
"Kamu benar, kita keluarga sekarang. Kenalkan juga, aku Beny Harsa Atmaja. Aku sepupu Bang Angga, putra dari adik perempuan Pakde Prabu." Beny membalas uluran tangan Riana.
Kemudian keduanya pun tiba-tiba terkekeh dan saat pandangan mata mereka bertemu keduanya menjadi salah tingkah dan tersenyum malu.
"Eh kalo gitu aku pergi dulu!" pamit Beny dan Riana pun mengangguk.
"Hati-hati di jalan kak! Makasih ya makan siangnya!" ucap Riana tersenyum manis dan membuat jantung Beny berdegup tak biasa lagi.
Di perjalanannya ke arah kantor Erlangga, Beny terus menyunggingkan senyumnya. Dia teringat wajah Riana yang terus tersenyum padanya, sungguh semakin cantik dan rasanya ingin sekali dia memiliki gadis itu.
Apakah dia mulai menyukai Riana? Jawabannya dia sendiri tidak tahu, karena dia tidak pernah jatuh cinta selama ini. Baginya semua wanita itu sama, sama-sama cerewet, menyebalkan, dan semaunya sendiri. Dia bahkan tidak minat untuk menjalin hubungan yang serius dengan seorang wanita. Selama ini dia memacari banyak wanita tujuannya hanya ingin membuat para wanita merasakan rasa sakit karena patah hati dan dia akan merasa puas melihat para wanita itu menangis mengemis cinta padanya.
***
Hari itu Erlangga dan Risty menyempatkan waktu untuk melihat langsung tema dekorasi untuk acara pernikahannya. Risty menginginkan pesta bertema Garden party yang dilaksanakan di luar ruangan, tapi kali ini suaminya tidak menyetujui keinginan sang istri.
"Aku tuh pingin banyak bunga-bunga putih di atas hamparan rumput hijau, kain putih, taplak putih dan meja kursi dari kayu yang udah dihias secantik mungkin. Ya pokoknya kayak difilm "Twilight" favoritku sayang!" ucap Risty yang berbinar bahagia membayangkan tema garden party yang selama ini dia impikan.
"Ya nggak bisa sayang!" tolak Erlangga.
"Kenapa nggak bisa?" Risty melotot mendengar ucapan sang suami, baru beberapa hari suaminya mengatakan jika pesta pernikahan mereka akan berjalan sesuai keinginannya, tapi tiba-tiba suaminya menolak.
"Apa kamu lupa, sekarang tuh lagi musim hujan! Sehari aja kadang sampai 3 kali lho hujannya. Ini yang kita undang orang-orang kelas atas sayang, baju dan accessoris yang mereka pakai jelas bukan yang harganya jutaan tapi puluhan juta. Apa kamu mau kita jadi bahan omongan orang, kalau semua tamu tiba-tiba kehujanan saat menghadiri pesta kita?"
Risty terdiam setelah mendengar ucapan Sang suami, dia jadi berfikir ulang lagi, dan ada benarnya juga yang dikatakan suaminya. Percuma juga dia bahagia dengan pestanya tapi para tamu undangan tidak merasa nyaman, begitu pikirnya.
"Pesta kita bukan sejam dua jam lho baby! Pesta kita dari pagi sampai malam, jadi saranku lebih baik kita adain di ballroom hotel aja jadi kita nggak perlu khawatir kalo turun hujan," tambah Erlangga.
"Baiklah sayang, aku ikut saran kamu aja! Yang penting semua tamu bisa nyaman dengan pesta kita,"
Mau tidak mau Risty mengikuti saran sang suami dan dia harus mengubur impiannya.
"Jangan sedih baby! Kita akan buat suasana ballroom seperti di sebuah kebun bunga yang indah dan menyegarkan mata,"
"Iya sayang! Terimakasih suamiku!"
"Sama-sama istriku!"
*
*
Satu minggu telah berlalu, hari ini adalah hari acara resepsi pernikahan Risty dan Erlangga. Keduanya menyewa sebuah ballroom hotel tak jauh dari tempat mereka tinggal. Mereka mengundang para kerabat dan semua relasi bisnis masing-masing.
Hari itu Risty begitu cantik dengan gaun berwarna putih yang dia pesan sesuai keinginannya dan Erlangga memakai tuxedo hitam yang membuatnya semakin tampan dan kharismatik. Keluarga Risty maupun keluarga Erlangga memakai baju yang senada, baju berwarna baby blue untuk perempuan dan biru dongker untuk laki-laki.
Semua orang sangat bahagia pada hari itu dan mengucapkan selamat serta doa pada sang mempelai pengantin.
Seorang MC naik ke atas panggung, dan membuat semua orang yang sedang tertawa, saling sapa, bercerita atau sekedar menikmati makanan yang disajikan menghentikan aktivitas mereka.
Sang MC mengatakan jika sekarang adalah waktunya sesi dansa bersama pasangan masing-masing.
"Buat yang lagi jomblo tapi pingin dansa boleh lah pinjem pacar temen dulu!" ucap Sang MC dengan konyolnya.
"Huuuu!" semua serentak menyoraki sang MC.
"Tapi awas jangan sampe kelewat nyaman lho! Nanti malah nggak mau balikin, kan susah! Jadi temen makan temen deh!" tambah Sang MC.
"Hahahaha!"
Semua orang tertawa mendengar candaan MC laki-laki yang sedikit feminim itu.
__ADS_1
Kemudian terdengar seorang penyanyi wanita menyanyikan lagu berjudul "Beautiful in white" dari Shane Filan dengan suara merdunya.
🎤Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight🎤
Sontak membuat para tamu pun mulai berdansa bersama pasangan masing-masing dan bergerak seiring dengan irama lagu.
"Baby, sayangku, istriku! Kamu luar biasa cantik hari ini, terimakasih sudah tulus mencintaiku. Maukah kamu berdansa bersamaku?" ucap Erlangga dengan manis pada sang istri.
Mendengar ucapan romantis suaminya, Risty berbinar bahagia kemudian mengangguk menerima uluran tangan suaminya dan mulai berdansa.
Kedua pengantin itu berdansa sembari mengingat semua kisah perjalanan mereka dari awal hingga sampai di titik ini, layaknya sebuah video yang diputar dengan cepat di dalam otak keduanya. dan senyuman bahagia keduanya terukir sepanjang acara pesta.
"Kamu ingin anak berapa sayang?" bisik Erlangga disela-sela dansa mereka.
Dan wajah Risty pun merona malu mendengar pertanyaan suaminya. Bagaimana bisa disaat mereka berada diantara banyak orang, suaminya malah menanyakan soal anak.
"Ayo jawab sayang!" bisik Erlangga lagi.
"Apa Abang lupa kita lagi diantara banyak orang? Abang kan bisa tanya nanti saat dikamar," desis Risty.
"Tapi aku pengennya tanya sekarang sayang! Kalo nunggu nanti malem aku takut nggak sempet nanyain itu!" protes Erlangga.
"Nggak sempet kenapa?"
"Ya nggak sempet baby! Karena semalaman nanti aku nggak bakal biarin kamu tidur nyenyak!"
"Bluss!"
Wajah Risty lagi-lagi memerah kembali, dia malu sekaligus membayangkan hal-hal indah yang akan dilakukan sang suami malam nanti.
"Jangan dibayangkan baby! Cukup rasakan aja nanti," bisik Erlangga tersenyum menyeringai.
"Abang!" Risty melotot sembari tersenyum.
"Iya baby! Sabar ya tunggu tiga jam lagi setelah tamu pulang," godanya lagi.
"Ck!"
__ADS_1
Risty kesal tapi bahagia sedangkan Erlangga malah terkekeh tanpa rasa bersalah, hobinya sekarang adalah menggoda istrinya yang cantik dan sangat dicintainya.
**
Di dalam pesta itu di tempat yang tak jauh dari Risty dan Erlangga berada. Seorang gadis cantik memakai kebaya berwana baby blue sedang duduk di pojokan dengan beberapa macam makanan didepannya. Dia melihat berbagai macam orang yang ada di pesta dari arah tempatnya berada sembari menikmati segala hidangan yang ingin dirasakan lidahnya.
Sesekali tersenyum melihat tawa dan canda keluarga dari jauh, si gadis jutek adik kesayangannya Risty. Ya, seharian ini, Riana adalah orang yang paling sibuk diantara semuanya. Dia bangun subuh untuk memastikan semua persiapan pernikahan kakaknya berjalan sesuai dengan rencana, sampai dia sendiri tak sempat makan.
Jika ada keperluan yang berhubungan dengan acara itu Riana yang menghandle semuanya dari pihak keluarga Risty, karena Risty sendiri akan sibuk menyambut tamu undangan.
Hingga suara seseorang yang tak asing ditelinganya membuyarkan lamunannya.
"Aku cari-cari daritadi malah asik disini. Udah sendirian sambil ngelamun lagi!" ucap laki-laki yang datang tiba-tiba.
"Dihh, siapa juga yang ngelamun," ucap Riana yang kini akan memasukan es krim ke mulutnya tapi dengan cepat pria itu menangkap tangan Riana dan malah memasukkan es krim itu ke mulutnya sendiri.
"Kak Beny! Ambil sana sendiri! seru Riana dengan kesal.
"Jutek bener! Cuma sesedok ini juga! Nanti kuambilin kalo habis, tuh ada banyak buat mandi juga bisa!"
Kecintaanya dengan es krim membuatnya tak rela jika es krim miliknya di makan orang lain walau hanya sesedok saja.
"Huh nyebelin!" Riana mendengus kesal sedangkan Beny hanya terkekeh melihat Riana dengan mode juteknya lagi.
Walaupun hubungan mereka kini sudah mulai akrab dan baik, sifat jutek Riana tidak bisa berubah dan Beny lama-lama terbiasa menghadapi sifat jutek gadis cantik itu.
"Eh kenapa kamu nggak ikut dansa tadi? Jomblo ya.. nggak punya pasangan! Cie cantik-cantik jomblo!" cibir Beny sembari mengacungkan jari telunjuknya di depan Riana.
"Enak aja ngatain aku jomblo! Kakak tuh yang jomblo! Pacarku tuh lagi nggak bisa datang kesini, ada hal penting yang nggak bisa dia tinggalin!" Riana mengelak kesal.
Tidak ada yang tahu jika saat ini dia menjalin hubungan dengan teman satu kerjanya di perusahaan, bahkan kakaknya pun juga tidak tahu karena hubungan mereka berjalan baru satu minggu. Pacar Riana menjabat sebagai kepala divisi marketing di perusahaan Risty.
"Pacar khayalan atau pacar sewaan?" goda Beny.
Dia tidak menyangka jika Riana sudah memiliki kekasih, ada sedikit perasaan kecewa dihatinya. Entah dia sendiri tidak tahu kenapa, tapi perasaan itu segera dia tepiskan karena baginya Riana sama saja seperti wanita-wanita yang pernah dipacarinya.
"Enak aja! Pacar beneran tau!" Riana menjulurkan lidahnya sedangkan Beny terkekeh lagi, "Eh udah dapet nomer salah satu penyanyi disana tadi nggak?" tanya Riana yang sedikit hafal kebiasaan Beny.
"Udah pasti dapet donk! Dapet 3 sekaligus malahan!" jawab Beny tersenyum sombong.
"Cihh! Dasar playboy kampret!"
Beny malah tertawa mendengar ejekan Riana, padahal dia berbohong mengatakan itu. Entah kenapa sejak dia bertemu dengan Riana minatnya terhadap wanita sedikit berkurang.
Dia lebih memilih menghabiskan banyak waktunya untuk bermain game bersama teman-temannya di apartemen daripada harus berkencan dengan wanita-wanita yang selalu mengejarnya.
Di kursi pengantin, sepasang pengantin yang sedang berbahagia itu, sedang berbisik-bisik sembari melihat interaksi antara Riana dan Beny yang terlihat begitu akrab. Bagi Risty keduanya melemparkan senyuman dan pandangan mata tak biasa.
"Sayang, liat itu Riana dan Beny!" bisik Risty pada suaminya.
"Emangnya ada apa dengan mereka? Biasa juga akrab gitu kok,"
"Nggak tau juga sih, cuma feelingku mereka tuh kayak ada apa-apa deh!"
"Ck! Jangan ngarang deh sayang! Riana bukan tipe Beny, si playboy itu sukanya cewek-cewek cantik yang bajunya terbuka dan se**si,"
"Tapi kalo ternyata mereka saling suka gimana?"
"Jangan deh! Suruh jauh-jauh itu si Riana dari buaya darat, aku nggak rela gadis sebaik adikmu dapet buaya darat kayak Beny. Yah walaupun dia itu sepupuku, tapi aku nggak suka sifat playboy dia,"
"Hmm!"
__ADS_1
Risty mengedikkan bahu, selang 30 detik kemudian beberapa tamu berjalan ke arah mereka untuk meminta berfoto bersama.
END