
Bruukk
"Apa itu?". Tukas seseorang yang disebelahnya, mereka saling menatap lalu mengedikkan bahu tanda tak tau
"Siapa disana?". Teriak yang satunya lagi
Syahwa dalam hati mengumpat karena kecerobohannya, Bunyi tumpukan kardus dibuatnya sehingga terjatuh mengenainya. Sementara dilain sisi ketiga orang yang curiga itu langsung berjalan kearahnya
Kaki syahwa gemetar, jantung nya berdetak sangat cepat seakan orang yang berlari maraton, tiba tiba
"Meong". Suara kucing menghentikan langkah ketiga lelaki yang kini terdiam ditempatnya
~Syukurlah . Batinnya
"Ternyata seekor kucing, dasar buat jantungan saja".
"Sudah cepat bawa gadis itu sebelum dia terbangun dan kabur. Sebentar lagi ritual akan dimulai, ketua sudah menunggu kita di altar pemujaan". Ucap orang ketiga
"Baiklah". Jawab kedua nya dengan serentak
~Gadis? berarti dugaanku benar yang mereka bawa di kantung mayat itu adalah seorang manusia. Dan ritual? bukankah membutuhkan ribuan murid? itu.. apa mereka sudah menemukan sebanyak itu? aku harus bagaimana?.
Syahwa berpikir keras, sekarang ia butuh rencana untuk menggagalkan ritual sesat itu, perlu strategi yang rapi dan tanpa jejak.
Aha!
Sabrina, kerumah hantu sekarang juga! oh ya jangan lupa datangnya nyelinap. Penting! sekarang!. Pesan yang dikirim syahwa untuk gadis yang memang sekarang gelisah untuk tidur
"Apa? Rumah hantu? ngapain tuh anak malam malam disana ketemu mainan baru kah? . Penting? sekarang? eh sekarang ah sudah larut nanti ketahuan oh iya kan nyelinap hehe"
Jangan lupa hapus percakapan sebelum diperiksa para petinggi. Balas Sabrina, untunglah dirinya mengingat jaringan internet yang terpasang dimarkas
Oke!
Sementara itu syahwa melangkah terus mengikuti ketiga orang yang merupakan anggota ritual ritual sesat sekte pemuja setan.
__ADS_1
Syahwa menunggu sabrina didepan pintu, untunglah saat itu ia sigap mengambil kunci yang tergantung digagang pintu. Sabrina berhasil memasuki ruangan yang syahwa katakan saat ini ia mencari letak keberadaan syahwa yang bersandar pada dinding menyembunyikan dirinya
Beberapa menit kemudian gadis itu menemukannya,
"Bi tau gak dimana letak utama jaringan markas ini, Habis itu letak sakelar lampu ruangan ini?"
"Ya Ampun baru juga sampai udah diburu sama pertanyaan, jelasin dulu kek kenapa aku harus kesini". Protes Sabrina
"GAK! CEPAT TUNJUKKIN JALANNYA". Timpal syahwa menatapnya dengan horor
"Ya udah sini ikut aku". Ucapnya dengan nada kesal
Mereka berdua keluar dari bangunan menuju Wc kumuh tempat syahwa disekap dahulu, Syahwa menatap wc itu dengan smirknya, kenangan manis yang pernah terukir ditempat ini terungkit kembali. Sementara itu sabrina yang melihatnya bergidik ngeri
~Dia gak akan apa apain aku kan? . Batinnya berkecamuk
"Mikirin apa? aku gak akan makan kamu kok". Sarkas syahwa melirik kearahnya
"Kirain kamu kan_"
"Kanibal? kalau aku kanibal daritadi aku membunuhmu, juga para petinggi bodoh itu, kenapa kau begitu banyak bicara tunjukkan saja tempatnya".
Syahwa memasang raut yang serius, dia berpikir mana yang dahulu ia hancurkan jika keduanya maka itu akan berakibat fatal karena dia memiliki rencana lain, Alhasil ia membuat keputusan sendiri
Menyuruh sabrina untuk menunggunya ditempat ini, setelah ia mengacak ngacak kotak kabel jaringan internet ia segera bergegas menuju tempat tadi.
Jaringan internet telah dirusak.
Tidak lupa ia memberitahukan kepada sabrina agar saat sampai disana segera menghancurkan sakelar lampu dengan tanda letusan kembang api yang suaranya tidak terdengar. Senjata kecil itu memang langka karena hanya dimiliki oleh keluarganya sebagai sebuah kode, dan tentunya sabrina juga tau akan hal itu ia pun memilikinya
Hanya saja ia menaruhnya di dalam tempat tidurnya dan tidak membawanya.
Rencana syahwa begitu simple dia hanya ingin masuk kedalam altar pemujaan dan mengetahui yang tersembunyi didalamnya serta melakukan berbagai acara agar ritual malam ini batal
Namun masalahnya bila hal tersebut batal, dia tidak tau konsekuensi yang akan ia dapat akibat tindakannya. Didalam buku (Mystery book) tidak tertulis cara apapun untuk menggagalkan ritual penumbalan massal itu
__ADS_1
Yang penting buatnya ritual itu harus digagalkan. Bilapun iblis itu mengamuk dia yang akan menghadapinya sendirian. Syahwa tidak pernah takut kepada siapapun bahkan sampai ia matipun
Syahwa sudah memberikan kode dan Alhasil lampu padam seketika, tidak ingin menyia nyiakan waktu syahwa sigap masuk kedalam ruangan itu
"Hah?"
"Apa apaan itu". Gumamnya saat melihat ribuan murid yang tatapannya kosong
Alisnya menyatu mendapati sesuatu yang dipasang didekat patung
~Mereka dihipnotis, pantas saja dengan mudahnya mendapatkan murid begitu banyaknya. Cara ini benar benar efektif. Oh tuhan apa yang harus aku lakukan?.
Ruangan yang bernuansa merah dan dikelilingi lilin berbentuk simbol kuno itu terlihat sangat menyeramkan, Disana terlihat patung emas yang berdiri ditengah tengah simbol kuno juga beberapa orang yang mengelilinginya. Terdapat juga ratusan orang yang menggenggam pedang ditangannya
Menurut syahwa mungkin saja mereka adalah orang yang ditugaskan untuk membunuh ribuan murid yang telah hilang kesadaran dirinya
Bau amis sangat kental ditempat itu bahkan mengaduk aduk perutnya untuk muntah namun gadis itu tahan takut ketahuan. Anehnya, para murid yang terhipnotis itu tidak terganggu sama sekali dengan bau busuk tersebut
"Bagaimana bisa?". Gumamnya menahan diri, untunglah gadis itu seringkali membunuh jadi terlihat familiar baginya. Hanya saja baunya begitu menusuk sehingga membuatnya sedikit tidak nyaman
Sebelumnya saat lampu telah padam, Sang ketua sekte hanya diam ditempat tidak memberikan reaksi atau ekspresi apapun. Tatapannya datar, entah apa yang dipikirkannya tetapi matanya seperti mengisyaratkan sesuatu sepertinya syahwa mengetahuinya
Tertekan
Bagaimana bisa? Apakah ritual ini tidak diinginkannya? tapi kalau tidak diinginkan mengapa ritual sesat ini harus dilanjutkan? Jika ia menginginkannya mengapa ekspresinya seperti itu?. Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul dipikirannya tapi tidak ada yang belum terjawab sama sekali
Syahwa baru tau juga saat masuk lampu tidak digunakan untuk ritual semacam ini. Alhasil rencananya berantakan
Tidak ingin tenggelam dalam lautan pikirannya. Gadis itu segera mengambil sikap kembali berpikir rencana yang disusun sebelumnya kini hancur padahal belum dimulai. Dia memikirkan tindakan selanjutnya dan..
"Sepertinya sedikit beresiko".Gumamnya pelan
Membuat kekacauan adalah rencananya. Berpura pura kerasukan iblis dan mengambil liontin yang tergantung di patung tidak lupa pula syahwa menendangnya dan patung itu terjatuh dengan tangan terlepas
Syahwa menampilkan smirk saat ia berhasil melakukannya beberapa penjaga segera mengamankan dirinya dan duduk kembali bersama ribuan murid. Dalam hati ia berharap semoga para murid itu kembali kesadarannya dan meninggalkan tempat menyeramkan ini
__ADS_1
* * *
Next