CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
Bab 39.Gadis Menyebalkan


__ADS_3

"Coba katakan padaku sejujurnya siapa Rosa dan Clara itu!" seru Hana dengan menatap tajam suaminya.


"Deg!"


Mendengar ucapan istrinya jantung Haris seolah berhenti berdetak, dia benar-benar terkejut saat istrinya tahu tentang rahasia yang selama ini dia sembunyikan.


"Ba.. bagaimana kamu tau tentang mereka sayang?" tanya Haris dengan gugup.


"Dari sini!" jawab Hana sembari menunjukkan ponsel Haris yang ada ditangannya.


"Hah? Ba.. bagaimana bisa ponsel itu ada ditangan kamu?"


"Karena Tuhan lebih sayang padaku! Kebusukanmu terungkap oleh kecerobohanmu sendiri!" suara Hana meninggi sembari menatap tajam suaminya.


"Sayang, Maafkan aku! Aku nggak ada hubungan apapun lagi dengan wanita itu! Aku memang salah telah bermain api di belakangmu, tapi itu udah sangat lama sayang, 15 tahun yang lalu!"


"Kita udah janji akan sama-sama jujur dan setia, tapi apa! Kamu berbohong bertahun-tahun dibelakangku dan mengkhianatiku! Lebih baik kita berpisah daripada hatiku kamu sakiti terus-menerus!" teriak Hana dengan histeris.


"Sayang jangan bilang gitu! Sayang aku menyesal, aku sangat menyesal pernah mengkhianatimu. Itu adalah kebodohan yang pertama dan terakhir yang pernah aku lakukan. Aku sungguh-sungguh menyesal sayang! Tolong maafkan aku!" Haris memohon dan berlutut didepan istrinya.


"Semua udah terlambat! Kamu dan wanita itu sudah memiliki anak sedangkan aku nggak sempurna aku nggak bisa memberikan kamu keturunan. Lalu buat apa kita pertahankan pernikahan yang nggak sehat ini! Lebih baik kamu kembali pada wanita yang sudah memberikan kamu keturunan itu!" seru Hana.


Dia berjalan ke arah lemari pakaiannya, mengambil semua baju-baju dan memasukkan bajunya kedalam koper besar berwarna hitam.


Dia terlalu kecewa dengan kebohongan dan pengkhianatan suaminya. Dibohongi selama 15 tahun oleh suaminya, membuat dia merasa menjadi wanita yang paling bodoh di dunia.


"Sayang hentikan! Jangan pergi! Maafkan aku, tolong beri aku satu kesempatan sayang! Sayang aku nggak bisa hidup tanpa kamu! Jangan tinggalin aku! Aku janji aku nggak akan berbohong dan mengkhianatimu lagi!"


Haris terus memohon pada istrinya tapi Hana tak bergeming, dia terus memasukkan bajunya ke dalam kopernya.


"Hidup kamu udah lengkap! Kamu telah memiliki keturunan dari wanita lain, lalu untuk apa lagi kita bersama? Harusnya kamu bisa bahagia dengan mereka!" ucap Hana yang telah selesai dan akan berjalan ke arah pintu kamar mereka.


Tak disangka Haris mengambil p*stol pribadinya dalam lemari dan menodongkan benda itu di pelipis kanannya.


"Persetan dengan keturunan!! Aku nggak peduli! Bagiku cuma kamu yang aku inginkan bukan yang lain! Jika kamu tidak udah nggak ingin bersamaku, buat apa aku hidup! Semua yang aku miliki tak berarti apapun tanpa kamu!" teriak Haris.


"Haris apa yang kau lakukan! Kamu jangan b*doh!" teriak Hana lalu mendekat ke arah suaminya.


Dia memang sangat kecewa dengan suaminya tapi dia tidak bisa membohongi hatinya jika dia sangat mencintai laki-laki itu dan tidak ingin kehilangan suaminya.


"Terimakasih untuk segala cinta dan ketulusan kamu selama ini! Biar aku bawa cinta ini sampai aku mati!" Haris mengucapkan salam perpisahan dengan airmata yang sudah tak bisa dibendungnya lagi.


Dengan cepat Hana menabrak tubuh suaminya, memeluk dan merebut p*stol yang ada ditangan suaminya. Dia begitu sangat takut dengan tindakan konyol suaminya itu.


"Sayang! Hentikan tindakan bodohmu! Baiklah aku akan memaafkan kamu! Aku sangat mencintaimu jangan pernah berfikiran picik untuk melakukan hal konyol seperti ini!" ucap Hana yang menangis dengan masih memeluk erat suaminya.


Hati Haris begitu lega, dia bahagia istri tercintanya telah memaafkannya. Dia terus bersyukur dalam hatinya karena istrinya memberikannya kesempatan padanya. Sesaat kemudian dia menceritakan semua kejadian 15 tahun lalu dari awal hingga akhir, dan perseteruannya pada kakaknya juga dia ceritakan.


"Apa Mas Heru tahu Mas Haris memiliki putri dari wanita itu?" tanya Hana.


"Mas Heru tahu makanya sampai sekarang sikapnya begitu dingin padaku. Saat kita pulang untuk lebaran di kampung, Mas Heru masih irit bicara padaku padahal aku sudah meminta maaf dan berjanji padanya akan berubah. Aku juga mengajaknya untuk bekerja lagi di perusahaan kita, tapi Mas menolak mentah-mentah tawaranku." ucap Haris dengan nada sedih.

__ADS_1


"Yang penting mas udah minta maaf sama Mas Heru, nanti dengan seiring berjalannya waktu pasti Mas Heru akan mengerti!"


"Terimakasih banyak udah ngasih aku kesempatan sayang! aku nggak akan nyia-nyiain kamu lagi, aku janji!"


Hana pun tersenyum mendengar ucapan maaf dari suaminya.


Seminggu setelah pengakuan dari Haris, mereka mendapatkan kabar Jika Heru meninggal dunia.


"Ada apa mas?" tanya Hana sedikit panik saat melihat suaminya menangis sembari mendudukkan badannya dilantai.


"Kak Heru meninggal," ucap Haris dengan nada yang begitu lemah.


"Apa! Kak Heru meninggal? Innalilahi wa'innaillahi roji'un.."


Sontak Hana memeluk erat suaminya yang terlihat begitu linglung. Dan akhirnya Haris menangis keras dipelukan istrinya, setelah kepergian kedua orangtuanya lima tahun lalu sekarang kakak satu-satunya yang begitu dia sayangi telah meninggalkannya juga. Dia sangat menyesal pernah mengecewakan kakaknya. Lalu kejadian kembali dimana Hana dan Haris pergi ke rumah kakaknya lalu membawa Risty ke Ibukota.


*Flashback Off


"Jadi mama udah tahu semuanya?" tanya Risty dan Bu Hana mengangguk.


"Aku sudah memaafkannya karena aku tahu dia begitu mencintaiku dan tulus meminta maaf dari hatinya. Aku memberinya kesempatan karena aku tahu dia sebenarnya adalah laki-laki yang baik. Jika mengingatnya lagi pasti hanya ada rasa sakit, tapi semuanya sudah aku lupakan," ucap Bu Hana sedikit bersedih.


"Mama jangan pernah bersedih lagi ya! Aku akan selalu bersama mama apapun terjadi!" ucap Risty memeluk mamanya.


"Terimakasih putri kesayangan mama! Mama beruntung memilikimu,"


Risty mengangguk sembari tersenyum dan Bu Hana menciumi pipi Risty bertubi-tubi.


Kini Risty dan Mamanya telah sampai di Bogor untuk menghadiri acara asistennya. Sesuai dengan janji Risty dekorasi pernikahan, catering, hiburan dan semuanya kebutuhan pernikahan dibayar oleh Risty.


Yona sebenarnya sempat menolak karena dia tidak ingin terus-menerus menerima semua kebaikan Bossnya, dia merasa terlalu banyak berhutang budi pada Bossnya. Tapi Risty malah mengancamnya akan memindahkan Yona ke cabang lain jika tidak menerima bantuan dari Risty, apalagi Risty sendiri yang menjanjikannyq pada Yona. Yona begitu takut kehilangan Boss yang super baik seperti itu, jadi mau tidak mau dia hanya bisa menuruti apapun kemauan sang atasan.


Dan Bu Hana pun tidak mau kalah, dia memberikan paket honeymoon ke Korea kepada asisten putrinya selama 7 hari. Dan dengan senang hati Yona dan Rizal menerima hadiah itu.


"Terimakasih banyak Nyonya Besar! Hadiah anda begitu mewah buat kami," ucap Yona dengan tulus.


"Sama-sama Nana! Aku doakan kalian menjadi pasangan suami istri yang sakinah, mawadah, warahmah!" doa tulus dari Bu Hana.


"Amiiinnn Ya Robbala'laminn.." ucap semua bersamaan.


Kemudian Ibu Yona mempersilahkan Bu Hana dan Risty duduk dan menikmati hidangan yang telah disediakan.


Bu Hana turun dari panggung pengantin ditemani Ibu Yona tapi Risty masih berselfi ria dengan pengantin baru itu.


"Boss, kapan nyusul?" bisik Yona.


"Kapan-kapan!"


"Mau aku cariin calon nggak Boss? Tuh tinggal pilih banyak cowok cakep temenku sekolah dulu Boss!" goda Yona.


"Ogaaahhh!"

__ADS_1


"Dih! Emang nggak bosen gitu ponselnya sepi gara-gara nggak ada yang nanyain "udah makan apa belum yang? Ayang lagi dimana?" " Yona terkekeh.


"Udah pernah yang kayak gitu! Sekarang belum pengen!" jawab Risty sewot.


"Ah nggak asik Boss nih! Padahal mau aku ajak ke Korea juga biar bisa double date gitu!" Yona terkekeh lagi.


"Ya ampun Nana! Kamu tuh kayak ibu-ibu julid yang suka nanya "Kapan nikah! Kapan punya anak! Kapan punya adek lagi!" Hufftt! Nyebelin!" sungut Risty lalu meninggalkan Yona yang masih terkekeh.


Setelah malam tiba, Risty dan Bu Hana pamit pulang kepada Yona dan keluarganya. Keluarga Yona begitu menghormati Risty dan mamanya, bahkan mereka terus mengucapkan terimakasih berkali-kali pada Risty dan mamanya.


***


Satu Bulan telah berlalu, pagi itu Risty telah berada di ruangan kerjanya bersama Yona sang asisten.


"Boss, PT Dirgantara group tertarik dengan presentasi kita mengenai kerjasama pembangunan Resort yang akan mereka bangun di Bali. Mereka ingin agar kita segera memberikan rancangan anggaran yang mereka butuhkan untuk pembangunan itu, karena mereka berharap pembangunan akan selesai sesuai dengan target,"


"Alhamdulillah ternyata mereka tertarik dengan presentasi kita," ucap Risty tersenyum bangga.


"Suruh tim untuk segera membuat contoh desain yang akan kita kirimkan ke mereka dan kita juga harus tinjau langsung ke lapangan!" Risty menambahkan.


"Baik Boss nanti aku bilang mereka dan kita tinggal atur jadwal buat cus ke Bali bersama tim kita,"


"Minggu depan gimana? Apa ada jadwal meeting dengan perusahaan lain?"


"Bentar aku liat dulu di note Boss!" ucap Yona sembari membuka cacatan di ponselnya.


"Hmm!"


"Kosong Boss!"


"Baiklah, bilang sama tim untuk bersiap-siap! Hari Senin pagi kita berangkat ke Bali dan Rabu paginya semua bisa kembali pulang,"


"Siap Boss! Asekkk liburan!" Yona berbinar bahagia.


"Ck! Kamu ini pengantin baru bukannya betah dirumah malah pengen ikut ke Bali! Lagian aku nggak ajak kamu! Kamu disini aja jaga kantor!"


"Isshhh! Nggak asik nih si Boss, yang jaga kantor kan udah banyak Boss, ada manager utama, ada kepala divisi marketing, banyak satpam dibawah dan yang lainnya! Pokoknya aku mau ikut, nanti kalo Boss diculik bule disana gimana nanti aku juga yang susah!" Yona mendengus kesal.


Mendengar ucapan Yona, Risty hanya balas mencibirnya.


"Tokk.. tokk!"


Suara ketukan pintu menghentikan percakapan unfaedah mereka.


"Masuk!" jawab Yona dari dalam ruangan.


Lalu terlihat sekretaris Risty masuk dan seseorang gadis yang dikenalnya mengikuti sekertarisnya dari belakang.


"Bu Risty, ini ada yang bernama Nona Clara ingin bertemu dengan anda!" ucap sekretaris Risty.


"Udah nggak usah basa-basi! Kenapa sih susah banget masuk ke perusahaan aku sendiri!" ucap Clara mendengus kesal.

__ADS_1


__ADS_2