CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
Bab 38.Masa Lalu Papa


__ADS_3

"Aku akan membelikan kamu apartemen yang dekat dari kampusmu nanti! Jadi jangan mengusik ketenangan istriku dan Risty di rumah ini!" ucap Pak Haris dengan tegas.


"Ya udahlah terserah papa! Asal jangan melarangku jika aku ingin datang ke perusahaan, aku juga ingin terbiasa disana dan belajar pelan-pelan mengenai perusahaan!" Clara bersikeras.


"Iya terserah kamu aja! Baik-baiklah sama Risty, walau bagaimanapun dia adalah kakak sepupumu! Jadi hormati dia sebagai kakakmu, coba belajar bisnis dengannya dan jika kamu tidak mengerti bertanyalah padanya!" Pak Haris menasehati.


"Iya aku tahu! Ya udah untuk sementara aku nginep di hotel, besok papa harus segera carikan apartemen mewah buatku!" ucapnya dengan sewot.


"Iya!"


"Aku pergi dulu!" pamit Clara lalu pergi meninggalkan mansion papanya.


Dia sedang menyusun dan memikirkan banyak rencana untuk menyingkirkan istri dan anak angkat papanya. Penolakan papanya terhadap dirinya menjadikan dia menjadi gadis yang kejam dan tidak punya hati. Dia begitu banyak menyimpan dendam pada papa dan istri papanya.


"Ris, maafkan Clara jika ucapannya menyakitimu, aku tidak menyangka dia begitu liar seperti itu, entah apa yang diajarkan ibunya pada gadis itu," ucap Pak Haris merasa bersalah.


"Nggak masalah pa, aku udah terbiasa menghadapi gadis seperti Clara, jadi papa jangan khawatir!" ucap Risty yang masih terlihat binggung.


Dia ingin banyak bertanya tentang segala ganjalan dihatinya, tapi dia tidak seberani itu mencampuri urusan kedua orangtua angkatnya. Jika saja bapak kandungnya yang seperti itu dia akan berani dengan lantang membela ibunya, tapi Pak Haris adalah Omnya bukan bapaknya. Dia merasa tidak berhak untuk melarang apapun yang dilakukan Pak Haris, apalagi melihat Bu Hana yang terlihat biasa saja setelah kepergian gadis bernama Clara itu. Risty hanya bisa menunggu sampai Bu Hana sendiri yang bercerita.


"Papa pergi dulu ya sayang! Papa lupa ada janji sama teman papa diluar!" ucap Pak Haris pada Risty dan Bu Hana sekaligus.


Sedangkan kedua wanita berbeda generasi itu hanya mengangguk patuh.


Setelah kepergian Pak Haris, Bu Hana masih saja bungkam. Pandangan menatap lurus dengan tatapan kosong, dia tidak tahu harus darimana dia menceritakan semua ini pada Risty.


"Mama? Apa mama baik-baik aja?" tanya Risty sembari menepuk bahu mamanya.


"Mama nggak papa sayang!" ucap Bu Hana tersenyum kaku.


"Mama, apa aku boleh bertanya tentang sesuatu?" ucap Risty ragu-ragu dan Bu Hana pun mengangguk lemah.


"Sejak kapan mama tahu papa memiliki putri dari wanita lain?" tanya Risty memandang mata teduh mamanya.


"Sejak 5 tahun lalu seminggu sebelum Bapak kandung kamu meninggal," ucap Bu Hana sembari mengingat kisahnya bersama sang suami.


Kemudian dia mulai menceritakan semuanya dari awal perjalanannya bersama Pak Haris.

__ADS_1


*Flashback On


Hana dan Heru bersahabat sejak mereka kelas satu SMA. Heru adalah ayah kandung Risty sekaligus kakak kandung Haris.


Kedua kakak adik itu hanya selisih umur dua tahun saja. Karena sering melihat Hana sering belajar kelompok bersama kakak dan teman-teman mereka di rumah, tanpa Haris sadari, dia jatuh cinta pada Hana walaupun Hana lebih tua dua tahun darinya. Tapi saat itu Haris tidak berani mengatakan perasaannya pada Hana, karena takut akan penolakan Hana.


Hingga saat Haris telah lulus sekolah SMA, dia baru berani menyatakan cintanya pada Hana. Awalnya Hana begitu kaget, tapi Haris meyakinkan kalau dia serius dan jika dia sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus nanti dia ingin menikahi Hana. Hana sebenarnya tidak mencintainya tapi melihat perjuangan dan kegigihan cinta Haris, akhirnya Hana menerima cintanya. Hingga suatu hari Haris mengatakan hubungannya bersama Hana pada kakaknya. Sedangkan Heru sendiri telah menikah dengan Aminah selama satu tahun.


"Mas, aku mencintai Hana dan aku ingin menikahinya," ucap Haris pada kakaknya.


"Apa? Menikahi Hana? Hana sahabatku?" Heru memastikan.


"Iya siapa lagi!"


"Sejak kapan kalian ada hubungan? Kok aku nggak tahu sama sekali?" tanya Heru menyelidik.


"Udah lama juga Mas! Kami juga udah pacaran 3 tahun dan sekarang aku akan menikahinya dan membawanya ikut denganku bekerja di luar pulau,"


"Kamu yakin dengan keputusan kamu? Menikah itu bukan permainan Ris, apalagi kamu juga masih muda dan langkahmu masih panjang, jangan sampai karena ketidakcocokan kalian malah saling menyakiti!" Heru menasehati.


"Aku udah yakin Mas, aku udah mencintai dia sejak kelas 1 SMA dulu! Lalu mau pertimbangin apalagi mas, orang udah mantab dan yakin,"


"Baik Mas, jangan khawatir soal itu!"


Dan setelah tiga bulan berlalu akhirnya mereka telah resmi menikah, Haris mengajak istrinya untuk merantau ke pulau seberang dan disana pula dia bertemu dan bersahabat dengan Prabu, ayah dari Bima dan Erlangga.


Setelah beberapa tahun merantau di pulau seberang, akhirnya Haris dan sang istri kembali memutuskan merantau ke Ibukota untuk memulai usaha baru. Semakin lama usahanya berkembang dengan pesat, dia menjadi pebisnis yang sukses dan kaya raya. Hingga suatu hari dia menemui kakaknya di kampung, mengajak bapak Risty untuk mendampinginya memajukan usahanya di Ibukota.


Bulan pertama Heru bekerja bersama adiknya, dia begitu bahagia karena gaji yang diberikan adiknya sangat besar. Tapi saat bulan kedua berjalan, dia mengetahui perselingkuhan adiknya bersama sang sekretaris bernama Rosa Febriana.


"Ada hubungan apa kamu dengan Rosa?" tanya Heru tanpa basa-basi.


"Cuma sekedar selingan aja Mas, buat nemenin karaoke sama ngopi di luar," jawab Haris dengan enteng.


"Tinggalkan wanita itu! Kamu kan udah beristri! Kalo Hana tahu perselingkuhan kamu bisa-bisa dia minta cerai dari kamu!" Heru memperingati.


"Ya jangan sampek tahulah Mas!"

__ADS_1


"Ya kalo gitu tinggalin dia! Kalo bisa, kamu cari sekretaris laki-laki aja! Hana itu wanita yang baik, dia nemenin kamu dari nol sampek kamu sukses begini. Jadi jangan coba-coba buat nyakitin dia!"


"Iya mas, nanti pelan-pelan aku tinggalin," ucap Haris mendengus kesal.


Dia tidak suka kakaknya mencampuri urusannya, lagipula hubungannya dengan sekretarisnya hanya sekedar kesenangan saja, tidak sampai ada adegan r*njang jadi dia hanya menganggap angin lalu ucapan kakaknya.


Heru masih setia menunggu perubahan adiknya selama beberapa minggu, hingga suatu hari dia memergoki adiknya sedang menc*um sang sekretaris. Dia begitu marah dan kesal dengan adiknya yang keras kepala dan susah dinasehati itu. Hingga pada akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kampungnya dan kembali menjadi buruh tani daripada harus melihat adiknya yang terus melakukan perbuatan buruk. Dan semenjak itu hubungan kakak adik itu menjadi renggang.


Setelah kepergian Heru dari Perusahaan adiknya, semakin lama hubungan Haris dan Rosa semakin dekat. Rosa terus menggoda Haris agar Haris mau melakukan hubungan **** dengannya tapi Haris terus menolaknya, karena Haris sangat mencintai istrinya. Baginya Rosa hanyalah hiburan baginya dan dia tidak berkeinginan untuk menikahi wanita itu.


Hingga pada suatu malam, Rosa menjebak Haris, dan pada akhirnya mereka melakukan hubungan diluar batas tanpa Haris sadari.


Keesokan paginya Haris begitu kaget, saat melihat dirinya yang polos bersama sang sekretaris di sebuah hotel. Hana tidak pernah curiga atau menyadari semua itu, karena dia begitu percaya dan sangat mencintai suaminya.


Dan sejak kejadian buruk itu, Haris benar-benar menyesal dan terus merasa bersalah telah mengkhianati istrinya. Lalu Dia memutuskan untuk menjaga jarak dengan sekretarisnya sampai memindahkannya wanita itu ke cabang perusahaannya yang lain.


Tentu saja awalnya Rosa tidak terima, tapi Haris mengancam akan memecatnya, jadi mau tidak mau dia menurut apapun perintah sang Boss.


Hingga pada satu bulan berikutnya, Rosa ternyata telah hamil anak Haris. Orangtua Rosa menuntut Haris untuk menikahinya secara sah agar kelak cucunya mendapat pengakuan hukum. Haris menyanggupi itu dengan persyaratan, dia akan menceraikan Rosa saat anak yang ada dikandungnya telah lahir dan dia juga bersedia membiayai segala kebutuhan anak yang tidak dia harapkan itu sampai dia dewasa kelak.


Selama bertahun-tahun Haris menutup rapat-rapat rahasia besarnya dari istrinya. Hingga suatu hari, Hana menemukan ponsel lain milik suaminya yang dia tidak pernah tahu dan beruntungnya ponsel itu tidak dilengkapi dengan kata sandi.


Sampai pada akhirnya Hana mengetahui jika suaminya memiliki putri kandung yang telah berusia 14 tahun, dia melihat seluruh chat percakapan dan siapa saja yang chat bersama suaminya di WhatsApp itu. Hanya ada dua kontak di aplikasi chating itu, Rosa dan Clara.


Saat melihat chat dari Rosa, isi percakapan mereka hanya tentang anak mereka dan suaminya terkesan membalas semua chat wanita itu dengan dingin dan singkat. Lalu dia membuka riwayat chat dari kontak bernama Clara, terlihat disitu Clara begitu perhatian dan sayang dengan papanya tapi lagi-lagi Haris hanya menganggapi semua perhatian Clara dengan chat singkat tanpa basa-basi.


Setelah dia telah puas membuka ponsel itu, tak lama kemudian suaminya datang dari kantornya dan sang suami juga tidak sadar jika salah satu ponselnya sudah tak berada ditangannya.


Seperti biasa Hana menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manisnya seperti tidak terjadi apa-apa dan Haris pun membalas senyuman lembut istrinya dengan c*iuman dikening istrinya.


"Mandilah dulu Mas, aku udah siapkan makan malam kita!" ucap Hana


"Terimakasih sayang, bentar aku mandi dulu," ucap Haris lalu berjalan ke kamarnya dilantai atas.


Sesaat setelah makan malam bersama akhirnya Hana mengajak Haris untuk berbicara diruang kerjanya.


"Mau ngomong soal apa sayang? Kayaknya serius banget," goda Haris pada istrinya.

__ADS_1


Sedari tadi Hana hanya bisa menahan segala amarah dan kekesalannya yang luar biasa, dan sekarang saatnya dia meluapkan segalanya didepan orang yang sudah menyakitinya.


"Coba katakan padaku sejujurnya siapa Rosa dan Clara itu!" seru Hana dengan menatap tajam suaminya.


__ADS_2