CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Twenty two


__ADS_3

#22


"Kenapa? Kenapa kalian menyembunyikan hal ini kepadaku? Kalian benar benar egois kalian jahat!


"Nona maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk_


"Tidak! Jangan katakan apapun, Aku benci aku benci dengan kalian, kalian telah membuatku marah, dan kau! Kau adikku, adik kesayanganku tapi kenapa kau merahasiakan ini, dia juga papaku aku bahkan tidak melihat wajahnya disaat terakhir kali dia meninggal, kau egois Na kau hanya mementingkan perasaanmu sendiri aku benci padamu, i hate you forever".


Plak


Plak


Plak


"Kau"


"Nona muda'"


"Kenapa? Apa kau tak terima aku menamparmu?"


"Kenapa kau menamparku, sialan!". Umpat syahwa dengan murka, tangannya tanpa sadar ingin menampar adiknya namun sayangnya syahna menangkap tangan itu terlebih dahulu dan menepisnya dengan kasar


"Kau! "


"Apa? Kau pikir aku melakukan semua ini untuk apa hah?


"Kau egois"


"Egois katamu? Cih, kau pikir aku melakukan ini tanpa memikirkan apa resikonya? Kau sungguh naif kak, perbaiki otak kerdilmu itu". Seru syahna dengan lantang


Syahwapun terdiam, ia terdiam karena tidak bisa berkata akibat tamparan keras milik syahna membuatnya tak berkutik dan tak berbicara


"Semua yang ada dalam ruangan ini keluarlah, aku ingin berbicara dengan bocah tengik ini"


Syahwa pun hanya bisa menahan emosinya mendengar ucapan syahna.


"Tapi nona_" sebelum menyelesaikan ucapannya tatapan syahna membuatnya langsung bungkam dan menuruti keinginan gadis dingin itu


Usai semua keluar, syahna pun mengunci ruangan itu


"Sekarang tinggal kita berdua kak". Sahutnya dengan tersungging

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan". Ujar syahwa menahan perihnya tamparan keras itu


"Pikirkanlah" Ujarnya dengan nada dingin dengan raut yang bengis dan kejam


"Aku tidak mengerti"


"Kau sudah besar, kenapa belum mengerti? Apa kau hanya sibuk dengan apa yang kau lakukan dikampus tercintamu?".


"Tutup mulutmu, ini semua karena dirimu! Jika saja kau memberitahukan kepadaku apa yang akan terjadi saat itu, aku mungkin tidak disini saat itu bodoh".


"Cih bodoh? Memberitahukan kepadamu? Aku bahkan terlambat saat menyadarinya jadi bukan hanya aku yang bodoh tapi dirimu juga bodoh, bagaimanamungkin kau tidak curiga saat aku ditugaskan keluar negeri sedangkan kau keluar kota untuk melanjutkan kuliahmu padahal kau tau disini lebih bagus dari kota yang dimaksud papa, bahkan kau tidak menyadarinya saat para pengawal mendadak pulang dan hanya mengantarkanmu sampai didepan gerbang saja". Ujar syahna panjang lebar


~Baru kali ini aku melihatnya berbicara panjang lebar. Gumam syahwa


"Kau tidak tau kak, hari itu aku sangat kecewa ternyata kau tidak menyadarinya, dan dan terpaksa hanya akulah yang harus menyelamatkan papa seorang diri tanpa beberapa penjaga, dan kau tau aku kesini butuh perjuangan yang besar dan tidak gampang


"Aku terpaksa harus menjual tubuhku demi papa untuk kembali ke sini dengan menyelamatkan nyawanya kepada seorang tua bangka yang hanya mementingkan nafsu yang bergelora dibanding aku anaknya yang mengkhawatirkannya gelisah takkaruan membuatku tanpa pikir panjang aku menyetujui keinginannya". Ujarnya dengan berderai air mata membuat syahwa tercengang dengan perkataan syahna


"Kka...kkau rela mengorbankan kesucianmu untuk papa?"


"Ya, tapi tetap saja semua sudah terlambat papa sudah meninggal dan ini semua karena dirimu"


"Ap maksudmu syahna?".


"Iya aku tau, tapi apa hubungannya dengan Vivi".


Gadis itupun berdecih


"Rupanya banyak hal yang tidak kau ketahui syahwa".


"Maksudmu? Jangan bertele tele"


"Sahabatmu itu, dia anak haram dari cakra dan mama Vivian".


"APA! VIVI ANAK MAMA?".


"Hmm, hubungannya? Dia ingin membalaskan dendam kepada kita djiningrat dengan mendekati kita keturunannya",


"Tapi bagaimana dia tahu kalau Mama adalah mama kandungnya juga?"


"Itu simple, dia diberitahu saat ayahnya cakra kita bunuh dengan ibu tirinya".

__ADS_1


"Dimana dia sekarang?"


"Cih, dia sudah terbunuh akibat kecelakaan truk yang menabraknya hingga badannya hancur".


"Tapi, bukannya yang papa serang markas aliran hitam?


"Ya kau benar, kau tau toy pimpinan aliran itu merupakan suami dari vivi dan dia tidak terima kalau istrinya itu meninggal begitu saja, dia tau semuanya,dan seharusnya kau sudah tau apa yang akan terjadi.", ujar syahna


"Aku pernah berpesan padamu, jangan kau nilai sahabatmu itu dari covernya lihat dari hatinya cara dia menatapmu, maka kau akan tau apa yang dia sembunyikan karena mata kadang tak sejalan dengan hati, akibat dari itu papa yang menanggung semuanya".


"Kau benar, aku yang salah" ucap syahwa tertunduk dan sedih


Kini terbongkar sudah semua yang telah terjadi, syahwa bersedih mengingat papa yang membuatnya semakin sedih sang adik yang menjual dirinya demi seorang pria hidung belang, dia menyalahkan dirinya sendiri terlalu senang saat ia dipindah kuliahkan membuatnya tak bisa curiga apapun saat itu


"Ya kau memang salah, dan aku benci padamu kak". papar Syahna lalu berdiri berjalan kearah syahwa yang menatapnya juga


"Apa yang ingin kau lakukan?".


"Tentu saja membunuhmu".


"APA!".


"Tenanglah, aku hanya bercanda. walaupun aku membencimu tapi karena dirinu sudah mengatakan bahwa aku adalah adik kesayanganmu membuatku terharu...tapi mulai sekarang aku harap jangan menganggapku demikian lagi". Ujarnya lalu meninggalkan ruangan itu


"Apa Maksudmu syahna"


"Kau masih tidak mengerti?". tanyanya penuh keheranan, syahwa pun hanya terdiam


"Aku tidak ingin memiliki hubungan apapun lagi denganmu, paham!". ujarnya benar benar meninggalkan syahwa yang langsung meneteskan air matanya mendengar ucapan syahna, bak siang bolong tersambar petir membuatnya tak percaya dengan apa yang keluar dari lisan saudara kembarnya itu


"Apakah salahku terlalu banyak hingga dia seperti itu". Gumamnya dengan menitikkan air mata".


* * *


"Nggak rey, lo jangan suudzon gitu dong sama tuh cewe". kata bagas


"Tapi emang bener kan?".


"Nggak, gue gak habis pikir sama lo, kok bisa menyimpulkan dulu tanpa teliti dahulu, emangnya lo suka kan tuh cewe" ujar bagas, Reyhan yang ditanya hanya memilih untuk bungkam dan kemudian meninggalkan bagas yang pasrah dengan dirinya


"Tuh anak kenapa jadi begini sih, tumben apa weh".

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2