
Setelah memastikan barisan rapi, pria yang tadi melengkingkan suaranya segera berpidato panjang, mengumumkan sesuatu yang membosankan.
"Baik didepan gerbang sana".seraya menunjuk sebuah gapura yang tersembunyi dipenuhi dengan lumut.
"Kalian memulai ujian, resiko kalian sangatlah besar bisa sampai menyangkut nyawa. Disana kalian dilatih untuk menyelamatkan diri dari kejamnya dunia liar, bisa jadi kalian menemukan hewan buas, klan mafia, sekte sesat ataupun penjaga wilayah atau mungkin juga hal yang terduga dan kalian dilatih untuk mencari makan dan minum sendiri". Matanya menatap tajam semua manusia yang sekarang terjejer rapi seperti semut
Ada rasa takut dan tegang menyelimuti para murid saat ini. kemudian pria itupun melanjutkan ceramahnya alias pidatonya
"Hutan ini tidak pernah terjamah sekalipun, maka dari itu ini sesuatu yang menantang untuk kalian lakukan. Selama ini markas kita hanya melakukan ujian akhir di hutan yang sudah terkena tangan manusia yang begitu membosankan. maka dari itu salah seorang yang baik mencetuskan ide baik ini".
"Saya menjelaskan beberapa bocoran untuk kalian, bahwasanya dibeberapa wilayah ada senior senior yang nantinya kalian jumpai. Disana mereka akan memberikan kalian waktu istirahat selama 5 menit kemudian setelah itu melanjutkan kembali petualangan"
"Waktu kalian hanya sampai sebulan untuk mencapai ujung hutan ini lebih dari itu akan dianggap gugur dalam ujian. Baik sekian dari saya. Balik kanan bubar jalan!" Instruksinya dengan tegas
"SIAP KAPTEN!!!". seru para junior dengan serentak mereka sesegera mungkin menuju gapura yang menyambut kedatangan mereka.
Salah satu orang tersenyum penuh makna
"This's time"
* * *
Syahwa dan rombongannya masuk kegapura itu dan kemudian
Swusshh
Mereka lenyap dibawa kedunia lain, sampainya disana tentu mereka terkejut dengan yang tadi
"Kita sebenarnya kemana?". Tanya putra teman syahwa
Syahwa dan lainnya hanya terdiam, mencerna setiap peristiwa yang baru baru saja terjadi. Terlihat tadi mereka memasuki gapura namun secara ajaib bukannya masuk kehutan tapi malah menyasar kedimensi lain
Benarkah?
__ADS_1
Salah seorang menyadari bahwa dibelakang mereka ada gapura yang sama persis. Namun pada saat ingin memasuki kegapura tersebut dengan niat kembali ketempat awal mereka masuk, tubuhnya seketika hancur menjadi kabut darah. Semua yang melihat tercengang
"Apa apaan itu". Seru satu orang lain berniat kesana, namun naasnya tubuh itu sama seperti orang pertama, menyisakan daging daging yang membuat siapapun akan mual dan muntah
"Aaa jangan mendekat kegerbang sialan itu". Sahut teman mereka yang lain
Mereka semua sepakat untuk menjauhi gerbang maut itu. Tak lama ada suara dari langit mengagetkan mereka, tak ada yang mengenalnya karena suaranya bagaikan robot
"Hai para junior sekalian, selamat datang di dunia virtual ku". Serunya dibalik sana secercah senyuman jahat dikeluarkannya
Semua orang bertanya tanya, dunia virtual apa? Namun tidak ada jawaban dari teman teman mereka dan jawaban yang mereka dapatkan dari pemilik dunia
"Baiklah, ternyata game yang ku buat bertahun tahun ini dipakai juga. Pasti sangat menghibur diri, pemimpin kalian memang cerdas lebih dari cerdas itu sendiri, hahahah". Semua masih diam mendengarkan pemilik suara yang tertawa jahat
"Baiklah dunia virtual adalah dunia game yang aku buat, didunia itu kalian akan melakukan seperti yang pemimpin kalian tadi katakan. Menyelamatkan diri dari kejamnya jebakan jebakan yang aku buat. Tidak hanya itu kalian harus memecahkan kode yang aku buat. Dan tentunya ada banyak macam game yang menanti kalian disana".
"Kalian harus menyelesaikan game ini dengan sebaik mungkin. Bila ada yang gagal maka menjadi seperti mereka berdua yang telah mati itu". Ucapnya memperingatkan, Semua orang yang memandang kearah langit refleks mata mereka menatap gapura lagi, mereka pun merasa jijik dengan pemandangan itu
Semua bergidik ngeri melihatnya, Sosok itu kembali berbicara
"Hati hati dengan ucapan kalian, itu bisa Membunuhmu kapan saja. Oh ya, Aku tidak mengizinkan kalian untuk bersama sama jika ketemukan akan kuledakkan kepala kalian, camkan! Okay, Have fun".
Semua murid yang mendengar hanya menahan kesal dan jengkel dalam hati tidak berani untuk melawan ataupun sekadar mengumpat pencipta game ini.
Mereka akui dizaman ini belum ada game seperti ini, menjebak manusia demi kepuasan hati. Benar benar kejam, tapi apa boleh buat mereka sudah terjebak dan tak ada jalan untuk kembali
Alhasil mengikuti peraturan yang diterapkan sang pemilik dunia
"Manusia laknat, tunggu saja aku lolos dari game ini dan keluar aku akan memburumu sampai kau mati ditanganku sendiri". Gumam seseorang dengan kesal
"Hey aku mengamati pekerjaan kalian, lakukan sebelum waktunya habis. Dasar bodoh, kau pikir kau bisa membunuhku? Sebelum kau membunuhku kepala mu dulu yang kuledakkan". Seru sosok itu lagi
Tak ada yang berani membantah, ingin keluar harus sesuai instruksi pemilik game. Mereka pun satu persatu menyebar kelain sisi. Tidak ada yang berani berkelompok kelompok mengingat kejadian tadi.
__ADS_1
Sementara itu didunia nyata, Pemilik game ini menikmati game yang menurutnya hiburan terbaik sepanjang masa.
"Syahwa". Gumamnya pelan
Sementara syahwa menuju kearah utara, dari tadi ia hanya mengamati situasi. Saat ini ia terpikirkan oleh satu sosok, pemilik suara itu seperti suara seseorang yang dikenalnya namun hanya samar samar.
"Apakah mungkin? Tapi tidak mungkin. Aku tau dia orangnya seperti apa, tapi kenapa bisa seperti ini. Aaakkkhh aku bingung". Histeris sendiri akhirnya
Syahwa berjalan terus tak menemukan apapun, sepertinya dalam game itu matahari telah tenggelam. Dalam hati syahwa kagum dengan pemilik game ini
~Sangat hebat dan berbakat. Pujinya
Dalam hidupnya tidak pernah ia berpikir untuk membuat game seperti ini bahkan dalam hatinya tak terlintas sedikitpun walau sekedar singgah menyapa
Pemilik dunia virtual ini benar benar mempunyai bakat istimewa yang tidak semua orang bisa membuatnya, dalam hati syahwa mengaguminya namun sedikit kesal juga mengapa harus masuk kedunia yang bisa membuatnya terbunuh kapan saja sesuai yang diinginkan sang pemilik dunia
Dia masih ingin hidup, namun nasi sudah menjadi bubur, rencana awal tak bisa di undur, dan biarlah waktu yang menjawab umur.
Syahwa masih berjalan tak menemukan jebakan apapun, 200 meter dari tempatnya sekarang terlihat bangunan kokoh yang berdiri disana, terdengar kembali suara dari langit
"Malam ini dicukupkan istirahatlah kalian semua dirumah itu, besok lanjutkan kembali petualangannya". Sahutnya
Syahwa mengira hanya dia yang melihat rumah itu ternyata semua diarahkan kerumah ini. Dirinya melihat satu persatu orang yang memasuki rumah besar itu, tak ayal semua seketika tertidur asal asalan
"Semua terlihat lelah, aku juga mau tidur. Tapi dimana sabrina?". Gumam syahwa tak lama ia melihat sosok gadis yang datang dipenuhi bercak darah
Semua menatap penasaran kearahnya, tapi tatapan mereka tak sabrina jawab ia hanya jalan menuju tempat syahwa menatapnya dengan khawatir. Tubuhnya terhuyung dan jatuh pingsan setelah sampai dihadapan syahwa, segera gadis itu menangkapnya dengan sigap
"Bi, apa yang terjadi padamu?". Ujar syahwa khawatir
* * *
Nextttttt
__ADS_1