
Paginya sabrina terbangun dengan menahan sakit disekujur tubuhnya. Syahwa ikut terbangun saat merasakan pergerakan seseorang disampingnya
"Apa kau baik baik saja?". Tanya syahwa khawatir
Walaupun tubuh sabrina sudah dibersihkan semalam, tetap saja luka luka yang ada dibadannya perlu perawatan khusus. Sementara itu sabrina tak menjawabnya, ia diam menahan perih
~Apa yang sebenarnya terjadi padamu. Batin syahwa menatap sabrina
"Aarrrrggghh"
~Menyebalkan! kenapa harus begini sih. sakit sekali! Bedebah! betapa benci.
Melihat kondisinya sekarang sabrina begitu benci, padahal ada sesuatu penting yang ingin sabrina beritahukan terkait kejadian semalam yang menimpanya, beberapa kali mencoba berbicara tetapi tenggorokannya tercekat dengan susah payah ia mencoba berbicara walaupun terdengar serak
"Wa, dd..dia...aarrrgghhh_
Dhuarrr
Ledakan yang mengejutkan semua orang bahkan ada yang berdiri, terlebih syahwa yang langsung shock membulatkan matanya seketika
"TIDAAAAAKKKK!". Pekiknya histeris menatap tubuh yang penuh luka itu telah meregang nyawa ditempat. Sabrina mati ditempat sebelum perkataan yang diucapkannya keluar dari mulutnya
"Apa lagi itu". Seru lainnya saat tersadar dan terkejut melihat tubuh tanpa kepala dihadapannya seketika membuat seluruh manusia yang ada didalamnya mual dan muntah
"Hueeekk, pemandangan menjijikkan apa ini?". umpat satu orang memegang mulut menahan sesuatu yang mengaduk perutnya disusul komentar dari lainnya
"Sial, baru bangun disambut pemandangan seperti ini,menjijikkan".
Semua menatap tubuh itu dengan kengerian sekaligus jijik. Berbeda syahwa dan beberapa teman lainnya yang memang sudah akrab dengan mayat ini tidak lain Rainan, Farhad, azmin dan athar tercengang melihat kejadian ini
Athar yang begitu shock melihat sosok yang dicintainya mati mengenaskan, terlebih syahwa yang mulai meredup matanya memperlihatkan kemarahan dan kesedihannya.
"Siapa mayat itu?". Sahut lainnya saat menyadari tatapan syahwa yang tak biasa
Sebelum ada yang menjawab, suara dari langit kembali berbicara
"Hmm, maafkan aku. Aku hanya ingin mengakhiri penderitaannya". Ucap sosok itu tanpa dosa
Syahwa menatap langit diatasnya dengan tajam
"MANUSIA BEDEBAH! SIALAN! BERANI BERANINYA KAU MEMBUNUH TEMANKU. DENGAN WAJAH TANPA DOSAMU ITU AKU BENAR BENAR INGIN MENCINCANG CINCANG TUBUH MU, BETAPA BENCIII".Bentak syahwa Asal
__ADS_1
Syahwa tau sekarang orang itu memasang wajah tanpa dosa mengingat kalimat santai yang diucapkannya bebar benar membakar hatinya
Melihat raut itu, sosok yang berada dibalik tirai sana tersenyum menyeringai, bukannya marah ia malah menikmati raut itu
"Hahaha ini yang aku tunggu raut itu hahahaha". Gumam sosok itu
"Mengakhiri apa maksudmu, mengakhiri penderitaannya? Kau pikir dengan dirinya mati dia bisa tenang. Kau salah besar! Setelah aku keluar dari game sialanmu ini hidupmu tidak akan tenang dimulai saat itu". Teriak syahwa
Melihat syahwa yang lepas kendali Rainan segera menghampirinya dan menenangkannya.
"Hahaha benarkah? Aku menunggunya. Sialan! hentikan dia sebelum aku meledakkan kepala kalian satu persatu" Ancam sosok itu saat melihat syahwa semakin brutal, ada rasa sakit yang ia rasakan melihat gadis itu
Setelah beberapa menit akhirnya syahwa pun menguasai dirinya. Disisi lain Athar terlihat sangat shock itupun histeris, neraca seperti orang gila
"Kau yang pertama membuatku normal.. tapi Aarrrrgggh manusia sialan keluarkan aku dari dunia bodohmu ini!"
~Hmm nampaknya pria itu menyukai gadis itu, Hahaha benar benar sesuatu.. aku benar benar terhibur. Satu kali dayung dua tiga pulau terlampaui
"Manusia tak bermoral, tak punya etika, dasar sinting". Teriaknya marah
Semua peserta melihat kearahnya menjadi pusat perhatian sama seperti syahwa. Mereka pun menyadari bahwa jasad sebelumnya adalah sabrina. Raut mereka berubah drastis ada yang marah, sedih dan ada yang tersenyum. Entah.. mungkin salah satu orang yang tidak menyukai gadis itu.
Syahwa memanglah tidak berteman begitu lama dengannya namun beberapa bulan ini rasanya sangat berarti untuknya. Syahwa tidak berani menampakkan taringnya sekarang, dia mungkin akan membalaskan apa yang sabrina rasakan tapi tidak untuk sekarang
Tak lama sosok itu kembali menginstruksikan agar para pejuang game ini segera melanjutkan petualangannya. Tubuh sabrina dikembalikan didunia nyata sesuai permintaan syahwa tadi.
"Baru kejutan pertama sudah begitu liar, Hmmm sangat menarik". Gumamnya pelan sambil memasang seringai jahatnya
Tak lama suara membahananya kembali terdengar
"Baiklah, dengarkan aku untuk game pertama adalah melawan monster buatanku. Sedikit bocoran hewan ini tidak pernah kalian temui didunia real, hewan ciptaanku ini memiliki kekuatan spesial, maka berhati hatilah nyawa kalian cuma satu sisi baiknya kalau kalian bisa menghindar darinya hahahaha".
"Walaupun mereka begitu ganas, aku juga menyiapkan beberapa item dan diantara lainnya cara mengalahkan makhluk tersebut hanya saja sangat sulit untuk didapatkan karena cara tersebut terdapat di dedaunan hanya orang yang benar benar teliti bisa melihatnya dan aku beri tau bahwasanya didaun itu tertulis secara lengkap cara menghabisi monster buatanku".
"Oh ya, masih ingat aturan sebelumnya kuharap kalian mematuhinya dengan begitu kalian aman dari tombol enter disini". Serunya kini suaranya telah hilang kembali
Sementara itu semua peserta terlihat nampak kacau dan khawatir. Mati atau tidaknya tergantung usaha mereka.
"Gila.. walaupun didaun itu tertulis jelas bagaimana menghabisi monsternya aku pun tidak akan mau. Membuang waktu mending mencari item saja langsung". Seru lainnya dengan nada malas kemudian yang lainpun saling menyahut
"Ya benar hanya orang orang sinting melakukannya".
__ADS_1
"Ya benar milyaran dedaunan dunia musnah baru didapatkan".
Berbagai macam komentar yang dilontarkan mereka. Dilain sisi ada beberapa reaksi yang berbeda
"Boleh aku bertanya?". Tanya syahwa tatapannya mengarah keatas
"Oh apa kau berbicara denganku?". Seringai lebar muncul dibibirnya
Syahwa tak menjawab hanya sekedar menatapnya tajam, sosok itu sedang berusaha mempermainkannya.
"Hahaha baiklah, silahkan saja dengan senang hati akan kujawab".
"Bagaimana caranya agar daun tersebut ciri cirinya dikenali?".
"Pertanyaan yang bagus! Ku akui kau memang_"
"Berhenti bertele tele cepat katakan saja!". Dengus syahwa yang merasa bahwa sosok itu benar benar mempermainkan dirinya
Sosok itu memasang senyum
"Baiklah"
"Bentuk daunnya menyirip dengan warna kuning keemasan, dengan sedikit dengan corak paisley berwarna hijau gelap. Untuk menemukannya kau hanya perlu mengandalkan matamu dengan teliti. Sedikit clue tempatnya berada dihawa yang sejuk dan pohon yang berbentuk cangkang siput didalam pohon itu daun tersebut kau temukan". Ucapnya menutup penjelasan singkatnya
"Baiklah, terimakasih".
Kini tatapan meremehkan ditujukan kepada syahwa
"Dasar gadis aneh, bisa bisanya bertanya seperti itu. aku kira dia bakalan melakukan sesuatu yang keren ternyata, cihh. Kusarankan lebih baik kau memilih item yang saat ini jelas jelas ada dihadapan matamu. Benar benar bodoh, sudah ada yang mudah mengapa mengambil jalan yang sulit?". Ucap lainnya
Syahwa yang mendengar hanya mempertahankan seringainya
"Sekumpulan badut menari". Gumamnya kemudian meninggalkan semua tatapan mata yang terbelalak melihatnya
*Boomm
*Boomm
*Dhuaaarr
* * *
__ADS_1
NEXT..