia ucapkan, merasa hina karena tindakan syahwa yang meludah tanpa melihatnya membuat pria itu kesal bukan main
"Ya, jika bukan pengkhianat apa lagi? Pecundang atau pengecut? Sama saja kau mewakili semua yang kukatakan". Seru syahwa dengan nada mengejek, Rupanya gadis ini sengaja memprovokasi pria itu. Marahnya gadis itu karena merasa dibohongi oleh pria yang memperlakukan dirinya tadi sangat baik.
"Akkkh, dasar wanita sialan! Akan ku bunuh kau tak peduli siapapun yang menyuruhku dan menuntutku". Amuk Even menyerang syahwa dengan brutal. "Heh berhasil rupanya".Gumam sang gadis tersenyum kecil. Sedangkan Reyhan diam tak berkutik.
Sreet
Satu tebasan pedang hampir melukai gadis itu jika saja tidak menghindar 3 detik, ya hanya butuh waktu 3 detik untuk menghindar jika tidak senjata itu pasti menikam dadanya. Karena mendapat serangan membabi buta gadis itu terkekeh "Huh, hampir saja". Dengan segera dia menyerang balik dengan cincin saktinya yang ia lumuri dengan Air jeruk nipis tercipta agar sang lawan merasa tersiksa.
Tidak sempat menghindar dengan serangan tiba tiba pria itu terpaksa menangkisnya dengan tangan namun tak berlangsung lama akhirnya cincin pisau itu mampu menggores lehernya seketika itu pula dia berteriak histeris, para penghuni yang mendengar pekikkan ditengan malam berhambur keluar menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Teriakkanmu mampu mengundang para penghuni markas terbangun, bersiaplah mereka akan menonton sebuah hal yang menarik, membakarmu hidup hidup". Bisik gadis itu meninggalkan pria yang telah ia ikat dengan tali menarik reyhan agar pergi, pria itu hanya menurut. Sementara dilain sisi semua orang memandang pria yang terikat dilumuri minyak tanah, bau yang menyengat itu membuat semua orang terbingung bingung.
__ADS_1
"Siapa dia?". Gumam seseorang, "Kenapa dia bau minyak tanah? Apa yang dilakukannya ditengah malam seperti ini? Apakah dia orang jahat?".
"Sebentar lagi ada pertunjukkan yang menarik". Gumam syahwa terkekeh pelan, Reyhan telah meminta izin untuk mengganti baju yang dipakai, sementara syahwa dengan tersenyum dia menyalakan sebuah korek api ditengah malam yang gelap. Remang remang memang tapi niatnya untuk membunuh lawan dengan tangannya sendiri tak membuat semangatnya pudar.
Tanpa sepengetahuan mereka, percikkan api kecil yang bersumber dari tangan syahwa segera meluncur bak panah mengarah kepemuda yang telah terikat itu
BOOM
Seketika itu pula pria itu terbakar, ia berteriak kesakitan sekujur badannya diselimuti api. semua orang yang menyaksikan keseruan itu melongo tak percaya, sumber api tidak diketahui dari mana arah datangnya dan tentu mengundang teka teki dibenak mereka.
"Darimana munculnya api itu? Apa dia membakar dirinya sendiri?". Sederet kalimat yang sempat didengarkan oleh syahwa sebelum ia beranjak dari tempatnya membuat gadis itu mengulum senyum.
"Walaupun aku tidak tau siapa yang menyuruhmu melakukan ini, tapi aku tau ada niat terselubung dibalik aksi jahatmu Even, Thanks sudah menghibur ku dipagi tadi". Batin gadis itu menatap jasad yang telah berubah menjadi abu
* * *
Dugh
"Arrgh"
"Katakan, kau yang membunuhnya kan?".
"Jangan pura pura Syahwa".
"Nggak aku gak tau apa apa kok nanya aku". Ucap gadis itu kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Reyhan yang bingung ditempatnya
~Kalau bukan dia, lalu siapa lagi? Masa hantu. Batinnya
"Tunggu". Ucap pria itu mengejar syahwa, untunglah dia dapat menggapai tangan gadis itu
"Apa lagi kak?".
"Jangan bohong Syahwa! Hanya kau yang punya rencana sekeji ini". Bentak rey, beruntung tidak ada orang disana
"Aku tidak bohong! Apa kau pikir aku bisa melakukan hal bodoh seperti itu tanpa memikirkan masalah selanjutnya? Jangan mudah mengambil tanggapan kalau kau tidak melihatnya, Sanalah". Baliknya membentak sambil menepis sebuah tangan yang menggenggam tangannya.
Ada rasa sakit disana saat sebuah tangan menepisnya dengan kasar. Tapi dengan segera ia melempar jauh pikiran negatif yang menyerubutinya.
Apakah aku benar benar menyukai gadis itu, ya sepertinya begitu aku menyadari perasaanku. Tapi sepertinya dia tidak menyukaiku, baiklah aku akan membuatmu lulus gadis kecil!. Batin pria itu menatap syahwa yang melenggang pergi meninggalkan dirinya.
Pria itu tersenyum getir menikmati rasa sakit yang menjalar diseluruh tubuhnya.
__ADS_1
Puk
Tepukan tangan dibahu miliknya menyadarkan pria itu
"Sakit?". Tanyanya, Reyhan hanya diam tak berkutik
"Semangat berjuang!". Ucap pria itu tak lain adalah bagas hendak meninggalkan reyhan namun segera pria itu mencegahnya
"Ada apa?". Tanya Bagas
"Gue yakin lo dengar semuanya yang tadi gue bilang kan? Okay, sekarang gue minta pendapat lo, lo percaya kalau dia yang ngelakuin hal itu? Meskipun tadi dia ngaku kalau bukan dia"
"Tau ah, gue pusing mikirin gituan biarin para petinggi yang urus, tapi ya mana mungkin syahwa juga membunuhnya itu hal konyol, bahkan kaupun tau tenaga dalam pria jauh lebih besar dari wanita". Tutur bagas
"Heh, jangan meremehkan wanita lo gas, coba bandingkan antara dirimu dan seorang wanita yang gemuk, patah tulang gas patah. Terus disini Masalahnya gue ragu, soalnya semalam gue dengan dia yang nangkep tuh cowok, lo tau yang terjadi?". Ucap rey membuat bagas penasaran dengan ceritanya
"Gue gak nyangka, tuh cewek jago beladiri mungkin kalau dia lawan gue guenya yang tumbang langsung, penuh strategi licik bahkan dia yang melumpuhkan tuh cowok, percaya gak?". Ucap rey menatap bagas yang terkejut dengan penuturannya
"Mana mungkin?"
"Ya mungkinlah, Kan semalam yang jadi saksi kan gue. Gue cuma diam menonton mereka jadi pemain, padahal gue dah niat buat ngelawan tuh cowok ngeselin".
"Lalu? Selain itu alasan lo masuk akal juga sih, tapikan bisa saja saat malam itu selain kalian berdua ada orang lain yang lebih dulu menyadari gerak gerik cowok itu".
"Lo benar juga, tapi gue sempat ngelihat tuh cewek sesaat sebelum kejadian dia sempat berbisik ditelinga tuh cowok, yang gue tangkep rautnya berubah drastis saat dibisikkin syahwa, menurut lo yang dia bisikkin apa coba? Mungkin ancaman? Atau apa gitu?"
"Hmmm, mana gue tau rey gue kan gak tau apa apa. Eh tapi_"
"Awas kalau lo cerita kesiap siapa, gue potong pala lo". Ancam reyhan sambil berjalan meninggalkan bagas yang melongo kearahnya
"Harusnya gue yang ninggalin dia, kan yang pertama mau Pergi tadi gue, tapi kok kebalik? Gak asik hih". Kesal pria itu ikut pergi.
* * *
"Menyebalkan, bisa juga aku bertemu dengannya, untunglah aku bisa mengambil sikap". Celoteh syahwa dengan kesal
Beberapa menit yang lalu saat Reyhan menanyainya tentang even membuatnya kesal.
"Tapi... "
Bersambung
__ADS_1