
#16
"Yuria!". Sorot mata tajam Sea menatapnya seakan ingin melahapnya kala itu, diapun hanya bisa nyengir
"Cowok, Namanya Kak Anton". Ujarnya sambil mengingat wajah anton yang tepat muncul diotaknya
"Yaudah Gak usah dibahas lagi ya". Ujar Vio yang dibalas anggukkan oleh Syahwa, baginya hal itu tidak penting.
***
"Nan, coba deh lo liat tadi tuh cewe, beeuuh jago banget main pistolnya 3 detik padahal dia janji tadi 5 detik". Kata Azmin yang daritadi memuji muji syahwa
Azmin pranata . Dia tidak membenci Syahwa dia terkesannya netral tidak membenci tidak pula menyukai hanya sebatas kagum dengan cara mainnya menarik dan elegan.
Farhad Hidayatullah, Farhad. Dia tidak membenci hanya saja Rasa jengkelnya yang tumbuh dihatinya membuatnya sering ingin berbuat ulah dengan Syahwa
Athar Al Atsary, Athar. Dia tidak mengenal syahwa hanya sedikit ada rasa kekaguman, tapi tak ditunjukkannya. Dia terkesan suka menyembunyikan perasaannya, lebih suka memprivasi dibanding mempublikasi.
Rainansyah, Rainan. Tidak peduli siapapun, gosipnya dia menyukai Sea, Zisea Klau Namun sayangnya Sea tidak menanggapi perasaannya sama sekali, Bahkan yang mengejarnya Gheanly, cintanya tak terbalaskan.
"Lo kenapa sih? Daritadi muji tuh cewek bikin kesel". Sohor Farhad dengan kesal
"Yee, bilang aja lu syirik kan". Cemooh Azmin
"Idih, siapa juga yang syirik". Sangkalnya
"Kalian bisa diam gak sih, Adu mulut mulu kayak cewe aja". Celetuk Athar kesal melihat tingkah keduanya
"GAK!". Pekik keduanya
Athar dan Rainan dibuat geleng geleng kepala dengan tingkah keduanya, Jika Farhad dan Azmin ketemu muncul Perang dunia ke III, mulutnya kayak cewek. Setelah mendrama panjang mereka pun akhirnya terdiam sendiri akibat kewalahan berbicara.
"CUKUP! AKU MUAK DENGAN KALIAN, AKU BENCI, BENCI! ". Pekik Sea dengan nada yang tinggi sehingga mengundang semua pasang mata yang ada dalam kantin termasuk Rainan, Athar, Azmin dan Farhad.
Mereka menatap kearah sumber suara, Sambil meneliti apa yang sebenarnya terjadi.
"Itu dia Cewenya". Tunjuk Azmin kearah syahwa yang tengah bingung dan bimbang dengan pertengkaran yang terjadi didepannya
Pletak..
"Aduh". Keluhnya
"Makanya jangan suka bicara, jadi cowok kok mulutnya cerewet". Ucap Farhad, Sedangkan Athar dan Rainan menatap kearah Syahwa, sedikit tertegun melihat gayanya yang seperti anak kecil yang katanya jago main pistol membuat mereka ragu dengan ucapan Azmin.
"Sandiwara".Ujar Rainan dengan nada dinginnya, sedangkan Athar dia juga paham bahwasanya memang yang dihadapannya bukan pertengkaran beneran melainkan bohongan.
"AKU JUGA BENCI DENGANMU ZISEA KLAU". Bentak Vio tak kalah tinggi
"AKU PUN!". Timpal yuria dengan nada marahnya
"Kalian, masalah gak bisa diselesaikan dengan emosi tenanglah berpikir jernih". Ucap syahwa
"DIAM KAU, KAU TAK ADA URUSAN DISINI SANA AKU TAK SUDI JADI SAHABATMU JUGA, BARU JUGA MAIN PISTOL SONGONG". Bentak Vio dan Yuria sehingga mampu membuat syahwa terdiam
__ADS_1
"Jadi, kalian seperti ini kepadaku karena apa?". Tanya syahwa menahan amarah
Tidak ada yang membantu dan melerai perkelahian antara kaum hawa ini. Beberapa dari mereka hanya menyaksikan dan merekam tak jelas, entah untuk apa yang jelas mereka tidak punya kerjaan.
"Hoo, kami hanya basa basi denganmu kalau kau ingin tau, kami tidak butuh cewek manja kayak kau, Sampah". Kata Vio sambil meludah kesembarang arah begitupun Yuria dan sea? Dia hanya diam.
"Fake Friends". Ucapnya dengan geram
"Ya kau tau itu". Balas Vio dan Yuria dengan nada mengejek
"Klasik, oke aku tak butuh juga teman seperti kalian, MUNAFIK!". Ucap Syahwa yang meninggalkan ruangan tersebut dengan Acuan jari tengah kearah mereka bertiga
Baru saja mereka berteman, tapi ternyata hanyalah sebatas teman basa basi. Syahwa tidak menyukai orang seperti ini bermuka dua ibarat kedondong luar baik dalam berduri. Diapun memilih untuk tidak memiliki teman saja jika dia mendapat teman seperti ini, dan kini dia tengah meredakan emosi dan rasa kecewa yang menggebu didalam benaknya.
"Gimana? Akting kalian memang hebat". Ucap zisea dengan tersungging.
Sandiwara. Oh rupanya ketiga orang ini bersandiwara dihadapan syahwa, mengapa bisa demikian? Mereka pernah bersepakat tidak ada anggota lain didalam gang mereka, rupanya hanya memainkan perasaan syahwa, munafik memang. Jika tidak ingin diusik kenapa harus mengusik, simple tapi mereka tidak peduli.
"Tentulah, best friends". Jawab Yuria sambil memberi tangan kearah mereka dan bertos ria.
Usai pertengkaran itu terjadi, mereka kembali beraktivitas seperti biasa Sea yang dulunya pendiam Ceria tak terkendali dan ramah kesemua orang, hingga Akhirnya syahwa benar benar paham bahwasanya ini semua permainan kotor dari orang yang pernah menjadi sahabat lebih tepatnya sahabat palsu.
Lalu bagaimana dengan Rainan dan ketiga kawan kawannya? Mereka sudah tau bagaimana sifat Zisea, Vio dan Yuria jadi kalau ada hal terjadi hal yang wajar karena perisak sebenarnya disini bukanlah Gheanly, sakia dan elin melainkan ketiga orang diatas yang berpura pura menjadi baik padahal Jahat.
Yang paling membuat Rainan kesal adalah kenapa dia bisa jatuh cinta dengan sang perisak dia benar benar tidak habis pikir dengan perasaannya, apakah ini cinta atau hanya obsesi semata.
"Awas saja kalian, kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal". Gumam syahwa dari kejauhan melihat Vio, Sea dan Yuria yang tengah menikmati permainannya.
***
Selesai dengan latihan, syahwa pun pamit kepada kakak senior pembimbing untuk duluan keruangannya dikarenakan kepalanya sedikit pusing, dan akhirnya athar mengizinkannya untuk istirahat.
>>Malam harinya<<
Syahwa berbaring di king size miliknya, memainkan ponselnya sambil melihat lihat media sosialnya, tak lama diapun teringat akan sesuatu yang direncanakannya.
~ Kak Anton, boleh aku minta tolong?. Isi pesan Syahwa
"Apa yang terjadi dengan nona muda, apakah disana ada yang mengganggunya". Gumam Anton
~Tentu nona muda, tujuan saya kerja disini untuk keluarga Wijaya djiningrat, apakah ada yang mengganggu anda disana?. Balasan Anton
"Wah tumben nih anak buah papa balasannya panjang panjang, ah bodoh amat langsung inti aja deh". Ujar syahwa langsung mengetikkan pesannya
~Iya aku tau itu, tentu ada lalat kecil yang mencoba menghirup harumnya bunga namun tak bisa karena serangan lebah yang mematikan menghalaunya.
"Nona muda terlalu berbelit belit" . Ucapnya walaupun sebenarnya dia tau maksud tujuan nona mudanya
~Siapa lalat itu nona muda? Sebutkan saja namanya saya akan langsung kerjakan
~Okay. Zisea Klau, Viola handayani dan Fransiska Yuria,
~Masih ada lagi, gheanly, Sakiazheyi dan elina sari itu saja cari tau tentang keluarganya setelah itu kirimkan filenya padaku
__ADS_1
~Siap nona muda.
"Banyak banget nih lalat lalat 6 ekor lagi, daripada aku diomelin karena kelamaan mending kerjakan sekarang". Ujarnya sambil melangkah keruangan pribadinya.
Dalam beberapa jam kemudian dia sudah berhasil mengambil file tersebut, kemudian dikirimkannya keSyahwa.
"Tugas selesai, waktunya tidur". Ucap tony yang menguap
Syahwa pun membaca file yang diprivasikan oleh anton dan hanya dia yang bisa membuka dan antony file itu syahna pun bisa hanya saja dia tidak mengetahui perkara ini.
Sedikit terkejut, ada nama yang membuatnya membulatkan mata
"Ck, pantas saja dia berbuat seenaknya anak Konglomerat juga rupanya, tapi sayang masih dibawah standar". Gumamnya sambil melanjutkan kembali membaca file lainnya
"Anak sekretaris papa?, gila om Sean tidak tau anaknya seperti ini? Hmm tenang aja aku akan beri pelajaran". Ucapnya, dia selesai membaca semua file itu dalam sekejap saja, maklum dari kecil dia dituntut agar dewasa dan disitu pula mereka berdua menghabiskan waktu dengan membaca buku bermain senjata dan membunuh lawan
Tok
Tok
Tok
"Eh siapa yang tengah malam begini datang". Ujar syahwa, syahwa berdiri memutar knop pintunya
"Hay"
"Sea". Kata syahwa waspada, kenapa sea kesini? Diapun meneliti sea dan benar saja sea memegang sebilah pisau yang sengaja disembunyikannya tapi mampu dideteksi olehnya , untuk apa pisau itu ? Membunuh syahwa?
"Kau bawa pisau untuk apa? Membunuhku? Tidak semudah itu Zisea klau". Sohor syahwa dengan tatapan mengerikan
"Mmphh, rupanya dia tau apa yang disembunyikan, bajingan ini, langsung serang saja". Pikirnya tanpa aba aba langsung menyerang syahwa
Syahwa yang mendapat serangan pun berlari kearah lorong dan dikejar oleh Sea dengan tatapan membunuh, dengan tatapan pura pura takutnya dia berlari kearah lapangan, Yah berjalan mulus.
Umpan telah termakan, dan saatnya melakukan ajang balas dendam. Syahwa pun berpura pura lagi sambil berkata,
"Apa Yang kuinginkan bukankah kalian sudah membuangku". Tanyanya dengan dibubuhi tatapan menakutkan
"Hahaha, lihatlah wajah sok cantikmu itu, kau ketakutan? Mungkin kau pandai dalam pistol tapi tidak dengan pisau kan?". Ucap sea dengan mengacungkan senjata yang dipegangnya
"Kau jangan gila sea, aku tidak melakukan kesalahan apapun denganmu". Kata syahwa perlahan mundur
"Tetap saja kau salah walaupun kau tak salah". Ucapnya
Dimana vio dan yuria? Mereka sudah terlelap dalam tidurnya, Bahkan penyakit sea mereka tidak mengetahui nya.
"Oh penyakit Psikopat mu kambuh lagi ya?". Ujar syahwa dengan tersungging dengan menghindar dari serangan sea yang tiba tiba, dia mengeluarkan sebuah Petasan berwarna kuning dan meletuskannya diatas awan tanda dia dalam bahaya padahal sebenarnya dia tidak dalam bahaya hanya saja ingin bermain sedikit dengan psikopat dihadapannya .
"Dddr..daa.. Darri..maam.. Na kau Ttt..aau". Jelasnya dengan terbata bata
"Anaknya pak Wira? Wira sanjaya lebih tepatnya". Balas syahwa tersungging
"Hah darimana kau tau itu bajingan!". Teriaknya
__ADS_1
>>Bersambung