CEO Cantik Si Penggoda Hatiku

CEO Cantik Si Penggoda Hatiku
MCR : Chapter 6. Perbincangan Ayah Dan Anak


__ADS_3

Dering ponsel Riana sejak tadi malam terus berbunyi, dia tidak ingin melihat maupun ingin mengangkat panggilan telepon itu.


Dia kesal, marah dan sedih dengan kejadian buruk yang menimpanya semalam, baru kali ini dia membuat kakak kesayangannya marah hingga mengeluarkan airmata kekecewaannya dan dia sangat menyesal.


Dia juga kesal dengan Vero yang tadi malam lebih memilih bersama teman-temannya, lalu Faisal yang tiba-tiba muncul, entah darimana. Sedikit aneh baginya, seperti disengaja dan bisa juga karena kebetulan.


Lalu minuman itu, bagaimana bisa memberikan efek sekuat itu? pikirnya.


Riana adalah gadis yang tidak pernah menyentuh hal-hal negatif sebelumnya karena Reifan saudara kembarnya sangat protektif padanya, jangankan untuk pergi ke Club untuk belajar kelompok saja Reifan selalu mengikutinya selama ini. Hingga tak jarang dia di-bully teman-temannya karena sikap Reifan yang terlalu over protektif.


Dan sekarang, nyatanya usaha Reifan sia-sia selama bertahun-tahun menjaganya. Dia telah merusak dirinya sendiri hanya dalam kedipan mata, dia tidak bisa membayangkan jika Reifan tahu semua ini, bisa-bisa Reifan sudah tak menganggapnya saudara.


Dia menyesal telah meminum minuman laknat itu dan sudah pasti itu adalah perbuatan bartender si4l4n itu.


Lalu Beny, pria playboy itu tiba-tiba juga muncul. Bisa saja dia yang menyuruh si bartender s14l4n untuk memberikan padanya minuman terlarang itu. Apakah ini adalah tak tik Beny agar bisa tidur dengannya? Atau Beny hanya kebetulan saja melihatnya disana? Beberapa pertanyaan terus di otak Riana. Dia semakin pusing dan memutuskan untuk sarapan pagi terlebih dulu.


"Selamat pagi Nona Ria, kami akan menyiapkan sarapan anda." ucap salah satu ART menghampiri Riana yang keluar dari kamar tamu.


"Apa kakakku dan suaminya udah berangkat?" tanya Riana pada ART itu.


"Nyonya muda dan Tuan muda sudah berangkat satu jam lalu nona,"


"Hmm, tolong siapkan sarapan yang berkuah saja dan teh jahe hangat untukku!" pinta Riana.


"Baik Nona,"


Riana duduk di meja makan sembari menunggu sarapannya tiba, dia mulai membuka ponselnya dan mengecek siapa saja yang telah menghubunginya.


Pertama, panggilan dari Vero, dan Bu Hana sebanyak puluhan kali, Vero juga mengirimkan chat sampai 20 kali lebih hanya untuk menanyakan keberadaannya. Salah satu chat Vero juga menunjukkan jika kesal kenapa Riana tega meninggalkannya begitu saja dan dia terpaksa harus naik taksi online untuk kembali ke kosannya.


Tiba-tiba rasa bersalah menyelimuti hatinya, gara-gara dia pulang bersama Beny, Vero harus pulang sendiri malam-malam dan sangat bahaya bagi gadis muda seperti Vero tengah malam berkeliaran di jalan. Lalu dia memutuskan untuk membalas chat Vero dan meminta maaf.


Yang kedua adalah chat dari Faisal Ahmed, mantan terindah dan laki-laki yang masih dia cintai.


💌 Bang Ical : "Sayang, apa kamu baik-baik saja? Aku sangat khawatir kamu pergi dengan laki-laki lain, aku berharap jika laki-laki itu memang benar sepupumu. Maaf aku cemburu dengan keakraban kalian, aku masih sangat mencintaimu, sayang. Tolong kabari aku jika kamu sudah sampai rumahmu!"


Riana tak bisa membohongi hatinya jika dia bahagia mendapat perhatian lebih dari Faisal, dia ingin membalas chat pria itu, tapi dia masih ragu. Dia takut terjebak lagi ke dalam pesona Faisal, seorang pria dewasa yang baik, sabar dan sangat memikat tapi sayangnya sudah beristri.

__ADS_1


Dan pada akhirnya, dia memutuskan untuk tidak membalas chat Faisal, dia masih mengingat janjinya pada Cynthia untuk menjauhi Faisal karena dia bukan tipe wanita yang ingkar janji.


Chat ketiga adalah chat dari Beny si playboy cap kadal gurun yang aneh, sok asik dan menyebalkan. Makanya dia menamakan kontak Beny di ponselnya dengan nama "Beny Freak", Riana menganggap Beny aneh karena seringnya berganti-ganti pacar.


💌 Beny Freak: "Ria, mari kita bertemu! Aku pengen bicara banyak sama kamu, ini tentang hubungan kita berdua. Kalo kamu udah bangun nanti tolong hubungi aku ya! Aku juga ingin meminta maaf langsung dengan apa yang aku perbuat ke kamu,"


Saat selesai membaca pesan dari Beny, terlintas lagi di otaknya bayangan liar yang terjadi pada malam kemarin.


"Duh astaga! Kenapa sih malah terbayang terus! Inget Ria, pria itu playboy jangan sampai kamu jatuh cinta pada pria itu," gumam Riana pada dirinya sendiri.


Dia mengalihkan pikirannya dengan mengecek semua pekerjaannya hari ini lewat ponselnya dan segera menghapus chat dari Beny tanpa ingin membalasnya terlebih dahulu.


***


Malam itu Beny sedang bersiap pergi ke club malam yang semalam dia kunjungi bersama teman-temannya, tapi dering ponsel miliknya menghentikan langkahnya.


📞"Assalamualaikum.. Putra kesayangan papi," sapa seorang laki-laki dari seberang telpon.


"Apalagi sih Pi! Apa papi belum puas bikin aku dipecat Bang Angga? Mau papi apa sih?" ucap Beny meluapkan kekesalannya pada papanya.


Pak Chandra Liam Atmaja adalah seorang pengusaha keturunan China-indo, dia jatuh cinta pada adik Pak Prabu bernama Bu Gendhis Arum Aryarajasa yang berasal dari kota Yogyakarta. Mereka dikaruniai tiga putra, dua laki-laki dan satu perempuan, anak pertama mereka bernama Bisma, kedua bernama Beny dan ketiga bernama Bella.


"Wa'alaikumsalam.. Iya maaf papi, tapi aku belum siap. Tolong jangan memaksaku, lagipula bekalku belum cukup aku masih harus banyak belajar. Aku belum mampu menyamai diriku dengan Kak Bisma,"


Bisma adalah kakak pertama Beny yang sudah meninggal 3 tahun lalu, Beny sangat menyayangi kakaknya dan dia selalu ingin menjadi seperti kakaknya.


Bisma adalah laki-laki dewasa yang bertanggungjawab pada pekerjaannya dan sangat menyayangi keluarga terutama kedua adiknya, Beny dan Bella. Ketiga bersaudara itu sangat dekat dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama.


Hingga suatu hari, kebahagiaan mereka berubah menjadi duka yang tak berujung, Bisma tiba-tiba meninggal karena bunuh diri karena suatu alasan tertentu. Itulah sebabnya Beny pergi meninggalkan rumah dan memilih bekerja bersama Erlangga sepupunya, dia selalu menghindari rumah karena hanya akan mengingatkannya pada sang kakak tercinta.


"Sudahlah jangan bahas Bisma lagi, papi sudah katakan lupakan masa lalu! Aku rasa kemampuanmu sudah terlalu cukup bahkan mungkin melebihi kakakmu, Erlangga sendiri yang mengatakan kelebihanmu pada papi. Lalu apalagi sekarang alasanmu! Papi tidak mau tahu, kamu harus kembali secepatnya atau papi bisa bertindak lebih tegas lagi!"


"Ck! Dasar Pak tua pemaksa!" umpat Beny dalam hati.


"Baiklah Pi, beri aku waktu dua bulan lagi! Masih banyak yang aku urus saat ini disini,"


"Hmm! Sempatkan pulang sebentar, mami dan adikmu sudah sangat merindukanmu!"

__ADS_1


📞"Baik Pi,"


Kemudian Pak Chandra menutup sambungan teleponnya.


Beny bergegas ke club tadi malam dan mencari informasi apapun yang bisa dia dapatkan. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan maksimal hingga dalam 10 menit dia telah sampai di club itu.


Saat dia sudah berada di dalam club, petugas keamanan disana melarang Beny untuk melihat rekaman CCTV yang terekam tadi malam, mereka beralasan jika CCTV itu bersifat privasi dan tidak diperbolehkan untuk dilihat oleh orang lain sekalipun karyawan club yang lain. Hanya petugas keamanan dan owner saja yang bisa melihat rekaman itu, walaupun Beny sudah menawarkan banyak uang tapi petugas itu menolak keras uang Beny.


Dan pada akhirnya, Beny pulang dengan tangan hampa tanpa informasi apapun.


Lalu dia melajukan mobilnya ke sebuah cafe yang tak jauh dari club itu, pikirnya kacau, dia tidak ingin kembali ke apartemen dalam keadaan belum mengantuk, karena hanya akan mengingatkannya pada Riana. Apalagi Riana tidak membalas satupun chat darinya, hingga membuatnya semakin frustasi.


Dia pikir Riana bisa mencintainya setelah malam indah yang mereka alami kemarin tapi nyatanya wanita itu tidak memperdulikannya sama sekali, tapi dia tidak akan menyerah, dia akan terus berusaha menjadikan wanita itu miliknya.


***


Satu minggu telah berlalu, Beny masih terus mendatangi Erlangga untuk meminta ijin padanya untuk menemui Riana. Tapi Erlangga menolaknya dan malah mengusirnya pergi, Erlangga memang menempatkan beberapa anak buahnya untuk menjaga Riana dari jauh, hingga Beny kesulitan menemui wanita itu.


Erlangga tidak ingin siapapun mendekati Riana dan berniat buruk padanya, bahkan Risty melarang Riana keluar rumah sekalipun itu bersama Vero, sahabat barunya.


Vero hanya boleh menemui Riana di Mansion Bu Hana atau di kantornya.


"Ya ampun Ri, kenapa sih sekarang Bu Risty dan Pak Erlangga segitu protektifnya sama kamu? Apa ada hal buruk yang terjadi sama kamu? Kamu tuh kayak anak gadis usia belasan tahun yang lagi dipingit sama bapak ibunya, tau nggak!" tanya Vero penasaran.


Mendengar pertanyaan Vero, Riana menjadi tegang. Tidak mungkin baginya menceritakan aibnya pada Vero yang notabenenya adalah orang lain. Bisa saja Vero keceplosan bilang pada orang lain, dan reputasinya akan anjlok saat itu juga.


Riana masih diam memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan Vero.


"Nggak ada apa-apa, cuma kakakku marah saat dia tahu aku pergi ke club waktu itu, dia hanya takut terjadi apa-apa padaku, dan kau tau sendiri kakakku sama sekali tidak bisa dibantah," jawab Riana mengedikkan bahu.


"Ya ampun ngebosenin banget hidup kamu Ri , walaupun kamu bergelimang harta tapi nggak bisa kemana-mana, seperti burung dalam sangkar emas. Kalo aku sih mending jadi orang biasa ajalah dari pada kebebasanku dibatasi seperti itu," cibir Vero.


"Ya bukannya nggak bisa kemana-mana juga kali! Aku masih bisa nge-mall, ngafe, atau liburan tapi harus ada pengawal yang mengawasiku,"


"Ya sama aja kalee Ri! Lha kalo kamu pengen mesra-mesraan sama pacar kamu, masa iya harus ada pengawal yang menemani kalian. Duhh nggak bisa bayangin deh aku!"


"Ya jangan dibayangi kali Ver! Karena itu nggak bakal terjadi, aku kan jomblo, nggak punya pacar! Jadi nggak mikir sampe kesitu!" jawab Riana kesal.

__ADS_1


__ADS_2