
"Udah nggak usah basa-basi! Kenapa sih susah banget masuk ke perusahaan aku sendiri!" ucap Clara mendengus kesal.
"Kamu boleh pergi!" ucap Risty pada sekretarisnya.
Dan sekretarisnya pun mengangguk lalu berjalan keluar.
"Clara duduklah! Bersikaplah sedikit dewasa, ini adalah perusahaan besar dan semua orang belum kenal sama kamu! Jadi wajar jika kamu harus mengikuti beberapa prosedur sebelum bertemu denganku." Risty menasehati.
"Ya harusnya kamu katakan donk sama mereka siapa aku! Aku yang lebih pantas mereka hormati daripada kamu! Aku pemilik saham 30% dari perusahaan ini dan kamu nggak punya saham sedikitpun disini! Jadi seharusnya aku yang jadi pimpinan disini bukan kamu!" ucap Clara dengan angkuhnya.
Risty menghela nafas panjang mendengar ucapan sepupunya itu, sifatnya begitu kekanak-kanakan dan sangat menyebalkan membuatnya harus menahan semua emosinya.
Sedangkan Yona bertanya-tanya dalam hati, siapa gadis yang begitu menyebalkan ini? Dan bagaimana bisa dia memiliki saham 30% dari perusahaan? Apa yang sudah dia lewatkan selama dia mempersiapkan pernikahannya beberapa waktu lalu? Dia masih memperhatikan interaksi kedua wanita yang ada didepannya itu.
"Baiklah, aku akan memperkenalkan kamu pada semua karyawan disini agar kamu nggak dipersulit saat memasuki perusahaan ini!"
"Baguslah! Kalo kamu tau tugas kamu!"
"Hey! Siapa sih bocah ingusan ini! Songongnya minta ampun! Pengen gue jambak-jambak aja nih bocah!" ucap Yona dalam hatinya dengan perasaan kesal.
"Yona! Tolong kumpulan semua karyawan di ruang meeting, aku mau ngasi pengumuman penting buat mereka," ucap Risty pada asistennya.
"Baik Boss!"
Yona pergi, Risty melanjutkan pekerjaan didepan laptopnya dan Clara melihat-lihat isi ruangan yang ditempati sepupunya itu.
Setelah 15 menit berlalu Yona datang dan mengatakan pada Risty jika semua karyawan telah berkumpul di ruang meeting.
"Ayo Clara! Aku akan memperkenalkanmu pada mereka!" ajak Risty.
Saat Risty memasuki ruang meeting, semua mata tertuju pada gadis muda yang terlihat mirip dengan Bossnya itu. Kemudian Risty memulai bicara di depan semua karyawannya.
"Selamat siang semuanya!"
"Selamat siang Bu Risty!" jawab semua dengan serentak.
"Pasti semua bertanya-tanya kenapa saya mengumpulkan kalian disini! Saya ingin memperkenalkan pada kalian salah satu owner dari PT Adhytama group. Ini adik saya, Nona Clara Feronica Adhytama salah satu owner sekaligus putri kandung dari papa saya Tuan Haris Adhytama. Saya berharap kalian menghormatinya seperti kalian menghormati saya dan papa saya!"
Ucapan Risty sontak membuat suasana menjadi riuh, semua berbisik-bisik dan bertanya-tanya bagaimana bisa atasannya memiliki seorang adik. Sedangkan yang mereka tahu Risty adalah anak tunggal, karena mereka juga tidak mengetahui jika Risty hanyalah anak angkat dari pemilik perusahaan.
"HARAP TENANG SEMUANYA!" Yona berteriak memperingatkan dan keadaan kembali hening.
"Baik, sekian pengumuman dari saya! Silahkan semua melanjutkan pekerjaan!" ucap Risty kemudian berlalu pergi. Diikuti Clara yang berjalan dengan angkuh dibelakangnya.
***
Clara memasuki ruang Risty dan duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Wah enak banget duduk disini! Tunggu beberapa tahun lagi ya! Kamu akan jadi milikku!" Clara bergumam sendiri sembari menepuk-nepuk kursi yang tengah dia duduki.
Sedangkan Risty hanya mengelengkan kepalanya melihat kelakuan gadis menyebalkan itu, dengan terang-terangan gadis itu ingin merebut posisinya. Tapi dia tidak peduli sama sekali dan melanjutkan pekerjaannya dan duduk di sofa yang berada di ruang kerjanya.
"Udah berapa lama kamu jadi anak angkat papaku?" tanya Clara basa-basi.
"Tanya aja sendiri sama papa! Lagipula nggak ada untungnya buat kamu kalo aku jawab," ucap Risty tanpa mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
"Hei anak pungut! Jangan sombong kamu! Mentang-mentang papa dan istrinya membela kamu, lalu kamu seenaknya ngeremehin aku! Apa aku perlu ingatkan jika pemilik perusahaan ini itu aku dan papaku! Kamu bukan siapa-siapa! Jadi, aku bisa depak kamu dari perusahaan!" ucap Clara dengan sombongnya.
"Hahaha!"
Risty tertawa begitu menyebalkan hingga Clara semakin kesal dibuatnya.
"Mau depak aku? Depak aja sekarang! Aku nggak takut sama bocah ingusan seperti kamu!"
"Kamu!" Clara melotot dan semakin marah dengan ucapan Risty.
"Ini bukan tempat maen bocah! keberadaanmu menganggu pekerjaanku jadi kalo kamu nggak bisa diam kamu bisa pergi dari ruanganku!" Risty menatap tajam Clara.
"Dasar nggak tahu diuntung! Jika bukan karena papaku, kamu itu cuma gadis miskin! Liat aja setelah ini aku bakal benar-benar depak kamu dari perusahaan dan dari kehidupan papaku!" ucap Clara dengan penuh dendam sembari membalas tatapan tajam Risty.
"Wow! Aku udah nggak sabar nunggu hari itu datang!" ucap Risty dengan ekspresi bahagianya.
Kemudian Clara pergi meninggalkan ruangan Risty dan memiliki banyak rencana jahat diotaknya untuk menyingkirkan Risty dari perusahaan.
Beberapa karyawan berpapasan dengan Clara yang terlihat akan keluar dari perusahaan, semua menyapa Clara dengan tersenyum penuh hormat. Dan itu kali pertama dia disegani banyak orang, hingga membuat obsesinya untuk menyingkirkan Risty semakin besar.
***
Hari Senin telah tiba, kini Risty dan timnya telah berada di lokasi yang mana akan dibangun sebuah resort, di Pulau Dewata Bali.
Tak butuh waktu lama, mereka mengerjakan pekerjaan mereka lebih cepat dari biasanya, sehingga pada pukul 04.00 sore Risty dan Timnya sudah bisa kembali ke Hotel dan menikmati liburan singkat mereka masing-masing. Risty dan Yona berencana menikmati sunset di pantai sembari melepas segala penat mereka.
Setelah mandi dan berganti pakaian santai, Yona dan Risty berjalan menuju pantai. Mereka memesan beberapa cemilan dan minuman untuk menemani santai mereka di pinggir pantai sembari mendengarkan lantunan lagu dari penyanyi laki-laki yang berada didepan mereka.
Saat matahari mulai terbenam dan meninggalkan langit yang begitu indah dengan warna keemasan, mereka berdua begitu menikmati pemandangan indah itu tanpa berkedip dan terus mengagumi keindahan yang diciptakan oleh Sang Pemilik Alam semesta dalam hati mereka.
Sore itu Senja sedang mengingatkan Risty pada seseorang, baginya orang itu seperti senja di pantai yang kehadirannya selalu membuat ketenangan dan kepergiannya selalu membuat kerinduan.
Dia mengedarkan pandangan ke segala arah di pantai dan melihat semua orang juga menikmati senja dengan perasaan bahagia.
Lalu tiba-tiba kemunculan seseorang membuat matanya berhenti bergerak seiring dengan jantungnya yang berdegup dengan kencang.
Dia mencoba menajamkan pandangan, memastikan jika dia benar-benar tidak berhalusinasi. Dia menutup matanya perlahan untuk lebih meyakinkan penglihatannya lagi lalu membuka matanya kembali dan yang dilihatnya tadi masih berada disana. Dan sebuah guncangan dipundaknya menyadarkan lamunannya.
*BONUS VISUAL
__ADS_1
"Erlangga Putra Aryarajasa"
"Hei Boss! Lihat itu ada Pak Presdir!" ucap Yona berbinar bahagia.
"Hah?! Kak Erlangga?" Risty masih belum percaya dan mencoba memastikan lagi.
"Iyalah Boss! Masa belum setahun nggak ketemu udah lupa!" ucap Yona merasa heran.
"Pak Presdir!" panggil Yona yang berteriak sembari melambaikan tangannya.
Erlangga terlihat menoleh ke kanan dan ke kiri saat melihat seorang wanita cantik melambaikan tangan padanya. Kemudian dia menunjuk dirinya sendiri dan dibalas Yona dengan anggukan.
Erlangga terus bertanya-tanya, siapa wanita itu? Bagaimana wanita itu tiba-tiba mengenalnya? Sedangkan dia tidak melihat Risty karena wajah Risty tertutupi oleh badan Yona. Dan dia berjalan menuju tempat Yona dan Risty duduk.
Melihat Erlangga yang semakin mendekat, Risty memalingkan wajahnya. Dia benar-benar gugup dan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Dia masih shock karena orang yang baru saja dia pikirkan tiba-tiba muncul dihadapannya. Takdir macam apa ini, pikirnya. Entah dia merasa belum siap bertemu laki-laki yang sering mengisi hati dan pikirannya itu
"Iya nona! Ada perlu apa anda memanggil saya? Apa kita saling kenal?" ucap Erlangga tak mengenali Yona.
Karena Yona yang dia kenal adalah wanita berambut pendek yang tomboy tapi sekarang Yona berubah menjadi gadis cantik dengan rambut hitam lurus yang panjangnya 10 sentimeter dibawah bahunya.
"Ya ampun Pak Presdir! Ini kan aku Yona! Asisten Nona Risty!" seru Yona tersenyum lucu.
"Hah?! Yona?" Erlangga memastikan.
"Iya beneran Yona! Sekarang aku tuh udah nggak maskulin lagi! Apa aku terlalu cantik ya sampek Pak Presdir terbengong gitu!" ucap Yona dengan gaya centilnya.
Mendengar ucapan narsis Yona Risty dan Erlangga hanya mencibirnya dalam hati.
"Kamu sendirian disini?" Erlangga mengalihkan pembicaraan.
"Ya sama Bossku lah! Masa nggak liat sih Pak Presdir ini!"
Yona menoleh kesamping dan baru menyadari jika Risty membelakangi mereka, yang sok sibuk dengan ponselnya seolah tak mendengar percakapan mereka.
"Woy Boss! Ini lho ada Pak Presdir! Masa nggak di sapa!" seru Yona sembari memutar kepala Risty agar memandang kearah mereka.
"Eh ada Kak Angga ternyata! Hai Kak! Gimana kabarnya?" ucap Risty berpura-pura santai padahal hatinya begitu gugup.
Erlangga yang melihat wajah Risty seketika menjadi begitu bahagia. Detakan jantungnya pun juga berdegup dengan kencang. Dia begitu merindukan wanita cantik itu, wanita yang hampir dua tahun ini selalu ingin dia lupakan. Tapi sialnya dia tidak pernah berhasil. Dia tahu jika tak akan pernah bisa memiliki wanita yang menjadi adik iparnya itu, tapi dia belum juga menemukan seseorang yang bisa membuatnya seperti ini.
"Hai juga Ris! Alhamdulillah aku luar biasa baik, kamu sendiri gimana kabarnya? Apa kalian sedang liburan bersama nih?"
"Alhamdulillah aku juga sangat baik kak, sebenarnya sih kami nggak liburan, cuma ada urusan kerjaan aja. Tapi bisalah sambil refreshing tipis-tipis," ucap Risty tersenyum manis.
*BONUS VISUAL
__ADS_1
"Risty Azalea Adhytama"