CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Sekte pemuja kekuatan


__ADS_3

Itu bukan kesalahan syahwa sebenarnya jika dicermati dari sudut pandang manapun yang salah disini adalah syahna sendiri, ia terjebak dengan dirinya tidak mudah bergaul dan nyaman dengan kesendirian. Syahna tak selalu mengutarakan pendapatnya apa yang ada dalam hatinya ia pendam, dan terlihat jelas siapa yang salah


Benar, setiap orang itu pastinya berbeda-beda, namun disini syahna menyalahkan syahwa itu adalah sebuah kesalahan. Syahwa tidak melakukan apapun untuknya, syahwa tidak pernah berpikir untuk menjadikan syahna sebagai orang yang dilupakan bahkan sebaliknya syahwa menyayangi adiknya


Yang terakhir adalah kedua orangtuanya, terlalu mengutamakan syahwa dari syahna. Hal ini sangat berpengaruh dalam pikiran sang anak, terlebih lagi dari kecil suka dibandingkan dengan kakaknya, walaupun syahna cukup berprestasi tapi syahwa anak kesayangan.


Syahna juga melakukan ini disebabkan oleh orang tuanya, orang tua berperan penting dalam membesarkan anak, syahna menjadi pendiam disebabkan orang tua yang malas mendengar curhat sang anak, sehingga resikonya sang anak lebih memilih untuk diam.


Dibandingkan, perilaku orangtua yang suka membanding anak dengan orang lain bisa berpotensi membuat anak tidak nyaman dengan kehadiran orang tuanya dan canggung, maka dari itu syahna lebih suka sendirian ketimbang berkumpul bersama. Disisi lain, orang tua seperti menanam bibit iri pada anak dan kelak sang anak akan senang melihat orang lain susah dan susah melihat orang lain senang, dan itulah yang terjadi pada diri syahna kepada kakak kandungnya tak segan segan untuk menghancurkan kehidupannya


Disini syahna tak terlalu salah, sebab orangtua merekalah yang harus patut dipertanyakan. Sayangnya parenting yang dibuat keduanya tak umum, terlalu berbahaya untuk tumbuh dikeluarga yang dicap sebagai klan mafia


Keduanya tumbuh dalam misi misi pembunuhan, senjata api, jenis racun, senjata rahasia, rakitan bom, dan hal berbahaya lainnya.


Sekarang akibat perbuatan ketiganya, syahwa menanggung beban adiknya. Dia tak bisa berbuat apa apa sekarang, entah apa yang akan diperbuat adiknya diluar sana dengan menjadikan dirinya sebagai tumbal nantinya, jika benar syahwa salah besar maka ia siap menanggung apa yang akan terjadi oleh ulah syahna sebagai bentuk permintaan maafnya.


Syahwa siap menerima segala konsekuensinya.


***


Disisi lain setelah meninggalkan syahwa dengan memberikan beban perasaan bersalah, syahna mengganti pakaian yang sama dengan syahwa setelah itu ia bergegas pergi tak lupa juga memberi sedikit luka dibagian tubuhnya, ia biarkan darah itu merembes mengenai bajunya


"Setidaknya ini alasan ketika mereka melihatku, hmmm sempurna". Ujarnya menampilkan smirk


Swusshh


Syahna muncul secara tiba-tiba dan tak lupa ia segera berpura pura kesakitan. Ia berjalan kearah kerumunan orang orang yang sedang mencarinya. Seseorang menyadarinya, Bagas.


"Syahwa..! Are u ok?". Tanyanya khawatir


"Maaf gak bisa nolongin kamu, pimpinan mereka terlalu pandai menghindar. Syukurlah kamu pulang. I know you pasti bisa ngalahin dia..But kamu terluka"

__ADS_1


"I'm ok. Gak usah khawatir". Ujar syahna


~Ternyata manusia ini menyukainya juga, beruntung.. tapi keberuntungan itu segera berakhir


***


"Gua butuh penjelasan".


"Penjelasan? Gua yakin diotak lo masih ada sepercik kenangan kalian berdua. Gua cuma gak mau kesehatan lo memburuk, lebih baik kesehatan lo utamakan rey".


"Gua udah baik". Ujarnya lirih. Ya, Reyhan pria itu tengah meminta penjelasan tentang pertanyaan yang sering memenuhi otaknya.


Bagas, pria itu menghela nafas cukup panjang kemudian berbicara dengan nada pelan


"Gadis itu sudah cukup untuk tersiksa, lebih baik lo gak usah cari tau. Penyesalan gua adalah mempertemukan lo berdua, seharusnya waktu itu gak gua lakui".


"Dulunya lo berdua pasangan bahagia.. Lo pergi dengan tragedi pesawat jatuh. Dia terluka berharap lo masih hidup itu keyakinan dia selama ini dan itu terjadi tapi gak tau gimana lo bawa benalu dan merusak semuanya. Gadis itu terluka tapi berusaha memendam semuanya, Lo jahat? bagi dia lo gak jahat karena ingatan lo hilang, menurut dia takdir yang jahat harus mempertemukan lo berdua dengan orang lain"


Sakit sekali rasanya menjadi syahwa, sepertinya ia hidup untuk dihukum? Bahkan adiknya sendiri membencinya, orang tersayang telah meninggalkan dunia, Reyhan tak lagi sama, Rainan ikut berubah, bagas tak lebih hanya sekedar teman biasa


***


"Maafkan aku Na". Ujar syahwa dengan lirih, ingin rasanya ia menangis tapi air mata seakan kering


Disisi lain


"Akhirnya kau selamat". Ujar salah satu panitia kepada syahna, syahna hanya tersenyum membalas dia diantarkan kembali ketenda milik kakaknya


"Terimakasih". Ujar dia sekenanya kepada bagas, bagas menanggapi dan pamit pulang sebab sudah dini hari dia pun harus beristirahat juga


Syahna berjalan masuk dalam tenda itu, bersih wanginya ciri khas syahwa. Dia berbaring sejenak menghirup udara segar. Pikirannya mengelana ke masa lalu

__ADS_1


"Aku tidak salah, aku sudah benar. Aku harus menuntaskan dendamku. Kurasa sebelum menyiksanya aku tidak bisa tidur tenang". Ujar syahna


Syahna memutuskan untuk tidur, mengingat dirinya esok hari harus menguras tenaga melawan sekte pemuja kekuatan. Sekte pemuja kekuatan adalah lawan mereka yang sebenarnya, The klan hanya muncul sebagai bentuk pertukaran dirinya dengan syahwa tak tanggung tanggung dirinya mengorbankan banyak jiwa hanya untuk yang satu ini.


Sekte pemuja kekuatan termasuk dalam kategori blacklist sekte tersesat. Sekte ini mayoritas beranggotakan wanita wanita yang mengejar kekuatan spiritual, dikenal memiliki kekuatan tersembunyi


Keesokan harinya


Dari kejauhan sana terlihat ribuan pasukan wanita yang menyambut kedatangan mereka dengan tenang. Seorang wanita yang sudah siap dengan kuda yang ia pacu terduduk sembari duduk manis diatas singgasananya, ia menatap tajam kearah pasukan tentara menatap dengan permusuhan ya sudah jelas ini akan menjadi perang yang bahkan dirinya tidak inginkan


"Musuh telah datang!". Ujar salah satu anggota yang ditugaskan mengamati musuh diatas ketinggian


Pasukan wanita itu bersiap mengeluarkan senjata masing masing, sementara itu disisi lain para anggota TNI terkejut dengan ini semua


"Anjir, gue kaya flashback ke zaman Majapahit"


"Apaansih tapi bener juga, tapi yang kita lawan masa cewe bro malu gue"


"Jadi gini ya perang di zaman gadjah mada, anjir hati gua jedag jedug gak siap mati gue, ini pertama kalinya gue berada di medan tempur tapi beda level"


"Sibangsat, Diem lo semua amati situasi jangan pada bego"


Semuanya pun tiba tiba terdiam. Mata mereka menatap kearah pasukan lawan. Tanah bergetar dengan seruan perang, panji panji milik sekte pemuja kekuatan dikibarkan dengan ganas. Debu debu beterbangan dibawah teriknya matahari


Suara ratusan ribu pasukan musuh membuat pasukan tentara sedikit gentar. Namun dilain sisi pemimpin mereka tak kalah garangnya menyerukan api semangat untuk melawan musuh


"INGAT WALAUPUN MEREKA HANYA SEORANG WANITA, JANGAN PERNAH MEREMEHKAN LAWAN KALIAN". Peringatan terakhir dari sang pemimpin sebelum senjata mereka beradu di medan tempur


"Lawan sesungguhnya". Ujar syahna dengan pelan, Matanya bergerak kesana kemari sembari menatap para musuhnya, ia mengeluarkan pedangnya dan siap untuk mengincar kepala milik lawannya


★★★

__ADS_1


__ADS_2