CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Two


__ADS_3

#2


>>Keesokan harinya<<


"Pa, kita dimana?". Tanya seorang gadis seumuran Syahna


"papa nggak tau, semalam saat tidur kita langsung dibekap, papa tak bisa melihat wajah orang yang mencoba untuk menculik kita". Ujar Cakra dengan nada bingung


"Siapa mereka ya, berani sekali menyentuh Keluarga wijaya". Timpal mama Myra


"Setelah keluar dari sini, aku akan membuat perhitungan dengannya". Ucap cakra dengan nada dinginnya


Prok


Prok


Prok


Suara tepuk tangan menggema di Ruangan gelap tersebut tanpa sadar cakra mengeluarkan keringat dinginnya.


"Wah, wah, keluarga pak wijaya apa kabar? Gimana enak tidurnya? Semalam kamu tidak sadar bukan kalau aku yang menculikmu". Ucap syahna


"Siapa kamu! berani sekali mengganggu keluarga wijaya". Cakra dengan Raut amarah


"Cih, Siapa aku? Tak perlu kau tau, kau hanya seorang pecundang yang berlindung dibalik ketiak para tikusmu bukan". Ucap syahna ketus


"Arrrgggh, tau apa kamu hah? Siapa kamu? Mau apa kamu dengan keluargaku? Kamu tidak tau kalau aku seorang mafia hah?". Ucap cakra dengan nada tinggi terkalap emosi


Syahna pun tertawa kemudian duduk disalah satu bangku yang berada diruangan gelap tersebut


"Hahaha, Oke aku jawab yah tua ban*k*, jawaban pertama, aku Syahna, kedua aku ingin membunuhmu, ketiga aku juga seorang mafia jadi apa bedanya jika aku dan kamu seorang mafia bukan begitu pak wijaya yang terhina?". Jawab syahna dengan senyum tipis


"Tidak semudah itu kau membunuhku, kau hanya seorang wanita hahaha lemahh". Ujar Cakra tertawa sinis


Syahna yang mendengar diberi julukan wanita lemah pun tersenyum menyeringai


"Wanita lemah rupanya ya? Hihihi tenang saja lihat dan kita buktikan wanita lemah ini akan meyayat yayat kulitmu". Ujar Syahna dengan nada dinginnya


Cakra yang mendengar nya pun tambah emosi


"Cih, baiklah, tapi ada satu hal yang ingin kutanyakan, Kenapa kalian menculikku beserta keluargaku?". Tanya Cakra dengan nada sinisnya


Tiba tiba ruangan tersebut terang menyinari apapun didalamnya yang memperlihatkan seorang gadis sedang duduk manis sambil menatap kepenjara besi yang didalamnya berisi Cakra dan keluarganya


"Oh". Gumam Syahna

__ADS_1


"Karena kau telah berbuat kesalahan". Ucap syahwa yang baru datang


Syahna pun mengangguk tanda setuju


"Kau memancing kemarahan dari seorang mafia terkejam untung saja dia masih sabar dan menyerahkan tugas itu kepada kami berdua, Kau tau kan kesalahanmu pak tua?". Ucap syahwa seraya melirik kearah Cakra yang kebingungan seakan akan mencari kesalahannya, kemudian dia pun melanjutkannya ucapan yang sempat tertunda


"Kau menghancurkan salah satu perusahaan Papaku, beraninya kau, Apa kau tidak pernah merasakan tentang jerih payah seseorang untuk membangun sebuah perusahaan, oh ya kau kan hanya menikmati saja, yang mengendalikan semua karyawanmu, kau hanya menikmati apa yang dihasilkan perusahaanmu, mencoba menjatuhkan lawan dengan kata kata mafia, heh trik kotormu itu tak mempan bagiku, kau tidak pernah tau bukan kalau kedua putrinya ini tidak pernah menampakkan diri, kau hanya seekor tikus yang sedang mencari masalah dengan keluarga djiningrat, kau memberi umpan untuk memanasi papaku?, kamu salah umpan itu dibalikkan kepada orang munafik sepertimu, beraninya membangunkan singa yang kelaparan". Ucap syahwa dengan nada dingin


Cakra yang mendengar tentang nama djiningrat pun Ciut nyalinya dan memilih untuk diam


~Kep***t! Tua bangka itu, ternyata ini putrinya, matilah aku, aku sudah membuat masalah besar dengannya dan sudah dipastikan inilah riwayat hidupku. Gumam cakra dalam hati


Melihat cakra diam, myra pun mengambil sikap


"Emang nya siapa djiningrat? Aku akan meremukkan tulang tulang kalian, pah kenapa kau diam? Mereka itu hanya nyamuk sekali tepuk mati". Ucap myra dengan sinis dan angkuh


Cakra yang mendengar penuturan anaknya pun semakin takut.


"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, wanita malang". Ucap syahna tersenyum menyeringai


"Myra sastra Wijaya, berumur 17 tahun, Hoby nyinyirin hidup orang, profesi seorang wanita club sering pulang malam, selalu foya foya dengan gonta ganti pasangan, gimana pak wijaya anaknya hebat banget yaa". Ujar syahwa melirik kearah myra yang emosi sambil bertepuk tangan


Sedangkan cakra yang mendengarnya pun melirik kearah myra, yang dilirik pun tertunduk dan tak berani bicara lagi dan hanya bersni mengumpat dalam hati


Sang mama pun menampar anaknya seraya berkata


"Anak tak tau diri, mau dibawa kemana wajah mamamu ini, nama wijaya sudah tercoreng dengan tingkah konyolmu, kau bukan anakku lagi, jangan memanggilku mama lagi". Ujar mama myra tersulut emosi.


Syahwa melihat adegan drama didalam penjara tersebut pun mulai jengah


"Hey, Hey, sudahlah, kalian semua sama saja". ucap syahna


Mama myra pun bingung


"Maksud kamu?". tanya mama myra


"Bukankah kau melakukan hal yang sama dengan anakmu?, hanya ada perbedaan sedikit bukan?, Kau suka foya foya dengan menunjukkan diri bahwa kau adalah istri yang setia, setia apanya disisi lain kau mencintai dua pria, bagaimana pendapatmu tentang ini pak cakra?". ucap syahna ketus


"Apa benar itu mah?". tanya cakra dengan wajah dinginnya


"A..aa..k..akuu_".


"Sudahlah tidak perlu mendrama lagi, kalian akan mati juga kok, bosan". ucap syahna


"Baiklah, karena kalian sudah mengetahui identitas kami sebagai putri dari ferasatya djinigrat, maka tidak ada jalan kembali untuk selamat". ucap Syahwa

__ADS_1


"MATILAH".Ucap syahwa dan syahna tersenyum devil sambil memegang sebilah pisau


Akhirnya Cakra wijaya pun meminta ampun sebelum sempat dikuliti, tapi tidak diubris sama sekali dengan syahna maupun syahwa. keduanya menyiksa keluarga tersebut tanpa ampun, suara lirih yang meyayat hati memenuhi ruangan penjara bawah tanah, sebelumnya tony telah datang bersama beberapa anak buahnya, dilihatnya sikembar tengah menyiksa musuh tuan besarnya sesekali mereka terlihat meringis dan ngilu dengan yang dilakukan walaupun mereka sering melihat mereka membunuh tapi tetap saja jiwa mereka merinding melihat sikembar seperti psikopat gila yang haus darah membunuh dengan cara perlahan tapi terlihat brutal.


Biasanya tony dan anak buahnya jika diberi tugas untuk membunuh salah satu musuh sekelas teri mereka hanya menembakkan pistol lalu setelah itu dibiarkan tergeletak begitu saja, makanya terlihat jelas diri mereka sesekali merinding satu kata dihati mereka


~MENGERIKAN


Setelah menunggu sekitar 2 jam barulaj sikembar dengan kegiatan mereka terselesaikan, mereka tersenyum puas sambil meninggalkan ruangan tersebut yang dipenuhi darah.


***


"Bagaimana? apakah kalian puas?". tanya feras


"Tentu". ucap sikembar


"Baiklah kalian memang putri putri kesayanganku". ucap feras sambil tersenyum bahagia


Kedua kakak beradik itupun tersenyum bahagia. kemudian feras pun pergi meninggalkan kedua putrinya beralasan ada hal yang ingin diurusnya, kedua gadis itupun berbincang bincang santai


"Kak!". panggil syahna


Syahwa pun menoleh seraya menganggukkan kepala


"Mama dimana ya, kok gak kelihatan". Tanya syahna


"Ciee ada yang rindu sama mama". ucap syahwa meledek


"Apa sih akukan nanya, aku gak pernah lihat dia". ujar syahna dingin


"Yaelah gitu aja gak usah jutek juga kali, ini dirumah bukan diluar, hoammm". ujar syahwa


~Tapi memang mama dimana yah?, gak pernah kelihatan. gumam Syahwa dengan pikirannya


"Atau jangan jangan_". ucap keduanya saling pandang


"Tidak mungkin". teriak keduanya lalu bergegas keruangan kerja feras


~Bersambung


jangan lupa like komet and vote, oh ya maaf jika ada typo, dan salah pengucapan


terimakasih


lov yu🐬

__ADS_1


__ADS_2